APKDock Logo
Sampul Novel Perjanjian 100 Hari Menikah Dengan Om CEO

Perjanjian 100 Hari Menikah Dengan Om CEO

9.5 / 10.0
Akibat salah masuk mobil, Tiffania Almora terjebak dalam pusaran takdir bersama CEO terpandang, Elnathan Devandra. Pertemuan intens itu mendorong Devan melamar Fania secara nekat demi menghindari perjodohan keluarga. Fania menerima lamaran tersebut, tetapi mengajukan syarat pernikahan kontrak yang hanya berlangsung seratus hari. Akankah Devan menyetujuinya? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka saat benih cinta mulai tumbuh dan rahasia kesepakatan itu terancam terbongkar?

Perjanjian 100 Hari Menikah Dengan Om CEO Bab 1

“Sudah Fan, lo sudah minum banyak.” Karina mengambil gelas

kecil di tangan Fania.

“Sekali lagi, Rin. Gue janji ini gelas terakhir.” Fania

memegang gelas dengan erat meski Karina memaksa mengambilnya.

Karina memutar bola matanya. Dia sudah sangat jengah pada

sahabatnya ini.

“Terserah, lo! Kalo sampai ada apa-apa. Jangan bawa-bawa

gue. Gue males berurusan sama bokap, lo!” Karina mengancam Fania. Sedangkan,

Fania hanya tersenyum mengangguk.

Kesadaran Fania sudah sedikit hilang. Ia bahkan sampai

limbung.

“Nah ‘kan!” Karina langsung menangkap tubuh Fania yang mulai

sempoyongan. Karina bahkan sedikit panik, tetapi Fania malah tertawa

terbahak-bahak.

“G**a, lo, ya, Fan. Udah kaya gini masih bisa ketawa-tawa!”

seru Karina terheran.

“Udah, sih. Lo berisik banget. Lo senang  lihat gue ketawa apa nangis sih?” sahut Fania.

“Iya, ketawalah. Tapi nggak gini juga, Fan. Makanya dengerin

orang tua kalo ngomong. Riko itu laki-laki nggak bener, udah tau ‘kan kalo dia

buaya darat. Masih aja ke makan omongannya. Heran gue sama lo,” gerutu Karina.

Badannya masih menahan Fania agar tetap berdiri tegak.

 Fania terdiam.

“Gue udah berkali-kali ngomong sama lo, tapi nggak pernah di

dengerin. Cinta boleh, tapi g****k jangan,” cecar Karina lagi pada Fania yang duduk

di kursinya kembali.

Fania bukannya menimpali ia malah  menangis. Membuat Karina mengusap wajahnya

dengan kasar.

“Maafin gue, Fan. Bukan maksud gue marahin lo. Gue bicara

kaya gitu, itu karena gue sayang sama lo. Gue peduli sama lo, Fan. Gue nggak

suka lihat lo disakiti kaya gini,” ucap Karina. Ia merasa bersalah sudah bicara

berlebihan pada sahabatnya. Namun, ia sendiri geram kepada sahabatnya yang masih

aja mau dikibulin oleh janji manis Riko—mantan kekasih Fania.

“Lo nggak salah, Rin. Lo bener, gue emang g****k. Riko sudah

berkali-kali khianati gue, tapi gue tetep aja percaya sama omongannya. Dan

sekarang gue nggak mau percaya sama Riko lagi. Gue benci sama dia!” Fania

mendongak menatap Karina. Dia langsung memeluk sahabatnya itu.

“Makasih, Rin. Lo baik banget sama gue. Dan lo juga peduli

banget sama gue,” ucap Fania lagi saat memeluk Karina.

Karina menepuk-nepuk punggung sahabatnya. “Iya, Fan. Gue

harap mata hati lo terbuka ya. Gue nggak mau lagi lihat lo kaya gini. Janji?” Karina

melepas pelukannya dan menunjukkan jari kelingkingnya.

“Janji.” Fania menautkan jari kelingkingnya ke jari Karina.

Perasaan Fania langsung lega. Fania juga berharap dirinya

akan lebih baik lagi dalam masalah percintaan. Dan pastinya tidak percaya

dengan janji manis yang Riko berikan padanya.

Ini sudah ke sekian kalinya Riko mengkhianati. Namun,

bukannya Fania meminta putus. Ia malah memaafkan kesalahannya. Dengan berjanji

tidak akan mengulangi lagi.

“Ingat, Fan. Selingkuh itu penyakit. Penyakitnya itu nggak

ada obatnya. Dan yang bisa ngobatin itu hanya dirinya sendiri.” Karina berkata

kembali pada Fania.

“Iya, Rin. Tau kok,” ujar Fania.

“Syukur, deh. Kalo lo tau sekarang.” Karina meminum soda

yang ia pesan. Setelah di tenggak habis dia mengajak Fania pulang.

“Lo mau ikut pulang atau di sini aja?” tanya Karina saat ia

sudah berdiri.

“Ikutlah, tapi kayanya gue nginep di tempat lo, ya. Nggak

mungkin ‘kan kalo gue pulang dengan keadaan begini!” timpal Fania sambil

mencoba berdiri.

“Iyalah, paham. Sini gue bantu berdiri.” Karina mengulurkan

tangannya ke hadapan Fania.

Fania menerima uluran tangan Karina. Lalu mereka berdua

berjalan keluar dari club.

Saat berjalan ke arah pintu keluar. Pandangan Karina melihat

ke arah gerombolan lawan jenis yang sedang bermesraan. Lalu tatapannya tertuju

pada laki-laki yang dia sangat kenali siapa lagi kalo bukan Riko—mantan kekasih

Fania.

Hatinya geram melihat Riko asik merangkul wanita seksi

dengan bercanda tawa.

‘B******k emang tuh laki, jangan harap Fania bisa kembali

sama lo. Nggak akan gue biarkan!’ batin Karina penuh amarah.

Untung saja Fania sedikit kehilangan kesadaran membuat

dirinya hanya fokus berjalan ke depan.

Sesampainya di depan club. Tiba-tiba perut Karina mulas.

“Aduh, Fan. Perut gue mules banget. Lo ke mobil dulu, ya,” ucap

Karina yang langsung diangguki oleh Fania.

“Ya, udah sana. Gue ke mobil sendiri aja.” Fania berkata

pada Karina yang memegang perut.

“Lo yakin bisa ke mobil sendiri?” tanya Karina cemas. Sebab,

Fania berjalan saja tertatih.

“Iya, bisa. Gue masih sadar Karina,” seru Fania melolotkan

matanya ke Karina. “Mobilmu urutan ke berapa?”

“Ketiga!” teriak Karina sambil berlari masuk ke dalam club.

“Iya, oke.” Fania mengacungkan jempolnya. Ia melangkahkan

kakinya ke parkiran.

Namun, saat sudah di parkiran. Ternyata ada dua mobil hitam

yang sama persis dengan mobil milik Karina.

Jika di hitung dari sebelah kanan dan kiri, mobil hitam yang

berjejer itu sama-sama di urutan nomor tiga.

Fania masuk ke mobil hitam sebelah kanan. Kebetulan mobil

tidak terkunci. Membuat dia sangat yakin jika itu mobil milik sahabatnya.

Apalagi Fania tidak paham dengan nomor plat mobil Karina.

Fania yang merasa pusing ia langsung tertidur tanpa melihat isi

dalam mobil itu.

Sedangkan di dalam club seorang laki-laki berbadan

atlentis sedang duduk santai sambil meneguk sebotol wine.

Ketampanan yang dimiliki olehnya membuat banyak wanita

datang menghampiri. Namun, ia tidak menggubris satu pun wanita yang

mendekatinya.

Pikirannya masih kalut dengan masalah yang sedang ia hadapi.

Apalagi seharian ia disibukkan oleh berbagai pekerjaan yang membuat dirinya

semakin terasa letih. Malam pun semakin larut, pria itu  berdiri lalu meninggalkan tempat duduknya.

“Sepertinya berendam air panas, enak!” gumamnya dalam

hati. Lalu melangkahkan kakinya menuju parkiran.

Saat sudah sampai di depan mobilnya. Ternyata ia lupa tidak

menguncinya. Ia langsung membuka mobilnya karena takut ada orang yang jahat.

Namun, saat pintu terbuka dia malah dikejutkan oleh seorang

wanita yang tertidur pulas. Ya, wanita itu adalah Fania.

Pria itu mengguncangkan tubuh Fania.

“Hei ... Bangun!” kata pria itu.

Dia bahkan sudah membangunkan dengan guncangan keras. Namun,

usahanya sia-sia. Fania tetap tidak bangun.

“Ah, pasti dia m***k!”

Akhirnya pria itu melajukan mobilnya dan terpaksa membawa

Fania. Padahal ia bisa saja melaporkan ke penjaga club. Akan tetapi, dia

tidak ingin terjadi masalah. Apalagi tampilan Fania saat ini sangat berantakan.

Pasti orang akan curiga padanya.

Mobil hitam melaju meninggalkan parkiran club. Dan

saat mobil itu keluar area parkir. Disitulah Karina keluar dari dalam club.

Karina berjalan tergesa-gesa karena merasa tidak enak

berlama-lama di dalam. Padahal ia sudah keluar dari toilet sedari tadi. Namun,

ia dicegah oleh temannya yang baru datang.

Karina sempat menolak. Akan tetapi, temannya memaksa untuk

berbincang sebentar. Mau tidak mau. Karina mengiyakan.

Karina mempercepat langkahnya menuju parkiran. Saat sudah

sampai di samping mobilnya. Pintu mobil langsung dibuka oleh Karina. Ia kaget. Sebab,

Fania tidak ada di dalam mobilnya.

“Lho, Fania mana? Fan ... Fania ....”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Perjanjian 100 Hari Menikah Dengan Om CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Kebahagiaan Aldrich begitu membuncah saat mengetahui kehamilan Ara. Langkah besar ini ia ambil sebagai bentuk penebusan atas dosa-dosa masa lalunya. Ara yang selalu setia mendampingi keputusan Aldrich mulai menyadari bahwa masa sulit mereka belum usai. Alih-alih membawa kedamaian, kehamilan Ara justru menjadi titik awal dari babak baru yang penuh ujian. Badai konflik yang jauh lebih besar kini siap menguji ketahanan hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati
8.5
Pernikahan transaksi Scarlett hancur saat Devan memilih menyelamatkan wanita lain dalam kecelakaan, membuat Scarlett kehilangan bayinya. Sadar cintanya sia-sia, ia meminta cerai. Tiga bulan kemudian, Scarlett bangkit menjadi wanita sukses di atas panggung. Devan yang menyesal mencoba mengklaimnya kembali sebagai istri di depan publik. Namun, Scarlett dengan dingin menyodorkan surat cerai, membuat sang miliarder yang biasanya tenang kini kehilangan kendali karena enggan melepaskannya.
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya, seorang gadis biasa, dipertemukan dengan Kanha yang berjiwa playboy. Walau kehidupan mereka bertolak belakang, rasa benci di dada perlahan terkikis oleh tumbuhnya benih-benih asmara. Lewat pergolakan antara obsesi egois dan keikhlasan hati, keduanya dipaksa memahami kapan harus berjuang atau merelakan. Hubungan ini membawa gejolak emosi bagai tetesan air di padang gersang. Akankah takdir menyatukan cinta mereka pada akhirnya?
Sampul Novel Derita berujung bahagia
8.3
Arini harus berjuang keras membesarkan anaknya seorang diri. Begitu sang buah hati berhasil meraih kesuksesan, mantan suaminya yang dahulu mencampakkan mereka kembali hadir demi mengincar harta atas nama hubungan darah. Di tengah kemarahan dan luka masa lalu, takdir mempertemukan Arini dengan sosok jodoh tak terduga yang rupanya berhubungan erat dengan keluarga Hakam. Mampukah Arini menemukan kebahagiaan sejatinya kini?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku
9.5
Sepuluh tahun berpacaran, Kennedy akhirnya setuju menikah. Namun, ia menolak berciuman saat foto prewedding dengan alasan misofobia dan pergi begitu saja. Setibanya di rumah baru, sang wanita justru mendapati Kennedy bermesraan dengan cinta sejatinya, Winona, bahkan berjanji membatalkan pernikahan. Sadar pengabdiannya sia-sia, ia memilih kabur lebih dulu. Kini, putra bungsu Keluarga Harath itu justru keliling dunia demi memohon agar mantan tunangannya bersedia kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan