APKDock Logo
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku

Memilih Untuk Mencintai Diriku

9.5 / 10.0
Sepuluh tahun berpacaran, Kennedy akhirnya setuju menikah. Namun, ia menolak berciuman saat foto prewedding dengan alasan misofobia dan pergi begitu saja. Setibanya di rumah baru, sang wanita justru mendapati Kennedy bermesraan dengan cinta sejatinya, Winona, bahkan berjanji membatalkan pernikahan. Sadar pengabdiannya sia-sia, ia memilih kabur lebih dulu. Kini, putra bungsu Keluarga Harath itu justru keliling dunia demi memohon agar mantan tunangannya bersedia kembali.

Memilih Untuk Mencintai Diriku Bab 1

Setelah menjalin cinta selama sepuluh tahun, akhirnya pacarku, Kennedy, bersedia menikah denganku.

Namun, saat sesi foto prewedding, fotografer meminta kami berpose saling mencium. Dia malah mengernyit dan berkata bahwa dia punya misofobia, lalu mendorongku dan pergi sendirian. Aku pun meminta maaf pada para staf atas sikapnya dengan canggung.

Hari itu turun salju lebat, sulit sekali mendapatkan taksi. Aku pun melangkah pulang dengan susah payah melewati tumpukan salju.

Namun, sesampainya di rumah yang seharusnya menjadi rumah pengantin kami, aku malah memergoki Kennedy sedang berpelukan dan berciuman mesra dengan perempuan yang selama ini dia anggap sebagai cinta sejatinya.

"Winona, asalkan kamu setuju, aku bisa kabur dari pernikahan ini kapan saja!" katanya.

Seluruh pengabdianku selama bertahun-tahun, kini hanya menjadi lelucon. Setelah menangis sejadi-jadinya, aku memutuskan untuk kabur dari pernikahan lebih dulu sebelum Kennedy melakukannya.

Belakangan, dunia sosial kami dihebohkan oleh sebuah kabar. Putra bungsu Keluarga Harath berkeliling dunia mencari mantan tunangannya, demi memohon agar wanita itu mau kembali.

Aku berdiri di luar rumah pengantin, menatap ke dalam lewat jendela besar. Di sana, aku melihat Kennedy tengah berciuman panas dengan Winona.

Dia memeluk Winona dengan erat dan mencium dengan penuh hasrat dan dominasi. Tak terlihat sedikit pun sikap dingin dan tertutup yang biasa dia tunjukkan.

Pakaian, sepatu, dan rambutku sudah kuyup oleh salju. Seluruh tubuhku terasa sedingin es. Hawa dingin itu merayap dari ujung tangan dan kakiku, masuk ke lambung dan membuat isi perutku bergolak hebat.

Saat melihat mereka bergumul di atas ranjang pengantin yang telah kupilih dengan teliti, aku mengangkat ponsel dan merekam mereka sejenak. Kemudian, aku tidak mampu lagi menahan diri. Aku muntah hebat, hingga kepalaku terasa sangat pusing.

Selama bertahun-tahun bersama, bahkan ketika kami berada di ranjang, Kennedy tidak pernah menciumku. Katanya dia punya misofobia dan aku percaya padanya. Ternyata, dia hanya mencium wanita yang benar-benar dia cintai ....

Keduanya mendengar suara, lalu serentak menoleh ke arah luar. Padahal merekalah yang berselingkuh, tapi malah aku yang refleks menyelinap bersembunyi.

Tubuhku basah oleh air salju, sehingga aku menggigil tanpa henti. Aku hanya ingin menunggu sampai Winona pergi, lalu pulang. Namun setelah satu jam, tak ada satu pun dari mereka yang keluar. Aku bersin, lalu menyeret tubuhku yang kaku dan beku kembali ke rumah.

Rumah pengantin itu hangat dan nyaman. Kennedy yang biasanya bahkan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, kini sedang memasak di dapur. Gerakannya sangat terampil, jelas bukan pertama kalinya dia melakukannya.

Mesin pengisap asap berdengung keras, tapi bau masakan yang pedas dan menyengat tetap memenuhi ruangan. Padahal aku punya penyakit lambung dan sama sekali tidak pernah makan makanan pedas.

"Dasar rakus, masakannya belum selesai ...."

Mendengar ada suara, Kennedy menoleh sambil tersenyum. Namun, saat melihat bahwa itu aku, senyum di wajahnya langsung lenyap.

"Ternyata kamu. Bajumu basah kuyup begini, kenapa nggak langsung mandi dan ganti pakaian? Jangan masuk sembarangan! Rumah jadi kotor gara-gara kamu!"

"Maaf." Aku meremas jaket tebalku yang basah kuyup dan seperti biasa, aku langsung minta maaf.

Kennedy mengerutkan kening dengan kesal, seolah masih ingin mengomel. Namun saat itu, Winona keluar dari kamar. Bibirnya tampak bengkak dan pipinya memerah. Wajahnya jelas menunjukkan bekas-bekas bercinta.

Aku memandang ke arahnya.

Winona refleks menarik bajunya, lalu buru-buru menjelaskan, "Villy, kamu ... kamu jangan salah paham!"

"Apa yang perlu disalahpahami? Malam ini salju turun deras, jalanan sulit dilalui, jadi Kakak Ipar menginap di sini malam ini," jawab Kennedy dengan tegas tanpa sedikit pun perubahan ekspresi.

Winona adalah pacar kakaknya. Mereka belum sempat menikah, tapi sang kakak sudah meninggal dunia. Selama bertahun-tahun, Kennedy selalu memanggilnya "Kakak Ipar".

Saat makanan sudah siap, Kennedy memanggil Winona ke meja makan. Melihat Winona makan dengan lahap, dia ikut tersenyum senang. Dia sama sekali tidak memperhatikan aku yang hanya makan nasi putih.

Setelah makan, Winona langsung pergi tidur.

Ini adalah rumah pengantin "milikku", tapi Kennedy malah menyuruh Winona tidur di kamar utama dan mengusirku ke kamar tamu. "Kamar tamu belum dibereskan, Kakak Ipar nggak terbiasa tidur di sana. Kamu tahan sedikit, ya."

Padahal ini rumah pernikahan kami, aku bahkan belum sempat tidur di kamar utama itu. Kenapa dia mengizinkan wanita lain tidur di sana?

Aku ingin membantah. Ucapan yang ingin kukatakan sudah sampai di ujung lidah, tapi akhirnya tak ada satu pun kata yang keluar.

Kennedy berada di kamar utama sampai hampir tengah malam, baru kemudian kembali ke kamar tamu. Aku sudah kehujanan, kedinginan, dan kelaparan. Tubuhku terasa tidak nyaman dan pikiranku dipenuhi bayangan Kennedy berciuman panas dengan Winona. Aku terbaring di ranjang, tapi tak bisa tidur.

Saat dia membuka pintu dan masuk, aku benar-benar ingin mengabaikan semuanya dan bertanya, 'Kalau memang nggak suka aku, kenapa masih ingin menikah denganku? Kenapa pernikahan hanya tinggal selangkah lagi, tapi dia masih bisa mencium wanita lain?'

'Kenapa saat aku ada di rumah ini, dia masih bisa bersikap intim dengan Winona seolah aku tidak ada?'

Segudang pertanyaan mengganjal di tenggorokan, tapi pada akhirnya, yang keluar dari mulutku hanyalah kalimat getir, "Kennedy, kalau kamu menyesal dan nggak ingin menikah denganku, kamu bisa bilang."

Dia bisa saja membatalkan pernikahan. Aku bisa menerima itu. Namun, aku tidak bisa menerima jika dia memilih kabur di hari pernikahan dan meninggalkanku seperti orang bodoh di altar.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Memilih Untuk Mencintai Diriku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan cinta Raka dan Cherry kini terancam retak akibat kehadiran Nadia. Raka merasa terus dikesampingkan oleh sang kekasih, yang selalu mendahulukan sahabat berkacamata tebalnya tersebut. Emosi Raka akhirnya memuncak begitu menyadari dirinya cuma menjadi prioritas kedua bagi Cherry. Namun, rasa cemburu yang membakar ini malah mengantarkan Raka pada sebuah titik balik tak terduga dalam hidupnya. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan di tengah renggangnya prioritas Cherry?
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang untuk Rania, tunangannya. Hubungan masa kecil kami berubah jadi kebencian akibat fitnah video asusila dari Rania. Baskara pun menyiksaku dan menculik orang tuaku hingga mereka tewas terjatuh dari gedung di depan mataku. Saat aku menyembunyikan penyakit parahku, Baskara malah memintaku mati. Tanpa ragu, kupenuhi permintaannya lalu melompat ke jurang maut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan