APKDock Logo
Sampul Novel Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

7.9 / 10.0
Saat ibu mertuanya didiagnosis kanker rahim dan memaksa tinggal bersama, sang protagonis dihadapkan pada tuntutan sepihak dari keluarganya. Suami yang egois mengabaikan luka masa lalu pasca melahirkan, sementara putra yang dibesarkannya dengan kasih sayang justru memihak sang nenek. Menolak ditekan atas nama kewajiban moral, ia memutuskan mundur dan membiarkan suami serta anaknya mengurus semuanya sendiri. Kisah rumah tangga modern yang penuh konflik emosional.

Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker Bab 1

Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku.

"Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia."

Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?"

Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku.

"Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini."

Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita."

Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."

Sepulang kerja, begitu membuka pintu, aku melihat ibu mertuaku duduk di sofa, bersila sambil mengunyah biji bunga matahari, menyapaku sambil tersenyum.

"Nak, kamu sudah pulang."

Ekspresiku langsung kaku.

Belum sempat mencerna kenapa dia ada di sini, dia sudah bangkit dari sofa, berjalan mendekat, "Kaget, ya? Nggak sangka, ya?"

"Ibu ini diundang langsung oleh suami dan anakmu."

"Kesal, 'kan?"

Ibu mertuaku berkata bangga, "Kamu tahu yang disebut hubungan darah? Aku kasih tahu ya, Ibu, anak, dan cucu Ibu punya ikatan darah yang nggak bisa dipisahkan, kamu sebagai orang luar nggak akan pernah bisa masuk ke dalamnya!"

Wajahnya tetap seperti dulu, membuatku muak.

Baru melihat dirinya saja sudah membuat perutku terasa tidak enak. Sebelum sempat bertanya, aku melihat suami dan anakku keluar dari kamar.

Suami dan anakku, yang tadi sedang tertawa, langsung terdiam begitu melihatku.

Ruang tamu yang tadi hidup seketika dipenuhi keheningan yang mencekam.

Ibu mertuaku, yang tadi masih menyombongkan diri, langsung berganti raut wajah, terlihat memelas. "Jangan salahkan Yoga. Salahkan Ibu, orang tua yang nggak punya banyak waktu lagi, yang memaksanya untuk mengizinkan Ibu tinggal di sini."

Nada ibu mertuaku yang sombong berubah lembut, sambil mengeluarkan secarik hasil pemeriksaan.

"Ibu didiagnosis kanker, kanker rahim. Ibu cuma punya sedikit waktu lagi, hampir nggak ada harapan," suaranya bergetar, "Kalau kamu usir Ibu, kamu benar-benar bukan manusia."

Dia seperti takut aku akan mengusirnya.

Ibu mertuaku menunjukkan akting luar biasa dengan meneteskan air mata, lalu menjatuhkan dirinya ke lantai. "Kamu anggap saja mengabulkan permintaan terakhir seorang wanita tua. Biarkan Ibu tinggal."

Aku melihat penampilannya yang penuh drama, lalu menatap suami dan anakku yang terus diam. "Apa pendapat kalian?"

Suamiku tahu betul alasan aku dan ibu mertuaku tidak akur.

Dulu, situasi kami sempat begitu buruk hingga dia terpaksa mengusir ibunya demi menyelamatkan pernikahan kami. Dia berjanji berkali-kali, bahkan bersumpah bahwa selama sisa hidupnya, dia tidak akan membiarkan ibunya muncul di hadapanku lagi.

Sekarang.

Setelah beberapa tahun saja.

Yoga telah melupakan janjinya. Dia berjalan mendekatiku dengan wajah muram, lalu menarik tanganku.

"Berbakti itu hal utama."

Dia berkata dengan nada serius, "Hal kecil yang terjadi waktu kamu baru melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini, dia bisa menyulitkanmu apa lagi?"

"Kalau bukan demi aku, setidaknya pikirkan Hendi."

Aku menoleh ke arah Hendi. Anak itu bersikap tegas.

"Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita."

Setelah Yoga dan Hendi menyatakan pendapat mereka, ibu mertuaku segera memperkeruh suasana. "Kalau kamu benar-benar nggak mau, Ibu pergi saja. Paling juga mati, mati di mana pun sama saja."

Strategi menyayat hati ibu mertua selalu berhasil.

Sayangnya, aku tidak lagi terperdaya. Mendengar dia ingin mati, aku tersenyum lembut.

"Bagus sekali! Ibu juga punya asuransi kecelakaan, kalau benar mati, itu malah akan jadi sesuatu yang bermanfaat."

Ibu mertuaku terpaku, menunjukku dengan tangan gemetar, lalu meraung keras dan mulai menangis.

"Dosa besar!"

"Aku belum mati!"

"Kamu cuma mengincar uang Ibu," ibu mertuaku menjerit dan meratap dengan suara nyaring, "Kamu ini bukan manusia! Oh, betapa malangnya keluarga ini, dapat menantu sepertimu, pembawa sial!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan