APKDock Logo
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO

Gairah Liar Sang CEO

9.7 / 10.0
CEO Rafael Aditya Syahreza yang gemar berganti kekasih menjebak Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Siapa sangka, Vanessa adalah pacar Adrian, adik kandung Rafael sendiri. Hubungan ini dimanfaatkan Rafael demi memuaskan hasrat sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari sang adik? Bagaimana nasib Vanessa saat tahu dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit itu?

Gairah Liar Sang CEO Bab 1

Aku akan kembali ke Jakarta empat hari lagi.

Kuharap, kau sudah memiliki jawaban atas lamaranku.

Dan kau tahu? Aku akan segera menemui Ayahmu jika kau menjawabnya.

Deretan pesan di layar ponsel itu membuat gadis dua puluh satu tahun itu mengembangkan senyumannya. Ia menahan untuk tak menjerit karena terlampau bahagia.

Memangnya siapa yang tidak bahagia bila di ajak menikah? Apalagi orang itu adalah laki-laki yang diinginkan.

“Kau terlalu terburu-buru, Kak,” gumam gadis dengan rambut panjang yang tergerai itu malu-malu. Tanpa terasa, ia telah menghabiskan hampir  satu jam lamanya untuk bertukar pesan dengan sang kekasih.

Dan sekarang, ia harus bersiap pergi ke toko demi menjalankan pekerjaan yang telah ia tekuni selama hampir dua bulan itu. Namun, belum sampai ia berganti pakaian, suara ketukan begitu nyaring, dan terkesan tak sabaran.

Gadis itu melompat dan bergegas menuju pintu kamarnya. “Kenapa, Yah?”

Mata liar pria itu memindai penampilan gadis di hadapannya tampak kedip. ‘Kenapa semakin hari dia semakin cantik? Sial! Jika aku tak membutuhkan uang, tidak mungkin aku melakukan ini.’

“Yah?” panggil Vanessa seraya menggerakkan kedua tangannya di depan pria paruh baya yang merawatnya selama ini.

“Ah, maaf. Ayah ingin mengatakan sesuatu tentang pekerjaan menjadi asisten pribadi di tempat Mami Bertha,” ucap pria itu.

“Mami Bertha?”

“Ya. Dia teman Ayah, yang pernah kuceritakan padamu.

“Jadi? Dia sudah di kota ini?” Gadis pemilik nama Vanessa itu membulatkan mata terkejut.

Pria itu mengangguk. “Bersiaplah. Ayah akan membawamu ke sana sekarang juga.”

Dan di sinilah mereka berada. Di rumah besar bertingkat tiga dengan fasilitas yang menyilaukan mata.

Vanessa tak bisa membayangkan seberapa banyak uang yang dimiliki Mami Bertha. Namun, dari sini sudah dipastikan bila wanita itu memang bukan orang sembarangan.

“Apakah kau siap menerima pekerjaan dariku, Gadis Manis?” tanya pemilik rumah itu dengan ramah pada Vanessa.

Dengan cepat, Vanessa pun mengangguk, dan memberikan seulas senyum termanis yang ia miliki. “Benar, Mami.”

Manik abu-abu dari softlen yang terpasang di sana menatap tanpa kedip kepada Vanessa dengan senyum kecil tersungging teramat tipis.

“Tetapi, apakah saya bisa meminta waktu untuk kuliah, Mami?” tanya Vanessa yang langsung mendapat peringatan dari sang ayah. Namun, bukannya takut, gadis itu malah semakin berani mengajukan penawaran.

“Aku akan mengatur semuanya. Dan kau, cukup ikut denganku di sore hari.”

Tanpa menaruh rasa curiga, Vanessa langsung menyetujui, dan berakhir dengan tanda tangan kontrak di atas materai.

*

Desahan seorang wanita telanjang mengalun kencang saat berada di bawah kendali seorang pria, di salah satu kamar hotel bintang lima, di Ibu Kota Jakarta.

“Ahh  ... lebih cepat lagi, Tuan. Ini nikmat sekali.”

Wanita dengan penampilan berantakan dan mengenaskan itu menikmati hunjaman kasar yang Rafael berikan. Bahkan ketika pria itu berkali-kali membolak-balikkan tubuhnya yang penuh dengan bekas sabetan ikat pinggang, ia tampak mendesah tanpa tahu malu.

“Arghh! Sial!” umpat Rafael karena tak kunjung mendapat ledakan kenikmatan. Sudah satu jam lamanya, tapi tak ada tanda-tanda rasa itu datang.

Kenapa? Apa yang salah? Padahal ia sudah melakukan semua yang menjadi kebiasaannya selama lebih dari lima belas tahun terakhir.

“Tuan?” Wanita itu melirih. Kecewa karena Rafael menarik kejantanannya yang masih tegang di dalam pengaman.

“Pergilah! Jangan tunjukkan wajah jalangmu itu di depanku!” perintah Rafael dengan kejam.

Astaga! Apakah pria itu sudah gila? Menyiksa wanita itu dengan sadis sebelum menggaulinya? Dan apa tadi ia bilang? Memerintahkan wanita itu pergi?

“Ta-tapi, Tuan ...”

Sepasang mata elang Rafael menatap nyalang. Ia mendekat, mencengkeram tangan wanita itu dan menarik turun ke lantai.

“Pergi!”

“Ba-baik, Tuan.” Wanita itu mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk bangkit. Tertatih ketika akan menuju pintu kamar hotel VVIP dengan keadaan polos. Namun, belum sampai membuka pintu, wanita itu lemas dan terjatuh.

Rafael seolah tak peduli. Yang ia lakukan adalah memanggil pengawal di depan pintu untuk menyingkirkan wanita itu.

Tak ingin tersiksa dalam hasrat yang belum terpuaskan, pria bertubuh telanjang itu menghubungi salah satu muncikari kepercayaannya.

“Siapkan satu gadis perawan sekarang juga! Aku akan membayarmu 10 kali lipat dari biasanya.” Satu perintah Rafael langsung mendapat sambutan baik dari sang muncikari.

Wanita yang kini sedang berada di berada di bawah tubuh kekasihnya itu segera mengiyakan permintaan pelanggan terbaik di tempat pelacuran miliknya.

“Baik, Tuan. Saya akan segera mengirimkannya.”

Seraya menunggu, Rafael yang berada di puncak gairah meraih botol sampanye untuk ia teguk. Dengan mata terpejam ia menikmati setiap cairan yang mengalir ke tenggorokannya.

Malam ini entah mengapa hasrat liarnya menggila. Bahkan setelah menyiksa dan menggauli wanita pilihannya tak juga membuatnya terpuaskan.

“Sial!” geram Rafael dengan napas memburu. Gigi di dalam mulutnya menggeletuk seolah ingin mencabik-cabik mangsa.

Gejolak hasrat di dalam dirinya membuat kepalanya pening. Ia bangkit setelah melemparkan botol sampanye ke lantai, menuju kamar mandi untuk mendinginkan diri.

Berdiri di bawah guyuran air dingin, Rafael memejamkan matanya. Menikmati setiap tetes air membasahi seluruh tubuhnya.

Ia pikir setelah selesai mandi hasrat liar itu akan mereda. Setidaknya untuk beberapa saat. Namun, kenyataannya mandi tidak memiliki pengaruh untuk meredam keinginannya.

Setengah jam kemudian, pintu kamar hotel diketuk oleh dua pengawal yang membawa seorang gadis tak sadarkan diri.

Seorang pria yang hanya memakai handuk di pinggang dengan rambut basah membuka pintu dan memberikan isyarat pada pengawalnya untuk membawa gadis itu masuk.

“Silakan bersenang-senang, Tuan. Kami akan berjaga di luar.”

Dengan isyarat tangan Rafael menanggapi ucapan mereka. Dan para pengawal itu keluar setelah membungkukkan badan sebagai penghormatan.

Tak langsung menghampiri gadis yang berada di atas ranjangnya, Rafael memilih mengambil sebatang rokok dan mengisapnya perlahan.

Seraya menikmati pemandangan dari dinding kaca yang membentang, ia berdiri dengan sesekali memejamkan mata menikmati embusan angin malam.

“Eugh.”

Lenguhan lirih yang berasal dari gadis di atas ranjang menarik perhatian Rafael. Ia membuang sisa rokoknya dan menghampirinya.

Duduk di sebelah ranjang, Rafael memandangi wajah dengan riasan kosmetik yang tak terlalu tebal. Ada dorongan tak kasat mata yang menarik dirinya untuk menyentuh wajah itu dengan segera.

Kemudian, adalah punggung tangan Rafael yang menyentuh kehalusan kulit pipi hingga membuat gadis itu membuka mata dan terbangun.

“A-Anda siapa?” tanya gadis pemilik nama Vanessa itu panik. Ia seketika terperanjat dan menyilangkan tangannya di depan dada.

Sepasang bola mata bening milik Vanessa bergerak gelisah kala mendapati dirinya di sebuah kamar dengan seorang pria. Apalagi pria itu hanya memakai handuk di pinggangnya.

Rafael berdecih. “Aku adalah Tuanmu,” jawabnya. “Dan tugasmu sekarang adalah melayaniku.”

Vanessa membelalakkan mata. Apa tadi katanya? Melayani? Siapa juga yang akan melayani pria asing seperti dia? Tapi ... tunggu! Apa yang dia maksud dengan melayani?

“A-apa yang Anda maksud? Sa-saya tidak mengerti.” Bibir Vanessa bergetar. Seingatnya tadi siang ia bersama sang ayah pergi ke tempat Mami Bertha untuk melamar pekerjaan sebagai asisten pribadi. Namun, kenapa tiba-tiba ia berada di sini? Dan ke mana ayah?

Saat Vanessa berkelana memikirkan kejadian padanya siang tadi, gerakan cepat Rafael menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

“Lepaskan saya! Anda siapa berani memeluk saya seperti ini?” Ia memberontak. Tangannya memukul dada Rafael yang berotot dan polos. Tentu saja pukulan tak seberapa itu hanya dianggap sebagai pijatan oleh pria yang kini mendekapnya erat.

“Jangan berisik gadis bodoh! Layani aku dan nikmati saja!” Rafael menatap tajam Vanessa dan semakin mengeratkan dekapannya. “Kau akan mendesah keenakan jika sudah merasakan kejantananku!’

Layani dan nikmati? Oh, Tuhan? Apakah dia mengira jika Vanessa seorang jalang?

“Tolong! Lepaskan saya! Saya bukan jalang, Tuan,” teriak Vanessa dengan segenap tenaganya.

Apa-apaan ini? Kenapa semua seperti ini? Bukannya tadi ia di rumah Mami Bertha? Bagaimana ia bisa berakhir di sini dan bersama pria ini?

Pria yang sudah bergairah itu tak memedulikan rengekan Vanessa. Tanpa basa-basi ia mendekatkan wajahnya dan melumat bibir tipis Vanessa dengan brutal. Ia menekan bibir itu sekuat mungkin agar si empunya tak berdaya. Namun, ia tidak memperkirakan jika gadis itu kemudian menggigit bibirnya.

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipi Vanessa kala Rafael mendorongnya jatuh ke atas ranjang. Pria dengan amarah di wajahnya itu menindih tubuh Vanessa yang berusaha melepaskan diri. Mengunci pergerakan tangan dan kedua kaki Vanessa yang berontak.

“Diam kau, Gadis sialan!” bentak Rafael menggebu. Tetapi, Vanessa tak mengindahkan peringatan itu  hingga tamparan susulan mendarat di pipi kanan kiri secara bergantian.

Puas dengan beberapa tamparan, tangan Rafael menarik dagu Vanessa yang meringis menahan sakit. Ada bulir-bulir air mata yang keluar dari sudut mata Vanessa, yang membuat Rafael tertegun.

Namun, hal itu tak berlangsung lama. Adalah tangan Rafael yang kemudian mengelus kedua pipi Vanessa secara bergantian dengan satu seringai di sudut bibirnya.

“Menurut lah jika kau tak ingin kesakitan,” peringat Rafael dengan tatapan tajam pada gadis yang sudah tak berdaya di bawah tubuhnya.

“Saya mohon, Tuan. Lepaskan saya,” pinta Vanessa sendu dengan sisa-sisa tenaganya. Namun, permintaan lirih itu tidak dipedulikan Rafael yang sudah berada di puncak gairahnya.

“Aku sudah membayar mahal atas tubuhmu. Jadi, sebelum aku puas ... aku tidak akan melepaskan kau begitu saja.” Ucapan itu diiringi dengan seringai menakutkan yang baru pertama kali Vanessa lihat.

Hati Vanessa berdenyut nyeri. Apakah tadi ia bilang? Dia sudah membeli  tubuh Vanessa? Bagaimana mungkin? Atau jangan-jangan ...

Tanpa aba-aba Rafael kembali melumat bibir tipis Vanessa. Gerakan tangannya turun, membuka perlahan jubah tidur yang gadis itu kenakan, menampilkan sepasang keindahan payudara yang tak disanggah bra.

Pria yang bertelanjang dada itu semakin menekan bibir Vanessa. Mendesak masuk untuk merasakan kehangatan yang lain. Sementara itu, kedua tangan besarnya sudah menangkup kedua payudara yang memiliki ukuran cukup besar.

Rafael menggeram kala Vanessa tak kunjung membuka mulutnya. Ia memberikan gigitan-gigitan kecil di bibir tipis itu hingga si empunya membuka tanpa sadar.

Ia menerobos masuk. Menjulurkan lidahnya untuk merasakan semua rasa yang ditawarkan. Tanpa menghentikan pergerakan kedua tangannya yang kini turun ke bawah. Masuk ke dalam kain tipis yang tidak sepenuhnya menutupi area kewanitaan Vanessa.

Rasa lembab yang menyapa jemari Rafael membuat pria itu menggeram. Ia melepaskan ciuman liarnya. Menatap wajah Vanessa sesaat sebelum bangkit dan mengambil posisi di antara dua kaki gadis itu.

“Sial! Kau sudah basah!”

.

.

.

Bersambung ...

Lanjut Membaca

Daftar Isi Gairah Liar Sang CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Pemenang Dalam Hidupku
8.6
Selama bertahun-tahun, ia selalu mengalah dan diabaikan oleh keluarganya demi sang adik. Puncaknya terjadi di hari pernikahannya, saat ayah, ibu, kakak, serta tunangannya yang merupakan seorang bos mafia, Jason, justru pergi menghadiri wisuda adiknya. Ditinggalkan sendirian menanggung malu di hadapan para tamu, ia akhirnya sadar bahwa dirinya tidak pernah dianggap penting. Bertekad untuk tidak lagi mengharapkan kasih sayang mereka, ia memutuskan pergi membawa koper dan rahasia kehamilannya demi memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Kehidupan Mutia hancur setelah suaminya tewas dalam kecelakaan. Alih-alih mendapat simpati, ia malah difitnah menggoda pria beristri oleh keluarga mendiang suaminya, lalu diusir hingga mengalami insiden tragis yang merusak wajahnya. Lewat operasi rekonstruksi wajah, Mutia terlahir kembali dengan identitas baru. Kini, ia siap menuntut keadilan dan membalaskan dendamnya kepada setiap orang yang telah merusak hidupnya. Simak aksi berani Mutia dalam membalas rasa sakitnya.
Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran
8.1
Kehidupan mewah Tanya Quinn hancur seketika setelah keluarganya habis dibantai dalam sebuah serangan. Demi bertahan hidup dari kekejaman dunia luar, gadis cantik ini terpaksa melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang terkenal sangat mematikan. Di ambang kematiannya, ia justru diselamatkan oleh pria asing tanpa busana yang misterius. Kini, di tengah rasa duka dan hasrat membalas dendam, Tanya harus menghadapi sosok tersebut. Apakah pria ini bahaya baru atau pelindung baginya?
Sampul Novel Sang Pendekar Naga Iblis
8.6
Pasca-kehancuran dunianya akibat ulah Dewa Naga, Sakya sang Naga Iblis bertekad merebut gelar Dewa Pedang di Dunia Mortal untuk membalas dendam. Sayangnya, perjalanan lintas dimensi membuat kondisi fisiknya melemah drastis hingga sangat rapuh. Di tengah keterbatasan tubuh yang tak lagi prima, mampukah ia bangkit menjadi pendekar pedang terkuat? Simak perjuangan epik Sakya dalam menuntaskan dendam membara sekaligus membuktikan takdirnya sebagai penguasa pedang sejati.
Sampul Novel Suamiku Pengangguran Akut
8.7
Farida menjalani pernikahan pelik dengan Adam, suami manja yang malas bekerja. Sejak awal, hubungan mereka tidak direstui oleh Nadia, sang ibu mertua yang gemar menyudutkan Farida. Walau terus dicap sebagai beban, Farida terpaksa meminta bantuan makanan ke rumah Nadia agar bisa bertahan hidup. Di tengah tekanan mertua yang dominan dan kepasifan sang suami, sanggupkah Farida bertahan dalam rumah tangga penuh derita dan konflik ini?
Sampul Novel WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI
8.5
Kebahagiaan pernikahan Naiya dan Fadhil selama lima tahun mulai goyah karena campur tangan Aini, sang ibu mertua yang ingin memisahkan mereka. Ujian semakin berat saat kecelakaan tragis merusak wajah tampan Fadhil. Di tengah perubahan fisik sang suami, kesetiaan Naiya benar-benar diuji. Kini, ia harus bertahan mendampingi Fadhil sekaligus mengungkap dalang misterius di balik kecelakaan tersebut. Mampukah cinta mereka bertahan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan