APKDock Logo
Sampul Novel Antara Dua Hati

Antara Dua Hati

8.8 / 10.0
Kecewa karena lamarannya ditolak Maida akibat perbedaan status sosial, Razi memilih menikahi Hana, gadis desa pilihan sang ibu. Konflik dimulai ketika Razi memboyong istrinya menetap di Jakarta. Maida yang rupanya memendam rasa kini terobsesi merebut Razi kembali. Keadaan kian rumit dengan campur tangan kakak angkat Maida yang memperkeruh suasana. Di tengah badai ujian dan gangguan ini, mampukah rumah tangga Razi dan Hana bertahan dari kehancuran?

Antara Dua Hati Bab 1

Lelaki berkemeja biru muda itu meminum teh yang baru saja dihidangkan. Dengan sedikit gugup dia meletakan kembali cangkir porselen dengan ornamen bunga itu ke atas tatakan di meja.

“Ehm ... jadi kedatangan Nak Razi ini untuk melamar anak kami, Maida?” tanya lelaki paruh baya yang duduk berseberangan dengannya. Pandangan matanya tegas menyorot wajah pemuda itu.

Razi mengangguk sembari tersenyum. Dia belum bisa menghilangkan kegugupan sepenuhnya. Lelaki bertubuh tinggi itu memang bukan orang asing lagi bagi kedua orang tua Maida. Semenjak dulu, mereka telah mengenal Razi beserta latar belakangnya. Namun, menerima lamaran bagi putrinya tentu bukan soal kedekatan atau keakraban semata, karena setiap orang tua pasti ingin yang terbaik bagi putrinya.

“Begini Nak Razi, kami merasa tersanjung Nak Razi berkenan melamar putri kami satu-satunya, tetapi ... pernikahan bukanlah hal sembarangan. Ini terkait soal jaminan kebahagiaan masa depan,” tutur papa Maida, lembut tapi penuh penekanan.

Razi berusaha meraba arah dan tujuan pembicaraan Pak Robi tetapi belum menemukannya.

“Nak Razi tahu sendiri, Maida tengah mengejar kariernya.” Bibir lelaki berusia awal lima puluhan itu menyunggingkan senyum. “Kami tidak mengatakan bahwa Nak Razi tidak pantas bagi anak kami karena status Nak Razi, akan tetapi ... berilah sedikit waktu bagi Maida dan juga kami untuk mewujudkan cita-citanya.”

Razi mulai mengerti akhir dari tujuan ucapan Pak Robby. Bahwa dia, ditolak. Dadanya mulai terasa berat. Tak satu pun kata mampu meluncur dari mulutnya, dia tiba-tiba membisu. Dia sadar akan keadaan dirinya yang hanya pegawai biasa di perusahaan papa Maida. Di situlah Razi merasa begitu lancang telah melamar anak bosnya sendiri. Dia pun paham, bahwa cinta saja tak cukup untuk menikahi gadis pujaannya.

Pandangan Razi menyapu sekitar, berusaha mencari keberadaan gadis pujaannya. Namun, perempuan yang dikenalnya sejak SMP itu tak menunjukkan batang hidungnya. Padahal pemuda itu telah memberi tahukan bahwa dirinya akan datang. Hingga dirinya pulang, Maida tak menampakkan diri.

●●●●

Arrazi El Fathan, seorang pemuda berusia dua puluh empat tahun yang menjalin hubungan dengan putri dari atasannya. Sejak SMA, keduanya sudah saling suka, dan terus berlanjut meski Maida berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.

Keesokan harinya di kantor, gadis yang memiliki jabatan lebih tinggi dari Razi itu menghampiri. lalu mengajaknya ke atap gedung tempat mereka biasa bertemu dan berbincang.

“Aku minta maaf,” ujar Maida sembari menatap wajah lelaki di sampingnya.

“Untuk apa?” tanya Razi tanpa mengalihkan pandangan dari pemandangan di depannya.

“Aku ... tidak bisa kalau harus menikah secepat ini. Aku sudah bilang kepadamu untuk menunggu dua atau tiga tahun lagi kan? Kenapa kamu nekat datang menemui orang tuaku tadi malam?”

Razi menarik napas panjang dan mengembuskannya kasar. “Jadi itu sebabnya semalam kamu menghilang?”

“Aku belum bisa kalau harus mulai direpotkan dengan urusan rumah tangga saat ini. Jika aku menikah, bukankah kamu akan memaksaku memakai jilbab? Lantas aku harus hamil, mengurus anak, lalu bagaimana dengan karierku?” Maida melanjutkan perkataannya yang sempat terjeda.

Razi tersenyum seolah apa yang diucapkan perempuan di sampingnya adalah hal yang lucu. “Jadi begitu ... baiklah. Bagaimana jika aku menikah dengan wanita lain?” tanya Razi, kali ini pandangannya mengarah ke wajah Maida.

“Apa ini sebuah ancaman?” tanya gadis berambut sebahu itu. “Aku percaya hingga detik ini kamu masih mencintaiku, dan kamu tidak akan mengkhianatiku karena masalah ini,” ucap Maida yakin.

Razi kembali tersenyum mendengar jawaban Maida. “Aku sudah mengajukan cuti selama seminggu, besok aku akan pulang ke Tasik,” ujar Razi.

“Kenapa mendadak?”

“Aku sudah merencanakan ini jauh-jauh hari.”

●●●

“Ibu senang kamu pulang, Nak,” ucap Bu Ratna seraya menempelkan kedua telapak tangan di wajah anaknya.

“Maafkan Razi, Bu. Baru sekarang bisa pulang.”

“Gak apa-apa, Nak. Ibu sudah senang. Ayo duduk, ibu sudah buatkan makanan kesukaan kamu.”

Ibu dan anak yang telah berbulan-bulan tak berjumpa itu saling melepas rindu. Obrolan santai pun mengalir antara keduanya sembari menikmati nasi liwet dan ayam bakar kesukaan sang anak. Hingga raut wajah lembut sang ibu mulai berubah serius.

“Nak, jadi bagaimana?” tanya Bu Ratna.

Razi mengambil gelas berisi air putih kemudian meminumnya. Pemuda itu mengambil napas dan mengembuskannya pelan. Ada rasa berat dan bimbang di hatinya.

“Ibu sudah tua, ibu takut tak bisa menimang cucu,” lanjut wanita berusia lima puluhan itu.

Sejak seminggu yang lalu, Bu Ratna telah menghubungi Razi melalui sambungan telepon. Wanita paruh baya itu mendesak putranya untuk segera menikah. Bahkan dirinya akan mempersiapkan calon istri jika putranya itu belum memiliki wanita pilihan sendiri.

Razi memandang ibunya lembut seraya tersenyum. “Bu, ibu ini bicara apa, sih? Ibu masih sehat, kuat, ibu masih sanggup menunggu Razi memberikan cucu untuk ibu.”

“Umur itu gak ada yang tau, Nak. Ibu mohon, segeralah menikah!” Bu Ratna memelas kepada anaknya.

Razi tak tahu lagi harus berkata apa. Bukannya dia tak mau segera menikah, tetapi wanita yang dicintainya malah menolak untuk segera menikah dengannya.

“Razi, kalau seandainya kamu belum punya calon pendamping hidup, ibu ingin menikahkanmu dengan Hana,” tutur Bu Ratna dengan seulas senyum di wajahnya.

“Hana?”

“Iya, Nak. Kamu tahu kan? Selama ini Hana yang merawat ibu selama kamu gak ada di sini. Dengan telaten dia merawat ibu setiap hari. Ibu sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Dia gadis yang cantik, berakhlak baik, dia pantas menjadi istrimu.”

Razi tak menyangka bahwa sang ibu akan menjodohkan dirinya dengan Hana. Gadis berjilbab lebar itu bukan orang asing baginya, dia adalah anak sahabat ibunya yang telah meninggal ketika gadis itu masih kecil.

“Bagaimana, Razi?” tanya Bu Ratna tak sabar.

“Bagaimana dengan Hana sendiri? Apa dia mau ibu jodohkan denganku?”

“Ibu yakin dia mau.”

●●●●

Razi berjalan-jalan menikmati udara sore di kota kelahirannya. Jalan beraspal yang diapit oleh sawah itu memang tak begitu sering dilewati kendaraan. Sekumpulan anak yang baru pulang mengaji berlari riang melewatinya. Dari kejauhan, tampak sesosok wanita yang berjalan ke arahnya. Razi menghentikan langkah, menunggu wanita itu mendekat.

“Hana,” gumamnya.

Gadis itu sedikit terkejut melihat sosok lelaki yang berdiri tak jauh dari dirinya. “A Razi,” bisiknya.

“Baru pulang?” tanya Razi.

Hana mengangguk. Sudah menjadi rutinitas baginya setiap sore, dia mengajari anak-anak di kampungnya belajar mengaji.

“Kapan pulang?” tanya gadis berjilbab lebar itu.

“Tadi siang.”

Hana mengangguk paham, dan pamit pulang. “Kalau gitu, Hana pulang duluan. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam.”

●●●●

Malam kian larut, tetapi netra lelaki berparas tampan itu tak juga bisa terpejam. Dirinya memikirkan permintaan Sang Ibu.

Razi mengambil ponselnya. Sebuah nama seorang wanita tertera di layar. Lelaki itu bimbang, antara harus menuruti permintaan sang ibu, atau mempertahankan cintanya yang dia sendiri tak tahu akan berakhir seperti apa.

“Maida ...,” gumamnya. Lelaki itu mengurungkan niat untuk menghubungi gadis yang disukainya.

●●●●

“Saya terima nikah dan kawinnya Hana Faqiha binti Ahmad dengan maskawin seperangkat alat salat dan emas seberat lima gram dibayar tunai.” Razi melafalkan ijab qabul dengan lancar.

“Sah?"

“Sah!”

Setelah tiga hari berpikir, pemuda itu pun membuat keputusan berani.

Rona bahagia menyelimuti wajah Bu Ratna. Keinginan yang selama ini tertunda akhirnya tercapai juga.

Razi menatap sekilas wanita yang duduk di sebelahnya. Ada perasaan bersalah dalam hati. Dia sadar bahwa pernikahan ini seperti pelarian baginya. Rasa sakit karena ditolak wanita yang dicinta, dan keinginannya untuk membahagiakan sang ibu telah membawanya kepada satu kehidupan baru yang dia sendiri tak pernah tahu akan berjalan seperti apa ke depannya.

Ada satu hal yang belum dipahami lelaki itu, bahwa saat dua manusia disatukan dalam sebuah mahligai pernikahan, maka berarti keduanya harus siap dengan segala konsekuensi dan tanggung jawab. Karena sejatinya, pernikahan bukanlah permainan yang kita bisa berhenti seenaknya jika sudah merasa bosan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Antara Dua Hati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan