APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pelakor tak pantas bahagia

Pelakor tak pantas bahagia

Pernikahan harmonis Airin dan Danu kini terancam hancur setelah kehadiran Maya. Sosok wanita idaman lain tersebut menjadi duri tajam yang menguji komitmen suci mereka. Apakah Danu sanggup melepaskan diri dari pesona menyesatkan yang ditawarkan oleh Maya? Ataukah Maya yang akan berhasil merebut hati Danu sepenuhnya dan memenangkan persaingan ini? Ikuti pergolakan batin dan konflik kesetiaan yang menguji takdir cinta mereka dalam kisah yang penuh ketegangan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam telah beranjak, perlahan Maya masuk dalam ruangan dengan cat dinding warna merah maroon. Aroma bunga mawar segar menyeruak manis dalam indera penciumannya.

Seprei dengan warna senada membuat kamar hotel bintang lima itu tampak semakin indah.

Ada banyak bunga mawar terhampar di atas ranjang berukuran king itu.

Maya mengulum senyum tatkala mendapati Danu, berdiri di depan kamar mandi dengan gagahnya.

Rambutnya basah terlihat segar.

Sejenak dia terpaku melihat lelaki yang berstatus bukan suaminya itu, berdiri dengan mata menyalang tajam.

Tatapan matanya tak ubah bagai serigala yang siap mengoyak mangsa.

Maya tak tahu apapun lagi, ketika Danu berjalan mendekat, lalu tangannya memegang pucuk kepala Maya, Sebuah kecupan mendarat di kening, kedua mata, dan pipi.

Pelan tangannya terulur merengkuh tubuh Maya dalam pelukannya, dia mengangkat maya ke atas ranjang berukuran king.

Deru napas Danu terdengar jelas.

Maya memejam mata.

Hari ini, dinding kembali bersaksi, terjadinya dosa besar antara dua anak manusia yang berhasil masuk dalam jerat nafsu tak terkendali.

"Terimakasih untuk malam ini! Aku tak tau, bagaimana hidupku tanpamu! Seandainya bisa memilih, maka aku akan memilih mengulang takdir, agar aku bisa bertemu dirimu terlebih dahulu. Bukan Airin!" bisik lembut Danu di telinga Maya.

Maya hanya tersenyum, tenaganya sudah habis. Bahkan untuk bersuara saja dia tak mampu.

Sungguh Danu, lelaki dambaan setiap wanita. Perawakannya yang tinggi, dengan kulit sawo matang, menambah kharismanya sebagai lelaki.

Drrt ... drrt ... drrt!

Belum lagi terpejam, telpon Danu berbunyi.

ISTRIKU memanggil.

Begitulah, teks yang terbaca di layar kaca benda berukuran 6 inci tersebut.

Sekali geser, maka terdengar suara dari sebrang sana. "Halo, Mas ... pulang jam berapa?"

"Sebentar lagi sayang," jawab Danu.

"Kalau bisa, pulang sekarang, Mas! Aku rindu." rengek wanita itu.

"Iya, sedikit lagi. Mas pulang, sudah dulu sayang. Kalau telponan terus, kapan kerjaan selesai." Danu memberi alasan.

"Hati-hati di jalan, Mas," ucap wanita itu penuh perhatian.

Iya, I miss you." balas Danu. Lalu menutup telpon.

Tangannya kembali melingkar di pinggang Maya, dia ingin istirahat sebentar sebelum pulang bertemu istrinya.

Maya yang mendengar percakapan mereka tak bisa berbuat apa-apa, dia sadar dirinya hanya selingan di kala Danu senggang. Bagi Danu, Aira adalah dunianya.

"Pulanglah, pemilikmu sudah menunggu," usir Maya.

Danu pura-pura tak mendengar kata kekasih gelapnya, dia sudah sangat tau karakter gadis berbintang Virgo yang sedang dia dekap.

Bagaimana tidak, mereka adalah teman sejak dari bangku sekolah menengah pertama.

Sempat terpisah saat mereka diterima pada universitas berbeda kota.

Kalau dulu mereka tak pernah bermimpi untuk saling suka, saling menyapa pun tak pernah. Beda saat mereka bertemu kembali.

Kerjasama perusahaan, membuat mereka mau tak mau harus sering bersama.

Merasa tak direspon oleh Danu, Maya melepaskan tangan lelaki itu dari pinggangnya.

Dirinya telah terbakar cemburu, lebih baik dia mandi dulu. Semoga setelah mandi, perasaannya bisa lebih segar.

Danu yang merasa Maya menjauh, segera bangkit dari posisinya.

Memungut pakaian yang terserak di lantai, memakainya dan segera keluar dari kamar itu.

Tak lupa, beberapa lembar uang merah dia simpan di atas bantal.

Samar terdengar bunyi pintu kamar di buka, Maya menghentikan aktivitasnya. Handuk yang menggantung dia tarik lalu memakainya.

Melangkah keluar dari kamar mandi, dia melihat uang merah di atas tempat tidur tambah membuat hatinya marah.

Dia mengambil pakai yang terhambur di lantai, memakai lalu berlalu meninggalkan hotel yang sering mereka gunakan untuk memasuki kasih.

*****

"Bagaimana, apa dia akan pulang?" tanya bu Marni kepada menantunya.

Airin, tak siap dengan pertanyaan sang mertua.

Baginya, hal biasa bila Danu tak pulang. Tapi kali ini berbeda. Dia tak mungkin berbohong kepada wanita berwajah tegas itu.

Ibu mertuanya tiba-tiba saja datang tadi sore, saat Danu masih di kantor.

Beralasan karena di rumahnya sepi, jadi dia akan tinggal di rumah anaknya itu.

"Kok cuma tersenyum, jawab kalau di tanya!"  ujar bu Marni lagi.

"I— ya, Bu! Katanya sebentar lagi." Airin menjawab dengan Gagap.

"Apa memang dia suka meninggalkan kamu sendiri?" tanya bu Marni.

Lagi-lagi, Airin hanya bisa mengangguk. Entah kenapa, dia sama sekali tak bisa bohong kepada wanita berkharisma itu.

Bu Marni yang melihat anggukan lemah menantunya merasa marah.

"Kurang ajar! Dasar suami tak bertanggungjawab," maki bu Marni.

"Rin, jawab yang jujur! Apa Danu selingkuh?!" bu Marni merasa ada yang aneh dengan anak lelakinya itu.

Tak ada cara lain, dia harus mendengar semua cerita dari menantunya.

"Ti— dak tau, Bu!" cicit Airin.

"Istri apa kamu?! Suami jarang pulang, kamu bilang tidak tau apa-apa? Jadi, tugas kamu sebagai istri itu apa?!" teriak bu Marni.

Hatinya dongkol, dia seperti ingin menelan orang.

"Bu, sudah yagh marahnya! Nanti darah tinggi ibu kumat." Mira, adik Danu bersuara.

" Tak usah ikut campur, Mira! Ibu tak suka jika punya anak dan menantu pembohong," potong bu Marni.

Baru saja bu Marni menyelesaikan ucapannya, suara mobil Danu telah memasuki pekarangan.

Mengetahui hal itu, bu Marni kemudian duduk di sofa, tepat di samping Airin berada.

Ceklek!

Terdengar bunyi kunci, pintu terbuka dengan pelan.

Suara langkah terdengar mendekat.

Danu tertegun, tak menyangka kalau ibunya ternyata datang.

"Eh, Ibu. Sejak kapan datang? Kok, tidak bilang-bilang," tanya Danu.

"Dari mana kamu?" tanya bu Marni dingin.

"Dari kantor, Bu!" Pelan Danu menjawab.

"Pembohong! Sejak kapan orang berkantor sampai jam dua dini hari?" Bu Marni bertanya.

Matanya menatap sinis anak pertamanya itu.

Danu terdiam, tak menyangka akan di tanya seperti itu.

"Heh, kenapa diam? Jawab!" tuntut bu Marni.

"Besok saja bicaranya, Bu. Aku capek!" Danu berusaha mengelak.

Prang!!

Prang!!

Bu Mira melemparkan asbak tepat ke wajah Danu. Untung saja, Danu sempat mengelak.

"Apa-apaan sih, Bu!" protes Danu.

"Makanya, jawab! Kamu dari mana? Sama siapa? Kalau tidak, jangan salahkan Ibu. Kalau semua barang di dalam rumahmu hancur!!" ancamnya lagi.

"Bukan urusan, Ibu!" hardik Danu.

"Apa katamu? Bukan urusan Ibu! Kalau kamu masih hidup dengan uangku! Semua urusan kamu, jadi urusan Ibu," ucap bu Marni sambil berkacak pinggang.

Danu terdiam, tak ingin memperpanjang masalah. Dia melangkah memasuki kamar. Meninggalkan yang lain di ruang tamu.

Melihat Danu melangkah, semakin membuat bu Marni emosi. "Anak durhaka, set*n kamu!"l

Mira mengusap lembut lengan ibunya. "Sabar, Bu! Nanti besok marahnya di lanjutkan."

Airin yang melihat hal itu, tak bisa berbuat banyak.

"Bu, Airin ke kamar dulu," pamit Airin, kemudian berlalu menyusul suaminya.

Airin membuka pintu. Terlihat Danu sedang terduduk di pinggir tempat tidur, tangannya menutup muka.

Pelan Airin mendekati suaminya.

"Mas... ."

"Tinggalkan, Aku! Jangan berpura-pura peduli. Semua ini gara-gara kamu!" potong Danu, saat mendengar suara istrinya.

"Ma— af," ucap Airin terbata.

"Aku tidak butuh kata itu. Aku butuh kamu, pergi selamanya dari hidupku!" Penuh penekan Danu berkata seperti itu.

"Astaghfirullah," lirih Airin. Air mata tak mampu dia bendung.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ketika Hati Mulai Mendua
7.9
Pernikahan harmonis Anis dan Affandy Nugraha hancur saat mantan kekasih suaminya kembali datang. Terpikat pesona masa lalu, Affandy kehilangan akal sehatnya hingga mengkhianati sang istri, meski Anis telah memperingatkan untuk melupakan masa lalu. Di tengah badai ini, putra sulung mereka, Angga, menjadi pelindung ibunya. Angga memotivasi Anis agar bangkit menjadi sosok yang kuat demi masa depannya dan Anggi, sekaligus membuktikan harga diri mereka di hadapan para pengkhianat.
Sampul Novel Magnet Cinta Sang Penguasa
9.5
Evelyn, desainer berbakat yang terhalang modal, bertemu Alexander di pameran New York. Miliarder ambisius ini menawarkan bantuan karier untuknya. Di balik sikap kakunya, sifat humoris dan penyayang Alexander sukses memikat hati Evelyn. Namun, saat asmara mereka mulai tumbuh, perbedaan status sosial serta kecemburuan dari pihak luar hadir mengancam. Kini, keduanya harus bersatu dan berjuang keras demi mempertahankan hubungan mereka dari berbagai rintangan yang menghadang.
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Cinta tulus Regina pada Malvin berbalas kepedihan. Di tahun kedua pernikahan, saat tengah mengandung, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Regina bahkan diabaikan saat bersimbah darah akibat kecelakaan tragis. Setelah berhasil bangkit dari kematian dan meraih kesuksesan, Regina siap memulai hidup baru dengan pria lain. Namun, melihat kebahagiaan itu, Malvin didera cemburu hingga nekat mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali di altar.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun menikah, Lena gagal meluluhkan hati Theo. Kecewa karena diabaikan saat terluka demi wanita lain, Lena memilih bercerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia lalu bangkit sebagai desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, sang mantan suami justru menyudutkannya di sebuah peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat diragukan Lena di depan publik.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira akhirnya paham mengapa apartemennya disewakan dengan harga miring. Di balik ketakutan para tetangga, hunian itu dihuni hantu tampan yang justru memikat hatinya. Alih-alih lari, fantasi romantis Syafira malah membuncah saat merasakan dekapan dingin sang arwah. Namun, benturan logika dua dunia perlahan mulai mengusik pikirannya. Akankah jalinan asmara beda alam ini berujung bahagia seperti kisah-kisah fiksi yang kerap ia tulis?
Sampul Novel Salah Pilih Pengantin
8.7
Fauzan sangat mencintai Rani, tetapi kesalahpahaman fatal memaksanya menikahi Zahra, kakak kandung wanita yang ia puja tersebut. Pernikahan tak terduga ini menempatkan hubungan Fauzan dan Rani di tengah dilema yang rumit. Kini, masa depan mereka berada di persimpangan jalan. Akankah ada celah bagi mereka untuk bersatu kembali, ataukah takdir justru akan memisahkan jalan hidup mereka selamanya?