APKDock Logo
Sampul Novel Pelakor tak pantas bahagia

Pelakor tak pantas bahagia

8.9 / 10.0
Pernikahan harmonis Airin dan Danu kini terancam hancur setelah kehadiran Maya. Sosok wanita idaman lain tersebut menjadi duri tajam yang menguji komitmen suci mereka. Apakah Danu sanggup melepaskan diri dari pesona menyesatkan yang ditawarkan oleh Maya? Ataukah Maya yang akan berhasil merebut hati Danu sepenuhnya dan memenangkan persaingan ini? Ikuti pergolakan batin dan konflik kesetiaan yang menguji takdir cinta mereka dalam kisah yang penuh ketegangan.

Pelakor tak pantas bahagia Bab 1

Malam telah beranjak, perlahan Maya masuk dalam ruangan dengan cat dinding warna merah maroon. Aroma bunga mawar segar menyeruak manis dalam indera penciumannya.

Seprei dengan warna senada membuat kamar hotel bintang lima itu tampak semakin indah.

Ada banyak bunga mawar terhampar di atas ranjang berukuran king itu.

Maya mengulum senyum tatkala mendapati Danu, berdiri di depan kamar mandi dengan gagahnya.

Rambutnya basah terlihat segar.

Sejenak dia terpaku melihat lelaki yang berstatus bukan suaminya itu, berdiri dengan mata menyalang tajam.

Tatapan matanya tak ubah bagai serigala yang siap mengoyak mangsa.

Maya tak tahu apapun lagi, ketika Danu berjalan mendekat, lalu tangannya memegang pucuk kepala Maya, Sebuah kecupan mendarat di kening, kedua mata, dan pipi.

Pelan tangannya terulur merengkuh tubuh Maya dalam pelukannya, dia mengangkat maya ke atas ranjang berukuran king.

Deru napas Danu terdengar jelas.

Maya memejam mata.

Hari ini, dinding kembali bersaksi, terjadinya dosa besar antara dua anak manusia yang berhasil masuk dalam jerat nafsu tak terkendali.

"Terimakasih untuk malam ini! Aku tak tau, bagaimana hidupku tanpamu! Seandainya bisa memilih, maka aku akan memilih mengulang takdir, agar aku bisa bertemu dirimu terlebih dahulu. Bukan Airin!" bisik lembut Danu di telinga Maya.

Maya hanya tersenyum, tenaganya sudah habis. Bahkan untuk bersuara saja dia tak mampu.

Sungguh Danu, lelaki dambaan setiap wanita. Perawakannya yang tinggi, dengan kulit sawo matang, menambah kharismanya sebagai lelaki.

Drrt ... drrt ... drrt!

Belum lagi terpejam, telpon Danu berbunyi.

ISTRIKU memanggil.

Begitulah, teks yang terbaca di layar kaca benda berukuran 6 inci tersebut.

Sekali geser, maka terdengar suara dari sebrang sana. "Halo, Mas ... pulang jam berapa?"

"Sebentar lagi sayang," jawab Danu.

"Kalau bisa, pulang sekarang, Mas! Aku rindu." rengek wanita itu.

"Iya, sedikit lagi. Mas pulang, sudah dulu sayang. Kalau telponan terus, kapan kerjaan selesai." Danu memberi alasan.

"Hati-hati di jalan, Mas," ucap wanita itu penuh perhatian.

Iya, I miss you." balas Danu. Lalu menutup telpon.

Tangannya kembali melingkar di pinggang Maya, dia ingin istirahat sebentar sebelum pulang bertemu istrinya.

Maya yang mendengar percakapan mereka tak bisa berbuat apa-apa, dia sadar dirinya hanya selingan di kala Danu senggang. Bagi Danu, Aira adalah dunianya.

"Pulanglah, pemilikmu sudah menunggu," usir Maya.

Danu pura-pura tak mendengar kata kekasih gelapnya, dia sudah sangat tau karakter gadis berbintang Virgo yang sedang dia dekap.

Bagaimana tidak, mereka adalah teman sejak dari bangku sekolah menengah pertama.

Sempat terpisah saat mereka diterima pada universitas berbeda kota.

Kalau dulu mereka tak pernah bermimpi untuk saling suka, saling menyapa pun tak pernah. Beda saat mereka bertemu kembali.

Kerjasama perusahaan, membuat mereka mau tak mau harus sering bersama.

Merasa tak direspon oleh Danu, Maya melepaskan tangan lelaki itu dari pinggangnya.

Dirinya telah terbakar cemburu, lebih baik dia mandi dulu. Semoga setelah mandi, perasaannya bisa lebih segar.

Danu yang merasa Maya menjauh, segera bangkit dari posisinya.

Memungut pakaian yang terserak di lantai, memakainya dan segera keluar dari kamar itu.

Tak lupa, beberapa lembar uang merah dia simpan di atas bantal.

Samar terdengar bunyi pintu kamar di buka, Maya menghentikan aktivitasnya. Handuk yang menggantung dia tarik lalu memakainya.

Melangkah keluar dari kamar mandi, dia melihat uang merah di atas tempat tidur tambah membuat hatinya marah.

Dia mengambil pakai yang terhambur di lantai, memakai lalu berlalu meninggalkan hotel yang sering mereka gunakan untuk memasuki kasih.

*****

"Bagaimana, apa dia akan pulang?" tanya bu Marni kepada menantunya.

Airin, tak siap dengan pertanyaan sang mertua.

Baginya, hal biasa bila Danu tak pulang. Tapi kali ini berbeda. Dia tak mungkin berbohong kepada wanita berwajah tegas itu.

Ibu mertuanya tiba-tiba saja datang tadi sore, saat Danu masih di kantor.

Beralasan karena di rumahnya sepi, jadi dia akan tinggal di rumah anaknya itu.

"Kok cuma tersenyum, jawab kalau di tanya!"  ujar bu Marni lagi.

"I— ya, Bu! Katanya sebentar lagi." Airin menjawab dengan Gagap.

"Apa memang dia suka meninggalkan kamu sendiri?" tanya bu Marni.

Lagi-lagi, Airin hanya bisa mengangguk. Entah kenapa, dia sama sekali tak bisa bohong kepada wanita berkharisma itu.

Bu Marni yang melihat anggukan lemah menantunya merasa marah.

"Kurang ajar! Dasar suami tak bertanggungjawab," maki bu Marni.

"Rin, jawab yang jujur! Apa Danu selingkuh?!" bu Marni merasa ada yang aneh dengan anak lelakinya itu.

Tak ada cara lain, dia harus mendengar semua cerita dari menantunya.

"Ti— dak tau, Bu!" cicit Airin.

"Istri apa kamu?! Suami jarang pulang, kamu bilang tidak tau apa-apa? Jadi, tugas kamu sebagai istri itu apa?!" teriak bu Marni.

Hatinya dongkol, dia seperti ingin menelan orang.

"Bu, sudah yagh marahnya! Nanti darah tinggi ibu kumat." Mira, adik Danu bersuara.

" Tak usah ikut campur, Mira! Ibu tak suka jika punya anak dan menantu pembohong," potong bu Marni.

Baru saja bu Marni menyelesaikan ucapannya, suara mobil Danu telah memasuki pekarangan.

Mengetahui hal itu, bu Marni kemudian duduk di sofa, tepat di samping Airin berada.

Ceklek!

Terdengar bunyi kunci, pintu terbuka dengan pelan.

Suara langkah terdengar mendekat.

Danu tertegun, tak menyangka kalau ibunya ternyata datang.

"Eh, Ibu. Sejak kapan datang? Kok, tidak bilang-bilang," tanya Danu.

"Dari mana kamu?" tanya bu Marni dingin.

"Dari kantor, Bu!" Pelan Danu menjawab.

"Pembohong! Sejak kapan orang berkantor sampai jam dua dini hari?" Bu Marni bertanya.

Matanya menatap sinis anak pertamanya itu.

Danu terdiam, tak menyangka akan di tanya seperti itu.

"Heh, kenapa diam? Jawab!" tuntut bu Marni.

"Besok saja bicaranya, Bu. Aku capek!" Danu berusaha mengelak.

Prang!!

Prang!!

Bu Mira melemparkan asbak tepat ke wajah Danu. Untung saja, Danu sempat mengelak.

"Apa-apaan sih, Bu!" protes Danu.

"Makanya, jawab! Kamu dari mana? Sama siapa? Kalau tidak, jangan salahkan Ibu. Kalau semua barang di dalam rumahmu hancur!!" ancamnya lagi.

"Bukan urusan, Ibu!" hardik Danu.

"Apa katamu? Bukan urusan Ibu! Kalau kamu masih hidup dengan uangku! Semua urusan kamu, jadi urusan Ibu," ucap bu Marni sambil berkacak pinggang.

Danu terdiam, tak ingin memperpanjang masalah. Dia melangkah memasuki kamar. Meninggalkan yang lain di ruang tamu.

Melihat Danu melangkah, semakin membuat bu Marni emosi. "Anak durhaka, set*n kamu!"l

Mira mengusap lembut lengan ibunya. "Sabar, Bu! Nanti besok marahnya di lanjutkan."

Airin yang melihat hal itu, tak bisa berbuat banyak.

"Bu, Airin ke kamar dulu," pamit Airin, kemudian berlalu menyusul suaminya.

Airin membuka pintu. Terlihat Danu sedang terduduk di pinggir tempat tidur, tangannya menutup muka.

Pelan Airin mendekati suaminya.

"Mas... ."

"Tinggalkan, Aku! Jangan berpura-pura peduli. Semua ini gara-gara kamu!" potong Danu, saat mendengar suara istrinya.

"Ma— af," ucap Airin terbata.

"Aku tidak butuh kata itu. Aku butuh kamu, pergi selamanya dari hidupku!" Penuh penekan Danu berkata seperti itu.

"Astaghfirullah," lirih Airin. Air mata tak mampu dia bendung.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pelakor tak pantas bahagia

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Datang Di Saat Kumenemukan Penggantinya
7.9
Selama enam tahun pernikahan, sang suami bersikap dingin dan mengabaikan putrinya sendiri dengan alasan gangguan emosi. Namun, kepulangan mantan kekasihnya mengungkap kebenaran yang menyakitkan. Sebuah foto di ponsel menunjukkan sang suami tersenyum bahagia bersama wanita masa lalunya dan seorang anak lain. Menyadari posisi mereka yang terabaikan, sang istri dan putrinya sepakat memberikan tiga kesempatan terakhir bagi sang suami untuk berubah sebelum mereka benar-benar melangkah pergi.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
7.9
Kehidupan pernikahan Amira hancur seketika saat perselingkuhan suaminya, Bagas, terungkap. Selama ini, wanita berusia 26 tahun tersebut selalu patuh dan setia mendampingi sang suami tanpa pernah mengeluh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, Amira menolak untuk menjadi korban yang lemah. Ia mulai merancang strategi matang untuk membalas rasa sakit hatinya. Mampukah Amira melewati rintangan berat ini? Ikuti kisah perjuangannya menuntut keadilan atas pengkhianatan Bagas.
Sampul Novel Mencintai Istri Kakakku
9.1
Farzan memendam cinta terlarang pada Arini, kakak iparnya yang berjasa merawatnya. Demi melindungi pernikahan Brandon, sang kakak, Farzan nekat bersandiwara kekasih dengan Nadzifa, perempuan dari masa lalunya di Zürich. Namun, Nadzifa ternyata menyimpan niat terselubung. Ketika sebuah peristiwa membuka jalan bagi Farzan untuk mendekati Arini, ia pun terjebak dalam dilema besar: mengejar obsesi lamanya atau terseret dalam rencana misterius Nadzifa.
Sampul Novel RAHIM PENGGANTI
9.0
Dyandra Saraswati hancur saat mendengar kemesraan suaminya, Arka Hasbyan, dengan Cersey Avriana di balik pintu. Cersey, yang awalnya dihadirkan sebagai penyewa rahim, justru menjadi duri yang merusak pernikahan mereka. Di tengah rasa syok yang mendalam, Dyandra terpaksa memendam kepedihan demi impiannya memiliki buah hati. Kini, ia didera dilema besar antara hasrat menjadi seorang ibu dan kenyataan pahit atas pengkhianatan sang suami.
Sampul Novel Satu-PD182
8.2
Sembilan kali baju wanita lain ada di loker suamiku, dan ia selalu berdalih. Kali ini, sepasang pakaian bayi ia sebut kepunyaan anak magang yang malang. Sambil merapikan dasinya, aku mengajaknya menemui pemilik baju itu. Wajahnya langsung pucat saat aku menuntunnya ke rumah tetangga baru kami yang mengaku lajang. Di sana, perempuan itu sedang menggendong bayi dengan gaun yang sangat aku kenali. Kebohongan suamiku akhirnya runtuh seketika di depan pintu rumah kami sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan