APKDock Logo
Sampul Novel MEMBALAS HINAAN BAPAK

MEMBALAS HINAAN BAPAK

9.6 / 10.0
Sumi kerap direndahkan ayahnya sendiri karena belum mendapat pekerjaan meski berpendidikan tinggi. Di tengah rasa sakit akibat dibanding-bandingkan dengan sang adik yang mapan, nasibnya berubah setelah bertemu pengusaha otomotif sukses, Hiraka Yamada. Namun, di saat puncak keberhasilan mulai diraih, Sumi harus kehilangan Zaki. Sahabatnya itu pergi membawa cinta yang tak pernah terungkap. Kini, ia bimbang apakah kesuksesan ini bermakna saat hatinya terasa hampa tanpa Zaki.

MEMBALAS HINAAN BAPAK Bab 1

“Percuma kamu Bapak sekolahkan tinggi-tinggi! Susah-susah pun maksain kamu biar masuk SMA, tapi mana nyatanya sekarang! Sudah mau satu tahun lulus sekolah tapi belum kerja juga! Belum ngasilin duit! Mending adik kamu yang sekolahnya SMP doang, sudah punya pacar anak tukang daging sapi, hidupnya terjamin!” celoteh Bapak. Orang yang Sumi paling takutkan ketika sudah bicara.

Sumi menghela napas. Dia masih membelekangi Bapak dan mengiris bawang merah untuk masak. Untuk ke sekian kalinya omelan itu terasa menusuk hati Sumi. Bapak selalu mengungkit keinginannya untuk bersekolah lagi dan menyalahkan karena sampai saat ini belum menghasilkan rupiah.

“Iya, Pak! Sumi juga lagi berusaha cari kerja! Sudah kirim lamaran juga!” tukas Sumi lirih, tak berani menatap wajah Bapak.

“Ya, tapi mana atuh? Tiap hari ngabisin duit doang buat fotokopi, buat bikin kartu kuning, kartu SKCK, mana? Mana hasilnya?!” Suara Bapak makin meninggi membuat Ibu yang tengah menidurkan Asril---balita berusia tiga tahun---adik sumi yang paling kecil melerai.

“Pak, sudah! Kasihan Sumi! Kalau belum rejeki, ya, mau gimana, toh?” tukas Ibu. Perempuan yang omongannya pun biasanya Bapak anggap angin lalu.

“Ini nih, semuanya gara-gara Ibu! Coba dulu gak usah nurutin kemauannya buat sekolah lagi, ngabisin duit doang! Gak ada hasilnya!” bentak Bapak.

Setelah itu, Sumi pasti akan menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya. Ibu yang membelanya dan Bapak yang selalu menyudutkannya tak pernah satu kata.

Sumi menghentikan irisan bawangnya. Dia berjalan menunduk meninggalkan dapur yang hanya tersekat bilik teriplek dengan ruang tengah. Keluar melalui pintu samping. Sumi mengambil pakan ayam dan memberikannya sambil membiarkan tangisnya tumpah.

Rupanya nilai yang tinggi memang tak menjamin kesuksesan. Semua prestasi selama sekolah menguap begitu saja. Perawakan Sumi yang hanya seratus lima puluh senti, membuatnya selalu kesulitan mendapatkan pekerjaan. Entah sudah berapa puluh lamaran yang dikirimkannya. Namun semua menguap begitu saja. Benar yang dikatakan Bapak, dia tak berguna, hanya membuang-buang waktu dan menghabiskan uang orang tua.

Sumi memanddangi ayam-ayam kampung peliharaan Ibu sambil menyeka air mata. Hatinya sedih dan luka atas perlakuan Bapak, tetapi bisa apa? Dia hanya bisa berdoa, menangis dan begitulah berulang sambil menunggu keajaiban.

“Sumi! Kamu masaknya cepetan! Sebentar lagi keluarga calon suaminya Intan akan datang! Jangan malu-maluin, nanti tamu datang belum ada apa-apa! Kamu itu memang selalu ingin membuat Bapak malu ya di depan calon besan atau jangan-jangan kamu iri sama Intan?” Suara Bapak membuat Sumi bergegas menyeka air mata.

“Iya, Pak! Bentar!”

Hanya itu kalimat yang terlontar. Ditinggalnya ayam-ayam itu yang menjadi alibinya untuk menangis di samping rumah yang ada di tepi sawah itu. Ya, kampung Sumi berada di pinggiran Kawasan industri, masih ada petakan-petakan sawah milik tetangganya yang terbentang. Beberapa warga generasi lama pun masih ada yang bertahan sebagai petani, sebagiannya sudah beralih profesi ada yang menjadi tukang sapu di Kawasan, ada yang kuli tanam rumput di para mandor pengelola yang sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan.

Bapak membanting pintu dan meninggalkan Sumi. Dia kembali menangkup wajah. Rasanya tertekan sekali selalu mendapat perlakuan seperti itu dari Bapak. “Apakah sebetulnya aku ini bukan anak kandungnya?” Kadang pertanyaan itu terlintas dalam benak Sumi. Mengingat perlakuan Bapak selalu beda padanya dan pada Intan---adiknya.

Keluarga calon besan datang. Beruntung Sumi sudah menyelesaikan masakannya. Ayam surrundeng itu sudah tersaji di meja makan. Begitu pun air panas dalam termos, beberapa piring kue yang mendadak dipesan dan beberapa sachet kopi siap dituang. Sumi menyajikannya. Intan yang baru pulang dari jahit pakaian pun membantunya.

“Teh, maaf … Intan lama, ya! Teteh masak sendirian jadinya!” tukasnya merasa tak enak. Intan memang berhati lembut. Dia pun mengalah untuk tak sekolah SMA karena dia sadar jika dia tak secerdas Sumi. Umurnya yang hanya selisih dua tahun, membuat keluarga harus memilih siapa yang akan melanjutkan sekolah pada akhirnya. Intan mengalah, lagi pula dia pun tak terlalu berminat untuk bekerja. Mending cari suami, ada yang ngasih nafkah katanya.

“Gak apa, Tan! Sudah selesai, kok! Ayo bantu teteh bawain ke depan!” tukas Sumi. Dia membersihkan tangan dan membasuh muka dulu agar tak terlalu terlihat kusut di mata tamu. Ini kali pertamanya keluarga Ardi---calon suami Intan datang.

Ardi---lelaki yang awalnya mendekati Sumi itu tak bisa membuang pandang. Dia mencoba mendekati Intan karena Sumi mengatakan akan bekerja dulu dan tak bisa menerima lamarannya. Akhirnya dia mendekati Intan karena memang wajahnya mirip dengan Sumi. Namun entah dengan hati, dia pun tak yakin sebetulnya dia jatuh hati pada Intan atau pada Sumi. Menatap gadis manis itu ke depan, Ardi lupa jika yang ditujunya adalah Intan.

“Nah ini anak-anak saya, Bu Marwah, Pak Amin! Ini Sumiati---kakaknya, yang ini Intan---adiknya. Alhamdulilah kalau Intan ini penurut, dia lebih mikirin keluarga.”

Intan duduk di ruang depan, bergabung bersama Ibu, Bapak dan Asril yang tengah asik bermain pasir. Sementara itu, Sumi kembali ke dalam. Entah kenapa mendengar pernyataan Bapak, hatinya mendadak sesak. Bapak seolah hendak mengatakan jika dirinya yang memaksa bersekolah itu seolah tak memikirkan kepentingan keluarga.

Sumi berdiam di dapur, diambilnya gawai jadul yang sudah ketinggalan zaman. Ponsel bekas temannya yang dibelinya dari hasil membantu memotong padi di sawah di sela-sela waktu sekolahnya. Sumi membelinya agar ketika ada panggilan pekerjaan itu mudah. Meskipun lagi-lagi Bapak selalu mencibirnya. Rupanya ada pesan dari Tita---teman sekelasnya yang kini sudah kerja di salah satu perusahaan automotive. Tita beruntung karena memiliki tubuh tinggi, meskipun dia tak pernah mendapatkan ranking di kelas, tetapi nyatanya dia lebih mudah mendapatkan pekerjaan dari pada dirinya yang tak pernah geser dari tiga besar.

[Sum, aku ada info lowongan, tapi gajinya kecil, mau gak? Tapi ada tips juga katanya yang lumayan! Kalau mau bawa lamarannya ke rumah sore nanti, ya!] tulisnya. Jemari Sumi dengan semangat mengetik balasan dengan cepat.

[Lowongan di mana? Aku selalu gak lolos tinggi badan, Ta! Tapi aku mau coba. Gak apa gaji kecil yang penting kerja dulu.]

Tampak Tita tengah mengetik.

[Kerja jadi caddy di lapangan golf, Sum! Kebetulan lagi banyak membutuhkan!] tulisnya.

Sumi belum sempat mengetik pesan balasan ketika Bapak muncul dan menyiramkan air padanya. Beruntung ponselnya tidak kena, jadi masih selamat.

“Kamu itu memang anak pembawa sial! Kenapa juga masih di rumah gak kerja-kerja! Gara-gara kamu juga, Intan jadi batal dilamar!” bentak Bapak.

Sumi mengusap wajahnya yang basah. Menatap Bapak dengan pandangan sedih dan nanar. Apa lagi salahnya? Bahkan sejak pagi sudah susah payah memasakkan untuk keluarga calon suami Intan. Namun kenapa kini malah dirinya yang kembali disalahkan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi MEMBALAS HINAAN BAPAK

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah, gadis biasa, menjalin cinta dengan Krisna yang merupakan seorang bangsawan. Sayangnya, ayah Krisna menentang keras hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan keyakinan. Enggan menyerah pada keadaan, Krisna memilih menentang keputusan ayahnya demi tetap bersama Aisyah. Mereka pun memutuskan pergi jauh demi menjaga cinta mereka. Akankah kegigihan keduanya sanggup melunakkan hati sang ayah hingga restu yang dinanti akhirnya mereka dapatkan?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Kesalahan Cinta CEO: Balas Dendam Manisnya
8.2
Saat Jon bertunangan dengan orang lain, hati Dayna hancur. Namun, ia enggan terpuruk dan memilih fokus menata masa depan. Keputusan itu berbuah manis saat karier Dayna melesat tajam, mengundang kekaguman banyak pria baru. Jon yang didera penyesalan mencoba mendekatinya lagi. Alih-alih luluh, Dayna yang kini berdaya membalasnya dengan cara tak terduga. Ia mengacaukan hidup sang CEO dengan menyebar nomornya ke situs kencan dan membuka lowongan pencarian istri di internet.
Sampul Novel Missing You Like Crazy
8.0
Kehidupan indah Rania hancur setelah Adipati, sang suami, hilang dalam kecelakaan pesawat tragis. Di tengah kesedihan mendalam dan kondisi mengandung, secercah harapan muncul beberapa bulan kemudian. Rania tak sengaja melihat pria yang sangat menyerupai Adi sedang bersama perempuan lain. Kini, ia dilingkupi tanda tanya besar: apakah sosok misterius itu benar suaminya yang berhasil bertahan hidup, atau sekadar orang asing berwajah sama?
Sampul Novel PENGAKUAN ANAKKU
7.8
Larissa kini harus menghadapi kenyataan yang sangat menyakitkan. Niat tulus serta kebaikan yang ia berikan justru berbalik menjadi senjata yang melukai dirinya sendiri, alih-alih mendapatkan penghargaan. Pengorbanan besarnya terasa sia-sia, bagaikan air susu yang dibalas dengan air comberan. Kini, Larissa terjebak dalam dampak buruk yang sangat merugikan akibat kemurahan hatinya sendiri yang justru berubah menjadi bumerang yang menghancurkan.
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!
9.1
Hidup Laura hancur setelah Jack menolak bertanggung jawab atas kehamilannya. Keadaan makin kacau saat ayah Laura salah paham dan mengira Liam, bos Laura yang juga kakak Jack, adalah pria yang menghamilinya. Demi menebus dosa adiknya, Liam terpaksa menikahi Laura. Namun, pernikahan ini justru membongkar rahasia besar. Saat Jack mulai menyesal, Laura kini terjebak dilema antara bertahan bersama Liam atau kembali ke masa lalunya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan