APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai

Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai

Tujuh tahun Clara bertahan menghadapi dinginnya Edward demi cinta. Namun, hatinya hancur saat sang suami berpaling ke wanita lain dan mengabaikannya di hari ulang tahun. Kecewa, Clara memilih menyerahkan hak asuh anak, melayangkan gugatan cerai, dan pergi membangun karier bisnisnya hingga sukses besar. Di saat ia telah mandiri, proses perceraian justru dihambat oleh Edward. Pria yang dulunya acuh tak acuh itu kini mendadak sering pulang dan menolak keras untuk berpisah darinya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Dalam kurun waktu terakhir ini Dylan dan Clara memang jarang sekali bertemu.

Tapi meski begitu, Dylan bisa melihat perubahan besar dalam diri Clara, semangat tinggi dan kuat yang dulu dia miliki sudah hilang begitu saja.

Saat teringat akan sosok Clara saat itu, Dylan tidak pernah menyangka sikap rendah diri akan menempel pada wanita itu.

Dylan tidak tahu banyak tentang kehidupan pernikahan Clara dan Edward.

Hanya sekelumit saja yang dia ketahui.

Sebenarnya ada beberapa dugaan dalam hatinya, tapi dia memilih untuk tidak mengatakannya, hanya berkata padanya dengan serius: “Nggak masalah kalau kamu pernah terpuruk dalam hidupmu, tapi kamu harus tahu, kemampuan dan bakatmu berbeda dari jenius biasa. Clar, asalkan kamu punya tekad, belum terlambat untukmu memulainya sekali lagi.”

“Lalu, jangan lupa, kamu itu murid terbaik yang pernah dosenmu ajarkan.”

Mendengar ini, Clara tersenyum: “Kalau dosen kita dengar ucapanmu, mungkin dia akan mencibir, bilang kalau itu semua karena muridnya yang lain tidak begitu bagus.”

Teringat akan dosen elegan dan berlidah tajam yang sempat mengajarnya dulu, senyum Clara mendadak memudar: “Kudengar di berita dosen kita juga pulang untuk hadir di acara ini, apa dia baik-baik saja?”

“Lumayan baik kok, tapi karena murid seperti kami yang mempermalukannya sering muncul di depannya, dia jadi sangat kesal.”

Clara lantas terkekeh mendengar ucapan Dylan, tak kuasa menahan rasa rindunya di masa ketika dipaksa menulis makalah oleh dosennya itu.

Dylan: “Kembalilah, Clara.”

Clara tampak menggenggam erat cangkir teh, lalu menarik napas dalam-dalam sembari mengangguk berkata: “Oke.”

Perlu diketahui bahwa Clara sudah mempelajari kecerdasan buatan atau “AI” sejak usia dini.

Dia benar-benar mencintai bidang ini.

Namun cintanya pada Edward yang begitu dalam membuat Clara terpaksa meninggalkan cita-citanya selama kurang lebih tujuh tahunan.

Mungkin, dia butuh waktu lama untuk mengejar ketertinggalannya itu.

Tapi dia percaya asalkan bekerja keras, segalanya mungkin bisa terjadi.

Dylan bertanya lagi: “Kira-kira kapan kamu kembali?”

“Perusahaan masih mencari orang yang akan menggantikanku, jadi masih harus menunggu beberapa waktu.”

“Nggak masalah, nggak harus sekarang.”

Clara sudah bersedia kembali, bukan masalah untuk menunggunya beberapa waktu ‘kan?

Mereka berdua lantas lanjut mengobrol, tiba-tiba Dylan melihat jam di tangannya, lalu berkata: “Aku ada janji temu sama karyawanku, dia mau ngenalin aku sama orang yang ahli dalam algoritma, katanya sih orang itu baru saja balik ke negara ini, kebetulan kita bertemu di sini, gimana kalau sekalian kamu ikut?”

Clara menggelengkan kepalanya: “Aku masih belum kenal sama karyawanmu, mungkin lain kali saja.”

“Oke deh.”

Tak lama Dylan pergi, Clara melihat Maya Anggasta kakak perempuan Edward berjalan menghampirinya.

Clara juga melihatnya di berita.

Dia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita itu di sini.

Clara pun menyapanya, “Kak Maya.”

Maya tidak langsung menjawabnya, dia menatap Clara sambil mengerutkan kening: “Kenapa kamu di sini?”

“Hari ini perayaan ke-100 Universitas Nano, jadi aku datang buat lihat-lihat saja.”

Kalau saja Clara tidak mengatakannya, Maya pasti lupa kalau Clara juga alumni Universitas Nano.

Selain dosen dan mahasiswa aktif, semua yang hadir dalam acara tersebut adalah alumni kehormatan yang sengaja diundang oleh pihak kampus.

Tapi kenapa orang seperti Clara yang bukan siapa-siapa bisa juga hadir?

Lupakan saja.

Asalkan wanita itu tidak sembarangan bicara, mempermalukan Keluarga Anggasta, Maya malas mengobrol dengannya.

Memikirkan hal itu, Maya pun mengutarakan tujuannya, berkata, “Arya bilang dia ingin makan masakanmu, aku akan minta orang mengantarnya ke tempatmu nanti.”

Arya adalah putra Maya, usianya lebih tua satu atau dua tahun dari Elsa.

Pernikahan Maya tidak begitu harmonis, beberapa tahun terakhir dia sangat sibuk dengan pekerjaannya hingga anaknya jarang terurus, jadi dalam dua tahun ini Arya semakin memberontak, Maya pun semakin susah untuk mengaturnya.

Mengetahui Arya sangat suka makan masakan Clara, Maya lantas sering menitipkannya di tempat Clara selama dua tahun ini.

Tidak ada yang peduli padanya, selain nenek di Keluarga Anggasta.

Anak remaja cenderung meniru sikap orang dewasa.

Meski suka masakan Clara, Arya justru merendahkan Clara yang notabene adalah tantenya, dia sering menganggap tantenya sebagai pembantu yang bebas dia perintah.

Sebelumnya demi Edward, Clara selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam menjaga Arya, tidak pernah memasukkan ke dalam hati semua perlakuan tidak hormat kepadanya.

Tapi sekarang Clara sudah bersiap untuk bercerai dengan pria itu, jadi tentu dia tidak ingin melakukannya lagi.

Karena alasan itulah, Clara langsung menolak dan berkata: “Maaf Kak Maya, besok aku nggak ada waktu.”

Clara sudah bertekad untuk kembali menekuni bidangnya, semua waktu yang dimiliki tentu akan terfokus pada urusannya semata.

Setelah bercerai, dia tidak punya urusan lagi dengan Edward atau pun Maya.

Dia tidak akan membuang waktunya hanya untuk mengurusi mereka.

Maya tidak menyangka Clara akan menolaknya.

Bagaimanapun dulu, demi mendapatkan perhatian Edward, Clara selalu berusaha mengambil hati Keluarga Anggasta.

Hanya saja, Maya tidak terlalu memedulikannya.

Clara tidak pernah menolak sebelumnya, jadi saat dia mendengar bahwa Clara ada urusan, dia langsung merasa bahwa Clara memang ada urusan, kalau tidak mana mungkin dia akan melepaskan kesempatan menjilatnya?

Meski begitu, Maya tampak kesal: “Edward dan Elsa bahkan nggak ada di rumah, kamu sibuk apa?”

Begitu mendengar ini, Clara lantas tersenyum pahit.

Selama ini, dia rela membuang jati dirinya, hanya berfokus pada Edward dan putrinya.

Jadi saat mendengar perkataan Maya, dia merasa itu tidak salah.

Tapi dia yakin tidak akan seperti itu lagi.

Saat memikirkannya, Clara hendak mengatakan sesuatu, tapi, tiba-tiba muncul beberapa orang berjalan ke arah mereka.

“Bu Maya!”

Terlihat jelas kedatangan mereka untuk bertemu dengan Maya.

Mereka menatap Clara, dari atas sampai bawah lalu bertanya: “Bu Maya, siapa dia?”

Maya tidak mengakui Clara sebagai ipar, dia lantas berkata dengan nada dingin, “Cuma teman.”

“Oh, teman... ”

Mereka semua memang untuk menghadiri perayaan ke-100 Universitas Nano, tentunya mereka mempunyai status sosial yang tinggi.

Saat melihat Maya bertemu dengan seseorang, mereka mengira seseorang itu adalah orang penting.

Tapi saat melihat sikap Maya pada Clara, tidak ada seorang pun yang memerhatikan Clara lagi, kecuali ada beberapa orang yang merasa dia cantik, dan tidak tahan untuk meliriknya sebentar.

Setelah berkumpul dengan Maya, mereka langsung pergi begitu saja.

Kalau dulu, mungkin Clara akan sakit hati, setiap mendengar Maya tidak mengakuinya sebagai adik ipar.

Sekarang mah masa bodoh.

Selepas kepergian Maya, Clara juga mengambil tasnya, lalu berbalik dan pergi.

Tepat di hari itu sekitar pukul sepuluh malam lebih, pesawat yang ditumpangi Edward dan Elsa tiba di bandara tepat waktu.

Saat waktu menunjukkan hampir dini hari, barulah mereka tiba di rumah.

Sementara Elsa sudah terlarut dalam tidurnya bahkan sebelum tiba di rumah.

Edward menggendong Elsa ke atas, saat melewati kamar tidur utama, dia menyadari pintu terbuka, tapi dalam keadaan gelap tanpa cahaya.

Setelah menggendong Elsa ke kamarnya, Edward kembali ke kamar tidur utama, dia menyalakan lampu kecil di kamar, lalu melirik ke arah ranjang, tampak kosong.

Tidak ada Clara di sana.

Pada saat ini, kepala pelayan kebetulan sedang membawa koper Edward ke atas, Edward pun melonggarkan dasi di lehernya, sambil bertanya: “Ke mana dia?”

Kepala pelayan buru-buru berkata: “Bu Clara pergi dinas.”

Setengah bulan lalu, kebetulan Edward tidak berada di rumah saat Clara pergi.

Pelayan menjelaskan kalau Clara membawa koper saat pergi, seharusnya wanita itu pergi untuk urusan pekerjaan.

Tapi ada yang aneh, Clara jarang sekali pergi dinas, kalaupun pergi biasanya hanya dua atau tiga hari.

Tapi kali ini sudah setengah bulan dia belum kembali.

Edward hanya menjawab singkat, tak lanjut bertanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Bebas Bergaul
7.9
Mengusung genre romansa modern khusus dewasa, kisah ini menyoroti rumitnya hubungan asmara serta dampak nyata dari pergaulan bebas di masa kini. Melalui alur yang intens, pembaca diajak menyelami konflik personal dan konsekuensi dari pilihan gaya hidup tersebut. Sebuah narasi mendalam yang membutuhkan kedewasaan berpikir untuk memahami setiap lika-liku dan pertentangan batin yang dihadapi para tokohnya.
Sampul Novel Bertahun-tahun Terpisah, Hati Terbangun
9.2
Skandal besar pecah saat identitas asli Nyonya Marshall terungkap. Usai dituduh mencelakai selingkuhan suaminya, ia dijebloskan ke penjara dan dilaporkan tewas bersama bayinya. Enam tahun berlalu, Callie kembali muncul sebagai wanita memikat yang berbeda. Dalam pertemuan dengan mantan suaminya, Pak Marshall, ia tidak lagi lemah. Sambil tersenyum anggun, Callie menyatakan ia telah menikah bahagia dan meminta pria itu menjauh demi menghargai hidup barunya.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Suamiku
8.5
Lima tahun pernikahan Selin hancur setelah melihat Edward berselingkuh di pusat perbelanjaan. Pengkhianatan sang suami meninggalkan luka mendalam dan dilema besar bagi dirinya. Kini, ia dihadapkan pada dua pilihan sulit untuk menentukan masa depannya. Selin harus memilih antara mengubah penampilannya demi merebut kembali hati Edward dari sang pelakor, atau melangkah pergi demi mempertahankan martabat dirinya yang telah dihancurkan.
Sampul Novel Nikah Siri : Cinta Dibalik Bayang-Bayang
8.6
Kehancuran menerpa hidupku ketika perselingkuhan Dimas terbongkar. Suamiku rupanya telah menikah siri secara rahasia dengan Nadia, sahabat dekatku. Komitmen pernikahan kami kini hancur lebur, memaksaku memilih antara mempertahankan rumah tangga atau menyelamatkan harga diri. Penyelidikan yang kulakukan justru mengungkap berbagai kenyataan pahit yang kian melukai perasaan. Di persimpangan jalan ini, aku harus menentukan sikap: bertahan demi cinta yang dikhianati atau pergi untuk memulihkan diri.
Sampul Novel Pengabulan Doa Anak
8.7
Di hari ulang tahunnya, Gilena mengucapkan permohonan agar Tante Jolin menjadi ibunya. Sang suami yang mengira sang istri tidak paham bahasa Jerman, mendukung keinginan itu dengan senyuman hangat. Namun, rahasia besar itu runtuh seketika. Sang istri yang mengerti arti ucapan mereka terkejut hingga menjatuhkan kuenya. Demi menutupi kepanikan dari pengkhianatan yang baru saja terungkap di depan matanya, ia terpaksa berbohong bahwa tangannya licinnya licin.
Sampul Novel Sekretaris Pengkhianat
9.1
Dituduh tidak setia oleh Daniel Lee, Scarlett Chen diusir dalam kondisi mengandung. Sebagai bos besar berdarah dingin dengan latar belakang mafia, Daniel sangat membenci pengkhianatan. Lima tahun kemudian, Scarlett kembali memakai identitas lain demi menuntut keadilan. Akankah momen reuni ini menjadi pembalasan dendam yang sempurna, atau justru menyeret mereka berdua kembali ke dalam pusaran obsesi kelam yang tak berujung?