APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PAK DOSEN

PAK DOSEN

Ayumi Larasati dan dosennya, Reza Syahrial, terpaksa menjalani pernikahan rahasia demi memenuhi perjodohan keluarga. Kehidupan kampus mereka menjadi penuh tekanan karena harus menyembunyikan status sebagai suami istri. Terlebih lagi, Ayumi dilarang berpacaran oleh orang tuanya, sedangkan Reza masih dibayangi trauma masa lalu. Di tengah konflik pribadi dan tuntutan profesionalitas, mampukah keduanya menjaga rahasia besar ini agar tidak terbongkar ke publik?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari pertama jadi mantu, aku udah bikin malu mertua. Manten anyar bangun kesiangan mending kalo abis skidipap malemnya. Lah ini karena emang susah bangun pagi. Dahlah rusak citra gue di mata mertua 😫.

Mana laki gue udah berangkat ke kampus dan gue ditinggal. Dasar laki lucknut!!

"Sialan!! Bangunin gue kek. Malah ditinggal. Argh!! Laki nyebelin!!"

Aku buru-buru mandi dan bersiap-siap sebelum berangkat ke kampus. Muka cuma ditempelin bedak tipis doang karena ngga sempet skincare-an dulu. Pake foundation aja ngga sempat. Yang penting ngga keliatan kucel aja abis mandi.

Pagi ku semakin suram saat buru-buru lari turun di tangga, kaki kejelipet dan berakhir terjun bebas ke lantai satu.

"Aaaargh!!" Ringisku karena nyeri di dada, perut dan kaki karena bergesekan sama anak tangga.

Bukan nyeri lagi yang dirasa tapi malu luar biasa. Lobang mana lobang!!

"Ya ampun Laras. Kenapa buru-buru. Jadi jatuh kan," seru Ibu sambil membantu ku berdiri.

Aku hanya bisa meringis nyeri sekaligus malu luar biasa. Malu karena jatoh dari tangga sama malu karena bangun siang. Dahlah imahe gue makin tenggelam ke dasar Samudra Hindia.

"Kita ke dokter."

"Ngga Bu. Ngga usah. Laras mau ke kampus aja. Hari ini hari pertama ujian," ucapku baru menyadari kalau hari ini hari pertama ujian tengah semester dan gue belum belajar sama sekali.

"Double kill!!" Rutukku dalam hati.

Gara-gara nikah gue lupa segalanya. Ah... Mama tolonglah anak mu yang oon ini 😩😩.

"Tapi kamu habis jatuh dari tangga. Kita periksa dulu ya. Ibu ngga mau kamu kenapa kenapa, Ras."

"Gpp Bu nanti aja. Laras mau ujian dulu. Abis pulang ujian nanti Laras ke rumah sakit untuk periksa."

"Nanti Ibu bilang sama Mas mu kalau kamu absen dulu ujiannya karena mau periksa ke dokter." Terlihat Ibu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.

Wadoh... mampus gue! Jangan sampai laki dakjal itu tahu kalo gue jatoh dari tangga. Bisa kesenengan dia lihat penderitaan gue.

"Bu... Ibu jangan dong. Jangan kasih tahu Mas Eza kalo aku jatuh. Nanti dia ngga konsen ngajarnya. Lagian Laras ngga apa kok. Tangan kaki aman ngga ada yang sakit atau cidera. Laras pamit ya bu. Nanti makin telat."

Aku memohon ibu biar mengijinkan aku untuk pergi ke kampus. Dengan berat hati Ibu mengijinkan dengan syarat pulang kampus harus ke rumah sakit secepatnya. Aku pun pamit ke kampus dengan menggunakan motor matic milikku yang sebelumnya sudah berada di rumah ini.

***

"Sisa waktu kalian 30 menit lagi."

Aku melirik ke arahnya yang tengah berjalan mengelilingi para peserta ujian. Insiden jatuh dari tangga membuat konsentrasi ku buyar. Rasa nyeri di tubuhku makin membuat moodku ambyar.

Ujian statistika di hari pertama memang kartu mati. Kenapa yang duluan keluar ujian itu mata kuliah yang paling berat sih?! Kenapa ngga di mulai dari mata kuliah yang ringan ringan dulu.

Otak ku paling lemah jika harus berhadapan dengan yang berbau itung-itungan.

"Cepat kerjakan ujian mu. Bukannya malah menggerutu ngga jelas. Waktunya udah mau habis," ucapnya berbisik dan membuatku terkejut.

Pria menyebalkan itu ternyata berdiri tepat di belakang ku. Ia mengetuk kertas ujian ku yang masih banyak yang kosong. Aku mendelik sebal.

"Bantuin ngisi napa?!"

"Anak TK aja suruh ngerjain sendiri. Ini minta diisiin. Balik ke TK lagi sana!"

Dia melengos begitu saja. Awas ya!!

Hingga bel berbunyi kertas ku masih banyak kosongnya. Dahlah aku dan mata kuliah Statistik memang tidak berjodoh.

"Selesai tidak selesai kumpulkan," ucapnya lagi sambil membereskan lembaran kertas para mahasiswa. Setelah menunggu beberapa saat, aku pun turun dari kursi ku dan menyerahkan kertas ujian. Ia mengerutkan dahinya melihat kertas ujian ku yang masih banyak kosongnya.

"Biasa aja lihatnya. Udah tahu kok gue bakalan di remedial," ucapku kesal melihat tatapannya yang menyebalkan.

"Remedial juga percuma kalo kamu ngisi soalnya kayak gini."

Tahan Yu tahan. Dia sengaja bikin hari lo makin ambyar, gumamku dalam hati.

Aku pergi meninggalkan kelas dan segera pulang. "Ayu, tunggu."

"Kak Rafa," ucapku melihat sosok senior ganteng incaran ku. "Hai Kak."

"Hai. Gimana ujiannya, lancar?"

"Hehe... ya gitu deh kak. Kak Rafa gimana ujiannya?"

"Lancar. Moga moga ngga remedial."

"Kak Rafa mah mana pernah remedial. Emangnya aku remedial statistik mulu."

Tanpa sadar ku tundukkan kepala karena sadar diri. Kak Rafa mengelus rambutku dan itu membuat ku tersipu malu.

"Kamu pasti bisa kok Yu. Kalau kamu butuh bantuan kami bisa cari aku."

Mata ku berbinar-binar mendengarnya. Wajahku yang semula sendu mendadak ceria. "Yang bener Kak? Aku mau dong diajarin Statistik."

"Boleh dong."

"Wah makasih banyak Kak. Eh tapi nanti ketahuan dong oonnya aku ngerjain statistik."Rafael tertawa.

Sumpah demi apa gue terpana melihat senyumnya Kak Rafa

Sumpah demi apa gue terpana melihat senyumnya Kak Rafa. Anjiiir gunung es di kutub utara langsung mencair.

Dedek memeleh Bang lihat tawanya Abang 🤤🤤

"Kalian belum pulang?" Seru seseorang yang langsung membuat suasana ceria menjadi mencekam. Siapa lagi kalo bukan si dosen killer.

"Pak Eza. Selamat siang Pak."

"Siang. Ngapain kalian masih di kampus? Masih ada kegiatan lain?"

Mendengar nada bicaranya yang dingin sepertinya dia tengah menatap ke arahku. Tapi bodo amat. Mending menatap wajah tampan Kak Rafa di banding menatap muka dosen Killer.

"Kak Rafa ngapain sih pake di jelasin segala,ck!" Gumamku dalam hati.

"Kami permisi dulu Pak." Aku langsung menarik tangan Kak Rafa untuk pergi menjauh.

Bodo amat itu orang mau ngomong apa nanti. Yang pasti gue ngga mau lama-lama deket si dosen killer. Cukup di rumah aja kepaksa deketan. Di kampus no way!!

Aku dan kak Rafa berjalan keluar kampus. Tiba-tiba sebuah notif masuk ke ponselku.

Dosen Killer.

[Berani kamu gandeng-gandeng cowok lain di depan suami?!]

Nah kan!!

[Oh ngaku suami toh. Ku kira ngga ngaku kalo udah jadi suami. Ngga usah baper deh. Orang mau belajar Statistik.]

Aku membalas pesan Mas Eza sambil tahan tawa. "Kenapa? Senyam senyum sendiri," tanyanya.

"Oh gpp Kak. Yuk mau belajar dimana?"

"Di cafe belakang kampus aja, gimana?" Usulnya membuat otak ku berpikiran dia lagi ngajak kencan tapi modus mau bantuin belajar.

Ya Allah. Jangankan ke cafe Bang. Ke hati Abang aja neng mah mau 😂.

"Atau di perpus aja kalau ngga mau di Cafe," usulnya lagi. "Di cafe aja kak gpp. Di perpus kalo laper ngga bisa pesen makanan."

Lagi lagi dia tertawa. "Oke deh. Kita ke Cafe belakang kampus aja ya."

"Oke kak."

Kami pun pergi menuju cafe belakang kampus sambil jalan kaki. Pengen banget dibonceng motor gedenya tapi malu. Ya udah jalan berdua sambil ngobrol juga seru. Ya allah... semoga gue konsen belajarnya ya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bulan di Darah Awan
9.8
Cahaya merah abadi kini menyelimuti dunia, membawa penderitaan darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan menjaga kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru membuka kembali luka lama. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian masa lalu menciptakan atmosfer menyesakkan. Rahasia yang terpendam memicu amarah besar hingga hubungan yang baru terjalin ini terancam hancur, menyisakan rasa sesak yang tak terlukiskan.
Sampul Novel CINTA SANG JANDA
9.4
Demi menghidupi anak tercinta setelah bercerai, Rahma rela melakoni pekerjaan apa saja yang halal. Suatu hari, sebuah insiden kecelakaan mempertemukan dirinya dengan Rian, sosok pria tampan yang kemudian selalu melindungi dan mendampinginya. Hubungan mereka kian dekat, namun perbedaan status sosial serta keyakinan membuat keluarga enggan memberi restu. Perjuangan cinta mereka pun kini diuji oleh rintangan berat dari nenek Rian. Mampukah keduanya bertahan?
Sampul Novel Koleksi Kisah Nakal (21+)
9.2
Menyajikan dinamika hubungan modern, antologi romansa dewasa ini mengungkap berbagai rahasia tak terduga dalam setiap pertemuan. Pembaca akan diajak menelusuri liku gairah serta emosi mendalam lewat momen-momen intim yang penuh kejutan di tiap babak. Di sini, situasi biasa dapat berubah menjadi peristiwa menggoda yang sangat berkesan bagi para tokohnya. Kisah-kisah ini mengeksplorasi hasrat yang tak terbayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Permaisuri Baru Milik Kaisar
9.1
Kaisar Lu Yin bertekad mencari selir baru demi mendapatkan penerus takhta. Kehamilan Selir Ban dan kehadiran putri dari Permaisuri Xin Shi rupanya belum cukup memuaskan sang penguasa. Pilihan akhirnya jatuh pada Xi Yi, putri tabib istana yang jelita dan berbakat dalam pengobatan. Terpaksa masuk ke istana, gadis lembut ini harus menghadapi aturan ketat dan kerasnya persaingan di antara para wanita Kaisar. Mampukah Xi Yi bertahan?
Sampul Novel Pria Kedua (Ayah Untuk Anakku)
9.2
Divonis kanker payudara membuat Risa pergi ke Kanada dan menjalin kasih singkat dengan Jaya. Saat kembali ke Prancis, ia terkejut karena vonis itu salah dan dirinya kini hamil. Risa pun pergi ke Indonesia untuk mencari Jaya. Namun, pria yang ditemuinya justru membantah identitas tersebut dan mengaku bernama Danu Atmawijaya. Mengapa sosoknya begitu berbeda? Risa kini terjebak dalam misteri besar untuk mengungkap siapa sebenarnya ayah dari anak di kandungannya.
Sampul Novel Wanita Kedua Tuan Alex
9.1
Demi mencukupi kebutuhan finansial sang ibu yang serakah, Bianca terpaksa bekerja sebagai biduan kafe. Takdir mempertemukannya dengan Alex, seorang pria dari kalangan bangsawan yang sebenarnya telah memiliki istri. Pertemuan itu memicu ketertarikan instan hingga berujung pada malam penuh gairah. Kini, Bianca terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit. Ia pun harus berjuang mengatasi dilema batinnya demi merebut posisi utama di hati Alex dari sang istri sah.