APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi

Nyonya Tak Bucin Lagi

Kesempatan kedua hidup dipakai Grace Wijaya untuk segera menceraikan William Sanjaya. Trauma akibat mati tragis di rumah sakit jiwa setelah delapan tahun mencintainya membuat Grace enggan bertahan. Awalnya William bersikap dingin dan mengabaikan keputusan itu. Namun, ia menyesal saat melihat Grace bertransformasi menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria. Ketika William memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena telah sembuh dari kebutaan cintanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kalau mau mati, tusuk saja dirimu, kenapa harus melompat dari gedung," kata pria itu dengan sikap yang dingin.

"Aku mau tusuk ...."

Tiba-tiba, Grace Wijaya merasa ada yang salah dengan perkataan William Sanjaya.

Kapan dirinya melompat dari gedung?

"Nyonya akhirnya sadar juga."

Pada saat ini, pelayan Bibi Sinta menghampirinya dengan membawa air serta obat.

"Kepala Nyonya sakit? Kata dokter Nyonya mengalami gejala gegar otak ringan dan sudah meresepkan obat untuk Nyonya. Nyonya mau minum sekarang saja?"

Grace tidak menjawab pertanyaan dari Bibi Sinta karena baru sadar bahwa dirinya terbaring di kamar tidur yang besar.

Dilihat dari tata letak dan dekorasi rumah, sepertinya ini adalah rumah Keluarga Sanjaya di masa lalu.

Sejak masuk rumah sakit jiwa, Grace tidak kembali ke sini selama lebih dari dua tahun.

Mungkinkah dia dibawa pulang oleh William?

Ada yang salah!

Pisau itu menusuk jantungnya. Kalaupun tidak mati, pastinya akan masuk ruang operasi.

Grace dengan cepat menundukkan kepalanya untuk memeriksa dan melihat bahwa kondisi dadanya masih utuh.

Kepala serta pergelangan tangannya dibalut dengan kain kasa medis.

William mengerutkan kening dan begitu kesal melihat ekspresi Grace yang berubah dari kesakitan menjadi terkejut.

"Kalau mau melompat dari gedung, pilihlah tempat yang lebih tinggi. Cuma lantai dua, nggak akan mati!"

Setelah berbicara dengan sikap yang dingin, William segera melangkahkan kakinya untuk pergi.

Grace mengabaikan William dan terus memeriksa tubuhnya.

Dia sudah berada di rumah sakit jiwa selama lebih dari dua tahun dan kondisinya menjadi semakin lemah. Namun, sekarang kulitnya cerah dan halus, bahkan tubuhnya terlihat montok.

Tidak ada bekas luka atau lebam di badan dan lengan yang disebabkan oleh perawat.

"Nyonya, Tuan hanya emosi saja jadi mengatakan hal yang seperti itu."

Bibi Sinta mengira Grace sedih, jadi menghiburnya dengan hati-hati, "Nggak ada dendam antara pasangan suami istri, nanti juga Nyonya dan Tuan ...."

"Bibi Sinta, hari ini hari apa?"

Grace sangat terkejut hingga dengan bersemangat menyela kata-kata Bibi Sinta.

Bibi Sinta memandangnya sejenak lalu menjawab, "Hari ini adalah hari ulang tahun Nona Bella Darmian. Kabarnya Tuan pergi untuk merayakan ulang tahunnya, jadi Nyonya meneleponnya untuk pulang ...."

Bibi Sinta salah paham, tapi Grace tidak punya waktu untuk menjelaskan. Grace segera melihat sekeliling dan mengambil ponsel yang diletakkan di samping tempat tidur ....

Waktu di ponselnya menunjukkan tiga tahun lalu!

Tiba-tiba, Grace teringat sesuatu. Grace melepaskan selimutnya dan melompat dari tempat tidur, bergegas menuju ruang khusus untuk bunga.

Ruang bunga memang berantakan, hanya tersisa ranting-ranting patah dari berbagai bunga berharga ....

Tiga tahun lalu, saat mendengar bahwa William akan merayakan ulang tahun Bella dan membelikan bunga untuk Bella, Grace kehilangan kesabaran dan menghancurkan semuanya.

Pecahan kaca melukai pergelangan tangannya, Grace mengabaikan rasa sakit itu dan melompat dari balkon lantai dua.

Meskipun terhalang oleh semak-semak hijau dan lengan serta kakinya tidak patah, tapi kepalanya membentur tepi hamparan bunga lalu pingsan di tempat ....

Jadi, dia kembali ke tiga tahun lalu?

"Nyonya kenapa mau pergi ke ruang bunga lagi? Lantainya penuh pecahan keramik. Tolong jangan lakukan hal bodoh lagi!"

Bibi Sinta takut Grace akan terus menimbulkan masalah, jadi mengejarnya dan mencoba membujuknya, "Tuan peduli padamu. Begitu mendengar Nyonya terluka, Tuan William langsung pulang!"

Mendengar nada gugup Bibi Sinta, Grace mengangkat kepalanya.

Bukan hanya William yang tinggi dan tampan, tapi Bella yang cantik dan berpakaian indah juga datang ke arahnya.

Mereka berdiri berdampingan di depannya seperti sepasang dinding yang menghadap ke arahnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Demi Edgar Emiliano, si playboy sekolah, Vania Clarista rela melepaskan kemewahan hidupnya. Namun, cinta buta itu berujung luka saat ia hamil dan ditinggalkan berjuang sendiri. Vania pun memilih pergi menjauh demi kehormatan keluarganya, lalu membangun hidup baru secara mandiri. Enam tahun berselang, anaknya kini tumbuh besar. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali, ataukah Vania bakal tetap bertahan sendirian tanpa Edgar?
Sampul Novel Dituduh sebagai Menantu Durhaka
9.5
Saat ayah mertuanya terjatuh dan mengalami stroke hingga bersimbah darah, sang menantu justru membersihkan lantai dengan tenang tanpa memanggil bantuan. Di kehidupan sebelumnya, ia mencoba menyelamatkan mertuanya, tetapi sang suami mengabaikan teleponnya demi cinta pertamanya. Akibatnya, sang ayah meninggal, dan suaminya yang murka membunuhnya dengan kejam. Kini, setelah bereinkarnasi kembali ke hari fatal tersebut, ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa pun.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Sikap santun sang menantu rupanya hanya topeng. Kini, Mak Esah harus menghadapi lisan tajam dan perilaku tidak sopan dari istri anaknya tersebut. Di balik perubahan drastis ini, Mak Esah mencium adanya sebuah rahasia besar yang sengaja ditutupi darinya. Konflik batin dan ketegangan di antara mereka pun kian memuncak. Sanggupkah Mak Esah bertahan dari tekanan mental yang menderanya? Mampukah semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi akhirnya terbongkar?
Sampul Novel Suara Bayi di Ponsel Suamiku
9.0
Pernikahan Suci yang tenang mulai diguncang keraguan setelah ia mendengar tangisan bayi misterius di telepon suaminya. Meski sempat mengabaikan kecurigaan tersebut, berbagai keanehan lain justru terus bermunculan. Perlahan, tabir misteri mulai terbuka dan membongkar rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami di balik sikap manisnya, menyeret Suci pada kenyataan pahit yang tak pernah ia duga sebelumnya.