APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Not a Dangerous husband

Not a Dangerous husband

Raymond terpaksa menikahi Almoora setelah dituduh memperkosa gadis itu. Tanpa bukti untuk membersihkan namanya, ia menjalani hari dengan frustrasi, sementara Almoora terus histeris karena trauma berat. Di tengah kebencian sang istri, Raymond bertekad menyelidiki kasus ini demi menyeret pelaku asli keadilan. Mampukah ia meyakinkan Almoora akan kebenarannya? Akankah pernikahan mereka tetap bertahan saat semua tabir hitam akhirnya terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ramona mendatangi rumah sakit sekali lagi. Setelah ia tau jika putranya pelaku perkosaan, ia merasa sangat bersalah dan merasa gagal menjadi orang tua.

Bagaimana tidak, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana terlukanya gadis itu. Ia sendiri yang membawa dan menghubungi keluarganya dan sekarang ia harus di hadapkan dengan kenyataan jika Raymondlah pelaku perkosaan itu. Ramona didera rasa bersalah yang sangat besar.

Ramona membiarkan Raymond dibawa polisi, biarlah Raymond mempertanggung jawabkan perbuatannya, karna bagi Ramona dosa yang paling besar adalah dosa memperkosa.

Perkosaan tidak hanya melukai diri korban tapi juga melukai jiwa serta masa depan si korban dan Ramona lebih memihak pada gadis itu dibandingkan putranya.

"Ma, aku mohon! Percayalah kepadaku. Bukan aku pelakunya."

Teriakan Raymond masih terngiang di telinga Ramona. Ia lebih memilih menutup mata dan telinganya dibanding melihat Raymond.

Ramona menghela nafasnya sebentar sebelum mengetuk pintu ruang inap kelas 3 di rumah sakit tersebut. Setelah dirinya merasa siap untuk bertemu keluarga gadis itu, Ramona lalu mengangkat tangannya, mengetuk pintu sebanyak 3 kali lalu memutar gagang pintu.

Dengan langkah berat, Ramona berjalan mendekati ranjang si gadis. Gadis muda itu nampak tertidur lelap.

"Brengsek! Untuk apa kau ke sini?" Lelaki yang bernama Alden mendekati Ramona.

Ramona mengehentikan langkahnya, ia sudah mempersiapkan diri untuk hal ini.

"Tenang! Ini rumah sakit." Irene, istri Alden bersuara. Ia meraih tangan suaminya.

"Bagaimana aku bisa tenang. Anaknya sudah menghancurkan hidup Almoora. Moora sudah tidak punya masa depan lagi." ujar Alden sengit.

"Maafkan aku Tuan Alden, aku datang ke sini atas nama putraku. Aku minta maaf kepada kalian. Raymond akan mempertanggung jawabkan perbuatannya." ucap Ramona.

"Cih, ia bisa saja di penjara selama 1 tahun atau dua tahun, setelah itu ia bisa bebas. Tapi bagaimana dengan adikku? Adikku akan menanggung malu sampai akhir hayatnya." balas Alden.

"Tidak, Moora tidak akan menanggung malu. Jika ada yang akan menanggung malu, orang itu adalah Raymond. Akan kupastikan hidup Moora akan baik-baik saja."

Ramona memandang Almoora dengan tatapan iba. Ia mengusap lembut kaki gadis malang itu.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Ramona.

"Ia baru saja di beri obat penenang. Tadi ia berteriak histeris dan tidak bisa ditenangkan. Sepertinya ia mengalami trauma," jawab Irene sambil mengusap kepala Moora.

"Aku turut menyesal. Aku tidak percaya putraku bisa sekeji ini. Aku sudah mendidiknya dengan sangat baik, aku kecewa kepadanya. Asalkan kalian tau, aku berada di pihak kalian. Meskipun ia putraku, aku tetap menentang perkosaan ini." Ramona berkata dengan terus terang.

"Dimana putramu? Bajingan itu perlu aku hajar hingga ia merasakan sakit seperti yang Moora rasakan." Alden bangkit dari duduknya, wajahnya memperlihatkan kemarahan yang tertahan. Almoora adalah adik perempuannya, mereka hanya berdua saja. Orangtua mereka sudah lama meninggal dunia. Hidup Almoora adalah hidupnya, kebahagiaan Almoora menjadi tujuannya. Ia tidak bisa menerima jika Almoora diperlakukan dengan kurang ajar oleh seorang pria.

Alden akan membuat perhitungan dengan Raymond. Entah apa itu, Raymond harus bisa merasakan sakit yang di rasa Almoora. Begitu menurut pikiran Alden.

"Sayang, tenang dulu. Ibu Raymond sudah ada di sini. Masalah ini bisa kita bicarakan dengan baik-baik. Mereka sudah menunjukkan itikad yang baik." Irene menenangkan Alden.

Alden kembali duduk setelah ditenangkan istrinya.

"Saya merasa menyesal dengan kejadian ini, Tuan! Raymond sekarang berada di kantor polisi. Aku sudah bilang, meskipun ia putraku, aku akan berdiri bersama kalian. Almoora tidak akan kehilangan masa depan. Raymond akan mempertanggung jawabkan perbuatannya."

Ramona menghela nafasnya, kemudian ia melanjutkan perkataannya.

"Sekarang, aku menyerahkan semua keputusan di tangan kalian. Jika kalian mau Raymond di penjara, aku akan menjaga Almoora sampai ia berhasil melewatkan masa traumanya. Jika kalian mau, Raymond bertanggung jawab penuh pada Almoora ... izinkan Raymond menikahinya. Hanya ini yang bisa aku tawarkan kepada kalian. Aku akan menerima, apapun yang kalian putuskan."

Ramona menatap serius Alden dan Irene yang duduk di depannya. Sesekali ia menatap Almoora yang masih tertidur di bawah pengaruh obat.

Hatinya sakit, ia tidak bisa membayangkan putra tersayangnya meniduri paksa gadis malang ini.

"Almoora akan menikah dengan Raymond." ujar Irene.

"Apa maksudmu? Kau tidak bisa memutuskan secara sepihak. Moora harus tau dan yang paling berhak memutuskan itu dia." sangkal Alden.

"Tapi Sayang, Almoora sudah tidak punya masa depan lagi. Siapa lelaki yang mau menikahinya?" ujar Irene sengit.

"Tapi untuk urusan menikah, itu semua harus mendapatkan persetuan Moora."

Suami istri itu malah bertengkar di depan Ramona.

"Anda benar Tuan Alden. Almoora lah yang menentukan, aku akan menunggu kabar dari kalian." Ramona berdiri dan undur diri.

Irene mengantar Ramona sampai ke pintu luar. Kemudian, ia kembali ke tempat suaminya.

"Pikirkan lagi! Raymond harus menikahi Almoora. Laki-laki itu harus bertanggung jawab. Dia tidak bisa seenaknya hidup bebas setelah keluar penjara sementara Almoora harus menanggung malu seumur hidupnya." tegas Irene.

"Moora tidak mencintainya, apa bisa ia hidup dengan lelaki yang tidak ia cintai seumur hidupnya?"

"Ini sudah menjadi takdir Moora! Suka atau tidak suka, Almoora harus menghadapinya. Dan menurutku, keputusan yang paling baik adalah menikahkan Almoora dengan lelaki yang memperkosanya."

"Sayang... pikirkanlah semua ini. Aku hanya menyampaikan yang terbaik menurut pendapatku," lanjut Irene.

"Aku tidak yakin Moora bisa menerimanya, ia adalah gadis yang sangat lembut. Apa bisa ia hidup dengan serigala yang beringas seperti si brengsek itu." Alden mengusap wajahnya, ia sangat putus asa memikirkan nasib adik kesayangannya.

“Almoora gadis yang kuat. Dia memang lembut tapi dia kuat. Kita harus mendukung keputusan ini, pikirkan masa depan Almoora. Aku khawatir tidak ada lelaki yang akan mau menerima gadis korban perkosaan untuk menjadi istrinya kecuali lelaki itu bukan lelaki baik-baik.” pungkas Irene.

Alden berdiri dari duduknya, ia menghampiri Almoora. Satu tangannya mengusap lembut wajah adiknya. Almoora mengerang, ia merasakan sentuhan di wajahnya.

“Jangan sentuh aku,” rintihnya.

“Aku mohon, jangan sentuh aku!”

Almoora mengigau dalam tidurnya, keringat bercucuran di dahinya. Wajah Almoora sampai basah dengan keringat.

Alden mengepalkan kedua tangannya mendengar rintihan Almoora.

“Kau akan bahagia. Aku pastikan kau akan bahagia di masa depanmu. Tidak akan ada orang yang bisa menyakitimu.” gumam Alden.

Irene memperhatikan suaminya dari tempat ia duduk. Wajah Alden tampak memerah menahan amarah. Tidak lama kemudian, Alden melangkah mundur.

“Aku akan pergi sebentar, jika Moora sudah sadar segera hubungi aku.” perintah Alden pada Irene.

“Kau mau kemana?”

“Ke rumah bajingan itu.”

“Jangan lupa lihat Dennis. Aku tadi menitipkannya sama tetangga.” pinta Irene.

Alden hanya bergumam mendengar permintaan Irene, kemudian ia melangkahkan kaki lebarnya ke luar ruang inap tersebut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ALASKA
8.4
Bhalendra Alaska Arlic meyakini bahwa perubahan sejati harus muncul dari kesadaran pribadi. Meski terus didera kepedihan hingga batinnya hancur, Alaska tetap berusaha tegar. Masa lalunya bersama Yesaya justru menorehkan trauma hebat dibanding memori indah. Di sisi lain, Azka memandang cinta tak lebih dari sekadar bualan belaka. Terperangkap dalam bayang-bayang kepedihan lama, sanggupkah kehadiran orang baru meruntuhkan benteng pertahanan Alaska dan memulihkan luka di hatinya?
Sampul Novel Alia
8.7
Menikah muda setelah dilamar sang kekasih membuat Alia harus membagi waktu antara kuliah dan status barunya sebagai istri. Di bawah tekanan ibu mertua yang membencinya, ia terus berjuang. Bahkan, Alia hampir mengorbankan kehormatannya demi masa depan sang suami. Namun, kemunculan sosok penolong misterius menghadirkan perasaan terlarang di hatinya. Kini, Alia bimbang antara mempertahankan kesetiaan pernikahan atau menyerah pada godaan pengkhianatan.
Sampul Novel Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku
8.7
Alina mendambakan kelulusan yang damai di Horizon International Academy. Namun, takdir justru mengikatnya dalam pernikahan rahasia dengan Arion Mahendra Kwon, atlet elit berkuasa yang dingin dan ditakuti. Meski status sosial mereka sangat kontras, kebencian di antara keduanya perlahan berubah menjadi benih cinta yang tak terduga. Kini, Alina terjebak dalam dilema besar: bertahan mendampingi Arion yang penuh risiko atau hancur terbakar oleh api asmara mereka sendiri.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita, model tangguh berlatar keluarga retak, kehilangan kesuciannya akibat insiden tragis. Kejadian ini mengikat takdirnya dengan Adhim, pemimpin geng motor yang juga putra kiai. Demi menebus dosa, Adhim menawarkan pernikahan. Namun, Pelita yang enggan berkomitmen menjadi ragu. Perbedaan dunia mereka yang kontras kini menjadi ujian terbesar. Mampukah hubungan mereka bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu kelam dan konflik yang terus mengintai?
Sampul Novel Genius Liar
9.5
Indira Gianina mulai mencurigai Raefal Shahreza, suaminya yang pandai bersilat lidah. Ketika pengkhianatan Raefal terbongkar, Indira menghadapi pilihan sulit: bertahan demi sang buah hati atau mengakhiri pernikahan mereka. Sebagai istri yang kuat, ia enggan tinggal diam. Indira bertekad menyingkap seluruh kepalsuan suaminya dan menunjukkan harga dirinya di depan selingkuhan sang suami. Inilah kisah perjuangan seorang istri demi menjaga kehormatan keluarganya.
Sampul Novel Hasrat Kedua
9.7
Senja Malini, seorang janda dengan dua anak perempuan, mengira hidupnya membaik setelah dinikahi pengusaha kaya bernama Dafa Suryaningrat. Keluarga mertua pun menerimanya dengan baik. Namun, kebahagiaan Senja hancur saat mengetahui Dafa mencintai wanita lain bernama Lily. Di tengah keretakan rumah tangga ini, kakak iparnya, Bagas, justru menaruh hati pada Senja. Kini ia dilema antara bertahan dalam pernikahannya atau menerima cinta Bagas.