APKDock Logo
Sampul Novel Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku

Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku

8.7 / 10.0
Alina mendambakan kelulusan yang damai di Horizon International Academy. Namun, takdir justru mengikatnya dalam pernikahan rahasia dengan Arion Mahendra Kwon, atlet elit berkuasa yang dingin dan ditakuti. Meski status sosial mereka sangat kontras, kebencian di antara keduanya perlahan berubah menjadi benih cinta yang tak terduga. Kini, Alina terjebak dalam dilema besar: bertahan mendampingi Arion yang penuh risiko atau hancur terbakar oleh api asmara mereka sendiri.

Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku Bab 1

"Ah, masih lama. Dua jam lagi..." gumam Alina sambil melirik jam dinding. Dia lagi rebahan mendengarkan musik di tempat tidur. Tapi dia merasa kayak ada yang salah..

"ASTOGE! JAM DELAPAN YA INI! UDAH JAM SEGINI AJA!"

Alina langsung panik. Ini jam delapan yang berarti dua jam lagi dia harus sampai sekolah! Tanpa mikir panjang, dia langsung menyambar handuk dan lari ke kamar mandi.

Setelah mandi dan pakai baju dengan kilat, Alina berdiri di depan cermin. Dia mengambil liptint merah muda dan maskara tipis, biar kelihatan fresh tapi nggak menor. Ketika sudah puas dengan penampilannya, dia buru-buru mengunci pintu rumah dan cek peta di ponsel untuk lihat rute ke sekolah.

"Serius harus jalan sejauh ini? Duh, kenapa gak ada angkot lewat sih disekitar sini?" Dia menghela napas panjang. Sebenarnya satu kilometer bukan masalah. Tapi siang itu panas banget, matahari terik kayak mengajak duel. Bikin dia jadi mikir dua kali buat jalan.

"Dua puluh menit ke sekolah, nembus cuaca kayak oven... fix ini sih tantangan baru," batinnya sambil menyiapkan mental buat berangkat.

"Yaudah deh, gas aja," gumamnya sambil jalan cepat.

Alina menyusuri jalan sambil melihat maps, melihat tembok tinggi di depannya yang nggak biasa. Seperti bukan pagar sekolah kebanyakan, ini lebih mirip tembok rumah sultan. Alina langsung bengong sambil terus jalan.

Dia lihat atap biru tua gedung utama sekolah. Temboknya tinggi melingkari kompleks itu. Pagarnya juga lebih mirip pagar rumah orang tajir. Dari luar, sekolahnya tampak lebih mewah dari apa yang disebut di brosur. Horizon International Academy benar-benar besar, luasnya sampai 30 hektare. Nggak cuma buat kelas, lahan itu juga buat fasilitas lain yang super lengkap.

Alina akhirnya sampai di jalan menuju gerbang utama. Di depannya berdiri gerbang besi dengan tulisan huruf "HIA" di tengahnya. Di atasnya terdapat bendera biru dan merah bertuliskan, "SELAMAT DATANG SISWA DAN SISWI BARU."

"Ya ampun formal banget," pikirnya sambil masuk. Gerbangnya terbuka lebar, untung nggak ada satpam yang jaga. Mungkin karena ini adalah hari kedatangan murid baru.

Langkahnya otomatis melambat. Dia nggak mau terlihat mencolok. Soalnya, hampir semua murid lain pasti pada datang memakai mobil-mobil mewah. Sementara Alina? Jalan kaki, bro.

Belum sempat dia masuk gerbang, tiba-tiba...

CEKREK!

CEKREEEK!

Cahaya kamera mendadak menyorot ke wajahnya. Alina langsung melindungi matanya dengan tangan, kaget banget. Teriakan-teriakan mulai terdengar. Langkahnya terhenti. Wartawan mulai bermunculan dari segala arah.

"Alina, bagaimana perasaanmu sekarang?"

"Rasanya bisa diterima di sini bagaimana?"

"Benarkah kamu...?"

Pertanyaan bertubi-tubi itu bikin otaknya nge-blank. Sebelum dia sempat mengetahui apa yang terjadi, seseorang muncul entah dari mana. Seorang cowok tinggi, terganteng yang pernah Alina lihat. Dia pakai kacamata hitam dan topi. Cowok itu langsung masuk ke kerumunan dan berdiri di samping Alina.

Tanpa minta izin dulu, lengannya melingkar di pinggang Alina. Refleks, dia menarik Alina lebih dekat sambil menghalau kepadatan. Gesturnya tenang, kayak sudah sering banget mengahadapi wartawan kayak gini. Dengan suara rendah tapi tegas, dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya,

"Hei... Kasih dia jalan dong," katanya, suaranya kalem tapi bikin semua orang di situ diam.

Alina hampir nggak sadar waktu cowok itu menuntun dia ke sebuah mobil mewah yang terparkir di dekat mereka. Sebelum sempat protes, Alina sudah duduk di kursi penumpang, sementara pria itu menutup pintu di sebelahnya.

Cowok itu pun masuk mobil, lalu menyentuh kedua pundak Alina sambil menatap kedua matanya.

"Lo oke kan?" tanyanya. Tatapannya dalam banget.

Alina berani bersumpah kalau saat itu jantungnya beneran kayak mau copot.

Alina cuma bisa mengangguk pelan. "Eh... iya. Gue... gue baik-baik aja kok," jawabnya gugup. Suara tenggelam saat berbicara di dalam mobil yang begitu mewah.

Cowok itu melirik Alina sekilas sebelum menyalakan mesin mobil. "Lo nggak boleh jalan sendirian di tempat kayak gini."

Kalimat itu membuat Alina bingung. "Maksud lo?"

Cowok itu menghela napas. "Wartawan tadi tuh bukan dari media resmi. Mereka cuma cari gosip murahan. Sekolah ini sering banget jadi target, soalnya banyak anak-anak dari keluarga terkenal yang sekolah di sini."

Alina cuma bengong.

Benar juga. Apa pentingnya dia mata para wartawan? Dia bukan siapa-siapa. Pandangannya tanpa sadar beralih ke kaca mobil, melihat pantulan dirinya sendiri. Alina jadi makin sadar betapa berantakannya dia sekarang. Tapi dia berharap cowok itu mengira wajahnya merah hanya karena kepanasan bukan deg-degan.

Tapi perhatian Alina teralihkan saat melihat logo kecil di lengan kaus polo cowok itu. Logo itu memuat nama ARION , diakhiri huruf Korea "권" (Kwon) dengan gaya elegan. Saat itulah Alina baru sadar di samping siapa dia duduk.

Jantungnya langsung berdegup kencang dan wajahnya langsung memanas.

Cowok ini bukan orang biasa. Dia Arion Mahendra Kwon, kapten tim sepak bola Horizon Tigers. Nama dia udah terkenal banget di televisi, apalagi sebagai anak orang kaya dan atlet berbakat. Alina ngerasa kayak ada di dalam mimpi.

Dia nanya pelan, "Eh, ini nggak bakal jadi masalah kan? Maksudnya, buat lo... atau kita, eh, gue maksudnya."

Arion cuma menyeringai santai. "Masalah? Tenang aja. Mereka nggak bakal berani ngapa-ngapain lo, asal lo nggak tampil kayak gini terus." Matanya melirik blouse gombrong yang dipakai Alina, terus ke celana jins robeknya.

"Blouse lo kegedean, terus celana lo sobek... Lo keliatan kayak habis nyungsep," komentar Arion sambil ketawa kecil.

Wajah Alina langsung merah. Dia baru sadar blouse ini salah ambil karena dia terburu-buru tadi pagi. Ini blouse milik Vera, teman serumahnya. Jins-nya juga robek karena tadi nyangkut di pagar waktu dikejar anjing di jalan.

Duh, malu banget!

Sambil membelokkan setirnya, Arion tiba-tiba mengambil sesuatu dari kursi belakang.

"Kayaknya lo butuh ini," kata Arion lagi sambil menyodorkan sebuah jaket hitam ke Alina. "Pakai. Atau gue robek jeans lo jadi lebih lebar sekalian biar makin matching."

Walaupun pakai kacamata hitam, jelas banget dia ngelihatin sobekan jins di paha Alina yang kelihatan kontras itu. Senyuman nakalnya bikin Alina merasa deg-degan, wajahnya langsung merah. Padahal mereka baru aja kenal, tapi cowok itu kayak punya pesona yang susah banget dihindarin.

"Apaan sih lo!" sergah Alina dengan suara tinggi. Wajahnya makin merah. "Lo tuh orang mesum ya?! Jangan liat gue kayak gitu!"

Arion cuma ketawa kecil sambil mengangkat bahu. "Tenang, gue cuman ngasih saran. Lo nggak mau kan keliatan kayak gembel pas ketemu mereka?"

"Mereka siapa sih?" tanya Alina curiga.

Arion gak langsung jawab. Dia hanya menunjukkan ke luar kaca mobil. Pandanga

n Alina mengikuti arah tunjukannya.

Di sana, Alina melihat sekelompok orang berkumpul di halaman berumput Horizon International Academy. Mereka berdiri dalam kelompok-kelompok kecil, dikelilingi oleh kamera dan peralatan wawancara. Beberapa di antara mereka mulai melirik mobil Arion yang mendekat..

"HAH?!"

Alina otomatis panik.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Sayang Om
8.1
Sejak kecil, Noelia yang yatim piatu hanya dibesarkan oleh Tante Novi. Hidup bocah delapan tahun ini terasa hampa sampai Wisnu dan Santi, sepasang pengantin baru, pindah ke sebelah rumahnya. Sosok Wisnu yang sangat peduli berhasil mengisi kekosongan figur ayah yang dirindukan Noelia. Seiring bergulirnya waktu hingga ia tumbuh dewasa, kedekatan erat yang terjalin selama bertahun-tahun itu perlahan mengubah rasa kagum Noelia menjadi benih asmara, hingga ia nekat menyatakan cinta kepada Wisnu.
Sampul Novel Cinta Untuk dr. Saka
7.9
Kehidupan Dokter Saka hancur setelah perempuan yang sangat ia cintai memutuskan menikah dengan abang kandungnya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan itu seketika meremukkan kesetiaan serta komitmen yang selama ini ia pertahankan. Walau ia sangat andal dan genius dalam memulihkan kesehatan para pasien di rumah sakit, Saka kini justru tak berdaya menyembuhkan kepedihan batinnya sendiri. Sanggupkah sang dokter memulihkan kembali hatinya yang telah hancur lebur?
Sampul Novel Hold My Hand
8.0
Kepergian orang tua angkat menyisakan duka sekaligus gejolak rasa yang tak biasa dalam diri Khanza kepada kakaknya, Barra. Kendati tanpa hubungan darah, ikatan persaudaraan mereka melahirkan konflik batin yang menyiksa. Di tengah kebimbangan cinta terlarang itu, ujian berat menghampiri. Keadaan menjadi sangat genting ketika Barra dituduh terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan misterius, mengancam masa depan sekaligus rahasia terdalam yang mereka simpan.
Sampul Novel Suami yang Tidak Layak Kembali
7.9
Demi memantaskan diri, seorang pria tega pergi meninggalkan sang istri lima tahun lalu. Di perantauan, ia berjuang keras tanpa lelah setiap hari untuk mengubah nasib. Kini, ia telah pulang sebagai sosok yang kuat dan terhormat, siap membangun kembali rumah tangganya yang sempat terhenti. Namun, kepulangannya justru disambut sebuah kenyataan mengejutkan. Pria ini baru menyadari bahwa ia ternyata memiliki seorang anak perempuan yang selama ini tidak pernah ia ketahui keberadaannya.
Sampul Novel Tiga Puluh Delapan Perceraian, Satu Pengkhianatan
8.0
Lima tahun pernikahan diisi 38 kali tuntutan cerai dari Bram demi Clara, sahabatnya. Puncaknya, Bram melenyapkan bukti CCTV saat Clara mencelakaiku. Penderitaanku genap ketika Bram mengabaikan telepon daruratku di tengah penculikan. Berjuang lolos dari van penculik dalam kondisi terluka, aku menyadari pengkhianatannya telah sempurna. Tidak akan ada kesempatan ke-39 untuknya. Kini, aku memutuskan untuk pergi dan menghilang selamanya.
Sampul Novel Warisan Pembawa Petaka
8.8
Claire, seorang janda, mengajak kedua putrinya, Bianca dan Lisa, pindah ke sebuah rumah di pelosok Nevada yang didapat dari warisan keluarga Vallage. Berharap bisa memulai lembaran baru, mereka justru dihadapkan pada teror mematikan di dalam kediaman tersebut. Tanpa ada jalan untuk melarikan diri, maut kini mengintai mereka setiap saat. Mampukah ibu dan anak-anaknya selamat dari tempat terkutuk ini? Kisah misteri penuh ketegangan dan adegan keras khusus pembaca dewasa.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan