APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Dalam kisah romansa modern ini, ketenangan hidup sang protagonis terusik oleh kehadiran para tetangga yang gemar mencampuri urusan pribadi. Hari-harinya kini dipenuhi keresahan akibat gunjingan serta komentar pedas yang tersebar luas tanpa kendali. Menghadapi lingkungan yang sarat provokasi dan gemar bergosip menjadi ujian kesabaran yang berat. Di tengah dinamika tersebut, ia harus bertahan menghadapi sikap usil orang-orang di sekitarnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suaminya masih loading. Dia masih tak paham siapa yang dimaksud. Pasalnya di kampung ini ada beberapa wanita janda. Dan hampir semua selalu cari perhatian dengannya. Sampai dia pun tak paham apa yang membuat para wanita janda itu selalu mendekatinya meski Irwan tak pernah menggubris mereka.

Melihat respon suaminya yang tak paham, Rani semakin bete.

"Ih, mentang-mentang jadi rebutan janda di kampung sini, sampai nggak paham aku lagi ngomongin siapa!" ucapnya ketus.

Irwan segera membujuk istrinya. "Sayang, kok ngomongnya gitu sih? Maafin, Mas! Emangnya siapa sih yang udah bikin istri Mas yang cantik ini jadi bete?"

Mendengar rayuan suaminya membuat Rani tersenyum tetapi berusaha dia tahan.

"Itu, Mas! Si Bu Tut. Aku baru datang langsung aja jadi bahan ghibahan. Kalau saja nggak pengen masak buat sarapan, ogah banget nyamperin Kang Parto di pengkolan sana!"

"Padahal aku nggak pernah loh cari masalah sama mereka," tambahnya.

"Ya, udah lah, Yank! Nggak usah diladenin kalau ketemu. Orang tua emang gitu."

"Didiemin makin ngelunjak, Mas."

"Kalau kamu ladenin, nanti malah jatuhnya kamu yang dianggap nggak sopan." Irwan mencoba menasehati istrinya.

"Aku kesel, Mas! Selama ini aku diam aja, nggak pernah membalas setiap kali dighibahin. Sejak anaknya si Ratih godain Mas aja, bawaannya kesel kalau ketemu sepasang ibu dan anak itu."

Irwan paham dengan perasaan istrinya. Dia memeluk Rania. Selama ini dia selalu menjaga perasaan istrinya. Makanya setiap ada wanita yang meminta tolong, Irwan akan berusaha menolak. Kejadian waktu itu terjadi sebab Bu Tut memaksanya untuk membantu anaknya-- Ratih membetulkan bola lampu di rumahnya. Kebetulan saat itu suaminya Bu Tut sedang tidak ada di rumah. Katanya sedang kerja keluar kota, 3 hari lagi baru pulang.

"Masa, Ratih nunggu sampai bapaknya pulang baru pake lampu? Nggak, kan?" ucap Bu Tut waktu itu.

Beralasan sibuk pun tidak mungkin, sebab itu hari libur Irwan bekerja, karena dipaksa terus menerus, dengan sangat terpaksa Irwan membantu. Dia mengajak Rani untuk ikut ke rumah Ratih.

Sesampainya di rumah Ratih, terlihat dia cemberut saat melihat Rina ikut bersama suaminya.

Awalnya tidak terjadi apa-apa, tapi saat Irwan membetulkan lampu di area dapur dan kebetulan sekali Rina sedang berada di WC, tiba-tiba Ratih mendekati Irwan. Dia dengan berani menggoda Irwan bahkan saat Rani sedang berada di dalam toilet.

"Makasih loh, Mas, udah mau nolongin Ratih," ujarnya dengan nada dibuat manja.

Irwan yang menyadari nada suara Ratih yang dibuat-buat tak terlalu menggubris. Dia masih asyik mengutak-atik bola lampu itu.

Melihat respon Irwan yang dingin, Ratih tidak kehabisan akal. "Sebagai ucapan terimakasih, aku buatin Mas minum, ya? Mas mau minum apa? Kopi, teh atau jus? Atau kopi s*su? S*sunya spesial punyaku juga boleh, Mas!" godanya.

Irwan terkejut mendengar ucapan Ratih. Jujur, bukannya tergoda, dia lebih merasa jijik saat Ratih berkata begitu.

Dia masih tak merespon. Irwan menulikan telinganya. Dia berharap Rani segera keluar dari toilet.

Sementara itu di dalam toilet, Rani menguping pembicaraan mereka. Sebenarnya dia sudah selesai sejak tadi. Semenjak sampai di rumah ini, ia menyadari bahwa Ratih berusaha ingin menggoda suaminya. Dia ingin mendengar apa respon suaminya saat digoda wanita sesexy Ratih.

Saat mendengar tawaran Ratih kepada suaminya tadi, Rani sangat geram. Dia ingin sekali menjambak rambut wanita itu. Tetapi, ia berusaha menahan, ingin melihat sejauh mana wanita itu berani menggoda suaminya.

Rani terkejut saat tiba-tiba mendengar suaminya berteriak. "Kamu jangan berani macam-macam, ya, Ratih. Saya bukannya tergoda mendengar ajakanmu tapi malah jijik."

"Mas, jangan jual mahal deh! Sebenarnya, Mas juga pengen, kan? Tapi karena ada Rani, makanya Mas pura-pura nolak aku!"

Rani segera keluar dari WC, ia penasaran apa sebenarnya yang dilakukan Ratih kepada suaminya, sampai Mas Irwan berteriak seperti itu.

Panas sekali dada Rani ketika melihat pakaian Ratih. Dia memakai piyama tidur yang sangat ketat. Ratih mulai playing victim, dia berusaha membuat bahwa Irwan lah yang menggodanya, tapi Rani sudah tau apa yang terjadi.

Dia menjambak rambut Ratih dan mendorongnya ke tembok. Mencengkram mulut wanita itu kemudian menampar wajahnya. Beruntungnya tamparan Rani tidak terlalu keras. Hanya sedikit meninggalkan luka di bibir Ratih, seperti orang yang tak sengaja menggigit bibirnya.

"Heh, janda gatel! Kalau lagi gatel itu jangan godain suami orang supaya digarukin! Noh, pergi ke kebun Pak Somad sana! Di sana sabut kelapa banyak," umpat Rani.

Irwan tidak melerai. Dia malah berbalik badan ketika istrinya memojokkan Ratih ke tembok.

"Ayo, Yank, kita pulang aja," ajaknya.

"Sekali lagi berani godain suami saya, saya pastikan satu kampung bakal tau kejadian ini," ancam Rani.

Ratih hanya bisa terdiam. Dia tidak dapat melepaskan cengkraman Rani yang begitu kuat di rahangnya.

"Mas keluar duluan aja! Aku mau kasih perhitungan dulu sama si janda gatel ini."

Ratih ketakutan. Dia tak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Rani kepada dirinya.

Irwan yang tau istrinya sedang diliputi emosi tak berbicara apa-apa, ia hanya berpesan untuk jangan terlalu berlebihan.

"Hemm.." Rani menjawab dengan deheman.

Ketika Rani melihat suaminya menuju keluar, ia menyeret Ratih dan mendudukkannya di kursi meja makan.

Kemudian Rani mengambil sebilah spatula penggorengan dan mengacungkannya di hadapan Ratih.

Ratih gemetar melihat ekspresi Rani. Dipikirannya sudah membayangkan hal yang tidak-tidak.

"Eh, ulat bulu! Kamu tau ini apa?" tanya Rani.

Ratih hanya terdiam, tak mampu menjawab. Ia berusaha menelan salivanya. Takut Rani melakukan hal yang nekat kepada dirinya.

"Ckek..ckek..ckek.., dengan ini saja kamu tidak tau. Kalau kamu tidak tau, ini namanya spatula penggorengan."

"Kamu mau tau apa yang ingin saya lakukan dengan ini?" tanyanya lagi.

"Saat kamu menggoda Mas Irwan tadi, sepertinya punyamu gatal sekali, ya? Apa sekarang masih gatal? Kalau masih gatal, saya mau mencoba menolong garukin pake ini," ucap Rani sambil mengacungkan spatula tadi.

Tubuh Ratih gemetar. Bayangan apa yang akan dilakukan Rani dipikirannya tadi seakan nampak di depan matanya.

Ratih mencoba melawan tetapi Rani kembali mengancam. "Berani kamu lari atau melawan, maka akan tau akibatnya." Rani mengancam dengan wajah bengisnya membuat Ratih kembali tak berkutik.

"Berani lagi kamu nekat godain Mas Irwan seperti tadi, siap-siap saja, yang lebih besar dari ini akan saya tancapkan di lubang buayamu yang gatal itu." Rani menakuti-nakuti Ratih.

Ratih mengangguk. Dia ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat mendengar ancaman Rani.

Ratih lega ketika mendengar langkah kaki seseorang. Merasa ada pertolongan, ia sedikit mengeraskan suaranya.

"Auu.. sakit!" Suaranya terdengar sampai ke depan rumah.

Tiba-tiba orang itu berteriak.

Bersambung.

Ayo kira-kira siapa yang masuk?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku
9.7
Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Sampul Novel Cintanya Bersinar Dalam Kegelapan
9.4
Julian dulu terabaikan dalam hidup Sienna, meski dialah pencuri ciuman pertama gadis itu saat gelap. Ketika takdir meruntuhkan dunia Sienna dan memaksanya menikahi pria lain, Julian kembali. Namun, ia tidak lagi lemah. Kini sebagai pria berkuasa, Julian hadir di titik terendah Sienna untuk melindunginya. Lewat lamaran pernikahan yang penuh keyakinan, ia siap membuktikan bahwa cinta tulusnya tiada tanding.
Sampul Novel Jejak Cinta di Kota Hujan
9.7
Naya, seorang penulis yang kehilangan inspirasi, memutuskan pergi ke kota kecil yang selalu diguyur hujan. Di sana, ia terpikat oleh Arga, seorang barista misterius dengan rahasia besar. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Naya mengetahui bahwa Arga sebenarnya adalah penulis terkenal yang bersembunyi dari skandal masa lalunya. Kini, Naya dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar identitas asli Arga demi kebenaran, atau melindungi rahasia pria yang dicintainya.
Sampul Novel Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
8.4
Tepat di hari jadi pernikahan mereka, Alisha dijebak selingkuhan Jordan hingga terbangun dengan pria lain. Ketika Alisha meminta cerai akibat pengkhianatan itu, Jordan justru meremehkan perasaannya. Kini, Alisha bangkit menjadi bintang terkenal yang memikat dunia. Jordan yang didera penyesalan berusaha mengejarnya lagi. Namun, ia terkejut saat tahu Alisha kini bersama seorang taipan berkuasa yang ternyata adalah kakak kandungnya sendiri.
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Demi menjauh dari rahasia kelam sang suami, Zanara memilih kabur hingga bertemu Jayme yang mencintainya dengan tulus. Di tengah trauma masa lalu yang membuatnya enggan membuka hati, ia terjerat asmara pelik saat bayang-bayang masa lalunya kembali datang mengancam. Kini, nyawa Marion, putri tunggalnya, berada dalam bahaya besar. Zanara pun terjebak dilema rumit: tetap menutup diri namun kehilangan putrinya, atau bersedia menikah demi bisa melindungi sang buah hati.
Sampul Novel Perselingkuhan Liar Istriku
8.0
Bayu mengerahkan seluruh kemampuannya demi memicu gairah Dokter Mirza. Usai menanggalkan pakaian bawah sang dokter, jemari dan lidah Bayu mulai menjelajahi area sensitif wanita itu. Walau sempat merasa sesak akibat posisi yang menyulitkan, ia pantang menyerah demi menyuguhkan kepuasan tertinggi. Dokter Mirza yang terus mengerang hebat kini tak sanggup lagi membendung hasratnya. Bayu pun bergegas mempercepat ritme gerakannya demi mengantar sang dokter menuju puncak kenikmatan.