APKDock Logo
Sampul Novel Perselingkuhan Liar Istriku

Perselingkuhan Liar Istriku

8.0 / 10.0
Bayu mengerahkan seluruh kemampuannya demi memicu gairah Dokter Mirza. Usai menanggalkan pakaian bawah sang dokter, jemari dan lidah Bayu mulai menjelajahi area sensitif wanita itu. Walau sempat merasa sesak akibat posisi yang menyulitkan, ia pantang menyerah demi menyuguhkan kepuasan tertinggi. Dokter Mirza yang terus mengerang hebat kini tak sanggup lagi membendung hasratnya. Bayu pun bergegas mempercepat ritme gerakannya demi mengantar sang dokter menuju puncak kenikmatan.

Perselingkuhan Liar Istriku Bab 1

Namanya Mirza Amalia, seorang dokter, pengusaha, dan aktivis sosial. Ia berasal dari keluarga pejabat di kota ini. Priviledge itu juga yang membuatnya kini memimpin sebuah rumah sakit. Padahal, usianya baru 37 tahun ini. Ia juga seorang ibu dari anak laki-laki berusia 7 tahun dan istri dari seorang dokter spesialis penyakit dalam yang cukup populer. Mungkin, sebagian besar orang di kota ini mengenalnya. Entah sebagai keluarga pejabat yang memang turun temurun di sini itu, atau sebagai Mirza Amalia. Dengan segala keberuntungan itu, rasa-rasanya, tak ada yang kurang dalam hidup yang Ia jalani.

Selain memimpin sebuah rumah sakit swasta, Mirza juga mendirikan sebuah sekolah islam untuk anak usia dini hingga menengah. Sekolah ini Ia dirikan bersama dengan saudara-saudaranya. Kini, sekolah tersebut menjadi salah satu favorit karena memang berkualitas dan cukup mahal tentunya. Kemampuan manajerial didukung sumber daya yang mumpuni membuat Mirza tak kesulitan membesarkan bisnisnya.

Kesibukan bisnis itu tampak tak cukup baginya. Ia butuh ruang ekspresi lain. Ia ingin mengabdikan dirinya untuk orang lain. Maka, beberapa tahun ini Mirza sangat aktif dalam kegiatan sosial. Baik di bidang kesehatan maupun pendidikan. Dua bidang yang memang Ia tekuni. Hasilnya, Ia menjadi orang yang amat dipercaya. Memimpin sebuah organisasi non profit di bidang kesehatan juga rutin melalukan penggalangan dana untuk pendidikan anak kurang mampu. Wanita yang sempurna. Bahkan Ia tak sempat mengaplikasikan ilmu kedokterannya. Dunia bisnis dan aksi sosial lebih menarik baginya.

Mirza merupakan perwujudan wanita idaman bagi banyak laki-laki. Tentu bukan laki-laki patriarkis yang hanya ingin mendominasi wanitanya. Kepribadian yang mulia serta kecerdasan mumpuni tentu tak lengkap jika tak didukung kondisi fisik. Bagaimana pun juga, yang pertama di lihat seseorang adalah bentuk fisiknya. Namun Mirza tak memiliki tubuh seperti model atau cerita-cerita serupa yang mengimajinasikan tubuh sempurna. Ia nampak seperti wanita yang umumnya berusia 37 tahun. Tubuh sedikit lipatan di beberapa bagian, juga tak terlampau langsing. Dengan tinggi 165 cm, tubuhnya nampak segar dan sedikit berisi. Namun karena kulit putih dan bentuk wajah yang tidak membosankan, kondisi fisik lain boleh dipinggirkan. Ia pun memakai hijab dan pakaian longgar saban hari. Jika mengedepankan ketertarikan fisik, Ia tentu tak masuk pada imajinasi sebagian besar orang. Tapi, Mirza tetap memiliki pesona yang menarik bagi banyak laki-laki. Sebagai seorang aktivis sosial, Ia sangat supel. Cara bicaranya juga amat menyenangkan. Siapa pun yang menjadi lawannya bicara pasti merasa nyaman.

Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Selain Tuhan, rasanya siapa pun memiliki kekurangan, apalagi Mirza yang hanya manusia biasa. Priviledge dan segala kemudahan hidup yang Ia dapatkan dilengkapi dengan sedikit kekurangan. Kita akan membahasnya sedikit pada bagian ini.

Bagi semua orang yang melihat kehidupan rumah tangga Mirza dan Hanif, suaminya, sepakat bahwa mereka memiliki keluarga yang harmonis. Pernikahan mereka telah berumur 14 tahun. Bukan waktu yang singkat tentunya. Meski hanya memiliki satu anak, tak ada yang menyangsikan keharmonisan keluarga tersebut. Tapi itu lah yang bisa dilihat orang lain. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam, selain mereka yang menjalani. Hanif berusia 10 tahun lebih tua. Sebagai keluarga terpandang, mereka bertemu berkat perkenalan keluarga. Masa perkenalan yang singat tak jadi soal saat itu. Mereka saling mencintai seiring berjalannya waktu. Permasalahan ternyata baru muncul 10 tahun kemudian. Mirza merasa tak bahagia secara batin. Mereka memang baru memiliki anak di usia pernikahan ke-7. Itu pun dengan program in vitro fertilisation atau dikenal orang dengan bayi tabung. Tak ada yang tahu ini selain keluarga besar mereka. Sebenarnya, setelah berhasil menjalani program IVF tersebut, hubungan Mirza dengan suami makin mesra. Namun itu tak bertahan lama. Tak ada yang membaik di dalam kamar. Sama seperti sebelum mereka memiliki anak. Aktivistas seksual mereka makin menurun dan kian tak berkualitas. Sebagai seorang istri yang dituntut mengabdi pada suami, Mirza tak serta merta protes. Ia sempat mengajak sang suami berdiskusi masalah ini. Di usianya saat itu, Ia merasa makin bernafsu besar. Tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi. Suaminya kian merasa superior dan justru menuntut Mirza menerimanya apa adanya. Ia diam. Ia ingin menjadi istri yang baik, sesuai pesan orang tuanya. Selepas diskusi malam itu, hubungan mereka agak canggung. Kejadian itu pula yang membuat Mirza memutuskan untuk lebih giat melakoni kegiatan bisnis dan sosial. Ia butuh pengalihan. Dan tentu memperbaiki hubungannya dengan suami.

Ia ingin memperbaiki diri. Mungkin Ia kurang bersyukur, pikirnya. Dengan kemudahan yang segala rupa, kekurangan sedikit itu harus Ia terima. Begitu Ia memutuskan. Hubungannya kembali baik. Kondisi di dalam kamar berlangsung seperti sedia kala. Ia melayani suaminya dengan baik. Meski barang tentu semua belum memenuhi ekspektasinya. Mirza kian menyibukkan diri. Bertemu dengan banyak orang. Membantu orang-orang kurang mampu. Juga membesarkan bisnis pendidikannya. Ia hanya mengingat kekurangan suaminya saat mereka selesai melakukan hubungan suami istri. Terkadang, Ia menetesan air mata. Esok, setelah bangun dari tidur, Ia kembali memendam perasaan itu kuat-kuat.

"Jadi perlengkapan buat besok sudah clear semua ya, Dok?" seseorang mengirimkan sebuah pesan ke ponsel Mirza

"Sudah, Mas. Tadi Pak Anto sudah konfirm ke saya. Besok kita langsung ketemu di lokasi?" balasnya

"Alhamdulillah. Siap, Dok. Jam 8 ya?" Ia menerima pesan lagi

"Nggak boleh telat ya. Lokasinya lumayan soalnya," balasnya lagi

"Siap, Bu Dokter. Sampai ketemu besok," Ia tersenyum menerima pesan itu

"Sampai ketemu, Mas," balasnya memungkasi percakapan malam itu

Ia terpejam dengan sedikit senyuman. Suaminya sudah tidur karena kelelahan setelah melakukan operasi sore tadi. Ia masih ingin menjadi istri yang baik. Ia cium kening suaminya, lalu memejamkan mata.

>><<

"Bagaimana rasanya menikah selama 14 tahun, Dok?" Tanyaku padanya saat kami rehat setelah kegiatan bakti sosial hari itu

"Kalau kata anak-anak sih kayak makan permen nano-nano," jawabnya yang kemudian disusul oleh tawa kami berdua

Hari itu, Kami melakukan kegiatan pemeriksaan mata di sebuah desa di lereng gunung. Dokter Mirza sebagai ketua tim relawan memang mengawal program ini langsung. Aku seringkali salut dengan dedikasinya pada kegiatan sosial seperti ini. Meski harus melalui medan yang tidak mudah, bahkan pernah beberapa kali sampai malam hari, Ia dengan penuh semangat tak pernah alpa. Aku yang jarang ikut serta turun lapangan dibuat heran namun bangga. Sebagai wanita dari kalangan berada, kenyamanan adalah kesehariannya. Tapi Ia memilih jalan lain. Mengabdikan diri untuk masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu.

"Lihat ini belum selesai, kayaknya kita sampai malam ini, Dok, baru pulang," kataku sesaat setelah kami menyelesaikan ibadah sore itu

"Screening terakhir malam baru jam 10 malam aku sampai rumah, Mas," jawabnya

"Terima kasih ya, Dok, sudah sebegini dedikasinya," kataku memuji

"Teman-teman, Mas, yang luar biasa. Saya kan hanya mengawal," balasnya merendah

Senyumnya manis sekali. Kadang, aku sampai lupa kalau Ia istri orang. Dan berusia 10 tahun lebih tua dariku. Ia punya gingsul yang sepertinya dibiarkan. Kami memang makin akrab beberapa minggu ini. Apalagi kalau bukan karena aku ditugaskan kantor untuk menjadi bagian dari tim relawan kegiatan pemeriksaan mata dan operasi katarak untuk waga kurang mampu. Karena butuh koordinasi, mau tidak mau kami sering berkontak. Baik itu secara langsung mau pun melalui ponsel. Aku suka mendengarkan suaranya ketika kami bertelepon.

Bersambung

Lanjut Membaca

Daftar Isi Perselingkuhan Liar Istriku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda Bandung berdarah Prancis, memilih mengejar cita-citanya menjadi tentara meski didepak dari rumah oleh orang tuanya yang menentang keras. Demi bertahan hidup dan membiayai studinya di AAU Yogyakarta, ia rela bertahan dengan berjualan gorengan. Perjuangan itu membawanya meraih predikat lulusan terbaik peraih Adi Makayasa. Kini Yudi kembali pulang demi membuktikan baktinya. Akankah restu dan pengakuan orang tua akhirnya ia dapatkan?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan, pebisnis dingin tanpa ampun, terusik saat Yezi kembali ke hidupnya. Merasa diabaikan oleh wanita blasteran Jepang-Indonesia itu, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal pada ayah Yezi. Tak gentar, Yezi membalas ancaman tersebut menggunakan rekaman rahasia dari tiga tahun lalu. Di balik arogansi dan persaingan bisnis yang sengit, ada rahasia besar masa lalu yang mengikat mereka berdua.
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Sebagai ahli waris kaya raya berparas rupawan, Dhipta Wisnu Pratama terlihat sempurna di mata publik. Namun, sebuah rahasia tentang kekurangan fisiknya membuat pria ini selalu meragukan ketulusan cinta yang datang. Ujian terberat bagi Dhipta tiba ketika ia mulai mencintai Anandhila Prameswary, aktris sekaligus model papan atas yang begitu memikat. Kini, Dhipta harus berjuang keras menaklukkan hati Dhila dan mengajaknya membina rumah tangga di tengah segala ketidaksempurnaan dirinya.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Pertemuan pertama membuat Bobby langsung terpikat pada Claudia. Sayangnya, reputasi Bobby sebagai playboy membuat Claudia enggan membuka hati, meski ia tetap bersikap ramah karena Bobby pernah menolong menantunya. Di sisi lain, Sultan selaku mertua Claudia justru merestui Bobby agar menantunya tidak lagi menjanda. Begitu Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, bayang-bayang masa lalu dan kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Istriku Punya Nama
7.9
Hananan, perempuan mandiri berumur 25 tahun, syok saat tahu ia bukan anak kandung dari keluarga petani yang merawatnya. Nasibnya berbalik total ketika ia dibawa paksa ke kediaman mewah. Bukan kasih sayang yang didapat, ia justru dipaksa menggantikan Nazia, kembaran yang melarikan diri demi kekasihnya. Hananan harus menikahi pebisnis kaya raya sebagai pengganti adiknya. Tanpa kehangatan orang tua kandung, akankah ia berhasil meraih kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Janji yang Hancur, Cinta yang Tak Terucap
9.5
Bara mendedikasikan enam tahun hidupnya untuk Isabella dan sang ibu mertua. Sialnya, pengorbanan itu dibalas pengkhianatan saat Isabella menyebut pernikahan mereka cuma utang budi. Usai ibunya wafat, Isabella berpaling ke mantan kekasihnya hingga hamil. Badai konflik berujung pada keguguran dan perceraian keduanya. Namun, saat Bara terancam ditabrak, Isabella justru tamengnya hingga tewas. Di akhir hayatnya, terungkap fakta pilu bahwa bayi yang gugur itu sejatinya anak kandung Bara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan