APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mystical Item User

Mystical Item User

Main, pemuda lemah yang rentan terhadap sinar matahari, harus kembali ke desanya demi memusnahkan mustika ular hijau yang mengancam. Misi berat ini membawanya ke dalam pertempuran sengit melawan para pengguna piranti mistik. Di sepanjang jalan, ia terjebak dalam konflik hebat dengan manusia serta makhluk gaib. Main pun harus berjuang keras mengumpulkan informasi penting demi mendeteksi letak mustika tersebut dan menyelesaikan tugasnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ular hijau yang membawa seekor tikus berjalan menuju ke sebuah gua. Di sana berkumpul beberapa ekor ular hijau lainnya. Seketika mereka berubah wujud menjadi humanoid.

"Ih, menjijikkan sekali. Kenapa pula aku harus berpura-pura memangsa tikus," kata perempuan itu. Rasanya ingin sekali memuntahkan isi perutnya.

"Memangnya kenapa, Dinda?" tanya sesosok lelaki.

"Kakanda, aku tadi melihat sosok orang yang bisa mengendalikan pisau kembar tersebut. Untung saja dia tak menebas leherku," tanya orang yang dipanggil Dinda.

"Siapa orang itu?" apakah dia kuat?" tanya seseorang yang lebih tua.

"Kelihatannya tidak, atau malah bisa dikatakan lemah. Tapi dia itu sangat sakti. Pisau yang dilemparnya bisa kembali dengan mudah," kata perempuan itu.

"Jangan-jangan dia Main, seorang yang selamat dari kematian," kata orang yang tertua itu.

"Ayahanda, aku ini tak bermain. Aku ini sungguh-sungguh. Dia itu sangat sakti," kata perempuan.

"Namanya Salamain, dia bisa dikatakan anak ajaib. Kalian berdua jangan pernah terlihat masalah apa pun dengan Salamain, dia sosok yang tenang tapi lebih mematikan daripada apa yang kita lihat," kata orang yang dipanggil ayah tersebut.

"Baik, kami mengerti."

***

"Saudaraku, calon mertuaku meminta hal yang aneh. Mereka menginginkan sebuah kekayaan. Karena itulah aku memilih mundur," jawab Raka.

"Yang sabar ya, aku juga belum punya calon," kata Main.

"Main, kau tinggal di sini dulu sebelum rumahmu kami perbaiki," kata Sambodo.

"Terima kasih banyak," kata Main.

Malam hari telah tiba. Sinar mentari kini berganti dengan rembulan. Meski wujudnya masih setengah tapi itu sudah lebih dari cukup untuk Main. Di bawah sinar rembulan Main keluar sendirian. Indera khusus yang dimilikinya mengiring pada sebuah tempat. Bukan rumah yang dia tuju tapi sebuah perkebunan. Sesosok bayangan hitam muncul dari arah belakang. Sebuah serangan dilancarkan bayangan tersebut. Dengan sangat mudah Main menghindar. Main berbalik arah dan menatap bayangan tersebut.

"Siapa kau? Dan apa perlumu?" tanya Main.

"Aku hanya perlu sepasang pisau yang kau miliki," kata si bayangan yang terdengar seperti suara perempuan.

"Berapa lama kau memerlukannya?"

"Selamanya."

Main berkonsentrasi dan mengerluarkan pisau keramik yang dia bawa sebagai cadangan. "Silahkan, ambil ini. Aku tak mau ada masalah dengan ras kalian." kata main sambil melempar pisau yang tertutup.

"Tak kusangka semudah ini. " Dua buah pisau dia ambil bayangan perempuan itu. Saat diamati pisau mirip dengan mainan." Main, aku tahu namamu Main. Bukan berarti kau harus main-main," katanya dengan geram. Amarah di dalam dirinya memanas. Pisau keramin yang dia pegang path menjadi dua bagian.

"Kau bilang pisau kembar milikku. Ya itu yang kupunya dan kuberikan," kata Main dengan santainya.

"Kau ini, berani memainkan aku!" teriaknya dengan penuh amarah. Dua buah pedang telah ada di tangannya. Kini si bayangan menyerang Main.

Dengan berkonsentrasi Main memanggil kedua pisau kembarnya. Serangan dari si bayangan perempuan mampu di tahannya. Si bayangan mundur sedikit, pola dari serangannya dia rubah. Pisau yang dipegang Main bercahaya dan mampu menahan segala serangan dari si bayangan. Adu pedang cahaya dan kegelapan mereka lakukan. Tapi Main kalah tenaga dan cepat capek. Sedikit demi sedikit Main terdesak mundur ke belakang. Sebuah pisau dia lemparkan. Tentu saja si bayangan dengan mudah menghindar. Tiba-tiba Main menghilang dan berpindah ke belakang si bayangan. Sebuah sabetan membuat si bayangan terluka parah di punggungnya.

"Argh!" teriak si bayangan. Dia terjatuh ke tanah. Tiada kata menyerah baginya. Denagan memutar tubuhnya dia kembali melancarkan serangannya. Sebuah sabetan dari pedang misterius dia gunakan. Tapi sekali lagi Main bisa menghindarinya dengan berteleportasi lewat pisau. "Bocah, jangan permainkan aku!" teriaknya.

Sebuah pisau terbang di sebelah kiri si bayangan. Sesaat dia bisa melihat benda itu. Tapi tiba-tiba Main datang dan langsung menyabetkan pisaunya. Kulit lengan atas si bayangan tergores dengan cahaya dari pisau tersebut. Meskipun tak membuat putus tapi mengakibatkan luka yang serius. Pakaian hitam yang digunakan untuk menutupi jati diri menjadi robek. "Argh!" teriaknya merasakan irisan cahaya pisau. Rasa sakit masih saja ditambah dengan tendangan dari Main. Pedang bayangan jatuh ke tanah.

Lagi-lagi si bayangan terkapar di tanah. Sebuah pisau melayang di depannya. Main muncul secara mendadak tapi kali ini si bayangan telah siap. Sebuah tendangan dia lancarkan. Alhasil Main terkena tendangan dan terpental ke belakang. Kini giliran Main terkapar di tanah. Si bayangan melompat tinggi dan menyerang dengan pisau cadangannya. Ketika sampai di tanah tiba-tiba sosok di depannya menghilang. Main telah berpindah ke tempat yang jauh.

"Huh, hampir saja kena," kata Main dengan leganya.

"Kau ini!" Si bayangan kembali lagi menyerang Main.

Tiada kata ketakutan pada Main. Kali ini pisau dia lempar ke arah kanan dan kiri. Tanpa persenjataan Main membentangkan tubuhnya. Tentu saja hal ini membuat si bayangan merasa senang. Dengan penuh senyuman dia menusukkan pisau yang dibawanya. Pisau tinggal satu centimeter dari tubuh Main tapi terlebih dahulu Main menghilang. Secara mendadak Main muncul di kiri si bayangan. Arah serangan berubah ke kiri. Tapi Main menghilang dengan pisau yang dibawanya. Dengan muncul kembali di belakang si bayangan Main menebaskan pisau bercahayanya. Dua garis luka tergambar di punggung si bayangan. "Arg!" teriaknya merasakan irisan pisau yang perih. Main mendendangnya hingga dia terjatuh dan tak kuat lagi berdiri.

Si bayangan telah kalah. Main memilih untuk meninggalkan si bayangan. Punggungnya dia pegang, rasa sakit masih dia alami. Dengan berjalan agak terseok-seok dan napas yang ngos-ngosan Main kembali pulang ke rumah Della.

***

Mentari baru saja menampakkan cahayanya. Para petani mulai berangkat ke tempat biasa mereka menggantungkan hidup pada tumbuhan yang mereka tanam. Tapi kali ini ada sedikit kejanggalan yang terjadi. Tanaman yang berumur kurang dari seminggu menjadi mati karena terinjak-injak. Jejak bekas petarungan mash saja membekas di sana. Dua buah pedang aneh mereka temukan. Bekas darah juga masih tampak jelas. Sesosok perempuan yang terluka menjadi fokus penglihatannya mereka. Beberapa bagian baju robek terkena serangan.

"Siapa yang tega melakukan semua ini?" tanya seorang petani pada dirinya sendiri.

Dilihatlah wajah perempuan tersebut. Ternyata dia bukanlah manusia. Kulit sedikit bersisik dengan mata berwarna hijau membuah para petani kaget. "Dia bukan manusia!" teriaknya.

"Mas, yang penting dia itu perempuan. Kita pemanasan dulu sebelum bekerja. Ada yang mau bergiliran bermain dengannya," kata seorang dengan wajah penuh nafsu.

***

Della sudah berhias dengan cantik. Sebuah tas dia bawa, dompet yang berisi uang dimasukkannya di dalam tas. Terlihat di ruang tamu Main sedang berbincang dengan Raka. "Mas-mas ganteng, aku mau ke pasar. Siapa yang mau ikut?" ajaknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Niat Laras menyelamatkan diri dari rumah justru berujung petaka ketika ia dan ketiga anaknya diculik sopir travel. Di tempat penyekapan yang kejam, ia harus kehilangan salah satu buah hatinya. Tragedi memilukan ini menyalut dendam mendalam, memicu tekadnya membongkar dalang serta motif di balik aksi keji ini. Kini, Laras harus berjuang demi menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa sekaligus meloloskan diri dari ancaman maut yang mengintai.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel ENTERNAL LOVE
9.0
Kematian Carolina di tangan penyihir hitam menghancurkan hidup Elgar. Demi membalas dendam, ia berguru pada penyihir agung untuk memburu pembunuh tunangannya. Namun, perjalanan Elgar dihadang pengkhianatan Putri Liana. Di tengah rintangan, ia bertemu gadis misterius yang berwajah persis seperti Carolina. Elgar kini bimbang antara menuntaskan dendamnya atau mencari tahu jati diri gadis itu yang mengusik batinnya.
Sampul Novel Keturunan Terakhir!
9.5
Zha, pemimpin mafia Legion Of Death berjuluk Gadis Pecinta Asap, bertekad membalas kematian ayahnya dengan memburu sisa keturunan Klan Jangkar Perak. Berbekal petunjuk tato jangkar, misinya berubah drastis setelah sebuah peluru mengungkap adanya chip manipulasi di tubuhnya sejak bayi. Begitu chip itu dilepas, tato jangkar justru muncul di kulitnya. Zha kini menghadapi kenyataan pahit tentang siapa pewaris sejati yang dicarinya.
Sampul Novel Mengambil Alih Identitas Kakakku
9.7
Kematian tragis saudara kembar di hari ulang tahunnya yang ke-18 menyisakan luka mendalam. Setelah dinodai di hotel dan wafat akibat gagal napas, reputasinya dihancurkan oleh Ginny, sahabat yang menyebarkan foto-foto kejadian tersebut. Didorong amarah, sang adik membalas dendam dengan merusak wajah Ginny yang terobsesi menggantikan kakaknya. Di tengah kucuran darah, ia bersumpah bahwa siapa pun yang terlibat dalam penderitaan kakaknya tidak akan pernah dibiarkan lolos hidup-hidup.
Sampul Novel Pemalas Penantang Dewi
7.9
Akibat menentang perintah Dewi Aria, Ken sang Pahlawan dikutuk dan dibuang ke sarang monster. Lewat kecerdasannya, ia justru berhasil memanfaatkan kutukan itu sebagai kekuatan baru. Namun, Ken kembali terseret dalam perang besar antara manusia dan iblis. Konflik ini kian pelik saat ia mengetahui bahwa sang Raja Iblis adalah sahabat lamanya. Di tengah dilema dalam memilih pihak, Ken mulai menyusun rencana matang untuk membalas dendam kepada sang Dewi.