APKDock Logo
Sampul Novel ENTERNAL LOVE

ENTERNAL LOVE

9.0 / 10.0
Kematian Carolina di tangan penyihir hitam menghancurkan hidup Elgar. Demi membalas dendam, ia berguru pada penyihir agung untuk memburu pembunuh tunangannya. Namun, perjalanan Elgar dihadang pengkhianatan Putri Liana. Di tengah rintangan, ia bertemu gadis misterius yang berwajah persis seperti Carolina. Elgar kini bimbang antara menuntaskan dendamnya atau mencari tahu jati diri gadis itu yang mengusik batinnya.

ENTERNAL LOVE Bab 1

Angin musim dingin menerpa wajah Elgar dengan ganas, membawa serta hembusan debu dan aroma darah. Bunyi bentrokan pedang dan jeritan kesakitan memenuhi udara, menciptakan simfoni kematian yang mengerikan.

Sebagai putra mahkota Kerajaan Xylosia, Elgar sudah terbiasa dengan medan perang. Namun, pertempuran di perbatasan kali ini terasa berbeda.

Musuh mereka, suku dari utara, jauh lebih kejam dan licik dari yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Elgar mengayunkan pedangnya, menebas seorang prajurit musuh yang berusaha menyerangnya dari belakang.

Napasnya tersengal-sengal, keringat dingin membasahi dahinya. Luka terbuka di lengan kirinya terasa semakin perih, namun ia berusaha mengabaikannya.

Ia harus bertahan demi rakyatnya, demi kerajaan yang ia cintai.

"Mundur!" teriaknya kepada pasukannya. "Kita harus mundur!"

Namun, pergerakan mereka terhalang oleh pasukan musuh yang semakin mendesak. Elgar berusaha sekuat tenaga untuk membuka jalan bagi pasukannya, namun jumlah musuh terlalu banyak.

"Mau pergi kemana kau, Pangeran Mahkota Xylosia?"

Tiba-tiba, sebuah suara menghentikan pergerakan Elgar dan pasukannya untuk mundur. Suara itu berasal dari pemimpin suku utara yang ingin melakukan kudeta kepada pihak kerajaan yaitu, Antonio Conte Casillas.

Pria itu, saat ini tengah berdiri dihadapan Elgar dengan jarak kurang lebih 3 meter sambil membawa sebuah busur panah di tangannya.

Elgar tidak menghiraukan ucapannya dan hanya memandang Antonio dalam diam, seolah ia tidak mendengar apa-apa tadi. Hal itu membuat Antonio geram kepada Elgar karena telah mengabaikan perkataannya.

Sesaat kemudian, sebuah anak panah melesat dengan cepat ke arah Elgar tanpa bisa dihindari. Panah itu langsung mengenai tubuhnya tepatnya di bagian perut.

Darah segar mengalir dengan deras dari arah perutnya, membuat seluruh bawahannya sangat khawatir dengan keadaannya. Namun, Elgar masih bisa menahan rasa sakit itu dan kemudian ia menatap ke arah sang pelaku penyerangannya yang tidak lain adalah Antonio.

Karena keadaan Elgar yang terluka parah, membuatnya tidak bisa memimpin pasukannya lagi dan pada akhirnya ia memerintahkan pasukannya untuk terus mundur.

Dalam keadaan yang sudah terluka parah, Elgar tetap melawan musuh yang mencoba menghalanginya. Walaupun pergerakannya terbatas karena luka-luka yang ada pada tubuhnya.

Sampai akhirnya, ia terdesak hingga ke tepi hutan. Karena putus asa, akhirnya Elgar memilih melompat ke dalam hutan.

Ia terus berlari, tanpa peduli dengan ranting-ranting pohon yang mencakar kulitnya atau semak belukar yang menggores wajahnya. Ia hanya ingin menjauh dari medan perang.

Setelah berlari cukup jauh, Elgar berhenti di sebuah sungai kecil. Ia menenggelamkan wajahnya ke dalam air, berusaha untuk menenangkan diri.

Ditempat lain para prajuritnya telah berhasil lolos dari kejaran musuh. Namun, mereka semua terkejut dengan hilangnya sang pangera mahkota yang tidak ada dalam pasukan.

Dan hal itu membuat para prajurit dan jendral yang menjadi tangan kanan Elgar kalang kabut mencarinya.

Sementara itu, luka yang Elgar dapatkan semakin parah, bahkan anak panah yang tadi menancap di perutnya saja belum tercabut membuatnya sesekali meringis kesakitan dan darahnya terus saja mengalir.

Ditengah ketenangannya, tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki mendekat. Ia langsung waspada dan berusaha menyembunyikan diri di balik semak-semak dengan susah payah.

Seorang gadis muda muncul dari balik pepohonan. Rambutnya yang panjang terurai bebas, matanya yang besar berbinar, dan kulitnya yang putih bersih membuatnya terlihat seperti seorang peri hutan.

Gadis itu mengenakan gaun sederhana berwarna putih, dan di tangannya terdapat sebuah keranjang anyaman.

Elgar sebenarnya penasaran dengan suara langkah kaki itu, namun akibat lukanya yang semakin parah membuat kesadarannya semakin lama semakin menipis dan berakhir ia tak sadarkan diri.

Melihat pergerakan aneh dari semak-semak yang ada di depannya membuat gadis yang bernama Carolina penasaran. Setelah mengumpulkan keberaniannya, ia mulai melangkahkan kakinya mendekati semak-semak itu.

"Astaga!" Pekik Carolina sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan karena terkejut, dan membuat keranjang anyaman yang ia bawa terjatuh ke tanah.

Betapa terkejutnya ia, setelah mengetahui ternyata ada seorang pria yang tergeletak di balik semak-semak itu dengan keadaan yang cukup mengenaskan.

Bagaimana tidak, pria itu memiliki banyak luka yang sangat parah, darah merah yang belum mengering di setiap lukanya dan yang lebih parahnya sebuah anak panah masih menancap pada perut pria itu.

"Bagaimana ini? Aku harus bagaimana?" gumam Carolina bingung, matanya menatap intens ke arah pria yang tergeletak tak sadarkan diri di hadapannya. Pikirannya berkecamuk, perasaan bersalah dan dilema bercampur aduk dalam hatinya.

Carolina, gadis pencinta kesunyian yang lebih nyaman hidup menyendiri di pondok warisan orang tuanya, kini dihadapkan pada situasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Pria asing itu, dengan luka menganga di lengannya, tergeletak di depan matanya saat ini, seolah memohon pertolongan.

Ingatan tentang masa lalunya yang kelam kembali menghantuinya. Kejadian tragis yang merenggut kedua orang tuanya membuatnya menarik diri dari dunia dan memilih hidup terisolasi di dalam hutan.

Ia takut akan interaksi dengan orang lain, takut akan rasa sakit yang mungkin kembali menimpanya. Namun, melihat nyawa seseorang dalam bahaya, hatinya tergelitik.

Nilai-nilai kemanusiaan yang terpendam dalam dirinya mulai muncul, bertentangan dengan sifat antisosialnya. Di satu sisi, ia ingin menolong, tetapi di sisi-sisi lain, ia takut akan konsekuensi yang mungkin terjadi jika ia terlibat dengan orang lain.

"Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, sebentar lagi malam akan tiba" gumamnya lagi, kali ini dengan nada lebih tegas.

Dengan hati berdebar kencang, Carolina perlahan mendekati pria itu. Ia berhati-hati memeriksa luka di lengan dan perut pria itu yang masih tertancap panah, kemudian dengan ragu-ragu, ia memutuskan untuk membawanya ke pondoknya yang tidak terlalu jauh dari tempat itu.

Dengan susah payah, Carolina memapah tubuh pria itu. Tubuhnya yang kecil membuatnya kerepotan. Berkali-kali ia hampir terjatuh, namun ia tetap berusaha. Akhirnya, dengan napas terengah-engah, ia berhasil membawa tubuh itu ke dalam pondoknya.

Pondok sederhana itu memiliki dua kamar. Satu kamar adalah miliknya, sedangkan kamar satunya lagi merupakan kamar mendiang orang tuanya. Dengan hati-hati, Carolina membawa tubuh pria itu ke kamar orang tuanya. Ia tidak mungkin membawanya ke kamarnya.

Setelah meletakkan tubuh pria itu di atas ranjang tua, Carolina menghela napas panjang. Ia menatap wajah pria itu yang pucat pasi. Hatinya dipenuhi oleh rasa iba dan pertanyaan.

Siapakah pria ini? Bagaimana bisa ia terluka parah seperti ini? Dan mengapa ia harus menemukannya dalam keadaan seperti ini?

Rasa penasarannya semakin memuncak saat ia memperhatikan pakaian yang dikenakan pria itu. Sebuah firasat aneh muncul dalam benaknya.

Pria yang terluka ini bukanlah orang sembarangan. Ia mungkin berasal dari kalangan bangsawan atau memiliki status sosial yang tinggi. Namun, mengapa ia berada di hutan belantara dalam keadaan terluka parah? Dan siapa yang ingin membunuhnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di benaknya. Carolina merasa semakin tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang pria misterius ini. Namun, ia juga merasa takut. Apa yang akan terjadi jika ia terlibat lebih dalam, dalam masalah ini?

Lanjut Membaca

Daftar Isi ENTERNAL LOVE

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan