APKDock Logo
Sampul Novel Dilema Hati

Dilema Hati

8.3 / 10.0
Kehidupan mandiri Leonard Mahendra yang berusia 38 tahun berubah drastis sejak kedatangan Evelyn. Putri sahabatnya itu menumpang hidup karena sang ayah berdinas di luar negeri. Kepribadian Evelyn yang periang memberi warna baru pada hari-hari Leonard. Lambat laun, kepedulian Leonard berkembang menjadi cinta terlarang. Evelyn pun bimbang karena memendam rasa pada teman ayahnya. Hubungan rahasia ini terancam hancur saat ayah Evelyn pulang dan mengetahui segalanya.

Dilema Hati Bab 1

Leonard Mahendra duduk di ruang tamu yang terletak di sudut rumahnya. Suasana tenang dan sunyi, hanya terdengar suara kipas angin yang berputar lembut di sudut ruangan. Pagi itu, seperti biasa, ia menyeduh secangkir kopi hitam yang sudah menjadi rutinitas setiap hari. Rumah yang besar dan megah ini terasa sepi, tanpa ada suara riuh anak-anak atau kehadiran seorang wanita. Sungguh, hidupnya berjalan sangat teratur, tanpa ada gangguan berarti.

Tapi segalanya mulai berubah ketika Evelyn, putri sahabat lamanya, datang untuk tinggal bersamanya. Sang ayah, yang bekerja di luar negeri untuk beberapa tahun ke depan, meminta Leonard untuk menjaga Evelyn, yang baru saja lulus dari universitas. "Jaga dia baik-baik, Leonard. Kamu tahu betapa pentingnya dia bagi kami," pesan sahabatnya yang selalu membuat Leonard merasa lebih seperti keluarga daripada sekadar teman.

Leonard tidak pernah menyangka bahwa kehidupan yang awalnya tenang dan teratur itu akan berubah begitu cepat. Ia mengingat hari pertama Evelyn datang, wajahnya yang cerah dan senyumnya yang selalu membuatnya terkesima. Namun, ia mencoba menahan perasaan itu, mengingat ia adalah seorang teman lama ayah Evelyn, dan tidak ada yang bisa lebih rumit dari menjalin hubungan dengan anak sahabat sendiri.

Pagi itu, Evelyn masuk ke ruang tamu, membawa seplastik roti bakar dan secangkir jus jeruk. "Pagi, Om Leonard. Ini buat sarapan," kata Evelyn dengan senyum cerianya, sambil meletakkan makanan di meja.

Leonard menatapnya, berusaha untuk tetap tenang, namun hatinya tak bisa menghindari detak yang lebih cepat setiap kali melihat Evelyn. "Terima kasih, Evelyn. Kamu baik sekali," jawabnya, mencoba mengalihkan perhatian dengan melanjutkan pekerjaan yang belum selesai di mejanya.

Namun, Evelyn tidak menghiraukan kata-katanya dan duduk di samping Leonard, memperhatikan layar laptopnya. "Om Leonard, aku harus ngerjain laporan ini. Bisa bantuin aku?" tanyanya, dengan mata yang memohon.

Leonard mengalihkan pandangannya ke Evelyn, ragu sejenak. "Tentu, aku bisa bantu, tapi aku rasa kamu bisa melakukannya sendiri. Kamu sudah lulus kuliah, kan? Pasti sudah cukup pintar untuk ini," jawabnya, meski di dalam hati ia ingin lebih dekat lagi dengannya.

Evelyn tertawa kecil. "Iya, tapi kadang aku butuh bantuan Om. Kamu lebih berpengalaman, kan?"

Leonard tersenyum tipis, merasa canggung. Evelyn sangat polos dan tak tahu betapa sulitnya baginya menjaga jarak dengan gadis yang sudah begitu dia anggap sebagai adik sendiri, meski hatinya menyimpan perasaan yang jauh lebih rumit. "Baiklah, kita lihat apa yang bisa aku bantu," jawabnya, menghindari tatapan langsung dari Evelyn.

Sementara itu, Evelyn yang sibuk dengan laporan di laptopnya sesekali mencuri pandang ke arah Leonard. Ada sesuatu yang berbeda hari ini. Ada ketegangan yang terasa di antara mereka, meski tidak diungkapkan secara langsung. Ia merasa ada yang berubah, meski tak tahu persis apa itu.

Setelah beberapa saat, Evelyn menutup laptopnya dan memandang Leonard dengan serius. "Om Leonard, aku ingin bertanya sesuatu," katanya, suaranya sedikit ragu.

Leonard menoleh, sedikit terkejut. "Tanya saja, Evelyn. Apa yang kamu pikirkan?"

Evelyn menghela napas, mencoba mencari kata-kata yang tepat. "Aku tahu ini mungkin aneh, tapi... aku merasa aku mulai melihatmu sebagai lebih dari sekadar teman ayahku." Ia menunduk, wajahnya memerah. "Maksudku, Om Leonard, kadang aku merasa lebih nyaman denganmu daripada dengan orang lain. Aku... aku merasa kita bisa saling memahami."

Leonard terdiam, perasaannya langsung campur aduk. Ia bisa merasakan kedekatan yang Evelyn rasakan, namun itu adalah perasaan yang tak bisa ia balas. Mengingat posisi mereka, hal itu tidak boleh terjadi. "Evelyn, kita harus hati-hati dengan perasaan seperti itu," kata Leonard akhirnya, suara berat, mencoba mengatur kata-katanya. "Aku tahu kamu merasa begitu, tapi kamu harus ingat kita hanya teman, dan aku sudah seperti keluarga buatmu."

Evelyn merasa cemas mendengar itu, hatinya mulai berkecamuk. "Tapi Om, aku nggak bisa membohongi perasaanku. Aku suka kamu, dan... aku merasa nyaman di dekatmu."

Leonard merasakan dadanya sesak. Ia tahu, perasaan Evelyn bukan hanya sekadar kekaguman biasa. Ada sesuatu yang lebih dalam, dan itu membuatnya takut. Ia menatap Evelyn dengan penuh perhatian, mencoba menjaga ketenangannya. "Evelyn, aku tahu ini sangat sulit, tapi kita tidak bisa membiarkan perasaan itu berkembang. Aku lebih tua dari kamu, dan kita punya hubungan yang harus kita jaga."

Namun, meskipun kata-kata itu keluar begitu tegas, Leonard tahu bahwa dirinya pun tak mampu sepenuhnya mengabaikan perasaan yang tumbuh dalam dirinya. Dan saat itu, ia sadar bahwa mungkin ia sudah terperangkap dalam perasaan yang tak bisa ia hindari.

Tiba-tiba, pintu depan terbuka, dan Gustavo, ayah Evelyn, muncul di ambang pintu. Ia baru saja kembali dari perjalanan bisnis yang panjang.

"Evelyn, Leonard," sapa Gustavo, senyum lebar terukir di wajahnya. "Aku baru saja sampai. Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat canggung seperti itu?"

Evelyn cepat-cepat menyembunyikan ekspresinya, mencoba menenangkan dirinya. "Nggak, Pa. Kami hanya ngobrol aja."

Leonard berpura-pura santai, meskipun ada ketegangan yang jelas terjaga antara dirinya dan Evelyn. Namun, satu hal yang pasti-kehadiran Gustavo kali ini mungkin lebih penting daripada yang mereka duga. Karena tak lama setelah itu, semuanya akan berubah.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dilema Hati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Jodoh Dari Ayah
9.2
Genta Mackenzie, pria blasteran yang kerap bergonta-ganti pasangan, akhirnya harus tunduk pada perjodohan yang diatur oleh sang ayah. Tak disangka, pertemuan pertamanya dengan sang calon istri justru menumbuhkan benih cinta yang tulus di hatinya. Genta pun langsung menyatakan perasaannya tanpa ragu. Kini, sang gadis dihadapkan pada kebimbangan besar. Sanggupkah ia membalas ketulusan pria pilihan orang tuanya itu dan membuka hati untuk pernikahan ini?
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Sikap santun sang menantu rupanya hanya topeng. Kini, Mak Esah harus menghadapi lisan tajam dan perilaku tidak sopan dari istri anaknya tersebut. Di balik perubahan drastis ini, Mak Esah mencium adanya sebuah rahasia besar yang sengaja ditutupi darinya. Konflik batin dan ketegangan di antara mereka pun kian memuncak. Sanggupkah Mak Esah bertahan dari tekanan mental yang menderanya? Mampukah semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi akhirnya terbongkar?
Sampul Novel Obsession of teacher
9.6
Dunia seorang mahasiswi tingkat akhir di universitas elite New York runtuh seketika. Perlakuan keji dari dosennya sendiri meninggalkan trauma psikologis yang sangat mendalam. Pasca-kejadian tragis tersebut, ia harus berjuang menghadapi depresi hebat dan dorongan untuk mengakhiri hidupnya. Kisah pilu ini menyoroti pergulatan batin seorang wanita yang hancur akibat obsesi menyimpang sang pendidik.
Sampul Novel Pernikahan Sandiwara
8.0
Bagi Dina Sesan, mencintai Regent Parlindungan bagai mimpi. Namun, pernikahan mereka hanyalah status palsu demi menolong Regent, sang putra bangsawan, mengamankan hak waris dari ayahnya. Seiring waktu, benih cinta sebenarnya mulai tumbuh di antara mereka. Sayangnya, bayang-bayang masa lalu Regent dengan wanita lain membuat Dina ragu. Akankah ia bersedia menerima lamaran tulus Regent dan mengubah hubungan sandiwara ini menjadi ikatan suci yang nyata?
Sampul Novel Suamiku Sepupuku
8.5
Sejak yatim piatu akibat kecelakaan maut di masa kecil, Laura yang kini berusia 21 tahun dibesarkan oleh keluarga paman dan bibinya. Ia selalu bersikap dingin kepada Gabriel, sepupu tunggalnya. Namun, situasi berubah mencekam saat Gabriel mulai melihat gadis ceria itu sebagai seorang wanita. Terobsesi memiliki Laura, Gabriel tega menjebak dan menodainya demi memaksakan sebuah pernikahan. Kini, Laura terperangkap dalam nasib gelap akibat ambisi gila sepupunya sendiri.
Sampul Novel Upacara Kedewasaan Berdarah
8.5
Misteri besar menyelimuti sebuah desa yang tidak memiliki satu pun laki-laki dewasa. Di sini, setiap gadis yang genap berusia 18 tahun diharuskan menjalani upacara kedewasaan bersama di dalam kuil leluhur. Mereka masuk dengan pakaian indah, lalu keluar membawa ekspresi ganjil antara rasa sakit dan kesenangan. Meski sang nenek melarang keras kakak perempuan protagonis untuk berpartisipasi, rasa penasaran membuatnya nekat menyelinap ke kuil pada malam hari. Ia pun kembali dengan langkah tertatih dan darah segar yang terus menetes.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan