APKDock Logo
Sampul Novel Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir

Aku Dan Ayahku Super Tajir Melintir

7.8 / 10.0
Secara misterius, jiwa Ana tertukar ke dalam raga ibunya. Kejadian aneh ini justru menyingkap fakta bahwa ayah kandungnya adalah seorang bangsawan keraton bergelimang harta yang dahulu sempat merusak hidup mereka. Menghadapi kenyataan rumit tentang asal-usul dirinya, Ana bertekad untuk kembali mempersatukan cinta orang tuanya yang terpisah jurang sosial. Namun, merajut kembali hubungan yang penuh perbedaan itu menghadapkannya pada rintangan yang sangat berat.

Aku Dan Ayahku Super Tajir Melintir Bab 1

"Katakan saja siapa ayahku, dan aku akan menurut,” ucap Ana gadis remaja kelas tiga SMA. Dengan sangat santai dia melempar beberapa lembar hasil ujian ke atas meja di ruangan tengah. Masih tak peduli, Ana duduk di sofa mengamati Penelope ibunya yang sudah memperlihatkan wajah angker.

“Sudah Ibu bilang. Ayahmu memang meninggal!” Penelope yang biasa dipanggil Pen, membentak sembari mengambil semua lembar hasil ujian milik Ana. Kedua matanya melotot saat melihat semua nilai dengan tinta merah di setiap lembarnya.

Hidupnya selalu saja tidak tenang ketika pulang ke rumah. Ana masih sengaja membuat ulah. Pen yang berusaha menahan amarah, tetap saja gagal. Gadis itu terlihat tidak peduli dengan kemarahannya.

“Empat puluh, tiga puluh sembilan, dua puluh lima? Argh!” teriak Pen semakin keras. Dia meremas semua hasil ujian tengah semester itu. “Ana, ini bukan lelucon!” lanjutnya dengan tegas. "Apa ini ... karena pemuda itu? Pantas nilaimu jelek,” imbuhnya kemudian membayangkan pemuda berambut keriting, berkulit hitam, dan gendut yang selalu mengantar anaknya pulang sekolah. Dia lemas, sambil memegang kepalanya yang terasa pening.

“Hei, hentikan!” protes Ana sambil mengunyah keripik. Dia duduk sambil mengangkat salah satu kakinya di kursi sofa, persis seperti pria saat nongkrong di warung.

Selama ini mereka berdua tinggal di sebuah apartemen kecil di tengah kota Yogyakarta. Pen yang terus berusaha membuat sang anak menurut, tetap saja gagal. Semua sudah dia lakukan mulai dari memberikan apa pun yang Ana mau. Tapi, tetap saja hubungan mereka selalu buruk.

Pen mendekati Ana dan menarik kakinya. Spontan menepuk paha Ana yang terlihat karena memakai celana pendek yang sangat ketat. “Kalau nilai ujian itu tidak kamu perbaiki, kau akan menyesal,” kata Pen sangat pelan, dengan kedua mata melotot tajam.

“Apa urusanmu?” balas Ana santai sambil memperlihatkan gigi ratanya yang dipenuhi sisa keripik. Pen hanya menghela napas panjang.

“Apa maumu?” tanya Pen lemas dan akhirnya menyerah. Dia merebahkan tubuh di kursi sofa, sambil menatap Ana yang mendadak membuang keripiknya ke sembarang tempat.

Ana mendekati sang ibu, lalu duduk tepat di sebelahnya. Menatap Pen dengan tatapan sangat menusuk. Pen mengerutkan kedua alisnya sangat dalam, membalas tatapan itu. Kedua mata mereka saling bertumbukan tajam.

“Katakan maumu gadis muda?” ucap Pen pelan. Salah satu alisnya terangkat.

Ana tersenyum. Kali ini dia yakin berhasil membuat sang ibu akan mengatakan rahasia tentang ayahnya yang selama ini selalu ditutup rapat.

“Pen, kau tahu apa mauku,” balas Ana dengan penekanan lebih. Kedua matanya menyipit. Menyorot tajam ke arah Pen, seperti pedang yang ingin membelahnya.

“Panggil aku dengan sopan,” balas Pen sembari menepuk jidat Ana.

Pen berusaha mengatasi hatinya. Anak satu-satunya itu selalu memanggilnya dengan sebutan nama. Hal itu dilakukan Ana agar sang ibu mau mengatakan semua yang ingin dia ketahui tentang ayahnya.

“Aku akan memanggilmu Ibu ... kalau kau mengatakan siapa ayahku. Itu yang aku mau. Kau--”

“Ayahmu sudah mati. Ya, memang seperti itu. Apalagi yang harus Ibu katakan?” balas Pen singkat.

Seperti biasanya Pen masih saja menutup mulut. Pen hanya tidak ingin Ana mengingat sosok yang sudah membuatnya terpuruk. Dia selalu saja mengatakan kebohongan agar Ana bisa mempercayai semua perkataannya. Namun, Ana gadis yang sangat cerdas dan tidak bisa dikelabui begitu saja oleh Pen.

“Aku tidak percaya!” Ana kembali berteriak. Dia berdiri sambil berkacak pinggang. “Mana surat kematiannya?” imbuhnya sambil mengulurkan tangan tepat ke wajah Pen.

“Kami bercerai, lalu dia kecelakaan dan mati. Surat cerai sudah Ibu berikan kepadamu. Apa itu tidak cukup?” Pen menampis tangan Ana, kemudian beranjak dari duduknya. Dia berdiri tepat di hadapan Ana.

“Aku tidak percaya. Dasar pembohong.” Ana mendorong pundak kanan Pen dengan kasar.

“Kau!" Pen berusaha menahan amarah ketika Ana sangat kurang ajar.

Ana sebenarnya sangat pintar. Pen pun tahu itu. Saat melakukan tes IQ di sekolahnya, Ana mendapatkan hasil luar biasa. IQ Ana sangat tinggi dan tergolong jenius. Bahkan mengalahkan semua teman satu sekolahnya. Ana hanya ingin kebenaran. Hingga dia selalu melakukan hal buruk di sekolah. Sengaja membuat dirinya terlihat bodoh dan nakal. Untuk memancing Pen agar memberitahunya. Tapi, usahanya selalu gagal. Pen tetap memilih bungkam.

“Argh! Selalu saja berbohong. Ayolah, Pen.” Ana melemparkan tubuhnya kembali ke kursi sofa. “Paling tidak, inisialnya saja. Hei, aku sudah berumur 17 tahun, dan aku berhak mengetahuinya."

Pen mengurut pelipisnya. Dia kembali duduk, kemudian menundukkan kepala. “Apakah memiliki seorang ibu saja tidak cukup buatmu?"

Ana kembali berdiri dan menatap Pen yang seketika mendongakkan kepalanya. Kali ini dia menangis sambil menatap ibunya. “Tapi, kau tidak pernah merasakan menjadi diriku di sekolah. Kau tak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang merindukan sosok ayahnya. Kau tidak tahu!” bentak Ana sambil menangis.

Pen semakin kecewa dengan pernyataan Ana. Dia pun berdiri, kemudian mendekati anaknya. Jarak mereka sangat dekat. Mereka semakin saling membalas tatapan dengan tajam.

“Apa kau tahu rasanya menjadi seorang ibu? Bagaimana perasaan Ibu tahu anaknya selalu saja bikin ulah? Kau tidak akan pernah tahu. Karena kau hanya memikirkan dirimu sendiri!” balas Pen semakin membentak.

Ana semakin geram. Dia masuk ke dalam kamarnya dan mengentakkan pintu sangat keras. Pen semakin tak percaya Ana sangat menyebalkan. Dia pun masuk ke dalam kamarnya.

Di dalam kamar, mereka sama-sama menangis. Rasa kesal membuat mereka tidak ingin keluar kamar. Hingga mereka menatap jendela kamar dan sangat terkejut ketika melihat bintang seakan jatuh dari langit. Keinginan masing-masing spontan terucap dalam batin terdalam.

“Andaikan Ibu bisa menjadi diriku dan tahu perasaanku,” ucap Ana dengan menangis.

“Andaikan anakku tahu bagaimana menderitanya diriku saat ini,” batin Pen sambil menghela napas panjang.

Tangisan keduanya pun reda saat tengah malam. Rasa kantuk semakin melanda mereka, membuat kedua mata yang ingin terbuka sudah terasa berat disangga. Mereka pun terlelap hingga pagi.

KRING!!

“Gawat!” teriak Pen ketika bunyi alarm di atas nakas memekakkan telinganya. “Aduh, aku bisa terlambat bekerja,” gerutunya sambil berjalan cepat dan masuk ke kamar mandi.

Sementara, Ana kebingungan saat tidak mendengar alarm yang biasanya dia nyalakan di kamar. Tanpa melihat sekitar, dia segera menuruni ranjang.

“Adew, aku terlambat bangun. Argh!” teriak Ana berlari masuk ke dalam kamar mandi. Dia tak melihat sang ibu yang sudah berdiri di depan wastafel. Tentu saja membuat Pen marah. Apalagi odol yang dia gunakan muncrat akibat senggolan Ana.

“Kau--,” ucap Pen terhenti saat melihat Ana. “Apa ini? Kok aku melihat diriku?” lanjutnya sambil menunjuk dirinya sendiri di hadapannya.

“Loh, kok aku kembar?” Ana pun menunjuk dirinya sendiri tepat di hadapannya.

Spontan mereka menolehkan pandangan ke kaca di atas wastafel. Kedua mata mereka melotot tajam, tak percaya dengan penglihatan mereka. Hingga mereka, “argh!” sama-sama berteriak keras.

“Kenapa aku jadi Ibu?!” teriak Ana.

“Kenapa aku jadi Ana?!” teriak Pen.

ARGH!!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Aku Dan Ayahku Super Tajir Melintir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Keinginan Miranda menikmati hiburan berujung kekacauan setelah ia melewati malam intim dengan Athes Russel. Masalah semakin rumit saat ia tahu bahwa pria tersebut adalah mitra bisnis ayahnya. Walau Miranda berupaya keras menghindar dan menampiknya, Athes yang terobsesi pada momen itu justru gencar mengejarnya. Miranda pun kini terjebak di tengah ancaman skandal besar serta jeratan pria yang semestinya ia jauhi sejak awal.
Sampul Novel December to January
7.9
Kepergian seseorang di bulan Desember menyisakan luka mendalam yang tak kunjung sembuh. Begitu lembaran kalender berganti ke Januari, memori masa lalu tersebut tetap membayangi dan menjungkirbalikkan seluruh kehidupan yang dijalani. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional yang penuh dilema, memperlihatkan bagaimana kepedihan di akhir tahun terus mengikuti langkah demi langkah di lembaran baru, hingga sangat sulit untuk dilepaskan.
Sampul Novel Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
8.4
Pernikahan Zevan yang tampak sempurna selama dua tahun hancur seketika saat perselingkuhan istrinya, Clara, terbongkar. Di tengah amarah dan rasa sakit yang mendalam, ia meluapkan emosinya di dalam kamar yang gelap. Namun saat pagi tiba, Zevan terkejut karena sosok di ranjangnya bukanlah Clara, melainkan Amanda, sang pelayan baru. Kini ia terjebak di antara pengkhianatan sang istri dan kesalahan fatalnya sendiri. Haruskah ia menuntut balas, atau menghadapi kerumitan ini?
Sampul Novel Jodoh Pilihan Ayah
8.0
Zeva terpaksa mengencani Alex demi menyelamatkan bisnis keluarganya atas desakan sang ayah. Padahal, ia menyembunyikan hubungan asmaranya dengan Darrel dari orang tuanya. Konflik batin pun melanda Zeva ketika daya tarik Alex perlahan-lahan mulai memikat hatinya. Kini, ia berada di persimpangan jalan antara bakti pada keluarga, komitmennya kepada Darrel, serta getaran baru yang kian nyata. Akankah pilihan Zeva membawanya pada kebahagiaan atau justru penyesalan?
Sampul Novel Obsesi Cinta Mafia Kejam
8.4
William Henry, gembong mafia berdarah Italia-Indonesia, mendarat di Jakarta untuk menuntut balas atas kematian ayahnya kepada Thomas Hartono. Rencana balas dendamnya goyah seketika saat ia terobsesi pada Wulan, putri tunggal sang musuh. Walau Wulan sudah bertunangan, hasrat gelap William mendorongnya menghalalkan segala cara untuk merebutnya. Kini ia terjebak dilema antara dendam masa lalu atau obsesi cintanya. William bersumpah takkan membiarkan siapa pun memiliki Wulan jika ia gagal mendapatkannya.
Sampul Novel Terjebak Dalam Mantra Istriku
8.8
Demi membalas dendam pada keluarga Evans, Lena yang lahir dari perselingkuhan terpaksa berpura-pura menjadi putri mereka untuk menikahi Dylan karena diancam. Lena sengaja memikat Dylan hingga pria itu mencintainya dengan sangat obsesif, lalu memakai perasaan tersebut untuk merusak nama baik Evans. Namun, di tengah aksi balas dendamnya, Dylan mulai menaruh curiga pada identitas asli istrinya yang menyembunyikan rahasia gelap di balik daya pikatnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan