APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Crazy Man

My Crazy Man

Azura, supermodel populer yang dingin, didera trauma mendalam akibat kegagalan asmara masa lalunya. Ketenangan hidupnya terusik sejak kehadiran Devano Mackzie. Jauh dari citra CEO berwibawa, Devano adalah pria menyebalkan yang konyol dan sangat cerewet. Kegigihan serta sifat banyak bicaranya benar-benar menguji kesabaran Azura. Mampukah keteguhan sikap acuh sang model akhirnya luluh oleh kegilaan cinta yang ditunjukkan pria tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudah seminggu semenjak malam itu Azura selalu mendapatkan bunga dimanapun dia berada, dia masih di Indonesia sebelum berangkat lagi kembali ke London.

Azura yang cuek tidak terpikirkan semua bunga yang dia terima itu dari mana asalnya, dia selalu menyuruh asistennya untuk menerima bunga itu.

Menempuh perjalanan dari jakarta ke London membuat tubuh Azura terasa remuk, dan kebetulan jadwal padatnya itu hari ini kosong. Azura ingin tidur sepuasnya dikasur empuknya.

"Selamat tidur Yohanest, semoga lusa anda sudah fit untuk kembali ke pekerjaan anda". Azura mendengus dan menepuk bokong asistennya itu lalu sedikit tersenyum. Catat sedikit.

Azura meraih ponselnya dan mengecek beberapa media sosial pribadinya. Disana dia melihat postingan Banu, mantan kekasihnya yang sekarang juga menjadi mantan kekasih sepupunya. Raut dingin Azura selalu berubah sendu setiap dia sendiri didalam kamar dan melihat potret pria bernama Banu itu. Hati Azura sakit melihat Banu jatuh karena perasaannya kepada Viza, tapi apa perdulinya. Mereka sudah lama berakhir, dan dia juga mengatakan hal itu kepada Banu.

Azura tersenyum sedih, dibukanya laci didekat tempat tidurnya disana ada sebuah kotak persegi berwarna merah dia membuka kotak itu dan melihat keringnya beberapa kelopak mawar yang dia simpan.

Itulah adalah kenangannya dan Banu, mawar pertama yang Banu berikan padanya dia simpan meski sudah kering seperti kerupuk. Lagi Azura tersenyum sendu, menutup laci dan kotak itu lalu beranjak ke kamar mandi.

***

Tidur Azura benar-benar nyenyak hingga dia bangun pukul dua belas siang. Azura merenggangkan otot-ototnya, lalu melihat betapa indah pemandangan kota London siang ini.

Saat ingin berdiri membuat sarapan untuk dirinya sendiri Azura melihat seprei putih yang menutupi dirinya, mengingatkan seminggu lalu akan malam terkutuk yang dia nikmati itu. " stupid, stupid," Azura meracau pada dirinya sendiri. " bagaimana jika mom ataupun dad tahu akan hal ini." Azura menggelengkan kepalanya lalu bergegas mandi.

Ting nung....ting nung....

Azura yang masih memakai bathrobe keluar dari kamarnya dan melihat siapa yang bertamu ke apartementnya. Azura membuka pintu dan melihat seorang pria memakai topi yang menutupi wajah pria itu, dan Azura berpikir pria ini adalah kurir pengantar bunga karena memang pria itu membawa bunga.

"Ada yang harus saya tanda tangani ?" Tanya Azura santai. Pria itu membuka perlahan topinya dan tersenyum membuat Azura tidak mengerti. Hingga beberapa detik berlalu dan Azura ingat wajah pria ini.

"What are you doing here ?" Kata Azura terkejut, ditelitinya pria itu dan dia mulai waspada. Bisa saja pria ini orang jahat, ya tuhan dia sudah tidur dengan pria gila. Lihat dia sampai ke London dan berada didepan apartementnya.

Tunggu bagaimana pria ini tahu apartement nya ?

"Wait, how do you know my apartment ?" Azura masih tak habis pikir. Dia sudah siap ingin masuk kedalam apartement nya tapi pria ini benar-benar tidak tahu diri, dia mencium bibir Azura tiba-tiba dan mendorong tubuh Azura masuk kedalam. Azura pening bukan main karena serangan tiba-tiba yang membuatnya hampir lupa diri. Azura menjauhkan tubuh pria tidak sopan ini sekuat tenaga.

"Get out," usir Azura tidak ingin melihat pria ini lagi. Tapi pria ini malah menjulurkan tangannya kepada Azura.

"Hai Azura, aku Devano. Panggil saja Devan atau Dev, atau sayang juga boleh." Raut wajah dingin Azura berubah jadi jijik melihat pria yang dia nilai petakilan ini.

"Lalu apa urusannya denganku ?"

Azura melipat kedua tangannya didepan dada melihat serius si Devani atau siapalah namanya tadi pikir Azura.

"Ckckck, jutek amat sih yang. Urusanku kesini karena ingin mengantarkan bunga untuk calon istriku, lalu ingin mengajaknya menikah secepatnya."

Azura merasa geli dan hanya menggelengkan kepalanya, padahal perkiraan Devan kalau Azura akan tertawa mengejeknya. Tapi sungguh wanita ini begitu dingin.

"I warn you, get out now. "

"Dan jika aku tidak mau ?"

"Fine " Azura berjalan kearah telpon didekat ruang tamu miliknya tapi tubuhnya melayang diangkat oleh Devan.

"Are you crazy ha ?"

"Yes, i'm crazy because you my Zura."

######

Azura mendengus kasar mendengar ucapan pria aneh juga gila yang menggendongnya ini.

Azura berusaha meronta tapi Devano tidak membiarkan dirinya bisa lepas, hingga Devano merebahkan Azura keatas ranjangnya. Azura cukup terkejut karena Devano membawa dirinya kedalam kamar, dia waspada jika pria gila ini akan memperkosanya.

"Kau mau apa ?" Tanya Azura melotot dan mencoba bangkit, tapi Devano mengunci tubuhnya. Devan memperhatikan wajah dingin dan galak Azura, dia begitu mengagumi wajah ini. Dikecupnya kening Azura dan itu sangat membuat Azura tidak bisa menahan emosinya.

Azura menendang selangkangan Devan , membuat pria itu kesakitan buakan main. Wajah Devan memerah menahan sakit, dia ingin berbicara tapi sakit yang dia rasakan akibat tendangan Azura membuatnya tak bisa membuka mulutnya.

Azura langsung menarik paksa tubuh Devan yang kesakitan itu keluar kamar hingga sampai di pintu apartementnya.

"Pergi dan jangan memperlihatkan wajahmu lagi didepanku. Mengerti !!" Azura langsung membanting pintu cukup keras. Rencana nyaman nya hari ini berantakan gara-gara pria gila itu.

"Haduh....kenapa aku bisa tidur dengannyaaaaaa....aaaaakkkhhhhh...." merasa kesal, dia baru kali ini kesal kepada seseorang. Biasanya hanya orang yang kesal dengan tingkahnya, tapi pria itu membuat moodnya rusak.

"Awas saja jika berani muncul lagi didepanku." Kata Azura kepada dirinya sendiri.

***

Seminggu lagi berlalu semenjak kejadian di apartement Azura itu dan Devan tidak lagi menemui Azura. Tapi bunga mawar yang dia kirimkan setiap harinya tidak pernah berhenti dia kirimkan. Selain karena dia sibuk belakangan ini, Devano sedang menunggu waktu yang tepat untuk menemui Azura lagi.

Devan merapikan meja kerjanya sedikit lalu beranjak dari sana, besok malam Azura akan tampil di acara tahunan Victoria secret yang diadakan di Los Angeles, dan Devano akan hadir disana.

***

Sebuah buket bunga mawar merah serta merah muda sudah ada ditangan Devano, dia datang bersama dua temannya. Devano tidak asing dengan acara ini, dia pernah beberapa kali ikut melihat pertunjukan para wanita seksi ini. Tapi kali ini Devano punya seseorang yang harus dia perhatikan. Devano pergi kebelakang panggung ingin mencari Azura tapi kedatangannya ditahan salah satu security.

"Aku hanya sebentar, ingin menemui kekasihku. "

Security itu lalu mempersilahkan Devan masuk. Dia memperhatikan semua model dengan pakaian dalam itu, rasanya dia seperti berada disebuah istana bidadari, tapi bidadari miliknya belum juga terlihat. Devano akhirnya menangkap Azura yang sedang berdiri dan sepertinya sedang dipasangkan atribut ketubuh seksinya.

Devano melangkah dan mendekati Azura dengan kepercayaan dirinya, " hai honey, i miss you so much." Azura langsung melihat Devan tajam, meski dia tidak menolak pelukan serta kecupan yang deberikan Devano padanya.

"Aku tunggu kamu." Devano memberi buket yang dia bawa sembari mencium lagi pipi Azura. Sedangkan Azura tidak bereaksi, dia menatap dingin dan menusuk Devano.

"Wah, Azura kamu berkencan dengan tuan Maczie itu ? Ya tuhan, dia masuk top sepuluh besar pengusaha muda dan sukses dua tahun ini. " seru Celine teman dekat Azura yang juga menjadi angel victoria secret.

"Doakan saja dia tidak mati sehabis ini" Bobby asisten Azura merinding mendengar kalimat itu. Jika Azura sudah berbicara seperti ini dipastikan akan ada malapetaka yang akan Azura lakukan.

****

Acara bergengsi itu dimeriahkan oleh beberapa penyanyi papan atas, Azura sangat menghipnotis dengan sayap yang dia kenakan. Devan bersorak gembira saat Azura keluar wajah Azura yang saat berjalan dingin berubah saat tepat diujung panggung. Azura memberikan senyumannya sebentar , tapi cukup membuat beberapa pria pengagumnya bersorak histeris.

Mata Azura menatap Devano dingin, kedua teman Devano sampai percaya kalau Azura adalah Queen of Ice, julukan itu memang sangat pas untuk Azura. Dia tidak memperlihatkan aura kebencian, tapi wajah tanpa ekspresi itu membuat siapa saja merasa terintimidasi kecuali Devano.

"Loe yakin loe lagi kencan sama Azura kan Dev ?" Tanya Anton.

"Kenapa ? Mau bukti ?" Anton menggeleng lalu tersenyum.

"Azura benar-benar sensual ya, gila ." Sahut Anton lagi.

"But she's mine " Devano memulai lagi kalimat kepemilikan itu. Belakangan Devano sudah seperti orang gila yang mengklaim Azura adalah miliknya. Hal gila yang baru kali ini Devano lakukan.

Bersambung....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku (Bukan) Anak Mafia
8.5
Kehidupan damai Rehan Putra Narendra lenyap setelah tragedi mengubahnya menjadi sosok emosional. Di usia tujuh belas tahun, pelajar SMA ini dipaksa memimpin klan mafia milik ayahnya. Beban beratnya kian bertambah saat ia harus menikahi musuh bebuyutannya di kelas. Kini, Rehan terjebak di tengah kerasnya dunia kriminal dan konflik benci jadi cinta bersama sang istri.
Sampul Novel Cinta Yang Sengsara
8.6
Dalam keadaan hamil, Naraya diusir dan dicampakkan oleh suaminya, Alvano. Badai fitnah kejam yang disebarkan oleh perempuan asing bernama Vanya sukses meruntuhkan pernikahan mereka. Tanpa ada satu pun orang yang membantu, Naraya terpaksa berjuang sendirian demi melahirkan serta mengasuh anaknya. Sementara itu, Alvano sama sekali tidak tahu bahwa anak yang dibuangnya adalah darah dagingnya sendiri. Akankah semua kebohongan ini terbongkar dan membawa penyesalan mendalam bagi Alvano?
Sampul Novel I Love My Mother's Ex Lover
8.0
Song Dasom tak pernah menyangka cintanya selama tujuh belas tahun pada aktor Yoo Junsu akan berbalas. Namun, di balik hubungan manis mereka, Junsu menyimpan motif terselubung. Ia mendekati Dasom hanya karena wajahnya sangat mirip dengan sang mantan kekasih, yang rupanya adalah ibu kandung Dasom. Begitu rahasia kelam ini terbongkar, Junsu harus bersujud memohon maaf atas kesalahannya. Kini, di tengah rasa sakit hati, keduanya mencoba bertahan dan menyembuhkan luka bersama.
Sampul Novel Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta
8.0
Rumah tangga yang dibina sekian lama hancur seketika saat sang suami, Benson, diam-diam mendonorkan sperma kepada janda mendiang sahabatnya. Bukannya merasa bersalah, Benson justru memarahi istrinya dengan dalih rasa kemanusiaan dan setia kawan. Pengkhianatan ini kian nyata ketika sang janda memamerkan penthouse mewah baru lengkap dengan foto Benson yang sedang memasak di dapur mereka. Sadar bahwa pengorbanan dan toleransinya telah dieksploitasi habis-habisan, sang istri akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri pernikahan beracun ini.
Sampul Novel Siswiku Canduku
8.1
Pertengkaran hebat dengan sang istri, Rashila Ghana, membawa Chandra ke sebuah kelab malam hingga berujung pada cinta satu malam bersama Mishall Afifah. Kejadian fatal tersebut berubah rumit saat ia menyadari bahwa wanita asing itu adalah siswinya sendiri. Kini, Chandra didera dilema besar. Ia harus memilih antara menjaga kesetiaan Shila yang mengidap gangguan jiwa dan sangat membenci pengkhianatan, atau justru tenggelam dalam obsesi terlarang bersama Mishall.
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Berawal dari perjumpaan singkat di Bandung, takdir mempertemukan Luna dan Alvino. Hubungan mereka yang bermula dari saling bertukar nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata ternyata membawa perubahan drastis dalam hidup Luna. Kehadiran Vino menghadirkan pasang surut emosi yang luar biasa. Kini, di tengah badai masalah yang terus datang silih berganti, Luna dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah pada keadaan atau tetap bertahan memperjuangkan segalanya.