APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Crazy Man

My Crazy Man

Azura, supermodel populer yang dingin, didera trauma mendalam akibat kegagalan asmara masa lalunya. Ketenangan hidupnya terusik sejak kehadiran Devano Mackzie. Jauh dari citra CEO berwibawa, Devano adalah pria menyebalkan yang konyol dan sangat cerewet. Kegigihan serta sifat banyak bicaranya benar-benar menguji kesabaran Azura. Mampukah keteguhan sikap acuh sang model akhirnya luluh oleh kegilaan cinta yang ditunjukkan pria tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

Devan menunggu Azura dibelakang panggung hingga Azura selesai dengan semua kegiatannya membersihkan make up dan segalanya.

Azura berjalan bersama managernya dan juga Boby, dia berhenti melihat Devan bersandar disana dan tersenyum kearahnya. "Ayo aku antar kamu pulang ke hotel ?"

Azura tersenyum sangat sensual dan berjalan kearah Devan dengan percaya diri, dia terlatih untuk terlihat sempurna bagaikan dewi yang tangguh.

"Baiklah, tapi aku yang membawa mobil bagaimana ?"

Devano tersenyum dan tidak keberatan.

Mereka keluar dari tempat acara dan menuju tempat parkir, Azura sempat memeluk lengan Devan manja. Devano sampai salah tingkah akibat ulah Azura.

"Dev, yang mana mobil kamu". Azura berubah sangat manis, dan Devano curiga wanita ini mabuk.

Azura mengambil kunci mobil Devano sambil melakukan aksi yang menggoda Devano, dia menyentuh perut dan berkahir di kantong celana Devano, tatapan mata sensual itu ditujukan Azura untuk Devano, lalu Azura mengecup bibir Devano sekilas.

Azura berjalan kearah mobil yang berbunyi karena Azura menekan tombol unlock . Devan mengikutinya dari belakang sambil mengusap bibirnya yang beruntung.

Azura sudah siap dikursi kemudi, tapi Devano memintanya untuk berganti tempat. Devano takut akan kondisi Azura saat ini.

"Eits...kau sudah berjanji bukan. Tenang saja aku tidak mabuk." Azura mengedipkan matanya lalu menutup pintu. Dengan terpaksa Devan duduk dibangku sebelah Azura.

Awalnya Azura masih normal mengendarai mobil, meski dia diam saja saat Devan bertanya apapun kepadanya . Setelah merasa dia bisa mengendalikan dirinya, Azura menginjak gas mobil dengan kuat, Devano sampai terkejut bukan main.

"Hei, Hei, Azura kita bisa mati konyol jika kau seperti ini."

Tapi Azura hanya diam dan tersenyum tipis. Dengan sengaja Azura menyetir seperti orang gila membuat Devano jantungan, dia bahkan menutup matanya berulang kali.

"Masih ingin mendekatiku huh !" Azura mengejek Devano.

"Azura ini tidak lucu."

"Kau pikir aku merasa lucu kau mendekatiku hanya karena satu malam yang kita lewati bersama ?"

Azura menatap sinis Devano, pria itu tersadar ternyata semua sudah direncanakan Azura.

"Tapi karena malam itu aku menemukan tujuan hidupku Azura."

"Oh good, kau pria ke dua yang mengatakan hal itu padaku. Tapi nanti pasti kau juga meninggalkanku Brengsek !" Azura memukul setir kuat, dia kembali membelokan mobil sambil mengebut.

Devano terguncang-guncang karena aksi berbahaya Azura ini.

"Jauhi aku mengerti, jika tidak kau akan menyesal. Aku bukan seperti wanita yang kau pikirkan."

"Tidak akan Azura. Kau yang aku inginkan," Azura menghempaskan setirnya hingga Devano pusing. Azura mengambil sesuatu didalam stoking yang dia gunakan. Sebuah pisau lipat sudah digenggam Azura. "Menjauh lah, jika tidak aku akan menyuruh orang lain membunuhmu." Azura memainkan pisau itu dieher Devan. Dengan cepat Devano mengambil pisau itu hingga melukai tangannya sendiri.

Devano membuat posisi Azura terhimpit dengan jok mobil dan tubuh Devano, pria itu lalu membuat posisi bangku. Hingga Azura jadi terlentang dan Devano diatasnya.

Ciuman pembuka diberikan Devano kepada Azura, berniat menolak tapi malah Azura membalas ciuman itu.

Tangan Devano menyentuh pinggang Azura dan satunya lagi mengusap wajah Azura. Bibir Devano beralih ke leher Azura, dan sebelah tangannya membuka resleting gaun Azura. Azura juga membuka satu persatu kancing kemeja Devano, dia heran dengan dirinya yang juga menginginkan Devano, padahal dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan dia pernah mencoba dengan teman kencannya, tapi dia tidak bergairah sama sekali.

mereka melakukan kegiatan panas itu didalam mobil hingga desahan Azura membuat Devano semakin menginginkan Azura.

"Kau benar-benar seksi sekaligus gila Azura," kata Devano sambil meraih puncak kenikmatan mereka berdua.

"Aku akan terus berusaha mendapatkanmu honey.."

####

Hari berganti, setelah malam panas yang lagi Azura dan Devan lakukan semuanya berjalan dengan lancar bagi Devano, tidak ada penolakan bunga ataupun hadiah. Ya, Azura memang tidak menolaknya karena dia tahu siapa pelaku pengirim bunga itu, Azura lebih tidak lagi menyuruh asistennya untuk menerima bunga itu melainkan dirinya sendirilah yang menerimannya dan berakhir di tong sampah.

Kejam ?? Tidak, Azura hanya menjaga hatinya untuk tidak tersakiti lagi, dia tidak lagi ingin terlena akan hal-hal seperti itu. Dulu pria yang sangat dia cintai juga sering melakukan hal manis semacam ini, tapi nyatanya pria itu menghancurkan hatinya membuat perasaan cinta yang pertama kali dirasakan oleh Azura berakhir menjadi rasa benci . Tapi sayangnya benci itu tidak sebesar cintanya yang masih terus ada.

Tentang hubungannya dan Devanon? Azura hanya menganggapnya sebuah kencan, tidak lebih. Azura tidak ingin dirinya dimiliki oleh orang lain, karena dia sudah pernah melakukannya .

Seperti saat ini Maxim manager baru dari Agency nya ingin mengajaknya makan malam bersama dan Azura menerimanya, bukan karena dia menyukai pria itu tidak. Semuanya hanya sebatas kencan baginya, begitulah Azura tiga tahun ini. Devano sendiri sedang sibuk sehingga tidak bisa terus menempel dengan Azura, dia seorang pebisnis yang sukses tentu kegiatannya juga banyak dan itu melegakan Azura dari lalat dihidupnya. Ya, Azura memanggil Devan dengan sebutan lalat yang sangat mengganggu.

"Azura, kamu mendapatkan kiriman bunga lagi," kata asistennya.

"Hem, kata Azura dan memegang bunga itu." Ada kartu ucapan seperti biasanya, dan kali ini bertuliskan.

"Untuk seorang bidadari yang mencuri hatiku, I miss you hon."

Azura berdecih dan langsung membuang bunga itu ke tong sampah didekatnya.

"Azura kalian menjalin hubungan ?" Tanya manager Azura yang berada disebelah Azura yang sedang dibantu membuka gaunnya. Azura baru menyelesaikan sesi pemotretan untuk sebuah majalah fashion.

"No, you know me right. It just date may be, " kata Azura dengan santainya.

"Oke, aku ada janji dengan Mr. Robert, jadi kalian pulang lah deluan."

Manager dan asisten Azura tersenyum tapi tidak dengan Azura, wanita itu mengatakannya sambil memainkan ponselnya membalas chat mommy nya tersayang.

"Oke, semoga kau bisa bersenang-senang. Kami bangga padamu Azura," kata managernya membuat Azura tak mengerti. Dia hanya mengangguk dan seorang pria dengan setelan kerja yang tidak lagi rapi datang menghampiri mereka.

"Azura," panggil pria itu. Azura mengira pria itu adalah Maxim tapi ternyata dugaannya salah.

"What do you want," sembur Azura langsung. Rasanya kepala Azura mendidih karena kehadiran Devano yang selalu saja tiba-tiba.

"Hey, hey, aku kesini langsung setelah tiba dari bandara. Aku merindukanmu," Devano mencium pipi Azura tiba-tiba dan memeluknya. Azura berontak dan akhirnya Devano melepaskannya.

"Aku punya sesuatu, ayo pergi."

"No,"

"Sayang ayolah, atau aku cium disini".

"Aku akan pergi dengan orang lain, kami sudah berjanji. Dan jika kau ingin pergi denganku sebaiknya buat janji dengan managerku. Jadwal ku padat."

Azura duduk dikursi sambil memainkam ponselnya. Devano tidak sakit hati dia tersenyum dan berlutut didepan Azura, tatapannya begitu lembut kepada Azura. Dia membuka sebuah kotak perhiasan berwarna merah dan membukanya.

"Aku mendesain ini khusus untukmu," katanya lembut dan Azura melihatnya tapi tidak ada keterkejutan atau ekspresi lainnya selain datar dan dingin.

"Kau mau memakainya kan." Asisten dan manager Azura sampai histeris karena perhiasan yang didapat Azura ini sangat mahal harganya, apalagi di desain khusus oleh Devano, pemilik usaha perhiasan emas dan berlian yang terkenal.

Tapi Azura menutup kotak perhiasan itu tepat saat Maxim mendatangi mereka.

"Azura, apa aku mengganggu kalian ?"

Tanya pria dengan tubuh tinggi dan berwajah tampan. Tubuh Devano melihat sumber suara itu lalu dia cemburu. Azura bangkit dari duduknya tapi tangannya ditahan Devano,

"Lepaskan," kata Azura dingin menatap Devano.

"Kita tidak punya hubungan apa-apa, jadi berhentilah bertindak memalukan seperti ini." Kalimat sarkas itu keluar dari bibir Azura, tapi Devano tidak diam dia berdiri dan menghentak tubuh Azura membuatnya jatuh kedalam pelukan Devano, mencium bibir Azura panas hingga Azura kehabisan kesabarannya. Dengan kekuatannya Azura melepaskan diri dari pelukan Devano dan menampar keras pria itu.

"Jangan pikir hanya karena malam yang kita lewati bersama, kau berpikir bisa memilikiku brengsek."

Azura pergi dengan Maxim yang masih terheran dengan kejadian yang dia lihat, Maxim merangkul Azura yang sedang emosi meninggalkan Devano yang hancur hatinya dengan penolakan Azura lagi.

"Jika kau ingin mendapatkan hati Azura, kau tidak bisa memaksanya." Manager Azura memberi saran kepada Devano dan mereka juga pergi meninggalkan Devano yang dilihat prihatin dengan beberapa orang yang masih tersisa di studio itu.

Devano menelpon seseorang karena merasa Azura harus tau kalau dia tidak main-main.

"Ya, siapkan janji temu denagan Mr. Edward . Katakan aku sangat ingin bertemu dengannya secara pribadi."

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya, yang telah lama menghilang dan dicari ke kota, tega menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun hanya demi melunasi utang. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga yang didambakan, pertemuan itu justru menghancurkan masa depan Nara sepenuhnya. Tiga tahun berlalu sejak tragedi kelam tersebut, kini ia terpaksa bertahan hidup dengan menjalani realitas baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
8.0
Hancur akibat rumor impoten yang membuat kekasihnya pergi, Liam Benjamin menyelamatkan Sheeta, wanita hamil mantan PSK yang berniat mengakhiri hidup di laut. Di tengah keputusasaan, Liam justru menawarkan pernikahan kontrak padanya. Padahal, Liam sebenarnya pria perkasa yang hanya terbelenggu kutukan masa lalu. Di balik ikatan perjanjian penuh misteri dan rahasia ini, mampukah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
8.5
Setelah diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkat bernama Linda Santoso, hidup Sita Hartanto berubah total. Sita ternyata merupakan putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Ia kini dilindungi oleh enam kakak laki-laki kandungnya yang luar biasa sukses—mulai dari pengusaha raksasa, ilmuwan AI, ahli bedah, pianis, pengacara, hingga aktor terkenal. Ketika mantan suaminya memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi rintangan berat dari para kakak Sita yang protektif.
Sampul Novel Kill Me, Love Me
9.4
Fajar, bos perusahaan teknologi, menyembunyikan rahasia besar tentang kepribadian gandanya. Walau ia sudah bertunangan dengan Mariska, hanya Indira yang tahu kondisi medis ini. Kedekatan intens membuat benih asmara tumbuh rumit, apalagi ketiga kepribadian Fajar malah jatuh cinta pada Indira. Di tengah pusaran konflik batin yang membingungkan, mampukah Indira menyembuhkan jiwa Fajar? Kepribadian mana yang akhirnya akan dipilih oleh hati Fajar?
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, hidup Anindya yang sulit berubah saat ia menerima pernikahan kontrak dengan Reivan. Reivan adalah miliarder dingin yang trauma akan masa lalunya. Pernikahan ini diatur oleh Nyonya Nadia demi mengabulkan keinginan terakhir Nenek Zylvana yang sakit keras. Kehadiran sang nenek yang manja perlahan mencairkan jarak di antara mereka. Sayangnya, ego Reivan memicu konflik hebat yang memaksa Anindya mempertaruhkan nyawa demi cinta saat rahasia mulai terungkap.
Sampul Novel MENIKAHI BILLIONAIRE
8.8
Zyan Liu harus segera menemukan istri pilihan keluarganya demi menyelamatkan posisinya sebagai pewaris utama bisnis Liu. Tak disangka, sosok yang dianggap memenuhi kriteria tersebut adalah Mu Tian Rui, seorang gadis desa yang sangat sederhana. Pernikahan kontrak pun terpaksa dijalani oleh dua orang yang hidup di dunia yang sangat berbeda ini. Di tengah jurang perbedaan status sosial yang begitu lebar, mampukah Zyan dan Rui mempertahankan bahtera rumah tangga mereka?