APKDock Logo
Sampul Novel Benih Satu Milyar

Benih Satu Milyar

8.0 / 10.0
Nara harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya, yang telah lama menghilang dan dicari ke kota, tega menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun hanya demi melunasi utang. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga yang didambakan, pertemuan itu justru menghancurkan masa depan Nara sepenuhnya. Tiga tahun berlalu sejak tragedi kelam tersebut, kini ia terpaksa bertahan hidup dengan menjalani realitas baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya sebagai seorang sugar baby.

Benih Satu Milyar Bab 1

"Om, hape aku udah minta ganti, nih!" ujarku pada lelaki tua yang sudah hampir dua bulan menjadi sugar daddy-ku.

"Tenang, Nara sayang ... apapun yang kamu butuhkan, Om siap penuhi. Asal ...."

Dengan kerlingan mata nakal, lelaki yang seumuran ayahku itu memberi kode. Aku paham, mereka--para lelaki hidung belang--akan membayar berapa pun untuk daun muda sepertiku.

Aku Nara, gadis yang terenggut keperawanannya di usia delapan belas tahun. Mirisnya, ibuku sendiri yang menjualku pada seorang bandot tua. Apalagi kalau bukan karena hutang.

Ya, semua berawal karena keinginanku yang ingin mencari ibu ke kota. Sejak usia sepuluh tahun, dia meninggalkan aku di kampung. Tanpa kabar, bahkan tidak mengirimkan uang untuk biaya hidupku.

Ternyata takdir tidak memihakku. Pertemuanku dengan wanita itu, justru menjadi awal kerusakan masa depanku. Dan kini, tiga tahun sudah aku menjalani kehidupan sebagai sugar baby.

Sebenarnya ini bukanlah sebuah pilihan, tapi karena keadaan yang memaksaku. Setiap Minggu, ibu akan datang dan meminta jatah untuk menghidupi pasangan kumpul kebonya. Lima juta dalam satu minggu bukanlah uang kecil, butuh kerja ekstra untuk mendapatkannya.

Terkadang aku ingin tertawa, begitu miris dan menggelikan kehidupanku ini. Sosok malaikat bernama ibu, justru menjadi iblis yang menyesatkan anaknya sendiri. Baginya, aku adalah musibah dalam kehidupannya.

Inilah aku, seorang sugar baby dengan segala ceritaku.

***

"Nara, ntar malam lo ada job kaga?"

Aku menoleh saat Flora nyelonong masuk ke kamar, kemudian duduk di sebelahku. Tanpa sungkan, dia mengambil remote TV yang kupegang. Seperti biasa, dengan santai dia akan mengganti channel televisi ke acara yang dia sukai.

"Kebiasaan banget, sih, lo! Ijin dulu, kek, atau apa gitu!" gerutuku kesal.

Namun ekspresi Flora tetap saja tak berubah. Bahkan kini tangannya asik mencomot camilan yang sejak tadi ada di pangkuanku. Menyadari tatapan kesalku, gadis bukan perawan itu hanya nyengir.

"Ntar malam lo ada job kaga?" Kembali dia mengulang pertanyaan yang belum aku jawab.

"Capek, Flo. Berasa jadi sapi perah, pengen nyerah rasanya."

Aku sandarkan tubuh, kemudian menyelonjorkan kedua kaki. Dadaku kembali terasa sesak, ada bagian hati yang sangat sakit.

Huff ... beneran, rasanya capek sekali dengan kehidupan ini. Aku yang bekerja, tapi dua orang tak tahu malu itu yang menikmati.

Flora menatapku. Kali ini tatapannya tampak serius.

"Lo mau berhenti dari dunia tempat lo nyari rejeki?"

Kembali kuhembuskan napas berat. Rejeki? Mana ada rejeki hasil morotin laki orang? Ah, apa itu bisa disebut rejeki?

Seakan tahu apa yang menjadi beban pikiranku, Flora merengkuh bahuku. "Gue dukung lo, Ra. Semoga lo segera nemuin lelaki yang bisa bawa lo jauh dari kehidupan sekarang."

Mendengar doanya, hatiku begitu trenyuh. Dia tak jauh beda dariku. Nasibnya sama sepertiku, sama-sama dijual oleh keluarga sendiri. Hanya saja bedanya, dia dijual oleh ayah tirinya. Beruntungnya Flora, dia masih punya ibu yang sayang padanya. Meskipun ibunya sekarang kena gangguan mental akibat siksaan dari suami keduanya.

"Lo sendiri kaga pengen dapet cowok baik dan memulai kehidupan baru?" tanyaku sembari melempar senyum.

Bukannya menjawab, dia malah keluar kamar menuju balkon. Aku pun mengikutinya, turut menatap hiruk-pikuk kendaraan di jalanan.

"Lo enak, Ra. Om Hendra menghadiahkan apartemen ini untuk lo. Sedangkan gue, sampai sekarang belum berhasil porotin maksimal om om tajir," ungkapnya tanpa melihatku.

Mendengar celotehnya, aku hanya tersenyum. Lalu mencoba menikmati angin sore yang berhembus sepoi-sepoi, memainkan anak rambut hingga ke pipi.

Mau dibilang lebih beruntung, tapi nyatanya hidupku tak lebih dari parasit. Mau dibilang kurang beruntung, nyatanya aku punya apartemen dan mobil mewah. Semua dari hasil menjadi simpanan para lelaki yang sedang puber kedua.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Benih Satu Milyar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Bertahun-tahun menjalin kasih sering kali menumbuhkan keyakinan bahwa pasangan kita adalah sosok yang paling tepat. Namun, kenyataan hidup berumah tangga terbukti sangat kompleks ketika dua karakter berbeda dipaksa tinggal bersama. Berbagai rintangan terus menguji ketahanan pernikahan mereka hingga badai perselisihan memuncak. Walau telah lama saling mengenal, benturan prinsip yang hebat memicu keretakan fatal yang memaksa perceraian menjadi jalan akhir yang tak bisa dihindari.
Sampul Novel Hanya Pria Tak Berguna
9.3
Lima tahun membina rumah tangga, pernikahan ini hancur seketika saat Vincent Amjaya membawa pulang cinta pertamanya, Cindy Harris, yang tengah hamil tiga bulan. Alih-alih merasa bersalah, Vincent justru menuntut istrinya untuk menampung wanita itu di rumah pernikahan milik keluarga sang istri. Lupa bahwa seluruh keluarganya hidup dari kekayaan sang istri, kesombongan Vincent memicu serangan balik. Tanpa ragu, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan finansial dan segera menyiapkan surat cerai.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO
8.1
Shania, gadis 19 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Steven demi biaya pengobatan ibunya. Steven adalah CEO perusahaan limbah kimia yang dingin dan enggan berurusan dengan wanita. Namun, demi memenuhi tuntutan adiknya, ia menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania. Imbalannya, Shania harus bersedia diperbudak lewat kesepakatan tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam ikatan formalitas tersebut.
Sampul Novel Misteri di Balik Senyummu
9.7
Ardi, pemuda pemalu yang gemar dunia detektif, terlibat misteri sungguhan sejak bertemu Nia. Rasa penasaran membawanya membuntuti Nia ke rumah kuno terbengkalai milik sang nenek. Di tempat itulah masalah finansial keluarga Nia terbongkar. Kini, mereka harus segera menemukan barang berharga di sana sebelum direbut pihak jahat. Misi ini tidak hanya menyelamatkan warisan menjadi museum, tapi juga menumbuhkan benih asmara di antara keduanya.
Sampul Novel Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku
7.8
Ketika badai topan besar melanda, sahabat dari putri sang protagonis terpaksa menginap di kediamannya. Suasana malam yang sunyi berubah drastis saat gadis itu menghampirinya dengan pakaian tidur tipis, berpura-pura mencari mentimun untuk meredakan rasa lapar. Namun, gelagat malu-malu dan penampilannya justru memicu ketegangan intim di antara mereka. Alih-alih mentimun biasa, pria itu menawarkan sesuatu yang jauh lebih menggoda, memulai hubungan rahasia yang penuh gairah.
Sampul Novel Wangsit Kuntilanak
8.4
Rumah kuno yang diyakini dihuni arwah kuntilanak penyihir Belanda menjadi tempat pelarian Ema dari kekejaman ayah tirinya. Namun, keputusan nekat itu memicu teror saat entitas gaib mulai merenggut nyawa orang-orang terdekatnya. Meski sempat pergi, Ema harus kembali demi menghadapi kutukan wangsit yang mengikat takdirnya. Kini, ia berpacu dengan waktu demi menyelamatkan Iqbal, kekasihnya, dari cengkeraman maut sang hantu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan