APKDock Logo
Sampul Novel Kill Me, Love Me

Kill Me, Love Me

9.4 / 10.0
Fajar, bos perusahaan teknologi, menyembunyikan rahasia besar tentang kepribadian gandanya. Walau ia sudah bertunangan dengan Mariska, hanya Indira yang tahu kondisi medis ini. Kedekatan intens membuat benih asmara tumbuh rumit, apalagi ketiga kepribadian Fajar malah jatuh cinta pada Indira. Di tengah pusaran konflik batin yang membingungkan, mampukah Indira menyembuhkan jiwa Fajar? Kepribadian mana yang akhirnya akan dipilih oleh hati Fajar?

Kill Me, Love Me Bab 1

Semua mata memandang kearah pria yang berjalan dengan tegas, tatapan datar dan tanpa senyum. Mereka semua tahu siapa pria itu yang tidak lain adalah pengusaha muda yang sudah sukses dengan perusahaan rintisannya sejak remaja, siapa yang tidak tahu pria bernama Fajar Herdianto. Pria dengan sejuta pesona yang bisa membuat siapa saja ingin dekat dengannya, tidak hanya wanita tapi juga pria.

“Pagi, Pak.” Fajar hanya diam mendengar sapaan dari Kunto yang tidak lain adalah asistennya, “Kegiatan pagi ini adalah....” Kunto mulai menyebutkan apa saja yang harus Fajar lakukan satu hari ini dan lagi-lagi tidak mendapatkan jawaban atau reaksi apapun.

“Mariska apakah kesini?” tanya Fajar membuat Kunto mengangguk, “di mana sekarang?”

“Ruangan.” Kunto memilih menjawab singkat.

Fajar melangkah kembali ke arah ruangannya dan membuka pintu langsung, mendapati kekasihnya duduk tenang di ruangannya dengan memainkan ponsel. Kunto memilih menutup pintu ruangan Fajar, pastinya ingin menghabiskan waktu dengan Mariska, tidak menyadari keberadaan Fajar membuatnya kesal dengan duduk disamping dan menarik kepala Mariska dengan menciumnya kasar.

“Kamu sudah datang?” tanya Mariska saat ciuman mereka terlepas.

Fajar mengangkat alisnya mendengar perkataan Mariska, “kalau bukan aku siapa yang menciummu? Apa ada lelaki lain?”

Mariska tersenyum kecil mendengarnya, “mana ada lelaki lain.”

Fajar tersenyum mendengar kata-kata Mariska. “Kamu bawa apa?” saat matanya menatap kotak makan di meja. “Kamu tahu kalau aku tidak pernah sarapan.”

“Siapa yang bilang ini buat kamu.” Fajar mengangkat alisnya mendengar jawaban Mariska, “Ibu tadi yang buat dan suruh kasih ke kamu.”

Fajar sekali lagi tersenyum. “Baiklah, kalau sudah tidak ada lagi aku mau kembali kerja dan kamu bisa pulang.”

Fajar berdiri dari tempat duduknya yang diikuti Mariska, pelukan ringan diberikan Fajar pada Mariska sebelum akhirnya keluar dari ruangannya. Menatap kotak makan yang ada di tempatnya, sedikit kesal Fajar langsung menghubungi Kunto.

“Bawa kotak makan ini keluar dari ruangan.” Fajar berkata tanpa menatap Kunto sama sekali.

Kunto tanpa menunggu perintah dua kali langsung membawa kotak makan itu keluar, Fajar tidak peduli dengan apa yang dilakukan Kunto dengan memilih sibuk dengan layar dihadapannya. Pintu tertutup membuat Fajar bernafas lega, hal yang tidak disukai Fajar sama sekali yaitu kedatangan tunangannya Mariska.

Kegiatan yang dilakukan Fajar berjalan dengan cepat, bertemu dengan klien membicarakan kejasama sampai perjanjian yang harus disepakati kedua belah pihak. Semua memandang Fajar dengan tatapan memuja, semua itu tidak dihiraukan sama sekali. Fokus Fajar kali ini adalah mencapai kesepakatan dan segera pulang, badannya terlalu lelah dengan segala macam berkas yang harus diselesaikan.

“Apa sudah semua?” Fajar bertanya tanpa menatap Kunto.

“Sudah, Pak.”

“Kerjakan sisanya,” ucap Fajar tegas.

Melangkah keluar, tujuannya adalah rumah. Terlalu lelah dengan semua pertemuan yang diikutinya. Kehadiran Mariska bukan menjadi baik, tapi menjadi buruk untuknya. Langkah panjang dilakukannya, kaki yang panjang membuat langkahnya lebar.

Rumah, tempat bagi Fajar menenangkan dirinya. Tidak ada yang tahu mengenai dirinya, selain sahabatnya. Sahabatnya selalu mengerti jika sudah berada di rumah, tujuan selanjutnya adalah tempat dimana balapan liar berada.

Rifan, salah satu sahabat Fajar. Rifan selalu ada di rumah setiap Fajar datang. Jam kerjanya yang memang tidak terlalu lama seperti Fajar, meskipun berada di tempat yang sangat penting, bagian legal.

“Berangkat lagi?” tanya Rifan saat melihat Fajar telah berganti pakaian.

“Menurut lo!” Fajar menatap malas pada Rifan.

“Orang kantor kalau liat lo pastinya nggak akan percaya.” Rifan menatap Fajar dari atas ke bawah.

Penampilan Fajar sangat berbeda, menggunakan jaket dan juga celana jeans. Tidak jauh berbeda dengan penampilan pria pada umumnya, tapi tidak dengan Fajar. Tidak peduli dengan perkataan Rifan, mulai menyiapkan penampilannya agar terlihat sempurna saat berada di area balapan.

“Lo, mau cari cewek disana?” tanya Rifan membuat Fajar menatapnya malas.

Fajar sendiri sebenarnya bosan dengan kehadiran Rifan di rumahnya setiap pulang kerja, kecuali jika harus lembur. Fajar mengambil helmnya, mengambil sepeda motornya dengan tujuan area balapan liar. Fajar menatap ke samping tampak Rifan sendiri sudah siap dengan motornya, pastinya adalah mengikuti kemana Fajar pergi. Mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Rifan jauh di belakang. Fajar tidak peduli dengan keberadaan Rifan saat ini, pria itu tahu dimana dan tujuannya yang sebenarnya.

Kondisi sekitar sudah tampak ramai, banyak wanita dengan pakaian seksi dan pria-pria yang memiliki hobi sama dengan Fajar. Menghentikan kendaraannya di tempat biasanya, tidak lama Rifan datang dengan memberikan tatapan tajam.

“Wah....pemilik perusahaan besar sudah datang,” ucap salah satu pria mendekati Fajar dan Rifan. “Bagaimana kalau kita taruhan?”

Fajar menyunggingkan bibirnya, menatap dengan penuh tantangan pada pria yang ada dihadapannya, “gue datang bukan buat onar!” Fajar menunjuk telunjuknya pada dada bidang pria itu. “Lo, tahu siapa gue jadi hati-hati kalau bicara.”

“Bro, kita kesana.” Rifan menarik Fajar agar tidak terpancing.

“Cemen.”

Fajar membalikkan wajahnya menatap tajam, “apa lo bilang? Cemen? Siapa? Gue? Lo memang nggak tahu siapa gue?”

“Pria keparat dan bajingan kaya lo buat apa dikenal.” Pria itu menatap tajam pada Fajar.

“APA MAU LO!”

Pria itu tersenyum meremehkan pada Fajar yang membuatnya semakin emosi. “Taruhan.”

“Bro, nggak perlu didengarkan.” Rifan menarik Fajar agar tidak terpancing.

“Apa yang lo punya sampai berani mengajak gue taruhan?” tanya Fajar dengan nada meremehkan.

“Apa yang lo, mau?” tanya pria dihadapan Fajar dengan tatapan sombong.

“Cewek itu.” Fajar menunjuk cewek yang masih menggunakan pakaian kantor berada tidak jauh dari mereka.

Semua mata memandang cewek yang ditunjuk Fajar, sedangkan cewek tersebut menatap bingung dengan apa yang terjadi. Menatap pria yang ada dihadapan Fajar dengan tatapan tanda tanya, memberikan kode untuk petunjuk dan sayangnya pria di hadapan Fajar tidak peduli sama sekali. Fajar menatap itu dengan alis terangkat, hubungan apa diantara mereka berdua, tidak mungkin cewek itu hanya berdiri di belakang pria ini.

“Lo pasti dapatkan dia kalau menang taruhan ini. Tapi, apa yang gue dapat?” pria itu menatap Fajar tajam mengalihkan pandangan Fajar pada cewek itu.

“Apa yang lo mau?” tanya Fajar tidak kalah tajamnya.

“Motor lo.” Pria itu menunjuk motor yang tidak jauh dari tempat Fajar berdiri.

Fajar menatap motor dan pria itu bergantian, pandangannya beralih pada cewek yang tadi menjadi bahan taruhan. Menimbang apakah yang dilakukannya memang sesuai dengan apa yang didapatnya nanti, berkali-kali menatap mereka bergantian sampai sebuah tangan menariknya membuat Fajar menatap tajam pada pelaku.

“Lo, serius taruhan sama dia?” tanya Rifan yang diangguki Fajar singkat “Lo tahu siapa cewek yang dijadikan taruhan?”

“Gue nggak peduli.”

“Dia Indira salah satu anak buah gue, karyawan tercinta dari perusahaan lo.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kill Me, Love Me

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi
8.2
Hidup Anggita runtuh seketika saat Farhan, sang ayah, tega mencoretnya dari daftar ahli waris demi Dahlia. Akibat tuduhan keji asisten tersebut, ia didepak dari rumah dan dicap mandul. Di tengah kehancuran, Anggita justru mendapati dirinya sedang hamil anak Sagara. Demi menyelamatkan sang bayi dari kekejaman keluarganya, ia menyamar lalu kabur ke Bali. Di pulau itu, ia bertekad menata hidup baru dan selamanya menutup lembaran masa lalu.
Sampul Novel Dua Titik (Dilamar CEO Dinikahi Dosen)
8.2
Tanpa proses pengenalan yang lama, Asoka memberanikan diri melamar Riri walaupun terbentur restu orang tua. Perjuangan cintanya terhenti saat ia harus pergi ke London untuk waktu yang lama. Sekembalinya ke tanah air demi mendapatkan Riri, Asoka harus menerima kenyataan pahit bahwa pujaan hatinya telah dinikahi oleh Kris. Kini, ia terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit, di mana sosok Kris justru menjadi penengah tak terduga di tengah konflik asmara penuh pengorbanan ini.
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Paras menawan tidak menjamin kebahagiaan Arleta. Demi menghindari obsesi keji sang paman, Joshua, ia terpaksa hidup dalam kepedihan dan membangun benteng pertahanan diri yang kokoh. Trauma masa lalu membuatnya yakin bahwa cinta hanya kelemahan yang sia-sia. Kini, seorang fotografer bernama Arkana Sadewa harus berjuang ekstra keras demi meruntuhkan tembok perlindungan tersebut dan menyembuhkan luka di hati Arleta.
Sampul Novel KIRANI SI WANITA MALAM
8.5
Kirani, seorang istri muda, terpaksa menempuh jalan kelam sebagai wanita malam demi menopang kondisi finansial dan menghidupi keluarga suaminya. Kisah ini mengupas tuntas pergolakan batin serta perjuangan beratnya dalam menjalani profesi rahasia tersebut di tengah ikatan pernikahan. Sebuah drama modern yang menyoroti pengorbanan, impitan ekonomi, serta rahasia gelap yang menyelimuti kehidupan rumah tangganya.
Sampul Novel Mencintai Gadis Amnesia
8.5
Belasan tahun hidup bersama Amelia rupanya tak membuat Adib jatuh cinta. Hatinya justru terpikat pada Adiba, gadis hilang ingatan yang ia selamatkan setengah tahun lalu. Walau ditentang keras oleh orang tua serta keluarga Amelia, tekad Adib untuk menikahi Adiba tidak goyah. Sang ibu akhirnya mengajukan syarat berat: Adib wajib melacak keluarga asli Adiba dan siap menghadapi segala konsekuensi. Sanggupkah Adib mempertahankan cintanya saat badai besar mulai mengancam hubungan mereka?
Sampul Novel Semua rahasianya
9.3
Kehidupan damai Catherine Swann di desa terusik saat surat wasiat kakeknya menunjuk dirinya sebagai ahli waris tunggal harta miliaran dolar. Tak hanya itu, ia juga dijodohkan dengan miliarder populer, Branden Duncan. Walau ditolak keras oleh Catherine, sikap acuh tak acuhnya justru membuat Branden penasaran. Di balik kesederhanaannya, Catherine menyimpan rahasia besar sambil harus menghadapi intrik licik keluarga Swann serta kejaran sang tunangan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan