
Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi
Bab 8
Keesokan paginya, pagi-pagi sekali, Lily meninggalkan rumah sakit meskipun dokter menentangnya.
Semua barangnya pada dasarnya sudah dibereskan, tinggal dikemas saja.
Saat turun ke bawah, Yoga dan Nadine juga baru saja kembali. Melihat Lily muncul, Yoga buru-buru berlari menghampirinya.
"Lily, tubuhmu belum pulih sepenuhnya. Kenapa kamu sudah kembali?"
"Ayo cepat, aku antar kamu kembali ke rumah sakit."
Sambil berkata seperti itu, Yoga mencoba menarik Lily kembali ke rumah sakit.
Lily menggelengkan kepalanya. "Nggak perlu, aku sudah jauh lebih baik."
Yoga memintanya berulang kali, tetapi Lily tetap bersikeras. Oleh karena itu, Yoga pun terpaksa menyerah.
Yoga membawa Lily naik ke atas. Dia mengangkat Lily ke tempat tidur dengan tangannya sendiri, menyelimuti tubuh Lily dengan hati-hati, lalu berkata dengan begitu lembut, "Lily, semuanya akan baik-baik saja."
Lily tidak menjawab, lalu terdengar suara notifikasi pesan dari ponselnya.
Lily mengambil ponselnya. Ternyata itu adalah video yang dikirim Nadine, yang berisi kemesraan mereka di kamar mandi rumah sakit.
Lantaran Lily tidak kunjung merespons, Yoga pun mengangkat kepalanya dan menatap Lily. Saat Yoga hendak bicara, dia mendengar Lily terlebih dahulu angkat bicara.
"Yoga, berapa kode kombinasi brankas kita?"
Saat mereka menikah dahulu, demi membuat Lily merasa tenang, Yoga pernah menulis surat perjanjian cerai dengan tangannya sendiri, menandatanganinya, lalu menyimpannya di dalam brankas. Namun agar tidak ada satu pun dari mereka bisa membukanya dengan mudah, mereka menetapkan kode kombinasi enam digit dan masing-masing menghafal tiga digit.
Yoga mengangkat bahunya dengan santai. "Tiga digit milikku adalah tanggal ulang tahunmu. Aku nggak tahu tiga digit punyamu."
"Oke."
Pukul tiga dini hari, Lily bangun dan membuka brankas.
Enam digit itu, seperti enam tahun yang sudah dilaluinya bersama Yoga, berlalu begitu cepat.
Lily menandatangani dua salinan surat perjanjian cerai itu dan meletakkannya di meja makan lantai bawah.
Setelah itu, Lily membuka pintu dan menyeret koper miliknya. Di luar, tutornya sudah menunggu di dalam mobil.
Melihat Lily keluar, tutor itu melihat belakang punggung Lily. "Lily, suamimu nggak keluar untuk mengantarmu?"
Lily naik ke dalam mobil, mengenakan sabuk pengaman, lalu melemparkan ponsel yang sudah dia gunakan selama enam tahun ke tempat sampah.
"Nggak perlu."
Sejak saat itu, Lily tidak akan pernah membutuhkan Yoga lagi.
Anda Mungkin Juga Suka





