APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Tiga tahun pernikahan Lily Ginanjar hancur setelah pemakaman kakak suaminya. Lily mantap menggugat cerai Yoga Ferdian akibat tuntutan tidak masuk akal keluarga Ferdian. Demi meneruskan keturunan sang kakak, Yoga dipaksa menjalani program bayi tabung bersama kakak iparnya sendiri. Meski Yoga berdalih terdesak ancaman ekstrem orang tuanya, Lily menolak bertahan. Baginya, membiarkan suaminya memiliki anak dengan wanita lain adalah keputusan konyol yang menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Beberapa hari berikutnya, Lily tidur di kamar tamu. Begitu bangun, dia langsung pergi ke studionya.

Sang maestro sangat menekankan bakat murid-muridnya. Tiap kali datang, dia selalu mengharuskan mereka membawa karya terbaru. Waktu begitu sempit, sementara tugas juga berat.

Namun entah kenapa, belakangan ini Lily selalu merasa sangat lelah dan mengantuk. Sering kali ketika sedang memahat, tanpa sadar Lily tertidur.

Lily punya firasat yang tidak baik.

Keluar dari rumah sakit, Lily menatap hasil laporan medis yang datanya sudah jauh melampaui batas normal. Kaki Lily pun terasa lemas dan tubuhnya lunglai saat duduk di kursi.

Bagaimana ini bisa terjadi…

Ketika menikah, mereka sangat berharap untuk memiliki anak.

Namun, tak peduli dengan cara apa pun yang mereka coba, Lily tetap tidak bisa hamil.

Belakangan, karena Yoga khawatir Lily menjadi terlalu tertekan, Yoga pun mengatakan pada Lily untuk membiarkan semuanya berjalan apa adanya.

Selama ini, Lily mengira sudah tidak ada lagi harapan. Namun sekarang…

Tangan Lily mengusap perutnya. Matanya memerah. 'Nak, kamu datang di waktu yang nggak tepat.'

Ponsel di saku Lily berdering. Lily mengangkatnya. Terdengar suara riang di ujung telepon, "Lily, cepat ke sini. Ada kabar baik."

Begitu sampai di rumah mertuanya dan turun dari mobil, Lily langsung ditarik masuk.

Semua orang menunjukkan wajah bahagia. "Lily, Nadine hamil."

Lily langsung menoleh tajam ke arah dua orang yang duduk di sofa. Mustahil…

Detik berikutnya, terdengar suara Nadine yang berkata dengan malu-malu, "Bu, jangan asal bicara. Ini baru beberapa hari. Belum pasti. Aku bahkan belum periksa ke rumah sakit."

"Omong kosong. Mata Ibu ini nggak buta. Ibu sudah melahirkan dua anak. Masa masih bisa salah?"

Mendengar ucapan ibu mertuanya, Nadine langsung menundukkan kepalanya dengan malu, lalu memegangi perutnya.

"Lily, kakak iparmu sedang hamil. Nanti, kamu harus jaga dia baik-baik. Lagi pula, ini juga…"

Ibu mertuanya tidak melanjutkan kata-katanya. Namun, Lily sudah mengerti. Anak itu bukan hanya anak Nadine, tetapi juga anak suaminya, Yoga.

Yoga buru-buru menjawabnya, "Ibu, bukankah Ibu tahu Lily itu orang seperti apa? Lily pasti akan merawat Kak Nadine dengan baik."

"Ya, ya."

Seluruh keluarga larut dalam kebahagiaan karena kehamilan Nadine. Tak satu pun yang peduli pada perasaan Lily.

Lily tahu dia tidak bisa pergi saat ini. Oleh karena itu, Lily langsung naik ke lantai atas.

Setelah tidur siang, tiba-tiba perut Lily terasa mual. Lily pun berlari ke kamar mandi dan muntah tanpa henti.

"Lily, kamu kenapa?"

Tiba-tiba, terdengar suara seseorang dari belakang.

Lily menoleh dan melihat Nadine yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangnya. Dia pun menjawab dengan nada dingin, "Nggak apa-apa."

"Lily, aku tahu kamu selalu menyalahkanku. Tapi, ini bukan keinginanku. Semua ini permintaan ayah dan ibu mertua." Nadine mengelus perutnya. "Selain itu... ini juga karena Yoga bersedia."

Lily tidak ingin membahas hal ini dengan Nadine. Setelah berkumur dan mengelap sudut mulutnya, Lily pun langsung berjalan keluar.

"Aku tahu."

Saat mereka berpapasan, Nadine tiba-tiba menarik tangan Lily dengan kasar. Wajahnya terlihat bengis. "Lily, anak ini adalah satu-satunya anak yang kumiliki. Nggak ada yang boleh merebut kasih sayang darinya."

Lily tidak mengerti maksud Nadine dan hendak pergi. Namun, tiba-tiba dia melihat hasil pemeriksaannya ada di tangan Nadine.

Sebuah firasat buruk muncul di hati Lily. Lily pun segera menepis tangan Nadine, menutupi perutnya dan mundur beberapa langkah.

"Kamu mau apa?"

Melihat Lily menutupi perutnya, kecurigaan Nadine pun makin terbukti. "Lily, kamu nggak seharusnya hamil di saat seperti ini."

"Aku nggak bisa membiarkan siapa pun merebut kasih sayang Yoga dan anakku."

Jantung Lily berdegap kencang. Dia pun berbalik dan berlari keluar sambil berteriak keras.

"Yoga, Yoga."

Nadine mengejarnya dari belakang. "Jangan teriak-teriak. Barusan aku bilang mau manisan buah dan seluruh keluarga pergi membelikannya untukku."

"Lily, di hati mereka, akulah yang paling penting."

Lily menatap Nadine dengan waspada. "Nadine, aku nggak akan merebut apa pun darimu. Aku akan pergi. Yoga dan Keluarga Ferdian semuanya akan jadi milikmu."

Nadine tiba-tiba tertawa. "Pergi? Itu nggak cukup."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Love Betrayal
8.9
Kehidupan rumah tanggaku hancur dalam sekejap setelah menyaksikan suamiku bermesraan dengan seorang wanita asing. Perempuan berambut panjang nan jelita itu merangkul lengannya begitu erat. Keduanya saling melempar tawa bahagia, layaknya pengantin baru yang sedang kasmaran. Siapa sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia besar apa yang mereka sembunyikan dariku? Inilah kisah penuh misteri tentang kepedihan dan pengkhianatan cinta.
Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia memilih pergi dalam keadaan mengandung setelah gagal meluluhkan hati dingin Kenzo. Kepergiannya tanpa jejak membuat Kenzo putus asa hingga nekat memperluas bisnis global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuatnya gila dan mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai wanita kaya dan berkuasa. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Sampul Novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL
8.8
Setelah empat tahun menikah, Aisyah dituduh mandul oleh suami dan mertuanya. Luka hatinya kian dalam saat sang suami berpoligami dengan sahabatnya sendiri. Menolak terus menderita, ia memilih bercerai demi memulai hidup baru. Namun takdir berbalik ketika mantan suaminya justru jatuh miskin dan hancur. Inilah kisah tentang penyesalan yang terlambat serta pembalasan dendam yang lahir dari sebuah fitnah keji.
Sampul Novel Istri Yang Diabaikan
9.5
Saat hamil tua, Lili mengalami kemalangan akibat kelalaian suaminya, Azzam. Ia terjatuh tanpa ada yang menolong hingga harus kehilangan sang buah hati. Walau Azzam sangat menyesali perbuatannya dan bertekad untuk berubah sewaktu Lili dalam kondisi kritis, situasi justru kian memburuk. Desakan tiada henti dari sang ibu mertua membuat Lili akhirnya memilih kabur dari rumah. Kini, Azzam harus berjuang melacak istrinya demi memperbaiki ikatan pernikahan mereka yang telah retak.
Sampul Novel Istri Yang Tersiksa
8.7
Tiga tahun lamanya Rania Alvi menanggung kepedihan dalam pernikahan dingin dengan pengusaha kaya, Rizky Wira. Berstatus sebagai istri kedua, hidupnya kian terasing akibat bayang-bayang Inez, sang mantan istri. Ketika divonis mengidap kanker stadium dua, kondisi fisik dan mental Rania runtuh hingga ia nekat menggugat cerai. Namun, Rizky menolak keras dan bersumpah tak akan melepaskannya. Kini, Rania terperangkap dalam obsesi sang suami, bergelut dengan rasa sakit tanpa celah untuk bebas.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
9.2
Hubungan intim semalam membawa Raina ke dalam asmara serius dengan miliarder Felix. Sayangnya, Felix mencampakkannya demi cinta pertama yang kembali, meninggalkan Raina dengan selembar cek. Tanpa air mata, Raina pergi membawa senyum. Saat mereka bertemu lagi, Raina telah menggandeng pria baru. Felix yang kini terbakar cemburu setengah mati berbalik mengejarnya, bahkan rela mengantre demi mendapatkan kembali hati sang mantan yang dulu ia sia-siakan.