APKDock Logo
Sampul Novel Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

8.1 / 10.0
Kisah mencekam ini bermula saat seorang suami tega meninggalkan anaknya sendirian di dalam mobil di tengah hutan demi menemani cinta pertamanya. Ketika kawanan serigala mengepung sang anak, ponsel sang ayah tidak aktif. Sang ibu yang panik segera menyusul, namun ia hanya menemukan sisa cokelat Valentine bersimbah darah di mobil kosong. Saat hatinya hancur, sang suami menelepon dan menuduhnya merusak suasana hari kasih sayang. Amarah sang ibu memuncak, bersiap mengirimkan balasan yang mematikan.

Cokelat Valentine Rasa Darah Bab 1

Suamiku mengajak anak kami pergi jalan-jalan bersama cinta pertamanya ke sebuah hutan.

Tapi di tengah jalan, suamiku meninggalkan anak kami sendirian dan pergi berdua dengan cinta pertamanya.

Ketika si kecil dikelilingi serigala di dalam mobil, nomor suamiku tidak dapat dihubungi.

Aku pergi menyusul ke sana, tapi yang tersisa di dalam mobil hanya cokelat valentine yang berlumuran darah.

Di tengah pedihnya hatiku, suamiku menelepon.

"Kita sedang merayakan hari kasih sayang, haruskah kamu merusak suasana?"

Oh? Selamat hari kasih sayang!

Izinkan aku mengirimkan cokelat rasa darah untukmu!

Aku membuka pintu rumah, dan pemandangan yang menyambutku membuat kakiku hampir ambruk.

Lampu ruang tamu menyala terang benderang, diwarnai gelak tawa. Meja bundar di tengah ruangan dipenuhi hidangan mewah. Aroma manis cokelat menyeruak memenuhi udara. Pemandangan yang sangat menggembirakan.

Tapi hatiku serasa jatuh ke palung laut yang terdalam. Sekujur tubuhku kaku sedingin es.

Dhanu dan Citra duduk bersebelahan di sofa. Keduanya bersentuhan mesra dihiasi senyum bahagia.

Ibu mertuaku duduk di seberang mereka sambil memangku anak laki-laki Citra yang bernama Miko, menyuapinya makan cokelat sedikit demi sedikit.

Sekitar mulut anak itu berlumuran cokelat. Dia tertawa-tawa kecil, persis seperti anak perempuanku dulu.

Cokelat .... Anakku ....

Jantungku tiba-tiba tersentak keras. Pandangan mataku kabur, seperti akan pingsan.

"Widya sudah pulang? Sekarang hari kasih sayang loh, kenapa wajahmu cemberut begitu?" Mata tajam Citra yang paling cepat melihatku berdiri di depan pintu. Nada suaranya seperti memanas-manasi.

Dia sengaja bersandar lebih dekat kepada Dhanu, seolah menegaskan kemenangannya.

Dhanu pun menoleh kepadaku. Wajahnya sedikit tidak senang. "Jangan pasang wajah kusam terus setiap hari. 'Kan aku sudah bilang berkali-kali, belajarlah dandan seperti Citra. Paling nggak rapikan bajumu."

Pakaianku berantakan dan berlepotan. Seharusnya terlihat jelas bahwa aku telah melalui suatu masalah.

Tapi dia tidak peduli sedikit pun. Matanya hanya dipenuhi rasa tidak suka dan jijik.

Aku menarik napas dalam-dalam untuk mengendalikan emosiku, lalu menatapnya dengan dingin. "Dhanu, kamu tahu anakmu pergi ke mana?"

Mendengar pertanyaan ini, ibu mertuaku menepuk-nepuk anak yang ada di pangkuannya. Dia menggerutu, "Masih berani kamu bicara begitu? Anakmu itu sama bodoh dan nakalnya denganmu! Sudah malam, masih keluyuran nggak jelas. Nggak penurut seperti Miko."

"Kenapa kamu yang marah?!" Aku menggeram kepada ibu mertuaku dengan tangan terkepal.

Suaraku tajam dan tanpa hormat, menggelegar seperti guntur menyambar bumi, mengguncang semua orang yang ada di sana.

Mereka tidak pernah melihatku bersikap seaneh ini.

Dhanu yang paling cepat tersadar dari rasa terkejutnya. Sontak berdiri dari sofa dan menudingkan jarinya kepadaku, berteriak-teriak. "Widya! Kamu sudah gila, ya?! Jaga sikapmu!"

Tapi aku seolah tidak mendengar dan hanya berjalan menuju ibu mertuaku selangkah demi selangkah. Mataku seperti belati yang terhunus tepat kepada anak dalam pelukannya.

"Kalian nggak pantas menyebut nama anakku! Kalian semua terlalu kotor!" Suaraku semakin keras, hampir berteriak.

Dadaku naik turun dengan hebat. Mataku semerah darah. Seperti ada gelombang kemarahan yang menyala, membakar seluruh tubuhku dari dalam.

Ledakan amarahku mengagetkan Dhanu. Matanya menatapku tidak percaya, diselingi rasa jijik dan marah.

"Widya, apa sih maumu?!" Dia kembali menuding wajahku dan berkata tanpa perasaan, "Lihat sendiri seperti apa penampilanmu sekarang. Apa kamu masih terlihat seperti seorang istri dan ibu?!"

Bibirku gemetar. "Ibu? Apa kamu tahu anak kita ..."

"Dhanu, jangan marah. Widya mungkin tersinggung melihatku di sini ...." Suara lembut Citra memotong perkataanku. Dia menatap Dhanu dengan memelas, matanya sedikit berkaca-kaca. "Aku dan Miko pergi dulu saja. Aku nggak mau membuat Kak Widya kesal ...."

"Citra, jangan pergi. Yang seharusnya pergi itu dia!" Dhanu menolak tanpa pikir panjang, lalu lanjut menyerangku. "Widya, sudah cukup ribut-ributnya? Keluar dari sini sekarang juga! Pikirkan sendiri apa salahmu. Aku akan memberimu pelajaran nanti!"

"Aku ..." Satu kata sudah terucap, tapi aku tiba-tiba merasa terlalu lelah untuk menjelaskan.

Aku sudah putus asa. Pria yang pernah berkata bahwa dia mencintaiku kini terasa seperti orang asing. Dingin dan tidak punya perasaan.

Aku berbalik tanpa ragu dan berjalan dengan langkah berat menuju kamar anakku di lantai atas.

"Dhanu, kamu harusnya nurut kata Ibu sejak awal, jangan menikah dengan dia! Lihat sekarang, dia seperti habis keluar dari got, bikin malu keluarga kita saja!"

"Bu, jangan marah! Ayo lanjut makan dengan tenang, jangan pikirkan dia!"

Suara-suara itu terdengar jelas dari belakangku. Hatiku saat ini benar-benar tenggelam ke dalam jurang tak berdasar.

Aku berjalan terhuyung-huyung ke kamar putriku dan terjatuh lemas di tempat tidurnya.

Air mataku berderai tanpa suara, membasahi seprai merah muda kesayangan putriku. Air mataku itu juga seolah meresap ke dalam hatiku, membuatku menggigil kedinginan.

Kamar ini masih beraroma seperti wangi khas putriku, manis seperti permen. Tapi aku tidak bisa merasakan manisnya sedikit pun.

Ini semua salahku. Kalau saja aku tidak lemah dan tidak memilih untuk menyerah. Kalau saja aku tidak terlalu mudah percaya kepada Dhanu dan bersikeras ikut dengan putriku, dia tidak akan ...

Aku menutupi wajahku. Hatiku pilu. Perasaan menyesal dan menyalahkan diri sendiri melilit di sekujur tubuh seperti ular berbisa, membuatku tidak bisa bernapas.

Ada suara "pluk", sesuatu terlepas dari tanganku dan jatuh ke lantai.

Aku melihat ke bawah, melihat boneka kesayangan putriku tergeletak di lantai dengan sepasang mata kosong, seolah meratap tanpa suara, menangisi takdir yang tidak adil.

Dengan tangan gemetar, aku mengambil boneka itu dan mendekapnya erat-erat di dadaku, ingin merasakan sisa-sisa kehangatan putriku.

"Sedang apa kamu?" Suara tidak sabar Dhanu tiba-tiba muncul dari depan pintu, membuyarkan lamunanku.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cokelat Valentine Rasa Darah

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula harmonis seketika hancur setelah ia menemukan barang milik wanita lain di koper suaminya. Kejadian itu menyingkap berbagai rahasia kelam serta tabiat buruk sang suami yang selama ini tertutup rapat. Dirundung rasa sakit hati yang luar biasa, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang sangat sulit. Apakah ia akan memilih bertahan dalam kepedihan, atau justru mengumpulkan kekuatan untuk membalas pengkhianatan menyakitkan tersebut?
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas tuntutan ayahnya. Remaja 18 tahun ini pun bertekad menyelidiki rahasia kelam di balik Kafe Nirwana, bisnis milik sang suami. Namun, penyelidikan tersebut justru menjebak Dara dalam misteri mendalam bersama sosok Raka yang buas. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: menghancurkan bisnis suaminya atau justru menyelamatkan pria itu dari ancaman berbahaya yang sedang mengintai.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Setelah sekian lama menyendiri, Mira melakukan kesalahan besar akibat pengaruh alkohol di hari ulang tahunnya. Ia melewati malam yang intim bersama Rendi, lalu kabur begitu saja tanpa sempat mengenali wajahnya. Saat berusaha melupakan kejadian tersebut, Mira terkejut ketika bertemu calon besannya. Rendi ternyata adalah ayah dari calon menantu anaknya. Kini, mereka terjebak dilema untuk mengubur rapat memori itu atau malah melanjutkan hubungan terlarang di belakang anak-anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan