APKDock Logo
Sampul Novel Psikopat itu Adik Pacarku

Psikopat itu Adik Pacarku

9.2 / 10.0
Sebuah keputusan fatal menghancurkan segalanya. Saat dikejar pembunuh, panggilan darurat korban diabaikan oleh kekasihnya yang mengira itu hanya lelucon. Sang pacar justru sibuk merayakan ulang tahun teman masa kecilnya hingga korban tewas dibantai dengan kejam. Penyesalan terlambat datang ketika pria yang bekerja sebagai ahli perbaikan mayat ini menerima tugas merekonstruksi jasad dengan kepala hancur. Begitu mengenali wajah kekasihnya sendiri di balik luka tersebut, ia langsung kehilangan kewarasannya.

Psikopat itu Adik Pacarku Bab 1

Sewaktu dikejar oleh pembunuh, telepon terakhir demi bertahan hidup, kutujukan kepada pacarku.

Pacarku mengira aku bercanda dan menutup teleponnya.

Hal itu memutus kesempatan terakhirku untuk bertahan hidup.

Saat aku dibunuh dengan kejam, pacarku tengah merayakan ulang tahun kekasih masa kecilnya.

Kemudian, sebagai ahli perbaikan mayat, pacarku mengambil alih sebuah mayat.

Kepala yang hancur itu perlahan-lahan menampakkan wajahku. Pacarku pun langsung menjadi gila.

Mayatku ditemukan oleh petugas kebersihan, tiga hari setelah aku meninggal.

Kecuali kepalaku yang tidak pernah ditemukan, bagian tubuh lainnya, semuanya sudah ditemukan.

Gio Jatmika mengambil alih mayatku untuk diperbaiki.

Ini adalah proyek besar. Tubuhku dimutilasi menjadi delapan bagian yang mengerikan dan proses perbaikannya sangat sulit.

Gio menghela napas dalam-dalam. "Wanita ini sangat tragis. Ini pertama kalinya aku melihat mayat yang begitu mengerikan."

Asisten muda itu menyatukan perutku dan menghela napas. "Anak di perut wanita ini sudah terbentuk. Satu mayat, dua nyawa. Janin ini meninggal dalam kandungan. Benar-benar tragis."

Aku melayang di udara dan diam-diam memperhatikan punggung Gio.

Gio tidak mengenaliku.

Tujuh tahun menjalin cinta. Perasaan yang mendalam dan hasrat penuh kegilaan yang terjadi berulang kali, tetap saja Gio tidak mengenali mayatku.

Tiba-tiba saja, aku bertanya-tanya ekspresi seperti apa yang akan muncul di wajahnya ketika Gio mengenaliku setelah kepalaku ditemukan nanti.

Gio membalik bagian tubuh di punggungku dan menjahit bekas luka tebasan yang melintang di punggungku.

Jantungku berdebar-debar.

Kenangan di malam itu, malam di mana hujan sedang turun, kembali terlintas di benakku.

Pembunuh itu mengejarku dan menebas punggungku dengan parang.

Darah mengalir di punggungku, bercampur dengan air hujan dan menghilang dalam kegelapan malam.

Telepon terakhir demi bisa bertahan hidup, kutujukan kepada Gio.

Namun, yang kudapatkan malah kata-katanya yang sedingin es. "Bisakah kamu berhenti membuat keributan? Untuk apa kamu bersandiwara seperti ini? Aku nggak akan mau mengalah. Aku akan mengakhiri perang dingin ini, hanya kalau kamu mau minta maaf pada Zoya."

Suara "bip" dari telepon yang ditutup, menjadi elegi terakhirku.

Kemudian, suara yang mengerikan datang dari arah belakang. "Kena kamu!"

Aku menjerit dan berteriak minta tolong dengan panik.

Namun, yang kudapatkan adalah pisau tajam yang menusuk tenggorokanku.

Saat aku jatuh ke dalam kegelapan, wajah Gio muncul di benakku.

"Gio, aku benar-benar kesakitan."

Malam tiba. Gio bekerja lembur untuk menjahitku menjadi bentuk manusia kembali.

Ketika Gio pulang kerja, hujan gerimis mulai turun.

Gio tidak membawa payung. Jadi, dia berdiri di bawah atap dan menunggu hujan reda.

Asisten muda itu bertanya dengan ragu-ragu, "Apa Kak Celia belum datang menjemput Anda?"

Selama bertahun-tahun, selalu aku sendiri yang menjemput Gio dari tempat kerja.

Namun, sekarang, selama tiga hari berturut-turut, aku tidak muncul. Asisten muda itu pasti penasaran.

Gio menunduk dan melihat tetesan air hujan yang jatuh ke tanah dan menimbulkan percikan-percikan air itu. Kemudian, Gio berkata dengan acuh tak acuh, "Hmm. Kami bertengkar dan sedang perang dingin."

Asisten muda itu merasa sudah salah bicara dan buru-buru berkata, "Kak Gio, biar kupanggilkan taksi. Hujan ini mungkin akan lama turunnya."

Gio menolaknya. "Aku akan menunggu sebentar lagi."

Gio menungguku menjemputnya, memberinya kesempatan dan mengakhiri perang dingin.

Namun, aku tidak akan pernah lagi muncul di hadapannya.

Hujan turun makin deras. Sebuah mobil menerobos rinai hujan.

Gio menengadah dan matanya menyiratkan sedikit kegembiraan.

Namun, detik berikutnya, senyum tipis di bibir Gio langsung membeku.

Itu karena dia tidak melihatku seperti yang dia inginkan.

Zoya Yuwanto berjalan tertatih-tatih menghampiri Gio sambil memegang payung, bagaikan anak burung yang penuh semangat.

"Kak Gio, aku datang untuk menjemputmu pulang."

"Kudengar sudah tiga hari berturut-turut Kak Celia nggak menjemput Kak Gio pulang dari kerja. Jadi, tugas ini cuma bisa diserahkan padaku."

Zoya tersenyum cerah dan manis. Namun, kata-katanya itu secara halus mengisyaratkan menyingkirkanku.

Kesuraman di wajah Gio langsung menghilang dan dia mengusap kepala Zoya.

"Oke, kalau begitu biar Zoya saja yang menjemputku mulai sekarang."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Psikopat itu Adik Pacarku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bidadari Pembawa Luka
8.3
Menjadi istri kedua Zayn, posisi saya hanya untuk memberi keturunan. Di balik pernikahan mapan Zayn dan Alysa, keberadaan saya tak pernah dianggap. Alih-alih dikasihani, saya justru dituduh sebagai perusak kebahagiaan mereka, padahal sayalah yang paling terluka akibat pengabaian ini. Kini, dalam kesendirian tanpa kepastian status, saya harus memilih: terus bertahan dalam pernikahan yang hampa atau mundur demi mengakhiri semua rasa sakit ini.
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara bertekad kuat mempertahankan status pernikahan demi menjaga kemewahan hidupnya. Namun, Vesper diam-diam merancang taktik licik agar sang istri bersedia menuntut cerai, demi memuluskan jalannya menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan bersama, konflik besar akhirnya meledak di antara mereka. Elara kini harus berjuang bertahan di tengah tekanan berat sang suami, terjebak dalam pusaran ambisi, pengkhianatan, serta intrik cinta yang rumit.
Sampul Novel CANDIKALA
9.2
Hidup Halimah berubah mencekam saat ia tiba-tiba mampu melihat dimensi gaib mengerikan dan para calon tumbal yang terancam mati. Kemampuan misterius ini membawanya pada dilema batin yang gelap: apakah ia harus ikut memburu tumbal demi bertahan hidup? Di tengah teror yang terus mengintai, Halimah harus berjuang keras mengungkap rahasia kutukan kuno tersebut sekaligus menemukan jalan keluar untuk menyelamatkan jiwanya dari ancaman maut.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra mantan kekasih ibunya yang angkuh dan kerap mengejeknya tidak berotak. Konglomerat itu menilai Vanilla hanya mendompleng nama besar keluarganya. Ketegangan di antara mereka memuncak saat Vanilla diwajibkan menjalani magang selama empat bulan di kantor Altan. Sejak wawancara kerja yang diwarnai drama dan jawaban aneh, Vanilla harus bertahan di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Demi membiayai sekolah keponakannya, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba meski Galih terus memotong upahnya. Saat Galih berhenti beroperasi, Sam kehilangan sumber penghasilan. Di tengah situasi sulit ini, Sena hadir mengancam akan membongkar masa lalu kriminal Sam ke polisi. Terdesak demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Sayang, keputusan tersebut membawanya pada penyesalan terdalam karena pekerjaan baru itu adalah menjual diri.
Sampul Novel OMG! Lebih Hebat dari Suamiku
8.3
Kehilangan gairah intim terhadap suaminya membuat wanita ini merasa hampa, hingga seorang sahabat menyarankannya mendatangi klinik khusus untuk pemulihan tubuh. Di sana, ia menjalani sesi terapi unik yang dipandu secara verbal oleh seorang terapis profesional. Alih-alih sekadar pulih, instruksi demi instruksi yang diberikan justru membangkitkan sensasi tak terduga. Perlahan, ia mulai terjerat dan menikmati kepuasan dari aktivitas terlarang yang menguji kesetiaan pernikahannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan