APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantuku Dari Keluarga Kaya

Menantuku Dari Keluarga Kaya

Saat menghadiri perayaan ulang bulan cucunya, seorang ibu justru mendapat cacian dari menantu dan besannya yang kaya raya hanya karena pakaian yang dikenakannya. Mereka bahkan melemparinya uang dan mengusirnya dengan kejam, menganggap putranya hanyalah barang jualan. Meski sang suami berusaha membela, hinaan yang mereka terima justru semakin menjadi-jadi. Namun, roda nasib berputar drastis ketika keluarga kaya yang sombong itu akhirnya harus berlutut memohon belas kasihan demi bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suamiku segera menghampiriku, menarikku berdiri, dan menatap wajahku dengan raut yang muram.

"Hilda, siapa yang memukul wajahmu?"

Wajah suami saya penuh amarah. Dengan mata berkaca-kaca, saya menggenggam tangannya dan menggeleng pelan. "Sudahlah, kita pergi saja!"

Ibu besanku tertawa dingin. "Pergi? Apa aku bilang kalian boleh pergi? Hilda, jangan pikir kamu hebat hanya karena punya pendukung. Pas sekali, kalian berdua sujud saja sekalian!"

Mendengar itu, aku langsung menyesal datang ke sini.

Aku menggenggam tangan suamiku erat-erat. "Maaf, aku menyeretmu dalam masalah ini!"

Dia menepuk punggungku, menarikku ke pelukannya, dan menatap orang-orang yang mulai mengelilingi kami. Wajahnya langsung berubah serius. "Coba saja kalau ada yang berani menyentuhnya!"

Ibu besanku mendengus dingin, lalu saat itu juga bapak besan keluar.

"Ada apa ribut-ribut begini? Para tamu sudah datang, kenapa nggak masuk saja?"

Pria itu bahkan tidak memandangku, langsung menarik ibu besan untuk masuk ke dalam.

Namun, ibu besan tidak terima. "Pak, ini semua gara-gara Hilda! Wanita ini bawa sial. Di hari baik seperti ini, dia malah menangis di pintu. Aku suruh dia sujud di depan pintu, tapi dia malah melawan!"

"Benar, Ayah! Dia malah mengaku-ngaku sebagai nenek si bayi. Sama sekali nggak menghormati Ibu!"

Wajah Yana penuh kebencian. Bapak besan, Benny Yogantara, menatap tajam ke arahku, membuatku ketakutan hingga tanpa sadar mundur.

Namun, aku justru terjatuh ke pelukan suamiku.

"Benny, hari ini kami datang membawa hadiah. Beginikah caramu memperlakukan tamu?"

Benny langsung tertawa sinis. "Tamu? Kalian pikir kalian itu tamu?"

"Hilda, anakmu itu menantu yang menumpang hidup di keluarga kami. Jadi, dia sudah ‘terjual’ ke Keluarga Yogantara. Dan kamu sendiri sudah menikah lagi. Jadi, kamu sama sekali bukan keluarga kami!"

Sambil berkata demikian, dia mengeluarkan beberapa lembar uang dari sakunya dan melemparkannya ke arahku. "Ambil uang ini dan pergi! Ini uang hasil anakmu menjual diri. Mulai sekarang, jangan sampai aku melihat wajahmu lagi!"

Aku menatap uang yang berserakan di lantai dan melihat sekeliling. Dadaku bergemuruh. "Kalian ... kalian benar-benar keterlaluan!"

Suamiku menepuk bahuku dan berkata kepada mereka, "Benny, ingat kata-katamu hari ini. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari!"

"Menyesal? Dalam Keluarga Yogantara, nggak ada tempat untuk orang seperti kalian!"

Benny memandang Yana sambil berkata, "Keluarga miskin seperti ini, aku nggak tahu apa yang kamu pikirkan dulu sampai memilih dia!"

Putraku, Candra Hutama, yang berdiri di samping tampak gelisah. Dia bergerak membuka mulut untuk berkata sesuatu, tetapi akhirnya hanya menatapku dan Yana dengan mata berlinang. "Bu, ini semua salahku yang nggak berguna."

Hatiku terasa tercabik-cabik. Suamiku berkata dengan tegas, "Candra, kamu harus ingat! Meski kamu itu menantu di rumah mereka, itu bukan berarti kamu kehilangan harga diri!"

"Ibumu diperlakukan seperti ini. Sebagai anak, jangan pernah berpihak pada mereka!"

"Kalau memang harus, kita putuskan hubungan ini! Tapi penghinaan ini harus kita balas!"

Perkataan suamiku membuatku tercengang. Aku menatapnya dan melihat sorot matanya yang tajam. Tatapan itu membuatku tertegun.

Aku belum sempat bereaksi ketika mendengar Benny tertawa terbahak-bahak. "Cukup! Kalian itu cuma ibu rumah tangga dan pensiunan tua, mau berpura-pura jadi pahlawan besar?"

"Hari ini keluarga kami sedang merayakan kelahiran bayi. Aku tidak akan mempermasalahkannya!"

"Cepat pergi!"

Aku hendak pergi, tetapi suamiku menarikku. "Pergi? Hah! Setelah memukul orang, kalian masih bisa sombong begini? Ini nggak bisa aku biarkan!"

Aku ketakutan. "Sudahlah, Jodi. Kita nggak bisa melawan mereka!"

Jodi Kusuma menepuk punggung tanganku. Di saat berikutnya, suara sirene polisi terdengar dari luar.

Wajah Benny dan ibu besan langsung berubah drastis.

"Berani-beraninya kamu melapor polisi!"

"Bukan Cuma melapor polisi. Aku juga akan memastikan nggak ada lagi yang mau bekerja sama dengan Keluarga Yogantara!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Cinta Terlarang
8.0
Arsitek sukses bernama Maya merasakan kehampaan hidup walau telah bertunangan dengan Daniel. Pertemuannya dengan Ethan, seorang pengusaha penuh karisma, seketika menyalakan gairah baru yang berujung pada perselingkuhan berisiko. Saat kecurigaan Daniel kian tajam, Maya didera rasa bersalah yang mendalam. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam zona nyaman masa lalunya atau mempertaruhkan segalanya demi cinta terlarang yang mengancam kehancuran dunianya.
Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, wanita blasteran Jerman-Bali, hancur akibat pengkhianatan Rangga dan tewasnya sang tunangan, Kim. Ia pun mengasingkan diri ke Jerman. Namun di sana, ia justru kembali berhadapan dengan Rangga dan Maharatih yang licik. Akibat rencana jahat mereka lewat obat perangsang, Renata akhirnya mengandung anak dari Alexander Maxwell, seorang CEO tampan. Meski Maharatih terus berulah, pengakuan jujur Rangga akhirnya menyingkap seluruh kebenaran pahit itu.
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan merayap setelah aku meninggalkan Naira demi Qirani, yang akhirnya malah mengkhianatiku setelah lulus. Demi menyembuhkan luka, aku memilih membangun karier di Pekanbaru, meski bayang Naira tak pernah hilang. Begitu tahu rencana pernikahan Naira batal, aku bertekad membenahi diri dan terus berdoa agar dimaafkan. Setahun berjuang dengan sabar, ketulusanku akhirnya melunakkan hati Naira. Kini, kami telah bersatu dalam pernikahan dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
9.2
Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Sampul Novel Marriage Life 2
8.9
Vante Adinan diberi kesempatan kedua oleh Andara Jeo untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang retak. Namun, kini ia harus menghadapi perubahan drastis pada sikap Andara, termasuk keinginan mengidamnya yang tidak biasa. Masalah makin pelik saat Jaren Adiyaksa menuduh Vante membawa perempuan hamil lain. Meski membantah tuduhan selingkuh tersebut, Vante harus berjuang melewati segala cobaan kesetiaan dan keanehan sikap pasangannya demi mempertahankan rumah tangga.