APKDock Logo
Sampul Novel Menantuku Dari Keluarga Kaya

Menantuku Dari Keluarga Kaya

8.7 / 10.0
Saat menghadiri perayaan ulang bulan cucunya, seorang ibu justru mendapat cacian dari menantu dan besannya yang kaya raya hanya karena pakaian yang dikenakannya. Mereka bahkan melemparinya uang dan mengusirnya dengan kejam, menganggap putranya hanyalah barang jualan. Meski sang suami berusaha membela, hinaan yang mereka terima justru semakin menjadi-jadi. Namun, roda nasib berputar drastis ketika keluarga kaya yang sombong itu akhirnya harus berlutut memohon belas kasihan demi bertahan hidup.

Menantuku Dari Keluarga Kaya Bab 1

Pada hari ulang bulan cucuku, aku datang membawa hadiah untuk merayakannya.

Menantuku melihat pakaian baruku dan langsung menegur, "Kalau nggak punya uang, jangan pakai barang palsu! Malu-maluin banget!"

Besanku malah melemparkan uang 2 juta kepadaku!

"Putramu itu menantu keluarga kami, lantas apa hakmu untuk melihat cucuku?"

"Ambil uang hasil menjual putramu dan pergi!"

Wajahku memucat. Suamiku membelaku, tetapi yang kami dapatkan justru hinaan yang makin parah dari mereka.

Namun, pada akhirnya, mereka berlutut memohon kepada suamiku, meminta kami memberi mereka kesempatan untuk hidup.

Menantuku, Yana Yogantara, memandang rendah aku. Dia menunjuk hidungku sambil memarahiku karena mempermalukannya, bahkan menyuruh aku pergi.

Melihat anak yang digendongnya, aku benar-benar ingin mendekat, tetapi melihat tatapan anakku, aku pun menahan diri.

Aku mengeluarkan uang sepuluh ribu dari kantongku, memberikannya kepada Yana, "Ini untuk anakmu. Ini sedikit tanda dariku sebagai neneknya, tolong diterima."

Yana langsung marah besar, "Diam! Berani-beraninya kamu menyebut diri sebagai nenek!"

"Orang nggak jelas seperti kamu berani juga cari muka!"

Aku terkejut. Sebelum aku sempat bereaksi, aku mendapat tamparan keras!

Kepalaku berdengung, tubuhku agak limbung, dan baru sadar bahwa orang yang memukulku adalah ibu besanku.

Aura wanita itu angkuh, dengan kalung berlian yang berkilauan di lehernya. Saat itu, dia menatapku dengan wajah penuh amarah.

"Hilda, siapa yang kasih kamu keberanian untuk omong besar di rumahku!"

"Hari ini keluargaku merayakan kelahiran anak. Kamu itu siapa, berani-beraninya datang? Bawa sial saja!"

Aku buru-buru menjelaskan, "Maaf, aku nggak bermaksud seperti itu. Aku Cuma mau lihat anak itu. Aku akan pergi sekarang!"

Aku tidak ingin anakku berada dalam situasi sulit, jadi aku meninggalkan hadiah itu dan bersiap pergi.

Namun, ibu besanku tidak terima. Dia langsung membuang semua hadiah yang kubawa. Melihat pakaian bayi dan mainan yang aku beli, wajahnya langsung berubah muram!

"Hilda, kamu itu sengaja, ya!"

"Keluarga Yogantara ini seperti apa, kamu beli barang-barang diskonan dan kuno seperti ini? Apa kamu mau mempermalukan kami?"

"Nggak, bukan begitu!"

"Masih berani menyangkal! Hari ini keluarga kami merayakan kelahiran. Kamu menangis di pintu itu untuk siapa?"

"Cepat berlutut dan minta maaf! Kalau nggak, jangan harap bisa pergi!"

"Benar, berlutut!"

Yana juga berlari mendekat, menendang semua hadiahku, dan menatapku dengan penuh kebencian.

Seketika aku merasa sangat marah. Selama ini, apa pun yang mereka katakan tentang aku, aku tidak peduli. Namun, aku benar-benar tidak bermaksud mempermalukan mereka.

Semua itu kupilih dengan hati-hati. Aku bahkan sengaja mengenakan pakaian baru.

Suamiku bilang ini merek yang biasa digunakan para karyawan di perusahaannya, kualitasnya sangat bagus.

Namun, di mata Keluarga Yogantara, semua itu dianggap barang diskonan yang ketinggalan zaman!

Orang-orang di depan hotel mulai memperhatikan aku. Aku mengepalkan tangan, tetapi tetap diam.

Anakku mendekat dan memohon, "Bu, tolong berlutut dan minta maaf. Anakmu masih harus bergantung pada mereka untuk hidup!"

Aku terpana. Namun, melihat wajah anakku yang penuh dilema, air mataku langsung jatuh.

Ibu besanku makin marah, "Hilda! Berani-beraninya kamu menangis di hari bahagia keluarga kami, benar-benar pembawa sial! Sepertinya kamu memang sudah bosan hidup!"

Baru saja dia selesai bicara, dia memberi isyarat pada pengawalnya, dan mereka langsung menamparku beberapa kali!

Mulutku terasa penuh dengan rasa besi, telingaku mulai berdenging. Melihat wajahnya yang penuh amarah di depanku, aku pun luar biasa marah.

"Kalian ... kalian terlalu keterlaluan! Aku ...."

Belum sempat aku menyelesaikan kalimat, sebuah tendangan menghantam lututku, membuatku jatuh berlutut dengan keras!

"Keluarga Yogantara menikah dengan keluargamu itu adalah keberuntunganmu! Kamu harus tahu posisimu!"

"Cepat sujud!"

Aku terkejut, sujud?

"Nggak mungkin!"

Aku juga punya harga diri. Memintaku bersujud? Sampai mati pun, aku tidak akan melakukannya!

Anakku juga berlutut, "Bu, aku mohon, jangan paksa ibuku lagi. Dia nggak sengaja!"

Yana marah besar, "Kamu berpihak pada siapa? Berani-beraninya membelanya! Kamu nggak mau hidup lagi?"

Ibu besanku makin arogan, "Seret perempuan itu ke depan pintu! Kalau dia nggak mau sujud, biarkan dia terus berlutut di sana!"

Saat mereka menyeretku pergi, tiba-tiba terdengar suara keras dari belakang, "Aku mau lihat siapa yang berani menyentuhnya!"

Itu suamiku!

Aku tidak bisa menahan diri lagi, air mataku langsung mengalir deras.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Menantuku Dari Keluarga Kaya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun pernikahan rahasia dengan seorang direktur menyisakan luka bagi sang istri, terutama karena suaminya menolak dipanggil ayah oleh putra mereka. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretaris wanitanya, ia memutuskan pergi membawa putranya dan mengajukan cerai. Kehilangan ini membuat sang suami yang biasanya tenang menjadi lepas kendali dan mencarinya ke mana-mana bagai orang gila. Namun, kali ini sang istri dan putranya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan