APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membuatmu Takluk Padaku

Membuatmu Takluk Padaku

Di mata publik, Raya adalah istri resmi dari sang aktor terkenal, Kaisar Prabaswara. Namun, pernikahan mereka sebenarnya hampa dan tanpa rasa cinta karena Kaisar telah memiliki tambatan hati lain. Demi mempertahankan reputasi, Kaisar dengan lihai bersandiwara menunjukkan kemesraan palsu di depan media. Terjebak dalam pernikahan penuh kepura-puraan yang menyiksa ini, mampukah hubungan mereka tetap bertahan, ataukah justru akan hancur akibat kepalsuan tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Mau ngapain kamu ke sini, Ray?" tanya Kai.

Pria itu baru membukakan pintu setelah Raya mengancam akan membuka paksa pintu apartemen itu dengan bantuan para bodyguard yang menemaninya.

Dengan isyarat, Raya meminta dua orang pengawal yang menemaninya untuk berjaga di depan pintu. Sementara ia sendiri masuk ke dalam kamar dengan santai. Kai mengikutinya masuk.

"Tentu saja aku ke sini untuk menjemput suamiku pulang, cepatlah berkemas. Ada banyak wartawan di luar. Kau tentu tidak mau memberikan orang-orang itu kesempatan untuk menjatuhkan reputasimu dan papa mertua kan?"

Kai menatap Raya dengan muak.

"Bukannya itu memang yang kamu mau? Kalau kamu memang sepeduli itu, harusnya kamu menerima tawaranku untuk bercerai!" kata Kai sengit.

"Aku tidak mau!" jawab Raya seperti biasa.

Kini langkahnya telah sampai di ambang pintu kamar. Matanya menatap sayu seorang perempuan dengan tubuh hanya dililit oleh seprai saja. Kondisi kamar itu berantakan di bagian-bagian tertentu. Ada beberapa pakaian termasuk pakaian dalam wanita berserakan di lantai. Dan Raya mendengus ketika melihat sebuah celana dalam pria juga teronggok di sana.

"Kamu mandi sekarang! Oh, iya. Di mana kamu menyimpan baju bersihnya Kai?" tanya Raya pada Veronica kekasih dari suaminya.

Vero mendesis dan memandang kasihan pada Raya, dengan senyum kemenangan tentu saja. Jangan berharap dia akan menjawab pertanyaan Raya. Sungguh, Vero akan melakukan apa saja untuk membuat Raya tahu di mana seharusnya posisinya.

Karena tidak mendapat jawaban dari Vero, Raya segera menuju ke lemari dan membukanya. Dan ternyata memang ada pakaian Kai di salah satu pintu lemari itu.

"Lancang sekali kau membuka-buka lemariku!" hardik Vero marah.

Vero segera turun dari ranjang masih dengan memakai selimut yang melilit tubuhnya untuk mencegah Raya mengobrak-abrik pakaian lemarinya.

Raya tak menghiraukan. Ia mengambil sebuah celana panjang dan kaos kasual serta pakaian dalam Kai dari sana dan melemparkannya ke atas tempat tidur.

Masih mengabaikan Vero, Raya berpaling kembali pada Kai.

"Kamu segera mandi sekarang sebelum para wartawan itu curiga dengan apa yang kamu lakukan di sini. Aku tunggu di depan!" perintah Raya sambil memandang Kai tajam.

Langkahnya kini menuju ruang tamu hingga ia menemukan sofa dan duduk manis di sana.

"Bisa ya kamu dengan lancangnya menerobos masuk apartemen orang lain dan bertindak tidak sopan seenaknya?!" umpat Vero.

Vero dengan tubuh yang masih dililit seprai itu menyusul Raya ke ruang depan.

Raya tertawa kecil sebelum ia duduk dengan anggun di sofa yang tersedia di ruang tamu tersebut.

"Bisa ya kamu dengan tidak tahu malu membawa suami orang ke apartemenmu dan making love dengannya tanpa rasa bersalah sama sekali?" balas Raya tanpa raut emosi sama sekali.

Vero dengan geram mendatangi Raya hingga ia berada tepat di hadapan istri dari kekasihnya itu.

"Hah! Suamimu? Maksudmu suami di atas kertas? Kau sangat tahu Raya, kalau Kai tidak mencintaimu. Dia hanya mencintaiku! Kau hanya duri dalam hubungan kami! Dari sejak awal bukannya Kai sudah bilang kalau pernikahan kalian hanya sebatas pernikahan terpaksa?" balas Vero.

Entah dengan cara apa lagi Vero membuat Raya sadar bahwa cinta Kai hanya untuknya.

Raya mengangguk, sedikit mencibir.

"Benar, lalu? Pernikahan terpaksa pun tetap saja itu adalah pernikahan. Kamu sendiri apa punya?"

Bibir Vero bergetar menahan amarah, namun ia tak bisa mengungkapkannya karena memang ia tak memilikinya, status pernikahan itu.

Raya yang sempat duduk kemudian berdiri dan menatap wanita di depannya itu. Seprai yang membalut tubuh Veronica hampir melorot sehingga belahan dadanya terbuka hampir separuhnya.

Raya meraih seprai itu dan melilitkannya dengan kencang ke tubuh Vero hingga wanita itu merasa sesak hingga sulit bernapas.

"Aku sama sekali tidak peduli dengan kisah cintamu itu dan Kai, Vero. Tetapi jika kau memang secinta itu padanya harusnya kau berpikir ratusan kali untuk membuat reputasi Kai dan ayahnya buruk," kata Raya sambil menyelipkan ujung seprai ke sisi terakhir lilitan kain itu.

Raya mengangguk puas melihat seprai itu kini sudah tidak melorot di tubuh Vero.

Sementara itu, Vero menggertakan giginya dengan geram sambil melihat ke arah kamar.

Tampaknya Kai benar-benar menuruti permintaan Raya untuk mandi dan berpakaian. Buktinya laki-laki itu tidak menyusul ia dan Raya keluar kamar meski Kai terlihat sama marahnya dengan dirinya.

"Aku ... tidak ... peduli!" jawab Vero muak namun memelankan nada suaranya agar Kai tidak mendengarnya.

Raya tersenyum lagi.

"Kalau kau tidak peduli jangan pernah bermimpi masuk dalam keluarga Prabaswara. Jelas wanita sepertimu tidak akan mampu menjadi bagian dari mereka," jawab Raya tegas dan lugas.

Vero menghentakkan kakinya sebagai upayanya yang berusaha meredam emosi. Kemudian ia memilih pergi dan masuk kembali ke dalam kamar. Dia tidak bisa membalas Raya saat ini karena beresiko ia akan mengeluarkan kata-kata yang akan membuat Kai membuat penilaian berbeda kepadanya nanti. Dia akan membalas perempuan itu nanti, tapi tidak saat ini.

Saat ia kembali ke kamar, benar saja Kai sudah berada di dalam kamar mandi. Terlihat bayangan Kai yang sedang mandi di bawah shower dari dinding dan pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca berwarna abu buram itu.

Pelan-pelan Vero berusaha mengatur napasnya yang memburu agar emosinya tidak terlihat dengan jelas di mata Kai nanti. Lalu dengan pelan ia mengetuk pintu kamar mandi itu.

"Hmm, sebentar lagi aku selesai." Terdengar sahutan dari dalam kamar mandi.

"Buka, Sayang. Aku juga mau ikutan mandi. Sekalian," ucap Vero.Lalu,

ceklek!

Pintu kamar mandi itu terbuka menampilkan tubuh Kai yang basah tanpa busana.

Vero tersenyum genit.

"Kita lanjutin yang tadi?" tanyanya dengan nada menggoda.

Kai membuka pintu kamar mandi sedikit lebih lebar untuk melihat ke arah pintu kamar. Kemudian ia memandang kekasihnya seakan bertanya di mana istrinya saat itu.

"Dia ada di ruang tamu. Biarkan saja dia. Short time, mau?" tanyanya dengan nada yang sangat menggoda.

Kai sempat ragu dan terlihat ingin menolak, namun bukan Vero namanya kalau dia tidak berhasil mendapatkan apa yang dia mau. Setidaknya Vero harus menunjukkan pada Raya bahwa hati Kai bahkan tubuhnya adalah miliknya. Walaupun Raya membanggakan pada Vero status pernikahan Kai dengannya, namun apa gunanya itu semua jika bahkan hati dan jiwa Kai ada untuknya.

Makan tuh buku-buku nikah, kekehnya dalam hati.

Kini Vero mendorong tubuh Kai agar kembali masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu setelah ia juga ikut masuk ke dalam. Jangan tanya apa yang akan mereka lakukan, karena sudah pasti itu adalah hal-hal menyenangkan yang mungkin tidak akan pernah dirasakan oleh istri sah sialan itu.

Dari ruang tamu, Raya bisa mendengar sayup-sayup suara erangan Vero dari kamar yang sengaja dibuat terbuka oleh wanita itu.

Dalam diam Raya hanya bisa menghela napas.

***

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Bagi Rudi, Rindu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Namun, keyakinan itu runtuh saat Jaka, sahabat karibnya sendiri, merebut Rindu. Di tengah kehancuran hatinya, Rudi berusaha ikhlas dan tegar menerima kenyataan pahit tersebut. Meski waktu berlalu dan banyak wanita baru mencoba mendekatinya, kenangan masa kecil bersama Rindu tak pernah pudar dari benaknya. Akankah keteguhan hati dan kesetiaan Rudi berujung pada kebahagiaan? Ikuti kisah perjuangan cintanya yang penuh liku.
Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria sudah bercerai tujuh kali karena semua istrinya tak sanggup melayani gairah ranjangnya yang luar biasa hingga tujuh kali sehari. Kondisi fisik yang tidak wajar ini membuat Satria bertanya-tanya. Ia mencurigai kekuatan berlebih tersebut muncul akibat efek samping obat misterius dari mendiang kakeknya semasa sekolah dulu. Kelanjutan dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Pendek dengan Alur Ringan dengan Akhir yang Bahagia
9.7
Antologi fiksi romantis modern ini menyuguhkan rangkaian kisah cinta yang menyejukkan jiwa. Hadir dengan plot mandiri dan judul berbeda di setiap bab, buku ini menawarkan pengalaman membaca yang selalu segar. Di tengah peliknya dinamika kehidupan nyata, kumpulan cerita pendek ini dirancang khusus sebagai ruang nyaman bagi pembaca. Fokus utama dari setiap jalinan kisahnya adalah menjamin akhir yang bahagia dan manis bagi seluruh karakter di dalamnya.
Sampul Novel Istri yang Lari di Hari Pernikahannya
9.3
Siti Maemunah terpaksa menikah karena perjodohan yang diatur pamannya. Tepat setelah akad nikah selesai, ia memutuskan melarikan diri dan meninggalkan sang suami dengan keyakinan mereka tak akan pernah bertemu lagi. Namun takdir berkata lain. Setahun kemudian, Maemunah justru kembali dipertemukan dengan Alga. Kini, ia tidak punya pilihan selain menghadapi kenyataan pahit dari masa lalu yang sempat dihindarinya.
Sampul Novel PESONA RAMAH YANG MENGINSPIRASI
9.5
Safira adalah gadis 25 tahun asal kota kecil Springville yang memikat lewat mata cokelat indah dan senyum hangatnya. Di lingkungan sekitar, ia begitu dihormati karena kebaikan hatinya yang luar biasa. Tanpa pernah mengharapkan pamrih, Safira selalu siap menolong siapa saja yang sedang kesulitan. Ketulusan sikapnya dalam membantu sesama tidak hanya membuatnya dicintai, tetapi juga menjadi sosok yang sangat menginspirasi banyak orang di sekitarnya.
Sampul Novel Setelah Luka Hadirlah Kamu
9.1
Kehancuran menyelimuti Keira Althea akibat pengkhianatan sepupu dan tunangannya. Saat mencoba bangkit, takdir mempertemukannya dengan Zeno Arkana, seorang dokter militer muda yang bertekad memenangkan hatinya. Walau trauma masa lalu membuat Keira terus menjaga jarak dan menolak, ketulusan Zeno tidak pernah surut. Sikapnya yang manis sekaligus menyebalkan perlahan meruntuhkan pertahanan Keira. Akankah kasih sayang tak terduga dari Zeno berhasil memulihkan luka di jiwanya?