APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membalas Para Pengkhianat

Membalas Para Pengkhianat

Demi cinta, Aira Maheswari rela menyerahkan kendali perusahaan keluarga kepada suaminya, Andra. Namun, setelah berkuasa, Andra justru berkhianat dengan berselingkuh bersama sekretarisnya yang bernama Tiara. Pengkhianatan ini bahkan direstui oleh ibu mertua Aira demi mendepaknya. Tak sudi terus-menerus ditindas, putri konglomerat ini memutuskan untuk bangkit melawan. Aira bertekad merebut kembali seluruh warisannya dan menghancurkan konspirasi busuk mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari itu, Aira memutuskan untuk bertindak. Ia tidak bisa hanya diam sementara hatinya terus diliputi kecurigaan. Pagi-pagi sekali, ia meminta supirnya, Pak Jaka, untuk membantunya mengawasi Andra.

"Pak Jaka, saya minta tolong ya. Jangan bilang apa-apa ke Mas Andra," kata Aira dengan suara tenang tapi tegas.

"Baik, Bu. Apa yang harus saya lakukan?"

"Antar saya ke kantor pagi ini, dan nanti sore, kita akan mengikutinya secara diam-diam."

Pak Jaka mengangguk, meskipun raut wajahnya tampak sedikit cemas. Ia sudah bekerja cukup lama dengan keluarga Aira, sehingga ia tahu bahwa permintaan seperti ini bukanlah hal biasa.

---

Pukul lima sore, Aira yang duduk di mobil bersama Pak Jaka mulai memantau gerak-gerik Andra. Seperti biasa, suaminya keluar dari kantor dengan langkah tenang, mengenakan jas rapi, dan masuk ke mobil. Namun, kali ini, ia tidak langsung pulang ke rumah.

"Pak Jaka, kita ikuti mobil itu," perintah Aira dengan nada tegas.

Mobil Andra melaju ke sebuah restoran mewah di pusat kota. Dari kejauhan, Aira melihat Andra turun dari mobil, disambut oleh Tiara. Wanita itu mengenakan gaun merah yang elegan, sama sekali tidak seperti seorang sekretaris yang sedang bekerja lembur.

Dada Aira terasa sesak melihat pemandangan itu. Namun, ia tetap berusaha tenang.

"Kita tunggu di sini, Pak. Saya ingin lihat apa yang mereka lakukan," ujar Aira sambil menahan emosi.

Lewat jendela restoran, Aira melihat Andra dan Tiara duduk bersebelahan, tertawa dan berbicara dengan akrab. Sesekali, Andra menyentuh tangan Tiara, seolah tak peduli pada dunia di sekitarnya.

Air mata Aira menggenang, tapi ia menahan diri agar tidak menangis.

"Pak Jaka, kita pulang sekarang," katanya akhirnya, suaranya bergetar.

---

Di rumah, Aira duduk sendirian di ruang tamu. Ia merasa marah, sedih, dan dikhianati, tapi ia tidak ingin gegabah. Ia harus berpikir jernih untuk menghadapi situasi ini.

Ketika Andra pulang larut malam seperti biasa, Aira sudah menunggunya. Kali ini, ia tidak berniat menyembunyikan perasaannya.

"Kamu dari mana, Mas?" tanya Aira langsung begitu Andra masuk ke ruang tamu.

Andra tampak terkejut melihat istrinya yang biasanya lembut tiba-tiba berubah serius. "Dari kantor, Sayang. Lembur, seperti biasa."

"Benarkah? Aku tadi lihat kamu di restoran bersama sekretarismu."

Wajah Andra seketika pucat, tapi ia segera berusaha menguasai diri. "Oh, itu? Aku hanya makan malam bisnis dengan Tiara. Ada klien yang membatalkan pertemuan, jadi aku mengajaknya makan sambil berdiskusi pekerjaan."

"Pekerjaan? Dengan tawa semanis itu?" Aira mendekati Andra, matanya tajam menatap suaminya. "Jangan bohong, Mas."

Andra menghela napas panjang, berusaha tetap tenang. "Aira, kamu kenapa jadi begini? Aku nggak melakukan apa-apa yang salah. Kamu tahu aku sibuk dengan pekerjaan."

"Mas, kalau kamu memang sibuk, kenapa waktu kamu lebih banyak untuk Tiara daripada aku?" suara Aira mulai bergetar. "Aku nggak bodoh. Jangan anggap aku nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Andra tidak menjawab, hanya mengalihkan pandangan. Diamnya Andra membuat Aira semakin yakin bahwa kecurigaannya benar.

"Baiklah, kalau kamu tidak mau mengakui, aku akan cari tahu sendiri," kata Aira dengan nada dingin sebelum meninggalkan Andra sendirian di ruang tamu.

---

Keesokan harinya, Aira memutuskan untuk bertemu dengan Tiara secara langsung. Ia meminta salah satu staf perusahaan ayahnya untuk menjadwalkan pertemuan dengan Tiara di sebuah kafe. Tiara, yang tidak tahu apa-apa, datang dengan santai, mengenakan pakaian kasual.

"Ada apa, Bu Aira?" tanya Tiara dengan senyum tipis yang menurut Aira terasa penuh kepalsuan.

"Aku cuma ingin berbicara, wanita ke wanita," jawab Aira, suaranya tetap tenang.

Tiara tampak sedikit bingung, tapi ia tetap duduk.

"Aku tahu kamu punya hubungan dengan suamiku," kata Aira langsung tanpa basa-basi.

Tiara terkejut, tapi ia segera memasang wajah tenang. "Saya tidak tahu maksud Anda, Bu."

"Jangan bohong, Tiara. Aku melihat kalian di restoran kemarin. Aku juga tahu lebih dari itu."

Tiara tersenyum kecil, kali ini dengan nada yang lebih menantang. "Kalau Ibu tahu, kenapa masih bertanya?"

Ucapan itu membuat Aira terpukul. Ia tidak menyangka Tiara akan seberani ini. Namun, ia tidak ingin terlihat lemah di depan wanita itu.

"Dengar, Tiara. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut suamiku. Kamu pikir kamu bisa menang dariku? Kamu salah besar."

Tiara hanya tertawa pelan. "Kita lihat saja, Bu."

Aira mengepalkan tangannya di bawah meja, berusaha menahan amarahnya. Pertarungan ini baru saja dimulai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertukar Peran Dipelaminan
8.1
Wajah yang serupa dengan sang kakak, Mariana, justru membawa petaka bagi Eveline. Demi menutupi aib keluarga akibat kehamilan rahasia Mariana, Eveline dipaksa berpura-pura menjadi pengantin di hari pernikahan. Rencananya sederhana: ia hanya perlu menyamar semalam dan membius Viktor, sang suami, dengan obat tidur. Namun, saat fajar tiba, janji Mariana untuk kembali bertukar peran tidak pernah terwujud. Keputusan ini justru menyeret Eveline ke dalam pusaran rahasia kelam keluarga yang mulai terkuak.
Sampul Novel Dikhianati Sejak Hari Pertama
8.4
Demi sang ayah yang sedang sakit, Katrina terpaksa menyetujui pernikahan kilat dengan Gavin Ardian. Namun, di hari pertamanya sebagai istri, ia langsung menghadapi kenyataan pahit bahwa Gavin masih menjalin kasih dengan mantan pacarnya. Di tengah pengkhianatan ini, sang ayah mertua justru menugaskan Katrina untuk memenangkan hati putranya. Kini, Katrina terjebak dalam pilihan sulit: berjuang merebut cinta Gavin atau menyerah pada rumitnya biduk rumah tangga mereka.
Sampul Novel Gairah Liar Masa Puber
8.0
Di sebuah kota kecil, Kino menjalani fase transisi dari remaja menuju kedewasaan yang penuh dengan pergolakan emosi dan sensualitas. Sebagai pemuda biasa, ia melewati proses pendewasaan umum seperti hilangnya keperjakaan serta pembentukan identitas seksualnya. Namun, di balik itu semua, Kino menyimpan sisi unik yang selalu ia sembunyikan rapat-rapat dari dunia luar. Kisah ini mengungkap rahasia terdalam di balik perjalanan mendewasa seorang lelaki.
Sampul Novel KUBALAS SAKIT HATIKU
8.4
Kebahagiaan Kienan atas kehamilan pertamanya setelah lima tahun menikah seketika sirna. Ia mendapati Akbar, suaminya, berselingkuh dengan wanita lain yang kini sedang hamil tua. Penderitaan Kienan kian mendalam saat mengetahui perusahaan milik keluarganya terancam bangkrut akibat tindakan korupsi yang dilakukan Akbar. Di tengah pengkhianatan ini, Kienan harus berjuang keras menyelamatkan diri sekaligus melindungi bisnis warisannya dari kehancuran total.
Sampul Novel Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih
8.4
Tujuh tahun kulupakan karier hukum demi mendukung mimpi Galih. Sialnya, dia malah mengabaikanku demi Davina, bahkan abai pada alergi seafood-ku saat sakit. Setelah 52 kali rencana masa depan kami dibatalkan sepihak, aku memilih pergi. Kini, aku bangkit menjadi pengacara sukses yang mandiri. Saat Galih bersujud memohon di depan kantor, aku menolaknya dengan tegas. Waktunya telah tiba bagiku untuk menghancurkan harga dirinya dan memegang kendali penuh atas takdirku sendiri.
Sampul Novel Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta
8.0
Rumah tangga yang dibina sekian lama hancur seketika saat sang suami, Benson, diam-diam mendonorkan sperma kepada janda mendiang sahabatnya. Bukannya merasa bersalah, Benson justru memarahi istrinya dengan dalih rasa kemanusiaan dan setia kawan. Pengkhianatan ini kian nyata ketika sang janda memamerkan penthouse mewah baru lengkap dengan foto Benson yang sedang memasak di dapur mereka. Sadar bahwa pengorbanan dan toleransinya telah dieksploitasi habis-habisan, sang istri akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri pernikahan beracun ini.