APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas Masa Lalu

Melepas Masa Lalu

Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Bab
Bagikan

Bab 5

Kelly dirawat di rumah sakit selama setengah bulan, Gavin pun menjaganya selama setengah bulan.

Selama setengah bulan ini, Lisa mengemasi barang-barangnya dan pindah dari vila yang mengurungnya selama lima tahun itu.

Dia menggunakan sisa tabungannya untuk menyewa apartemen kecil, lalu kembali bekerja paruh waktu di bar.

Dia harus melalui setengah bulan ini sebelum kembali ke Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Namun tak disangka, dia akan begitu cepat bertemu dengan Gavin lagi.

Untuk merayakan Kelly keluar dari rumah sakit, Gavin menyewa seluruh bar dan mengundang para anak sultan Kota Tarna untuk berpesta semalaman.

Lampu remang-remang dan musik yang nyaring.

Gavin memberikan perhatian penuh pada Kelly.

Sekelompok sahabatnya pun duduk mengitari Kelly dan terus menanyakan keadaannya.

Lisa tidak ingin berurusan dengan mereka, jadi dia mengirimkan pesan pada bosnya untuk meminta cuti.

Ketika dia hendak pergi, Kelly memanggilnya, "Lisa."

"Kamu melakukan hal sekejam itu padaku, kamu bahkan nggak minta maaf dan mau melarikan diri?"

Sepasang mata Kelly yang berkaca-kaca tampak sangat menyedihkan hingga membuat orang-orang mengasihaninya.

Namun, Lisa hanya meliriknya dengan dingin. "Kukatakan sekali lagi, aku nggak menusukmu. Kalau kamu terus memfitnahku, aku akan menuntutmu atas pencemaran nama baik."

Setelah itu, Lisa berbalik pergi, tetapi Gavin menyuruh pengawal untuk menghentikannya.

Minuman keras disiram ke kepalanya, Lisa merasakan penghinaan yang luar biasa.

Musik yang nyaring tiba-tiba berhenti, sekelompok orang yang sedang berpesta pora sontak terdiam dan menatapnya dengan penasaran.

"Kamu ingin melarikan diri setelah berbuat salah? Lisa, kenapa dulu aku nggak menyadari kamu begitu jahat?"

"Awalnya Kakek, sekarang kamu bahkan berani menyakiti Kelly. Selanjutnya, kamu ingin menjadikanku boneka agar aku bisa berada di sisimu selamanya?"

Setelah melalui hari-hari yang sulit, Gavin tampak agak pucat, tetapi tatapannya bagaikan pisau tajam yang menancap ke hati Lisa.

Lisa agak lelah. "Sudah kubilang aku nggak menyakiti Kakek, apalagi Kelly."

Setelah berkata demikian, dia pun merasa pasrah dan tidak berdaya.

Kamera pengawas rusak, saksi disuap dan Gavin dibutakan oleh cinta ....

"Aku berani bersumpah bukan aku yang menusuknya. Kalau aku bohong, aku bersedia hidup sengsara selamanya."

"Tapi Kelly, apa kamu berani? Kamu berani bersumpah semua ini bukan rekayasamu?"

"Cukup!" Gavin menyela Lisa dengan nada dingin, lalu melindungi Kelly di belakangnya. "Lisa, sampai sekarang kamu masih belum merasa bersalah! Jangan salahkan aku kejam dan menghukummu dengan aturan keluarga!"

Lutut Lisa melemas, beberapa pengawal memaksanya untuk berlutut di depan semua orang.

Dia berusaha untuk melawan, tetapi situasi ini membuatnya ketakutan.

Gavin mengambil cambuk dari salah satu pengawal, lalu berjalan menghampirinya. "Sekarang sudah takut? Pernahkah kamu berpikir betapa takutnya Kakek dan Kelly waktu dicelakai olehmu?"

Setelah berkata demikian, terdengar suara sentakan. Cambuk itu mendarat di punggung Lisa!

Tubuh Lisa bergetar hebat, seolah-olah tersengat listrik. Saking sakitnya, dia tidak bisa berbicara.

"Jawab!" Suara Gavin dipenuhi dengan amarah yang membara. "Kamu sudah mengaku salah?"

"Nggak ..." jawab Lisa dengan lemah dan kukuh.

Gavin tertawa dengan marah dan kembali mengangkat cambuk di tangannya. "Nggak mau mengaku? Kamu kira selama kamu nggak mengaku, kamu nggak bersalah? Kamu memang jahat!"

Suara cambukan yang dibaluti dengan suara tawa di sekeliling membuatnya sesak napas. Walaupun demikian, Lisa makin menunjukkan perlawanan. Dia bahkan tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata.

"Aku nggak salah! Kenapa aku harus mengaku salah?"

"Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah bertemu dengan bajingan sepertimu!"

"Gavin, kamulah bajingan yang paling keji itu!"

Kelly mengerutkan keningnya. "Lisa, kamu nggak boleh mengatai Gavin seperti itu ...."

"Memangnya kamu siapa! Kamu kira kamu lebih baik darinya?" Lisa menyelanya dengan nada dingin, lalu mengumpatnya dengan kesal, "Kamu hanya pecundang yang memanfaatkan kekuasaan orang lain, kamu nggak berhak memerintahku!"

"Plak! Plak! Plak!"

Amarah Gavin membara, dia terus mencambuk tubuh Lisa.

Cambukan pertama.

"Ini untuk Kakek."

Cambukan kedua.

"Ini adalah hukuman karena kamu mencoba untuk membunuh Kelly."

Cambukan ketiga.

"Ini adalah peringatan agar kamu nggak bermimpi menjadi nyonya Keluarga Sanjaya!"

...

Total 64 cambukan, setiap pukulan seolah-olah mengenai hati Lisa.

Bau amis tiba-tiba memenuhi tenggorokannya, dia memuntahkan seteguk darah dan pingsan.

Ketika dia terbangun, dia berada di bangsal rumah sakit.

Adegan dia dicambuk ditayangkan di televisi.

Jeritannya yang memilukan dijadikan sebagai hiburan. Punggungnya yang berlumuran darah disiram berkali-kali dengan minuman keras.

Dia bagaikan sampah yang dibuang di sudut ruangan.

Ketika pemilik bar datang untuk memeriksa bar, dia menemukan Lisa yang sekarat. Dengan begitu, Lisa pun selamat.

Hal ini begitu menyedihkan, tetapi Lisa tidak bisa meneteskan setetes air mata pun.

"Sudah bangun?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset peninggalan ibunya dari kebangkrutan akibat utang besar, Alexa terpaksa menerima syarat gila Damian. Pria arogan yang membencinya itu bersedia membantu keuangan asalkan Alexa memberinya seorang anak. Meski diliputi kebencian, Damian tak mampu menahan obsesi gelap pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala terjebak dalam hubungan penuh gairah dengan pria temperamental tersebut. Akankah pernikahan paksa ini berjalan sesuai rencana mereka?
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel KEPINCUT PAPA MUDA
8.2
Althea, dokter mandiri ahli waris kakeknya, iba pada anak kembar yang mengiranya ibu mereka karena sama-sama tumbuh dari orang tua tunggal. Saat terjerat konflik warisan dengan tantenya, Althea malah terpikat oleh Evander, ayah duda si kembar yang awalnya dingin. Hubungan unik mereka pun tumbuh penuh rintangan dan romansa manis.
Sampul Novel Mr. Right
8.8
Kehadiran Dean Carter dalam hidup Angelina Bale memicu dilema besar yang mengancam kedekatannya dengan Raquel Scott. Walau tahu persahabatan mereka dipertaruhkan, Angie tak kuasa membendung perasaan cintanya. Kini, ia berada di persimpangan jalan yang rumit, harus memilih antara loyalitas pada sang sahabat atau memperjuangkan belahan jiwanya. Langkah apa pun yang ia ambil kelak dipastikan akan menggoreskan luka mendalam bagi mereka bertiga.
Sampul Novel Ritual Birahi Digunung Keramat
8.5
Di puncak Gunung Keramat, Ujang terdiam saat Mbak Wati merapalkan mantra terakhir. Jantungnya berdegup kencang ketika tubuhnya direbahkan secara paksa. Inilah saat yang dinanti: sebuah upacara gaib yang menjadikan keperjakaannya sebagai persembahan. Tanpa ragu, ia rela mengorbankan kesuciannya demi imbalan kepuasan duniawi. Sambil tersenyum penuh damba, Mbak Wati merayap di atas tubuh Ujang yang kaku, memulai ritual penuh gairah dan misteri.
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.