APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas Masa Lalu

Melepas Masa Lalu

Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Bab
Bagikan

Bab 6

Pintu bangsal tiba-tiba terbuka, Kelly berjalan masuk dengan santai.

Dia tampak sangat energik, tidak terlihat seperti orang yang baru pulih dari sakit parah.

Lisa tersenyum sinis. "Dirawat di rumah sakit setengah bulan, kamu pura-pura sakit, 'kan?"

"Memangnya kenapa?" Dia berkata dengan bangga, "Selama aku pura-pura sakit, Gavin siap melakukan apa pun untukku. Nggak lama lagi, aku akan berdiri di sampingnya dengan terang-terangan."

Setelah berkata demikian, Kelly melemparkan kantong plastik berisikan guci abu ibu Lisa.

Lisa merasa sekujur tubuhnya membeku. Dia membuka guci itu dengan gemetaran, tetapi isinya kosong.

"Kamu ... apa yang kamu lakukan? Di mana abu ibuku?"

Kelly menikmati ekspresi putus asa Lisa dengan gembira.

"Lupa kukasih tahu, akulah yang mengusulkan Gavin untuk menghentikan pengobatan ibumu."

"Lihatlah, selama aku angkat suara, Gavin tega membunuh orang yang paling kamu sayangi. Kamu sanggup bersaing denganku?"

Kelly seolah-olah ingin memamerkan bahwa Gavin lebih menyayanginya. Dia mengangkat tangan kirinya, terlihat cincin berlian berwarna merah muda di jari manisnya.

Lisa mengenali cincin itu.

Enam bulan yang lalu di sebuah acara lelang, Gavin membeli berlian berwarna merah muda dengan harga 200 miliar.

Saat itu, semua orang mengira dia dan Gavin akan segera menikah. Seluruh tempat dipenuhi dengan sorakan "menikahlah dengannya".

Namun, Gavin membantah dengan nada dingin, "Bukan untuknya."

"Gavin bilang aku pantas mendapatkan segala sesuatu yang terbaik di dunia ini, termasuk dia. Cuma aku yang pantas untuknya!" kata Kelly denga bangga.

Lisa tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung menampar Kelly.

Dia mencekik leher Kelly sambil berkata, "Kamu bunuh ibuku! Kamu pantas mati! Kamu pantas mati!"

Dendam atas kematian ibunya membuat sepasang matanya memerah, sangat kontras dengan senyuman bangga yang mewarnai wajah Kelly.

"Buk!"

Sebuah vas menghantam kepalanya, darah menetes dari dahinya ke lantai.

Gavin mendorong Lisa dan langsung menamparnya. "Dasar gila!"

Hati Lisa seolah-olah dicengkeram oleh tangan yang tidak terlihat, rasanya sangat sakit.

Gila?

Dia bisa lebih gila lagi!

Dia mengambil pecahan vas di lantai dengan penuh amarah dan hendak memotong arteri di leher Kelly, tetapi Gavin tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.

"Kalian bunuh ibuku! Kalian pantas mati!"

Mata Lisa memerah.

Gavin menyadari ada yang aneh dengan Lisa. Tatapannya tertuju pada guci di pelukan Lisa, dia bertanya dengan kaget, "Apa maksudmu? Ibumu ...."

Serangkaian ingatan melintas di benaknya, pada akhirnya dia teringat pada ucapannya bulan lalu. "Bukannya dia baru dioperasi minggu lalu? Cuma melewatkan satu operasi, dia nggak akan mati."

Melihat Gavin agak gugup, Kelly langsung menyelanya, "Gavin, jangan percaya dengan omongannya!"

"Dua hari yang lalu, aku melihat ibunya berjalan-jalan di halaman rumah sakit, bagaimana mungkin tiba-tiba meninggal?"

"Lisa, demi meluluhkan hati Gavin, bisa-bisanya kamu bohong ibumu sudah meninggal?"

Mendengar ucapan ini, secercah rasa bersalah yang muncul di mata Gavin pun lenyap dan digantikan dengan tatapan sinis.

Dia memerintahkan orang untuk memasukkan Lisa ke rumah sakit jiwa dan menyuruh staf di sana untuk memberinya "perawatan khusus".

Pada hari pertama dirawat di rumah sakit jiwa, Lisa mencoba untuk melarikan diri lewat jendela, tetapi dia malah ditangkap dan dipukul habis-habisan.

Pada hari kedua, dia diikat secara paksa di meja operasi dan salah satu ginjalnya diambil tanpa anestesi.

Pada hari ketiga, akhirnya dia menyerah dan berteriak ingin bertemu dengan Gavin, tetapi malah didatangi oleh sekelompok pengemis yang berpakaian lusuh.

Begitu mereka masuk, mereka langsung menatap Lisa sambil tertawa mesum.

"Pak Gavin nggak bohong, gadis ini cantik sekali!"

Lisa mendelik mereka dengan galak. "Gavin yang menyuruh kalian datang?"

"Siapa lagi kalau bukan dia?" Para pengemis itu mendekatinya. "Pak Gavin suruh kami melayanimu, hahaha ...."

Lisa ketakutan hingga mundur beberapa langkah, tetapi mereka bagaikan serigala kelaparan yang ingin menerkamnya.

Dia melawan dengan tangan dan kakinya, tetapi jeritannya justru membangkitkan hasrat mereka.

Beberapa tamparan mendarat di wajahnya, para pengemis itu menekannya dan merobek pakaiannya dengan kasar.

"Jangan sok suci! Video kamu berhubungan badan dengan Pak Gavin sudah viral. Desahanmu sangat mantap! Sekarang malah sok suci, kamu kira kami percaya?"

Kepalanya berdengung hebat, Lisa merasa langit akan segera runtuh.

Gavin mempunyai kebiasaan unik yang tidak diketahui oleh orang luar.

Setiap mereka berhubungan, Gavin akan merekamnya.

Saat pertama kali direkam, Lisa bertanya dengan malu, "Bolehkah nggak direkam?"

Gavin tersenyum santai sambil membujuknya, "Patuh, ini adalah kenangan kita yang paling berharga."

Kamera terpasang di kamar tidur, ruang kerja, kamar mandi, bahkan kantornya ....

Mereka melakukan aktivitas seksual dengan penuh gairah.

Namun, dia tidak menyangka bahwa suatu hari "kenangan yang berharga ini" akan dijadikan senjata untuk membunuhnya!

Ketika dia hendak menggigit lidahnya untuk bunuh diri, pintu kamar didobrak dengan keras.

Gavin bergegas masuk dengan garang, tatapannya sangat menakutkan.

Gavin mencengkeram kerah seorang pengemis dan meninjunya dengan kuat.

Jeritan pilu memecah keheningan malam, seisi ruangan dipenuhi dengan bau darah.

Setelah bertahun-tahun, Lisa kembali merasakan kehangatan tubuh Gavin.

Sekujur tubuhnya gemetaran dan pandangannya berubah gelap, dia pingsan di pelukan Gavin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset peninggalan ibunya dari kebangkrutan akibat utang besar, Alexa terpaksa menerima syarat gila Damian. Pria arogan yang membencinya itu bersedia membantu keuangan asalkan Alexa memberinya seorang anak. Meski diliputi kebencian, Damian tak mampu menahan obsesi gelap pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala terjebak dalam hubungan penuh gairah dengan pria temperamental tersebut. Akankah pernikahan paksa ini berjalan sesuai rencana mereka?
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel KEPINCUT PAPA MUDA
8.2
Althea, dokter mandiri ahli waris kakeknya, iba pada anak kembar yang mengiranya ibu mereka karena sama-sama tumbuh dari orang tua tunggal. Saat terjerat konflik warisan dengan tantenya, Althea malah terpikat oleh Evander, ayah duda si kembar yang awalnya dingin. Hubungan unik mereka pun tumbuh penuh rintangan dan romansa manis.
Sampul Novel Mr. Right
8.8
Kehadiran Dean Carter dalam hidup Angelina Bale memicu dilema besar yang mengancam kedekatannya dengan Raquel Scott. Walau tahu persahabatan mereka dipertaruhkan, Angie tak kuasa membendung perasaan cintanya. Kini, ia berada di persimpangan jalan yang rumit, harus memilih antara loyalitas pada sang sahabat atau memperjuangkan belahan jiwanya. Langkah apa pun yang ia ambil kelak dipastikan akan menggoreskan luka mendalam bagi mereka bertiga.
Sampul Novel Ritual Birahi Digunung Keramat
8.5
Di puncak Gunung Keramat, Ujang terdiam saat Mbak Wati merapalkan mantra terakhir. Jantungnya berdegup kencang ketika tubuhnya direbahkan secara paksa. Inilah saat yang dinanti: sebuah upacara gaib yang menjadikan keperjakaannya sebagai persembahan. Tanpa ragu, ia rela mengorbankan kesuciannya demi imbalan kepuasan duniawi. Sambil tersenyum penuh damba, Mbak Wati merayap di atas tubuh Ujang yang kaku, memulai ritual penuh gairah dan misteri.
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.