APKDock Logo
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor

Derita Cinta Sang Pelakor

8.7 / 10.0
Via tega meninggalkan Jason demi mengejar kemewahan bersama Dimas, seorang miliarder yang telah beristri. Meski Dimas berdalih pernikahannya tanpa cinta, ia tetap panik saat Via menuntut kejelasan hubungan. Rumitnya jalinan asmara terlarang ini kian memuncak ketika sebuah rahasia besar terbongkar: Dimas ternyata kakak ipar Via sendiri. Kenyataan pahit ini memicu pergolakan batin hebat yang siap menghancurkan hidup mereka.

Derita Cinta Sang Pelakor Bab 1

Tubuh Via mengejang hebat seiring nafasnya yang terasa terhenti untuk sesaat. "Aaahhh," erangnya sembari merasakan semburan hangat yang melesak di dalam tubuhnya. Erangan yang disambut kecupan pelan dan lama dari bibir lelaki tampan yang masih berada di atasnya.

Via membuka mata, seiring kedutan-kedutan kecil di bagian intinya yang perlahan menghilang. Wajah lelaki itu tersenyum di depan matanya. Lelaki itu memang selalu menikmati wajah sendu Via setiap kali gadis itu memadu cinta dengannya.

"Kau suka?" tanyanya, suara beratnya menambah kesal maskulin lelaki itu. Namanya Dimas, lelaki yang sudah beberapa bulan ini menjelajahi ranjang-ranjang kamar super mewah di berbagai hotel.

"Ya, Sayang," jawab Via malu-malu. Entah sudah berapa kali Via mengarungi percintaan yang panas membara dengan lelaki itu, namun masih saja dia merasa malu.

Lelaki itu beralih, menarik miliknya yang masih sedikit mengeras dari diri Via. Dia berbaring di sebelah gadis itu. Lelaki itu memutar tubuhnya menghadap pada Via yang masih menyeimbangkan nafasnya.

Mengusap lembut pipi gadis yang saat ini tengah mampu memuaskan hasratnya setiap kali bercinta, ia melayangkan kecupan yang lama pada kening Via.

Via memejamkan matanya dan tersenyum sambil memegang tangan Dimas yang berada di pipinya.

Via lalu memeluknya, Dimas membalas pelukan itu dan mulai bertanya pada Via kapan ia akan pindah ke apartemen yang telah ia sediakan untuk Via.

"Vi, kapan kau akan menempati apartemen yang telah aku sediakan untukmu? Aku bisa datang kapan saja jika kau pindah kesana?" Menatap dalam ke arah mata Via, "Apa kau tak menyukai apartemen itu, kau mau rumah sayang?" tanyanya lagi.

Saat Via hendak menjawab, televon Dimas berdering, sudah berkali-kali televon itu berbunyi, dari mereka mulai bermain, Via melirik sekilas kearah ponsel Dimas.

"Pasti itu dari istrinya," batin Via, ia merasa kesal, mungkin itu ia cemburu, namun Via hanya diam saja, Via sadar akan siapa dirinya.

Ponsel itu berdering kembali, Dimas hanya melihat nama yang tertera di sana, lelaki itu tak menjawabnya, namun Dimas kemudian berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi, membersihkan dirinya dan mulai berpakaian kembali.

Dimas memakai jasnya lalu menghampiri Via yang masih berada di atas ranjang, Dimas mengecup bibir Via sekilas lalu berpamitan pada gadis itu.

"Aku pergi dulu, nanti aku akan menghubungimu lagi," ucap Dimas sambil tersenyum dan mengusap lembut rambut Via.

Gadis itu tak rela berpisah dengan Dimas, ia masih ingin menghabiskan waktunya bersama dengan lelaki itu, berlama-lama berada di sisi lelaki.itu, lelaki yang membuatnya merasa begitu nyaman, ia ingin sekali menahannya, tapi gadis itu mengurungkan niatnya. Via sadar akan posisinya saat ini.

"Jangan egois Via, kau hanyalah yang kedua baginya," gumam Via pada dirinya sendiri.

Via selalu merasa sedih setiap kali mengingat jika dia bukan pemilik seutuhnya, Dimas telah ada yang memiliki, di sana ada seorang wanita yang lebih berhak daripada dirinya.

Via langsung berdiri dan berjalan mendekati jendela, melihat mobil Dimas yang perlahan pergi meninggalkannya disana seorang diri.

Via merasa sangat sedih, entah kapan ia akan terus seperti ini, menjalani hubungan yang membuatnya bahagia sekaligus sedih di waktu yang bersamaan.

"Mengapa takdir sekejam ini, mempertemukan kita disaat yang tak tepat, bahkan saat kita telah memiliki pasangan masing-masing."

Via menghembuskan nafasnya dengan kasar, kesedihan begitu terpancar pada wajah gadis itu.

Via kemudian berjalan dan duduk di sofa yang ada di kamar itu, mendongakkan kepalanya dan bersandar di sofa tersebut.

Fikirannya menerawang jauh, namun Via tersadar dan mengingat ponselnya, ia segera bangkit mencari tasnya, mengambil ponsel itu lalu mengeceknya.

Terdapat banyak panggilan di sana dan beberapa pesan, Via lupa untuk mengabari pacarnya, dia lantas membuka semua pesan itu, benar saja pesan itu dari pacarnya.

Via mulai menscroll layar ponselnya membaca satu persatu dari sederet pesan yang diterima olehnya.

"Hemmmm, maafkan aku." Via menarik napas panjang, merasa bersalah pada lelaki itu.

Seolah ia lupa akan segalanya jika sudah bersama dengan Dimas, hati jiwa bahkan seluruh raganya, milik lelaki itu seutuhnya

Lelaki yang telah menemaninya selama dua tahun ini, via langsung memungut pakaiannya yang berserakan, lalu berjalan menuju kamar mandi.

Setelah merapikan penampilannya Via segera meninggalkan hotel itu dan berjalan pulang ke kostnya yang berada di radio dalam.

Hanya butuh waktu setengah jam, untuk sampai di kosannya, via begitu terkejut saat melihat pacarnya itu sudah menunggunya di depan pintu, ia mempercepat langkahnya dan segera menghampiri lelaki itu.

Lelaki itu tersenyum dan menyambut kedatangan Via, sambil menyerahkan makanan yang ada di tangannya.

Via menatap lelaki itu dengan tatapan sendu, ia sedih dn merasa bersalah pada pacarnya, karena sudah menghianati nya, Via memeluk lelaki yang ada di hadapannya saat ini, "Maaf," ucapnya lirih, begitu lirih hingga pria itu bahkan tak mendengarnya.

Via tersenyum ke arah pacarnya, dan mengajak lelaki itu untuk masuk kedalam makar kost miliknya.

"Apa kau sudah makan?" Lelaki itu bertanya dengan senyuman di wajahnya.

Via menggelengkan kepalanya, padahal ia sudah makan bersama dengan Dimas, ia merasa tak enak hati pada pacarnya itu, yang sudah membawakannya makanan.

Lelaki itu kemudian membuka paper bag yang ia bawa, mengambil piring yang tak jauh dari tempatnya duduk dan mulai menatanya.

"Makanlah dulu, jangan tidur dalam keadaan perut lapar," ucapnya penuh perhatian.

Via mengambil makanan itu dari tangannya, matanya kini berkaca-kaca, mengapa ia sejahat ini menghianati seseorang yang begitu perhatian padanya.

Perasaan bersalahnya semakin besar pada lelaki yang ada di hadapannya ini, bahkan lelaki itu tak bertanya kemana dirinya pergi.

Ketika dirinya tak menjawab telepon bahkan membalas pesannya, namun lelaki itu tetap setia menunggunya di depan pintu, sampai ia kembali pulang.

Lelaki itu terus saja menunggu Via hingga selesai makan, dia tahu betul jika Via kelelahan setelah pulang kerja, Wanitanya itu akan langsung tidur dengan keadaan perut kosong.

Ia berinisiatif membelikan makanan untuk Via, dan memastikan wanitanya makan dengan baik.

"Karena kau sudah selesai makan, maka aku akan kembali pulang," dia tersenyumdan berdiri hendak pergi dari sana.

Namun tiba-tiba Via memeluknya dari belakang, lelaki itu lalu membalikkan badannya, tersenyum ke arah Via.

"Aku harus pergi, apa kau mau pacarmu ini di pecat? Sudah terlalu lama aku meninggalkan pekerjaanku, hemmm."

Via menatap mata pacarnya dan menggelengkan kepalanya, lelaki itu lantas tersenyum dan mulai berjalan.

"Jason ..., Terima kasih."

Lelaki itu menoleh ke arah Via, dan tersenyum, "I love you," ucapnya tersenyum dan pergi meninggalkan Via disana.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Derita Cinta Sang Pelakor

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Can't Be Us
8.9
Bara Danendra sangat beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, ia menyembunyikan rahasia kelam demi mematuhi kontrak ketat bersama teman-temannya yang melarang hubungan asmara diketahui media. Rasa frustrasi terhadap aturan itu malah membuat Bara melampiaskannya bersama wanita lain, sementara ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun menderita akibat rindu dan pengkhianatan yang menyakitkan, Tiffany yang trauma akhirnya memilih pergi.
Sampul Novel IBU YANG KAU BUANG
8.0
Saat raga mulai melemah di usia senja dan tak lagi mampu bekerja keras, seorang ibu justru harus menerima kenyataan pahit. Anak-anak kandung yang dahulu ia besarkan dengan segala pengorbanan tega menelantarkannya begitu saja setelah ia pensiun. Di tengah kepedihan mendalam akibat pengkhianatan darah dagingnya sendiri, mampukah wanita malang ini menemukan kedamaian dan kebahagiaan di sisa usianya? Kisah mengharukan tentang perjuangan batin seorang ibu yang terbuang.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
9.3
Buku ini menghadirkan rangkaian kisah cinta modern yang dikurasi khusus untuk pembaca dewasa. Menyajikan narasi berani dan eksplisit, antologi ini berfokus pada eksplorasi hubungan intim serta momen penuh gairah yang sangat intens. Karena kontennya yang sensual, karya ini sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang masih di bawah umur. Pastikan usia Anda telah memenuhi syarat sebelum mulai membaca kumpulan cerita yang ditujukan khusus bagi audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Sampul Novel Menikah dengannya
8.8
Setiap jam lima pagi, Hasna sudah terjaga untuk beribadah dan membantu sang ibu di dapur. Meski kerap menghadapi penolakan kerja hingga belum juga mendapat pekerjaan baru, ia tetap tegar. Namun, ketenangan setelah sarapan mendadak sirna saat ayah dan ibunya mengajak berbicara serius. Hasna pun sangat terkejut ketika orang tuanya menyatakan rencana untuk menjodohkannya dengan seorang pria pilihan mereka.
Sampul Novel Pesona Presdir Posesif
8.3
Dikhianati sang kekasih yang menikahi sahabatnya sendiri membuat hidup Adira runtuh. Di tengah kepedihan, ia melewati satu malam bersama Kian, sosok misterius yang dikira gigolo. Kejutannya luar biasa saat tahu Kian ternyata miliarder berkuasa sekaligus wali dari mahasiswanya. Adira pun terjebak dalam sandiwara rumit rancangan sang presdir. Kini, ia harus berjuang menghadapi jerat pesona posesif pria kaya tersebut yang kian mengungkungnya.
Sampul Novel Promise
9.6
Demi menghindari pertikaian keluarganya, Elphia memilih mengasingkan diri ke desa sunyi. Di sana, ia menyendiri dan melukis untuk memulihkan batinnya. Takdir lalu mempertemukannya dengan pemuda misterius yang perlahan mengusir rasa sepinya. Namun, kedamaian itu runtuh ketika pria tersebut mendadak pergi tanpa penjelasan. Kini, hanya sebuah janji tersirat yang tersisa. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan