APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mbak, I Love You

Mbak, I Love You

Secara tak terduga, Halil menyatakan cinta kepada Innara, atasannya yang berumur dua tahun lebih tua. Walau langsung ditolak karena Innara merasa lebih cocok jadi kakaknya, putra Nadira dan Erhan ini tidak menyerah. Halil justru menegaskan niat serius untuk segera menikahi Innara, bahkan dengan percaya diri menggoda sang atasan tentang perbedaan fisik mereka. Kisah romansa modern ini menyoroti perjuangan gigih Halil demi meluluhkan hati bosnya yang dingin.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Saya terima, nikah dan kawinnya Azanie Layli binti Parsa Zakaria dengan mas kawin berupa satu set perhiasan emas dibayar tunai!”

Gaungan kata sah membahana di seantero gedung yang sudah didekorasi secara mewah itu. Doa dilantunkan dan kemudian tradisi-tradisi lainnya dilanjutkan.

Innara memandang layar di hadapannya dengan hati teriris pedih. Bagaimana tidak, seharusnya, dirinyalah yang muncul di dalam layar itu. Menjadi wanita paling berbahagia di hari pernikahannya. Namun sayangnya, takdir berkata tidak. Belum waktunya dia untuk bahagia.

Innara mematikan layar dengan remote di tangannya. Jika saja dia tidak bisa mengendalikan diri, mungkin saat ini yang akan dilakukannya adalah melempat remote yang ada di tangannya ke layar sehingga layar itu rusak. Tapi untuk apa?

Alih-alih menuruti emosi dan kemarahannya, Innara memajukan kursi rodanya dan meletakkan remote tepat di samping televisi layar lebar yang ada di ruang keluarganya.

Innara tidak bisa mengatakan kalau paket dikirim ke rumah secara tidak sengaja. Adiknya—atau lebih tepatnya, adik sambungnya—tahu bahwa Innara saat ini tidak berdaya dan hanya bisa berdiam diri saja di rumah sehingga pastinya Azanie memerintahkan pihak WO yang mengurusi pernikahannya untuk mengirimkannya dengan jasa kurir tepat di siang hari dimana tidak ada orang lain disana selain Innara dan asisten rumah tangganya.

Innara memutar kursi rodanya dan ia berhadapan langsung dengan asisten rumah tangga yang sudah mengurusnya sejak kecil.

“Non,” lirih wanita paruh baya itu dengan tatapan sendu.

Innara mengangkat sudut mulutnya, menunjukkan senyum miris. Apalagi yang bisa dia lakukan? Apa dia harus memaki pembantunya hanya karena nasib sial yang menimpanya? Tentu tidak. Wanita itu tidak salah. Takdir Innara lah yang memang tidak beruntung.

“Aku baik, Bi. Bibi gak usah khawatir.” Ucapnya seraya melajukan kursi roda ke kamarnya. Kamar yang terpaksa diubah semenjak kecelakaan yang dialaminya.

“Non butuh sesuatu? Mau makan sesuatu?” Tanya Bi Tuti lagi seraya berjalan mendekat.

“Gak usah, Bi. Nara mau tidur aja.” Jawabnya dan memajukan kursi rodanya secepat yang tangannya mampu.

Sebisa mungkin Innara menutup pintu kamarnya dengan pelan. Lagi-lagi, dia harus mengendalikan emosinya meskipun yang diinginkannya saat ini adalah membanting pintu dengan keras.

Ia memajukan kursi roda menuju tempat tidur, memasang rem dan kemudian memindahkan tubuhnya dengan susah payah ke atas tempat tidur dan berbaring menatap langit-langit dengan nyalang.

Innara sudah lelah menangis. Dan ia pikir, ia sudah tidak lagi memiliki airmata. Tapi rupanya ia salah, airmata itu masih saja jatuh dengan begitu deras, sehingga yang bisa Innara lakukan adalah menutup wajahnya dengan menggunakan bantal. Menghalau suara isakan yang keluar tak tertahankan dari mulutnya.

Dadanya sesak. Rasanya teramat sangat sakit.

Pesta mewah yang ia siapkan untuk dirinya sendiri, yang ia buat seindah mungkin sehingga dia bisa menjadi seorang ratu akhirnya dimiliki oleh orang lain. Pernikahan yang ia bayangkan akan berjalan dengan indah, tidak lagi menjadi miliknya. Semua mimpi yang sudah ia buat akhirnya menjadi milik adik tirinya, Azanie Layli.

Bohong kalau Azanie tidak menginginkannya. Innara tertawa kecut. Sejak awal—entah kapan bermula dan karena apa—Azanie selalu menginginkan apa yang menjadi milik Innara. Entah apa alasannya, adik tiri yang dulu bersikap manis padanya berubah menjadi adik tiri yang sinis, seperti yang sering terjadi di drama-drama.

Innara memutar tubuhnya. Ia memandang jendela yang menghadap taman indah yang ditata rapi oleh ibunya. Ia tidak pernah membayangkan kalau semua hal indah akan berubah menjadi seperti ini. Tapi inilah takdirnya. Inilah yang harus Innara hadapi. Kenyataan, bahwa ia bukan hanya kehilangan calon suami dan kehidupan pernikahan yang berbahagia, tapi ia juga harus kehilangan adik tiri, menjaga jarak dengan ibu kandung dan ayah sambungnya dan yang tidak kalah buruknya, ia mengalami cacat fisik akibat kecelakaan yang ia alami.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta CEO dalam Jebakan
8.5
Gabriella kehilangan rumah warisannya akibat penggusuran paksa oleh Perusahaan Quebracha. Saat menuntut keadilan pada sang CEO, Max Evans, sebuah insiden tragis merampas kehormatannya. Max justru menuduhnya sebagai wanita bayaran yang sengaja menjebaknya demi uang. Di tengah kebencian dan tuduhan palsu, mampukah mereka menyadari adanya dalang yang sedang mengadu domba mereka?
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Memilihku
8.8
Dua saudara yang bertetangga menghadapi kenyataan pahit setelah pasangan masing-masing kembali dari ibu kota. Awalnya, kedekatan antara suami sang adik dan istri sang kakak dianggap biasa. Namun, kejanggalan mulai terasa seiring sikap mereka yang kian intim. Kecurigaan pun tumbuh di antara kedua bersaudara ini. Kini, mereka harus berhadapan dengan teka-teki pengkhianatan yang mengancam keutuhan rumah tangga keduanya.
Sampul Novel Mengejar cinta Kayana
8.5
Rafandra Wirautama, pewaris tunggal konglomerat berusia 30 tahun, memilih menolak perjodohan keluarga demi mencari cinta sejati. Takdir lalu mempertemukannya dengan Kayana Tantri, perempuan cerdas berumur 28 tahun yang berwatak ketus. Walau awalnya kerap berdebat sengit, pesona Kayana justru memikat hati Rafandra. Ia pun nekat menyamar sebagai pria biasa demi mendekatinya. Jika rahasia ini terbongkar, Rafandra harus menyerah dan menikahi wanita pilihan orang tuanya.
Sampul Novel Romansa di Sekolah
8.4
Demi membantu persiapan ujian seni, seorang ibu mendatangkan guru privat ke rumah. Di tengah keheningan malam yang diguyur hujan lebat, interaksi di meja belajar berubah menjadi sangat intens. Sentuhan rahasia di bawah meja memicu ketegangan emosional dan fisik yang tak terduga di antara mereka. Saat sang guru tersenyum, menutup pintu kamar, dan melonggarkan dasinya, sesi belajar biasa itu seketika berubah menjadi momen privat untuk membahas "pelajaran" yang jauh lebih mendalam.
Sampul Novel Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta
8.0
Pernikahan impian Intan berubah menjadi penderitaan saat menyadari bahwa Wili menikahinya tanpa cinta, melainkan hanya sebagai pelarian. Menghadapi sikap dingin sang suami, batin Intan tersiksa hingga ia harus memilih antara bertahan atau merelakan segalanya. Kisah ini melanjutkan perjuangan Intan dari novel Mutiara Istri Yang Dijual dalam menghadapi getirnya rumah tangga.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
9.1
Kinan Maharani tak berdaya menolak kehendak orang tuanya untuk menikahi Rangga, kakak iparnya sendiri. Demi masa depan keponakannya yang membutuhkan figur ibu, kedua belah keluarga sepakat menjodohkan mereka. Meski Rangga pria mapan dan tampan, Kinan merasa pernikahan ini tidak etis. Kini ia terjebak dalam kebimbangan besar, menghadapi amukan sang ibu yang galak sekaligus cibiran tetangga yang siap menghakiminya.