APKDock Logo
Sampul Novel Mengejar cinta Kayana

Mengejar cinta Kayana

8.5 / 10.0
Rafandra Wirautama, pewaris tunggal konglomerat berusia 30 tahun, memilih menolak perjodohan keluarga demi mencari cinta sejati. Takdir lalu mempertemukannya dengan Kayana Tantri, perempuan cerdas berumur 28 tahun yang berwatak ketus. Walau awalnya kerap berdebat sengit, pesona Kayana justru memikat hati Rafandra. Ia pun nekat menyamar sebagai pria biasa demi mendekatinya. Jika rahasia ini terbongkar, Rafandra harus menyerah dan menikahi wanita pilihan orang tuanya.

Mengejar cinta Kayana Bab 1

Rafandra melajukan mobil dengan emosi yang tidak stabil. Ia tidak juga memelankan laju kendaraannya ketika mulai memasuki area bengkel mobil langganannya. Bengkel Mang Joni, itulah nama bengkel yang tersematkan di papan reklame.

Cit!

Ban mobil pun berdecit. Rafandra menginjak rem sedan mewahnya dan nyaris membuat keributan di bengkel. Ia turun dari mobil dan berteriak, “Mang Joni, beresin mobil ini seperti biasanya!”

“Pelan-pelan atuh, Jang. Kasihan yang lain kaget,” tegur Mang Joni. Pria itu hanya terkekeh.

“Jangan lama-lama ya, Mang!” seru Rafandra dengan sedikit kesal. Ia mengerutkan keningnya.

“Selesai yang ini, ya.”

Usai mendapatkan jawaban dari Joni, Rafandra beranjak menuju ruang tunggu. Namun, ia sempat melihat sosok wanita asing sedang menatap ke arahnya.

“Siapa dia? Mengapa menatatapku seperti itu?” tanya Rafandra pelan.

Rafandra duduk di ruang tunggu berhadapan dengan si wanita. Merasa ada yang tak beres, wanita asing tadi berdiri dari tempat duduk untuk mengecek kondisi mobilnya.

Benar saja apa yang dikhawatirkan si wanita, ternyata memang ada yang tak beres dengan mobilnya. Mata wanita tersebut membelalak saat melihat spion kiri dan pintu mobilnya rusak serta lecet akibat perbuatan Rafandra. Emosinya seketika naik dan ia pun berlari menghampiri Rafandra yang tengah duduk dengan santainya di ruang tunggu tanpa rasa bersalah.

Brak!

Si wanita memukul sebuah tong besar didekatnya hingga nyaris membuat semua pengunjung bengkel terlonjak kaget termasuk Rafandra.

"Bisa nyetir enggak lo!" hardiknya.

Rafandra mengangkat wajahnya berpura-pura tak tahu apa yang terjadi. Sedanglan si wanita yang belum diketahui namanya berkacak pinggang. Mereka berdua saling berhadapan.

‘Aroma parfum pria ini sungguh segar. Jika dilihat-lihat, penampilan pria ini rapi dan harga parfumnya pasti mahal,’ pikir si wanita.

"Kenapa, Mbak?" jawab Rafandra berpura-pura lugu.

"Lihat noh!” tunjuk si wanita ke arah belakang. “Mobil gue rusak dan semua gara-gara lo!" matanya menatap tajam Rafandra dengan bibir bergetar menahan amarah.

Rafandra membuka kacamatanya. Perlahan ia berdiri, lalu berjalan ke arah mobil si wanita. Tanpa banyak tanya, Rafandra membuka dompetnya dan memberi sejumlah uang.

"Satu juta cukup, kan?" tanya Rafandra sembari menyodorkan 10 lembar uang berawarna merah kepada si wanita.

“Apa maksudnya?!" si wanita mengernyitkan dahin saat menerima uang pemberian pria itu.

Situasi ini tentunya menarik perhatian pengunjung bengkel lainnya, tetapi tak ada satu orang pun yang berani ikut campur.

"Ganti rugi lah, apalagi? Lagipula, gue tahu akal bulus kalian yang punya mobil tua kayak gitu. Mau nipu ya?"

Rafandra berbisik di telinga si wanita disertai senyuman mengejek dari ujung bibirnya. Si wanita kesal. Rafandra tak menyadari bahwa kedua tangan si wanita mengepal. Kemudian, Rafandra berjalan meninggalkan si wanita.

Si wanita berbalik, lalu memanggil Rafandra dengan suara lantang.

"Berhenti!" teriaknya. Pria itu berhenti dan menoleh ke belakang. "Tanggung jawab!"

Wanita asing itu berlari ke arah Rafandra, lalu menarik tangan kekarnya hingga punggung Rafandra ikut berbalik.

“Lo harus tanggung jawab! Mobil gue rusak dan semua karena ulah lo!” teriak si wanita lebih kencang sehingga membuat Joni berlari ke arah mereka berdua.

“Neng Kayana, sabar! Semua ini bisa dibicarakan baik-baik,” ucap Joni mencoba meredakan emosi si wanita.

‘Oh, jadi wanita aneh ini bernama Kayana!’ seru Rafandra di dalam hati ketika mengetahui nama si wanita aneh itu.

"Tanggung jawab? Tanggung jawab apa? Mobil lo kan emang udah rusak,” jawab Rafandra.

Rafandra berbalik dan kembali menuju ruang tunggu, tak menghiraukan teriakan Kayana. Namun sebelum ia sampai, tangannya ditarik lagi ke belakang oleh Kayana yang entah sejak kapan sudah berada di belakangnya. Rafandra kembali menaikkan alisnya menatap heran pada keberanian si wanita aneh.

"Mau apa sih, Adik manis? Lebih baik pulang ke rumah, cuci kaki cuci tangan," ujar Rafandra sinis. Kayana memang tampak mungil, maka tak heran dirinya dianggap masih remaja.

"Tanggung jawab!" teriak Kayana sembari berkacak pinggang.

"Tanggung jawab apa? lo hamil?" tanya Rafandra geram.

Melihat tingkah keduanya, Joni dan pengunjung bengkel lainnya hanya bisa menggeleng. Mereka terkagum-kagum dengan keberanian Kayana.

Kayana menantang pria menyebalkan itu, ditambah dengan tatapan heran dari pengunjung bengkel yang tertuju padanya. “Lo udah ngerusak mobil gue. Lihat noh spionnya!” tunjuk Kayana.

“Gue kan udah ganti rugi. Lo mau apalagi?” Rafandra mengibas tangan Kayana yang sejak tadi memegangi lengannya. Tatapannya berubah sinis dan tak bersahabat. “Gue tahu tipe orang kayak lo. Sengaja bilang mobil lo rusak biar orang ganti rugi padahal memang udah rusak.”

“Sembarangan kalau ngomong! Semua itu karena ulah lo!” teriak Kayana yang membuat pengunjung bengkel kembali menoleh kepadanya.

“Ya buktinya? Gue sering nemuin orang macam lo,”kilah Rafandra.

“Tapi semuanya ulah lo! Semua orang di sini bisa jadi saksi,” teriak Kayana lagi.

“Orang semacam lo sering banget memeras orang kaya buat melampiaskan kesalahannya sendiri. Gue memang nggak hati-hati saat parkir, tapi nggak ada yang tahu kalau mobil lo benar-benar rusak atau tidak,” balas Rafandra panjang lebar. Tangannya lantang menunjuk wajah Kayana dengan wajah sengit.

Mata Kayana memerah dan tangannya gemetar meremas lembaran uang yang ada di tangannya. Tampak butiran air mata yang siap turun dari pinggir matanya. “Lo itu jahat! Cowok paling jahat yang pernah gue temui,” hardik Kayana. Ia melempar seluruh uang yang ada di tangannya tepat di wajah pria itu. “Gue nggak butuh uang lo!”

Bisik-bisik pun terdengar. Joni yang sedari tadi diam kini menghampiri Rafandra yang mematung di tempatnya. Joni memukul pelan lengan Rafandra, lalu berkata, “Mas Rafa harus minta maaf. Sebagai seorang pria, harus bersikap lapang dada.”

“Tapi dia duluan, Mang. Dia yang bikin keributan,” jawab Rafandra yang masih tetap bertahan dengan egonya.

“Kan mas Rafa duluan yang nabrak spion mobilnya.”

Joni mencoba memberitahukan kesalahannya untuk menyadarkan Rafandra.

“Tapi kan—”

“Tuh orangnya di dalam!” tunjuk Joni ke arah Kayana.

Rafandra memutar bola matanya malas. Ia terpaksa melakukan ini karena tak enak dengan Joni yang sering membantunya.

Rafandra masuk ke ruang tunggu tempat Kayana duduk setelah terlibat adu mulut dengannya. Dilihatnya sosok gadis mungil yang tadi sempat membentaknya kini meringkuk membenamkan tubuhnya di sisi sofa. Rafandra jadi tak tega saat melihatnya.

“Ehem ….”

Rafandra tepat berdiri di depan Kayana. Hening sejenak, tak lama kemudian ia berdeham sehingga membuat Kayana bangun dan menengadahkan wajahnya menatapnya.

“Gue minta maaf.” Rafandra mengulurkan tangannya. Kayana hanya meliriknya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Kesal tak direspon, Rafandra mendecih tak suka. “Gue tulus minta maaf. Jarang banget loh kayak begini.”

“Lo minta maaf apa ngajak berantem sih?” tantang Kayana.

“Minta maaf lah.”

Keduanya terdiam. Tiba-tiba saja di dalam ruangan itu seperti ada gerakan angin menyapu pipi Rafandra. Wajah Kayana yang sedang marah terlihat cantik dan membuat Rafandra terpesona dalam hitungan detik. Rafandra tak sadar bibirnya menyunggingkan senyum lebar.

"Kenapa senyum-senyum?! Lo mau tanggung jawab, kan?!" bentak Kayana. "Tahu nggak?! Mobil tua itu mahal harga suku cadangnya. Duit segitu mana cukup?!" tambahnya.

Rafandra hanya terdiam membatu seperti Malin kundang yang dikutuk ibunya. Wajah Kayana dan juga kata ketus yang keluar dari bibirnya seolah menambah pesona luar biasa dari gadis berambut hitam itu.

‘Tak kusangka, ada gadis yang tak mudah luluh dengan wajah tampanku! Sungguh gadis yang unik,’ pikir Rafandra.

“Cantik,” ucap Rafandra pelan yang ternyata didengar oleh Kayana.

"Heh, mau pura-pura amnesia? Lo tuh harus—"

"Iya, gue mau tanggung jawab lahir batin sampai dunia akhirat. Berapa nomor ponsel lo?" tanya Rafandra diakhiri cengiran tak jelas.

Kayana mencebikkan bibirnya. Bahunya bergidik, lalu pergi meninggalkan Rafandra begitu saja di ruang tunggu tanpa kata. “Cowok aneh,” umpatnya dari kejauhan.

Rafandra menyusul Kayana keluar dan berlari mengejarnya sambil berteriak. “Heh, jadi nggak? Katanya mau gue tanggung jawab?”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mengejar cinta Kayana

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CEO Bucin
9.2
Amanda, gadis sederhana dari panti asuhan, harus menjalani pernikahan tanpa cinta bersama Antonio, seorang CEO tampan yang dingin. Sikap suaminya yang acuh tak acuh membuat Amanda sangat menderita hingga hampir menyerah pada rumah tangga mereka. Namun, di tengah keputusasaan Amanda, Antonio perlahan menyadari bahwa sang istri telah mengubah dirinya menjadi sosok yang lebih baik. Ia pun mulai berbalik mengejar cinta Amanda. Bisakah Amanda membuka hatinya kembali?
Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Suasana tegang menyelimuti Tama saat ia mendekap erat Runa, memohon agar istrinya itu tidak lagi menjauh. Sambil menghirup aroma tubuh Runa dengan penuh damba, emosi Tama membuncah. Di tengah konflik batin yang melanda, ia berbisik lirih untuk menegaskan bahwa kebersamaan mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai pasutri, Tama merasa tidak ada alasan lagi bagi Runa untuk terus menghindari kewajibannya.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira hidupnya tak bisa lebih buruk lagi, sampai sang ibu terjerat utang pada Max, rentenir yang dikenal sangat kejam. Akibatnya, Hera disandera sebagai jaminan pelunasan utang tersebut. Batas waktu yang terus berjalan membuat posisinya kian terdesak. Jika ibunya gagal melunasi kewajiban itu tepat waktu, nasib mengerikan telah menanti Hera. Mampukah ia bertahan hidup dalam cengkeraman kekuasaan penuh Max yang dingin?
Sampul Novel MANTAN DEPAN RUMAH
8.1
Allana tak menyangka lagu bertema kekasih dekat rumah justru mengingatkannya pada Marchell. Sang mantan suami kini tinggal tepat di depan rumahnya. Meski bercerai demi hak asuh anak dan lepas dari beban finansial Marchell, Allana tetap terusik karena ia masih sering memakai barang pribadinya tanpa izin. Walau hakim sempat meragukan alasan perceraian mereka, Allana tetap teguh pada keputusannya. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit hidup bertetangga dengan sang mantan.
Sampul Novel Melarikan Diri dari Pernikahan
9.7
Cathy sangat bahagia saat Andika Senjaya tiba-tiba melamarnya setelah kehamilan yang tak diduga, meski pria itu dikenal selalu menghindari pernikahan. Namun, kebahagiaan itu hancur di hari pernikahan mereka. Cathy tidak sengaja mendengar Andika mengaku kepada temannya bahwa pernikahan ini hanyalah siasat. Demi menuruti ibunya yang menolak latar belakang Nancy, Andika memanfaatkan Cathy agar anaknya bersama Nancy bisa hidup di keluarga baik-baik. Andika bahkan menghina Cathy sangat membosankan.
Sampul Novel Obsesi Mister Daniel
7.9
Daniel, miliarder yang memimpin Walmart di San Francisco, begitu mendambakan Elena, seorang pelayan yatim piatu. Lantaran cintanya terus-menerus ditolak, Daniel nekat menyekap dan merenggut kesucian Elena. Ancaman terhadap keselamatan keluarga pun dilayangkan agar Elena mau menikah dengannya. Elena terpaksa tunduk, namun mengajukan syarat agar pernikahan digelar di masjid dengan paman sebagai wali. Akankah sang CEO menyanggupinya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan