APKDock Logo
Sampul Novel Romansa di Sekolah

Romansa di Sekolah

8.4 / 10.0
Demi membantu persiapan ujian seni, seorang ibu mendatangkan guru privat ke rumah. Di tengah keheningan malam yang diguyur hujan lebat, interaksi di meja belajar berubah menjadi sangat intens. Sentuhan rahasia di bawah meja memicu ketegangan emosional dan fisik yang tak terduga di antara mereka. Saat sang guru tersenyum, menutup pintu kamar, dan melonggarkan dasinya, sesi belajar biasa itu seketika berubah menjadi momen privat untuk membahas "pelajaran" yang jauh lebih mendalam.

Romansa di Sekolah Bab 1

Untuk mendapatkan inspirasi dalam ujian seni, ibuku menyewa guru privat untukku.

Di bawah cahaya redup, kakiku di bawah meja perlahan-lahan bergerak dan bertumpu di kaki guruku.

Guruku mulai meremas kakiku dengan kuat dan menatapku dengan tatapan yang membara.

Suara hujan lebat yang begitu rapat di luar sana, yang berpadu dengan suasana hening ….

Membuat pikiranku tidak bisa berhenti untuk melayang ke mana-mana. Tubuhku juga terasa aneh.

Kemudian, guruku tersenyum dan menutup pintu.

Dengan hati-hati, dia melepas dasinya dan berkata hendak "membahas pelajaran" denganku.

Untuk mendapatkan inspirasi dalam ujian seni, ibuku menyewa guru privat untukku.

Di bawah cahaya redup, kakiku di bawah meja perlahan-lahan bergerak dan bertumpu di kaki guruku.

Guruku mulai meremas kakiku dengan kuat dan menatapku dengan tatapan yang membara.

Suara hujan lebat yang begitu rapat di luar sana, yang berpadu dengan suasana hening ….

Membuat pikiranku tidak bisa berhenti untuk melayang ke mana-mana. Tubuhku juga terasa aneh.

Kemudian, guruku tersenyum dan menutup pintu.

Dengan hati-hati, dia melepas dasinya dan berkata hendak "membahas pelajaran" denganku.

Aku Rania Rivandra. Umurku 19 tahun.

Aku seorang siswa kelas tiga SMA jurusan seni.

Belajar seni, kurang lebih selalu mencari inspirasi lewat beberapa rangsangan.

Sebelumnya, aku hanya memakan makanan yang aneh-aneh dan mendengarkan musik yang mengganggu untuk mendapatkan inspirasi.

Namun, segera, aku menyadari ketika aku berpakaian minim, tatapan mata para pria yang tertuju pada tubuhku, membuatku merasa begitu bersemangat.

Oleh karena itu, aku mulai mengunggah foto-foto seksiku dan terbuka di dunia maya. Benar saja, pesan pribadiku langsung dibanjiri bahasa yang vulgar.

Beberapa kata-katanya bahkan lebih berani, seakan ingin mencabik-cabikku melalui internet.

Aku sering berkhayal jika seseorang akan menemukan alamatku.

Lalu, dia akan menyelinap masuk ke rumahku pada malam yang gelap dan berangin.

Dengan matanya yang membara, dia mengukur setiap inci kulitku dengan tangannya yang besar dan kasar, lalu tenggelam bersamaku.

Memikirkannya saja sudah membuatku merasakan rangsangan hingga ke korteks serebral dan membuat sekujur tubuhku gemetar.

Namun, saat ini, aku banyak-banyak menahan diri.

Itu karena, telingaku dipenuhi oleh omelan ibuku.

"Anak ini tertinggal jauh di kelas pengetahuan umum. Ini nggak bisa dibiarkan. Harus cari guru les privat untuk memperbaikinya. Apa yang akan kita lakukan kalau semua ini terus berlanjut?"

Akan tetapi, tak lama kemudian aku mendengar jika yang diundang adalah seorang mahasiswa yang baru saja lulus kuliah.

Guru muda, atau lebih tepatnya guru laki-laki yang masih muda.

Memikirkan hubungan yang menggairahkan ini membuat pikiranku mulai bangkit kembali.

Aku menjulurkan lidahku di depan cermin, sambil melemparkan tatapan genit ….

Melihat gadis yang mengenakan gaun tidur dengan tali di bahu berbahan satin, berkulit putih dan halus.

Pakaian berkerah rendah itu sama sekali tidak mampu menutupi bagian dadaku yang montok ini. Membayangkan pelajaran yang akan diberikan oleh guru les, membuat seluruh tubuhku terasa lemas bagaikan mi.

"Halo Rania, aku guru lesmu. Panggil saja aku Pak Ivan."

Ivan, dengan kacamata berbingkai emas dan pakaian kasual, mengulurkan tangannya kepadaku dengan ramah.

Aroma khas seorang laki-laki, langsung menguar ke hidungku. Tangannya yang besar dan kasar membakar hatiku dengan suhu yang panas. Aku merasakan sesuatu yang aneh di tubuhku. Aku pun tidak bisa menahan diri untuk tidak merapatkan kakiku agar Ivan tidak melihat jika aku tidak mengenakan pakaian dalam.

"Halo, Pak Ivan. Bisakah kita mulai pelajarannya sekarang?"

Namun, segera saja aku menyesuaikan diri dengan keanehan itu. Aku mengerucutkan bibirku, berpura-pura polos dan imut.

Aku melipat tangan di depan dada dan tersenyum tipis kepadanya. Dadaku yang lembut langsung terjepit dan berubah bentuk. Ivan pun menelan ludah dengan gugup.

"Kamu harus menggunakan fungsi trigonometri untuk menjawab pertanyaan ini. Ganti nilai A menjadi … uhuk …. Rania … kamu …."

Ivan tiba-tiba mulai terbatuk-batuk saat berbicara.

Pantas jika Ivan terbatuk-batuk. Itu karena, aku meletakkan kakiku di betisnya.

"Eh, maaf Pak Ivan. Kukira itu kaki meja. Aku menjatuhkan pulpenku. Aku ambil dulu, ya."

Aku pun tertawa kecil dan menjauhkan kakiku. Lalu, aku berdiri membelakanginya sambil membungkuk untuk mengambil pulpen.

Fyuhh ….

Benar saja. Aku mendengar napas Ivan menjadi tersengal-sengal dan memburu. Maka dari itu, aku sengaja membungkuk lebih rendah lagi.

Bagian atas tubuhku hampir menempel lantai. Aku bergumam sambil menggoyang-goyangkan tubuhku.

"Eh, pulpennya jatuh ke mana, ya? Kenapa nggak ketemu?"

"Sudahlah Rania, nggak usah dicari lagi. Ayo, dengarkan dulu pelajarannya."

Aku menoleh dan menatap Ivan yang masih menahan diri dengan wajahnya yang memerah itu. Aku pun mengangkat alisku, berdiri dari lantai dan berjalan menghampirinya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Romansa di Sekolah

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia dinikahi Seno Bagaskara, seorang konglomerat yang membawanya ke rumah besar keluarganya. Namun, tinggal bersama saudara ipar lain memicu konflik rumit. Di balik kemegahan rumah itu, Anisa tidak menyadari bahwa adik kandung Seno serta suami dari iparnya memendam gairah terlarang pada dirinya. Kini, ia terperangkap dalam bahaya nafsu terselubung di kediaman tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi ancaman ini?
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan