APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Manusia Kelabang

Manusia Kelabang

Misteri kelam menyelimuti legenda mengerikan tentang penciptaan Manusia Kelabang. Ritual kuno ini menuntut sepuluh ribu kelabang dewasa yang masih hidup dikurung bersama tiga belas gadis perawan di dalam sebuah ruangan batu tertutup rapat. Tanpa setetes pun air atau makanan selama bulan Agustus, mereka dibiarkan bertahan hidup. Setelah tiga puluh hari berlalu dalam kegelapan, akumulasi teror tersebut akan mengubah para korban dan ribuan serangga itu menjadi entitas baru yang sangat berbeda.
Bab
Bagikan

Bab 1

Kamu pernah dengar manusia kelabang?

Pertama-tama, siapkan sepuluh ribu kelabang dewasa yang masih hidup.

Tambahkan 13 gadis perawan.

Pada bulan agustus, masukkan mereka semua ke dalam ruangan tertutup yang terbuat dari batu, tanpa diberi makan dan minum.

Tiga puluh hari kemudian,

sepuluh ribu kelabang dewasa dan para gadis itu akan berubah menjadi sesuatu yang berbeda.

Menjelang akhir tahun, aku ditugaskan ke daerah Bet untuk merekam beberapa materi. Di daerah ini ada banyak desa dengan kisah-kisah aneh yang beredar.

Aku duduk di atas kereta hijau tua, perhatianku tertuju pada seorang pria di dekatku.

Pria itu menutupi tubuhnya rapat-rapat, selain wajahnya, tidak ada bagian tubuh lain yang terlihat.

Dia diam membisu, seperti mayat yang dibalut kain kafan dan ditinggalkan begitu saja.

Aku berbincang santai dengan seorang pemuda di sebelahku.

Tiba-tiba, seorang nenek yang duduk di dekat jendela membuka suara. Wajahnya penuh kerutan yang dalam, menyerupai daging asap yang telah dikeringkan.

Dia berkata, "Mau ke Desa Kelabang? Kamu ... pasti akan suka di sana."

Belum sempat aku bertanya lebih jauh, tiba-tiba pria itu mendongak.

Nenek itu melirik ke arah pria itu dengan pandangan tajam.

Aku pun penasaran dan bertanya, "Desa kelabang?"

Nenek itu menjawab pelan,

"Benar, Desa Kelabang."

Aku mengernyitkan kening dan bertanya lagi, "Apa ada yang aneh dari tempat itu?"

Nenek itu menatapku dengan tatapan mata yang tajam. "Kamu nggak pernah dengar manusia kelabang?"

Tiba-tiba, kereta melaju ke terowongan gelap di gunung, angin dingin menyelinap, membuat bulu kudukku meremang.

Dengan suara gemetar, aku menjawab, "Apa itu?"

Nenek itu mulai berbicara dengan suara serak, mirip seperti radio rusak yang langsung menusuk telingaku.

"Pertama, siapkan sepuluh ribu kelabang besar."

"Kelabang besar ini berbeda dengan kelabang biasa yang kamu temukan di celah-celah batu."

"Mereka diberi makan daging mentah, tumbuh lebih gemuk, bahkan bisa sebesar lengan anak kecil."

Membayangkan kelabang merah yang besar, tubuhnya menggeliat dan terbelah-belah, dengan kaki-kaki kecil yang tak terhitung jumlahnya saja sudah membuatku mual.

Namun, aku tetap bertanya, "Lalu?"

Nenek itu melirik jendela sebelum kembali menatapku.

"Berapa umurmu sekarang?"

"24," jawabku.

Dia terdiam sesaat, sebelum menggumam dengan suara rendah, "Cocok."

Kemudian, wanita itu melanjutkan ceritanya,

"Kunci gadis perawan dibawah usia 25 tahun bersama dengan sepuluh ribu kelabang besar ke ruangan tertutup."

"Pastikan semua ruangannya gelap gulita, terbuat dari batu dan jangan lupa harus lembab, kelabang suka tempat seperti itu."

"Lepaskan semua pakaian, kunci rapat, nggak makan minum selama tiga puluh hari. Nak, menurutmu apa yang akan terjadi?"

Aku mendengarnya dengan perasaan takut, membayangkan kelabang besar yang merayapi tubuh para wanita.

Tak ada tempat untuk lari, hanya ada jeritan dan rasa jijik.

Dengan suara gemetar, aku berkata, "Kelabang itu akan menggigit mereka."

Nenek itu menyeringai samar.

"Kelabang besar suka merayap di celah. Begitu menyentuh tubuh manusia, mereka akan mencari lubang untuk masuk."

"Kalau nggak menemukan lubang, mereka akan menggigit, lalu langsung menggali ke dalam daging."

"Belum sempat gadis itu meringkuk ke sudut, tubuh mereka sudah dipenuhi kelabang."

"Saat itu, tubuh mereka akan tertimbun kelabang, seperti bukit kecil yang hidup."

"Tak butuh waktu yang lama, kelabang-kelabang itu akan menghilang dari permukaan tubuh."

Aku terkejut dan terteriak, "Apa?" Apa daging manusia dimakan habis oleh kelabangnya?

"Ke mana kelabang-kelabang itu?"

Nenek itu tertawa dingin.

"Tentu saja mereka semua sudah masuk ke dalam tubuh manusia."

"Dari jauh, gadis itu masih terlihat seperti manusia. Dari kepala, lengan, hingga kaki, bahkan mereka masih bisa berdiri dan berjalan."

"Tapi kalau dilihat lebih dekat, tubuh mereka penuh lubang berdarah, bahkan bola mata mereka sudah habis dimakan."

"Itulah kenapa disebut manusia kelabang."

Aku merasakan ketakutan yang semakin dalam.

Kereta tiba di terowongan berikutnya.

Dan mendadak, semua lampu di gerbong mati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arwah Istri Sah
9.1
Demi membalas penderitaan selingkuhannya yang sempat terjebak di dalam mobil, seorang suami miliarder tega menghukum istri sahnya dengan sangat kejam. Tanpa memedulikan jeritan dan penjelasan sang istri, ia mengurungnya di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Ditinggal berlibur selama seminggu bersama wanita idaman lain, sang suami tidak pernah menduga bahwa hukuman sadis itu akan berakhir fatal. Saat peti akhirnya dibuka kembali, sang istri telah kehilangan nyawa dalam kondisi mengenaskan, meninggalkan jasad dingin yang penuh luka.
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah misteri ini, keberhasilan seseorang justru memicu malapetaka mengerikan akibat rasa iri yang tak terkendali. Dendam dan kecemburuan mendalam atas pencapaian sesama berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa secara fatal. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa mengundang teror mematikan? Bersiaplah mengungkap misteri di balik kebencian ekstrem yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap prestasi yang diraih menjadi awal dari petaka yang mengintai.
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.7
Setelah teman masa kecil suaminya menabrak mati orang tuanya saat mabuk, Yulia berniat melapor ke polisi. Namun, sang suami justru menyekapnya di ruang bawah tanah yang gelap selama tiga tahun penuh siksaan. Setiap kali disiksa, pria itu selalu bertanya apakah Yulia masih menyimpan kebencian. Demi kebebasannya, Yulia akhirnya menyerah dan memohon ampun melalui telepon. Begitu berhasil keluar dari kegelapan tersebut, Yulia menolak suaminya dan meminta perceraian, keputusan yang justru membuat pria kejam itu kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Pembalasan Atas Kekejaman Suamiku
8.7
Perubahan drastis sikap suami sejak masa kehamilan memasuki usia tujuh bulan menyisakan tanda tanya besar. Saat malam tiba, ia mendadak menjadi sosok yang sangat bergairah dan menuntut keintiman dalam kegelapan total. Meski membingungkan, perubahan tekniknya yang luar biasa justru membangkitkan hasrat sang istri hingga desahan mereka menggema di seluruh penjuru rumah setiap larut malam. Keanehan memuncak di siang hari, ketika sang suami kembali menjadi pria yang sangat sopan dan bahkan tidak berani menyentuhnya sama sekali.
Sampul Novel SUAMI GHAIB
8.3
Kebiasaan malam Sinta mengundang perhatian genderuwo yang kemudian menyamar sebagai suaminya, Aldo, saat ia sedang dinas di luar kota. Terjebak dalam tipu daya mistis tersebut, Sinta menghadapi hubungan terlarang dan berbagai teror aneh yang mengancam keluarganya. Di tengah kekacauan ini, ia kesulitan membedakan kenyataan dan ilusi. Mampukah mereka selamat dari jerat makhluk halus tersebut, ataukah Sinta akan selamanya terperangkap?
Sampul Novel WETON (Santet Tiga Generasi)
8.1
Demi melunasi utang keluarganya, Yayuk meminta bantuan Bi Zaenab untuk dicarikan pekerjaan. Ia akhirnya dikirim ke rumah bangsawan Waluyo, yang khusus mencari pelayan berweton Rabu Pahing atau Sabtu Kliwon. Setelah diterima karena memenuhi syarat tersebut, Yayuk justru menghadapi kenyataan mengerikan. Bukannya bekerja sebagai asisten rumah tangga, ia malah diperalat menjadi eksekutor santet untuk proyek besar keluarga Waluyo. Kini, ia harus bertahan hidup di tengah ancaman mistis.