APKDock Logo
Sampul Novel WETON (Santet Tiga Generasi)

WETON (Santet Tiga Generasi)

8.1 / 10.0
Demi melunasi utang keluarganya, Yayuk meminta bantuan Bi Zaenab untuk dicarikan pekerjaan. Ia akhirnya dikirim ke rumah bangsawan Waluyo, yang khusus mencari pelayan berweton Rabu Pahing atau Sabtu Kliwon. Setelah diterima karena memenuhi syarat tersebut, Yayuk justru menghadapi kenyataan mengerikan. Bukannya bekerja sebagai asisten rumah tangga, ia malah diperalat menjadi eksekutor santet untuk proyek besar keluarga Waluyo. Kini, ia harus bertahan hidup di tengah ancaman mistis.

WETON (Santet Tiga Generasi) Bab 1

Bab 1

~Perkoro Sing Paling Nyedehke Kuwi Podo Sambat Ora Duwe Duit~

(Hal yang Paling Menyedihkan adalah Mengeluh Tidak Punya Uang)

Aku dan Ibu hanyut dalam lamunan sembari memandangi makam Bapak. Tanah makamnya masih basah. Bahkan kembang rampai di atas pusara terlihat masih segar.

Jasad Bapak sengaja kami kuburkan di halaman depan rumah. Selain karena areal sekeliling rumah yang tertutup sawah, meletakkan makam bapak di depan rumah bisa mengobati kerinduan Ibu akan mendiang suaminya.

“Yuk, awan mau wancine sliramu taksih ning sawah, kongkonane Kusnaedi teko maneh (Yuk, siang tadi pas kamu masih di sawah, orang suruhan Kusnaedi datang lagi),” ungkap Ibu dengan ekspresi khawatir.

Kusnaedi adalah orang terkaya di dusun ini. Beberapa waktu lalu, Ibu meminjam sejumlah uang darinya untuk menutup biaya pengobatan Bapak.

Sayangnya, bunga yang diberikan terlampau besar sehingga kami kesulitan melunasi hutang itu. Jika hanya mengandal upah gaji harian yang tak seberapa dari sawah orang, sampai kapan pun kami akan terus dibebani hutang pada Kusnaedi. Sebab bunga ribanya akan berlipat-lipat melebihi pinjaman dasar.

“Bu, kados pundi menawi mangke enjing dalem kesah dateng griyanipun Bi Zaenab?" (Bu, gimana kalau besok pagi aku ke rumah Bi Zaenab?)

Mendadak aku dapat ide usai membuang pandang ke makam Bapak.

Bi Zaenab adalah orang yang biasanya merekrut pengangguran dari dusun-dusun untuk dipekerjakan pada pabrik-pabrik di Jakarta.

Wajah Ibu berangsur cerah menanggapi usulanku.

"Sakjane kawit wingi Ibu karep mrentah sliramu nyambut gawe, nanging Ibu sungkan. Syukur, yen sliramu nduweni niatan dewe." (Sebenarnya sudah sejak kemarin Ibu ingin memintamu bekerja, tapi Ibu merasa sungkan. Baguslah kamu punya inisiatif sendiri)

“Yayuk merdamel dumugi sambutan awak dewe lunas, Bu. Mbok bilih sampun lunas, Yayuk enggal wangsul." (Yayuk kerja sampai hutang kita lunas, Bu. Nanti pas uda lunas, Yayuk segera balik)

Aku meraih kedua tangan Ibu. Memijatnya lembut agar Ibu mengizinkan.

"Ibu yo nyengkuyung niat apikmu, Nduk. Intine ojo sampek ngelalikake gusti Alloh ugo kudu jujur wanci nyambut gawe." (Ibu yo mendukung niat baik kamu, Nduk. Intinya jangan melupakan Tuhan juga utamakan kejujuran saat bekerja)

Masih dengan binar khawatir, Ibu bangkit dari duduk dan merengkuh kepalaku ke dalam pelukannya.

***

Hari merambat siang saat aku mendatangi rumah Bi Zaenab. Mengutarakan niat menjadi karyawan pabrik di Jakarta.

Aku juga meminta, sekiranya Bi Zaenab punya koneksi agar aku dapat dipekerjakan pada pabrik yang memberi gaji besar.

“Ono, Yuk, kang menehi upah gede. Telung sasi wae, utangmu marang Kusnaedi iso lunas. Nanging dudu pegawe pabrik." (Ada, Yuk, yang memberi gaji gede. Tiga bulan saja, hutang kalian pada Kusnaedi bisa lunas. Tapi bukan sebagai karyawan pabrik)

Bi Zaenab meneguk liur usai berkata demikian.

Pikiranku pun mulai meraba-raba. Jangan sampai kerja yang tidak halal dan berbahaya.

“Yuk …!” tegur Bi Zaenab merusak lamunanku. “Ora usah wedi, gaweane dadi pembantu ning omahe wong sugih. nanging piyambakke mung golek wadon sing wetone Setu Kliwon utawa Rebo Pahing.” (Yuk ...!) (Gausah takut, kerjanya sebagai asisten rumah tangga di rumah orang kaya. Tapi mereka hanya mencari wanita dengan weton Sabtu Kliwon atau Rabu Pahing)

Untuk sejenak, aku terdiam mendengar penuturan Bi Zaenab.

“Kulo saestu wedal dinten Setu, Bu Lek, Ananging duka Setu Kliwon napa Setu sanesipun (Aku memang lahir di hari Sabtu, Bi. Tapi ya gak tau, apa Sabtu Kliwon atau Sabtu lainnya)," jawabku setengah ragu.

Agak heran mendengar bahwa ada orang kaya mencari pembantu berdasarkan weton.

“Jal duduhke tanggal lahirmu, Yuk. Bu Lek tingali apa wetonmu.” (Coba beri tanggal lahirmu, Yuk. Biar Bibi ngecek apa wetonmu)

Bi Zaenab memperlihatkan aplikasi kalender kejawen di ponselnya yang mana dilengkapi fitur yang menjelaskan sifat setiap weton.

Lanjut Membaca

Daftar Isi WETON (Santet Tiga Generasi)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Sejak remaja, Dian mendedikasikan hidupnya sebagai asisten keluarga Firdaus. Kehidupan tenangnya seketika berubah saat putra sulung keluarga itu, Niko, kembali untuk mengelola bisnis. Walau telah memiliki istri, Niko justru terobsesi pada Dian dan bertekad menjadikannya tawanan cinta rahasia. Tinggal di rumah yang sama membuat tekanan dari Niko kian gencar, membuat Dian terjebak tanpa celah untuk lari. Di tengah kepungan obsesi sang majikan, sanggupkah Dian lolos dari jeratannya?
Sampul Novel Balas Dendam dari Ayahnya Sahabat
7.8
Akibat tindakan ayahnya yang menyakiti putri Om Charlie, seorang wanita harus menanggung konsekuensi pahit sebagai alat pembalasan dendam. Ia dipaksa tunduk pada kemauan pria paruh baya tersebut dalam situasi yang merendahkan harga dirinya. Di saat yang sama, suara kemesraan antara ayahnya dan sahabatnya terdengar dari kamar sebelah. Terjebak dalam lingkaran dendam keluarga yang rumit ini, ia hanya bisa pasrah dan membiarkan Om Charlie memperlakukannya sesuka hati tanpa daya untuk melawan.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel JERAT PESONA PRIA 21 CM
8.0
Menikah dengan Evans, pemuda tampan tetangga desa, awalnya terasa begitu indah bagiku. Namun, cinta pandangan pertama ini seketika berubah menjadi mimpi buruk saat pekerjaan gelapnya sebagai pria pemuas terungkap. Hidupku hancur setelah suami yang sangat kucintai itu tega menjualku ke mucikari untuk melunasi utang-utangnya pada lintah darat. Kini, aku terjebak dalam dunia kelam sebagai wanita panggilan dan harus berjuang keras demi meloloskan diri dari neraka ini.
Sampul Novel KAMU SINI DONG DEKETAN
8.3
Kepergian Wulan ke luar negeri demi pengobatan membuat hubungan asmaranya dengan Darwis, sang wartawan, menjadi rumit. Darwis akhirnya menikahi Marlenna yang tengah mengandung anak Marcel. Di sisi lain, sempat tumbuh rasa cinta antara Darwis dan Arini sebelum maut memisahkan mereka. Konflik memuncak saat Wulan sembuh dan Aldi kembali setelah kecelakaan. Di tengah ujian kesetiaan dan masa lalu, kehadiran bayi bernama Arini menjadi pemersatu pernikahan Darwis dan Marlenna.
Sampul Novel Pudarnya Rasa Cinta
9.7
Nyawa Selina terancam ketika bom di tubuhnya hanya tersisa sepuluh menit sebelum meledak. Dipaksa penculik menghubungi pacarnya yang seorang polisi, ia justru mendapat makian. Sang pacar menuduhnya berbohong karena cemburu, demi menyelamatkan kucing milik Vinie, teman masa kecilnya. Di sela telepon, terdengar manja suara Vinie yang berterima kasih. Saat bom hampir meledak, Selina mengirim pesan terakhir yang menyatakan selamat tinggal dan berharap tidak akan bertemu lagi di kehidupan berikutnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan