APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya

Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya

Dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa pulang membawa anak kembar. Kini, ia bekerja untuk Marvin, CEO genius yang diam-diam menyamar sebagai Primus demi melindungi identitasnya. Situasi pelik terjadi ketika Alisa menyadari bahwa Primus adalah pria dari masa lalunya. Terjebak di antara dua persona dari pria yang sama, mampukah Alisa mengungkap rahasia Marvin? Bagaimana sang CEO akan bereaksi saat mengetahui keberadaan kedua anak kandungnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ada sesuatu yang terasa gatal dan tidak nyaman. Kemarilah dan tolong aku."

Alisa Pohan merasa tubuhnya seakan seperti sedang terbakar. Dia menggeliat, lalu mencium jakun pria itu dengan sungguh-sungguh, dan memohon padanya untuk berhubungan s*ks dengannya.

Sudah pasti tidak akan ada yang bisa menolak wanita cantik seperti dirinya. Dia adalah sosok yang sangat indah, menawan, dan juga tidak bermoral.

"Baiklah, kamu yang memintanya," ucap pria itu dengan jakun yang bergerak naik dan turun. Terpikat oleh pesonanya, dia pun memegang pinggangnya, mengangkatnya dan membungkuk untuk mulai menyetub*hinya.

"Ukh ...." terdengar suara Alisa yang mulai mengera*g dengan penuh kenikmatan.

Jika hanya didengar dari suaranya, sulit untuk mengetahui apakah dia sedang kesakitan atau hanya terangs*ng secara s*ksual.

Dengan cepat, dia didorong oleh nafsunya untuk melingkarkan lengannya di sekeliling bahu pria itu dengan sembrono. Dorongan tubuh yang keras dan cepat dari pria itu segera membuatnya mencapai org*sme. Tubuhnya pun berkedut saat dia berbaring telentang di atas ranjang. Dia merasa sangat lelah dan ingin beristirahat. Namun sebelum dia menutup matanya, dia sempat melihat bekas luka yang cukup mencolok pada dada berkeringat pria itu.

... ...

Pada keesokan paginya, Alisa bangun dengan kepala yang terasa sangat sakit. Detik ketika dia membuka matanya, dia langsung dapat merasakan seluruh tubuhnya terasa ngilu, khususnya tubuh bagian bawahnya. Dia pun mengangkat tangannya dan menggosok pelipisnya, mencoba untuk menyadarkan dirinya kembali.

'Apa yang sebenarnya telah terjadi? Bukankah semalam aku minum di kamar Agnes? Siapa pria yang tidur denganku itu?' tanyanya dalam hati.

Tadi malam, Agnes Destia mengundang Alisa ke sebuah pesta kapal pesiar, lalu kemudian ...

Brak! Pintu itu dibanting terbuka.

"Astaga! Alisa! Semalam, kamu ...." Sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, raut keheranan lebih dulu menyelimuti seluruh wajah Agnes.

Pria yang sedang berdiri di sampingnya, Alfred Hermawan, bahkan terlihat lebih terkejut darinya.

Dengan panik, Alisa segera menutupi tubuhnya dengan selimut, namun itu sama sekali tidak cukup untuk menutupi semua gigitan cinta di sekujur tubuhnya. Ada beberapa bekas memar pada leher dan lengannya, dan suasana yang romantis di dalam ruangan itu menunjukkan bahwa dia telah bercint* dengan seorang pria tadi malam.

"Alfred, aku tidak ..." ucap Alisa yang ingin menjelaskan dirinya kepada pacarnya.

"Alisa, kamu benar-benar sudah meminta seorang gigol* untuk tidur denganmu! Bagaimana kamu bisa sampai melakukan hal seperti itu? Kamu sudah menyelingkuhi Alfred!" sela Agnes yang kini tampak sangat marah. Dia terdengar seperti dirinyalah yang baru saja diselingkuhi.

Pada saat ini, Alisa menatapnya dengan tatapan tidak percaya. "Aku sama sekali tidak melakukan hal seperti itu! Agnes, kenapa kamu mengatakan hal yang tidak benar?"

Hanya dalam beberapa detik, Alisa kemudian mengingat semua hal yang telah terjadi tadi malam dan langsung menghubungkan segalanya.

"Apa-apaan ...? Sekarang aku mengerti. Alfred! Agnes yang sudah mengatur semua ini, aku—"

"Diam! Alisa, kamu memang tidak lebih dari seorang pel*cur!" raung Alfred, menyela ucapan Alisa. Matanya berkilat marah dan nada suaranya dipenuhi dengan rasa jijik. "Alisa, kamu tidak lebih dari seorang perempuan jal*ng. Kamu sama saja seperti ibumu! Kalian berdua memang suka merayu pria. Jika saja dia tidak melakukan hal yang begitu bodoh, Grup Pohan mungkin tidak akan pernah jatuh bangkrut. Semua ini salahnya bahwa Grup Pohan berakhir seperti ini!"

"Apa yang sebenarnya sedang kamu bicarakan, Alfred? Apa yang terjadi dengan ibuku?" Pikiran Alisa menjadi kosong seraya dia duduk membeku di atas tempat tidur.

"Jangan pernah menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi!" Setelah menyelesaikan kalimatnya, Alfred pergi dengan gusar.

Begitu pria itu meninggalkan ruangan, Agnes memasang senyum licik di wajahnya. "Alfred, tunggu aku!"

Alisa akhirnya mendapatkan kembali ketenangannya setelah dia menyadari sesuatu. Kemudian, dia segera mengenakan jubah mandinya dan mengikuti Alfred ke dek kapal. Dia benar-benar perlu bicara dengannya.

"Alfred, apa maksud dari perkataanmu itu? Bagaimana Grup Pohan bisa bangkrut? Dan katakan padaku, bagaimana orang tuaku meninggal?" tanya Alisa yang akhirnya berhasil meraih bahu Alfred, wajahnya menunjukkan ekspresi khawatir.

Sebersit perasaan bersalah melintas di mata Alfred, tetapi segera digantikan oleh kemarahan. "Enyah! Bukankah aku baru saja memperingatkanmu untuk tidak pernah menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi?" ucapnya sambil mencoba untuk melepaskan diri dari cengkeraman Alisa.

"Langsung katakan saja yang sebenarnya dan aku akan meninggalkanmu sendirian. Tolong ... aku perlu mengetahuinya." Alisa terus memegangi Alfred bahkan ketika air mata jatuh dari pelupuk matanya.

Sekarang, dia sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang berdiri di samping pagar pembatas. Di balik pagar itu, tepat di bawahnya, adalah laut tak berujung.

"Aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan. Sekarang lepaskan aku!"

Alfred kini sudah kehabisan kesabarannya dan akhirnya mendorong Alisa lalu pergi. Pada saat Alfred baru saja akan memasuki kabin, seseorang diam-diam menghampiri Alisa, tiba-tiba memeluknya dan terjun ke laut bersamanya.

"Ahhh!"

Mendengar jeritan Alisa, Alfred berbalik dan berlari kembali hanya untuk melihat ombak lautan yang bergejolak. Alisa bahkan sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk meminta bantuan pada siapa pun. Kemudian, orang-orang yang tadinya sedang tertidur di kapal pesiar akhirnya bangun satu per satu. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari bahwa ada seorang wanita yang telah jatuh ke laut dan sekarat.

... ...

Lima tahun kemudian, di bandara. Alisa sedang mendorong kereta bagasi dan berjalan keluar.

Efendi Pohan memasang ekspresi wajah yang serius dan berkata, "Biar kubantu, Ma."

Mendengar ucapannya, Alisa menurunkan kepalanya dan mengelus rambut anaknya yang lembut itu. "Aku sungguh memiliki seorang anak lelaki yang penuh perhatian!"

"Bagaimana denganku, Ma?" tanya putrinya, Emilia Pohan, yang sedang duduk di atas kereta bagasi sambil menjulurkan kepalanya. Matanya yang berkilauan membuatnya terlihat sangat menggemaskan.

"Yah, kalau kamu sih, cukup perhatian untuk menambah beban berat barang bawaan kami," komentar Efendi dengan sinis.

Emilia pun segera berdiri di atas kereta bagasi dan memelototi kakaknya.

Alisa tertawa kecil ketika dia melihat anak-anaknya berinteraksi, matanya dipenuhi dengan tatapan kasih sayang.

Setelah itu, ponselnya tiba-tiba bergetar. Senyum di wajahnya seketika menghilang setelah dia melirik ke arah pesan yang baru saja dia terima itu. Pesan itu dari Johan Bintoro.

"Hubungi aku jika kamu sudah sampai. Aku sudah menyiapkan seorang pengasuh dan sebuah mobil untukmu." bunyi pesan itu.

Sementara matanya terpaku pada layar ponselnya, Alisa tidak bisa berhenti memikirkan sikap sopan pria itu. Dia merasa ragu-ragu apakah dirinya harus menelepon Johan atau tidak.

Karena dia sudah terlalu asyik dengan pikirannya sendiri, dia sampai tidak menyadari apa yang tengah terjadi pada anak-anaknya.

Emilia sedang memegang mainan favoritnya, yaitu sebuah beruang kristal yang berbentuk bundar. Dia sedang bermain dengan gembira. Namun tiba-tiba, ada seseorang yang sedang lewat tidak sengaja menyenggol tangan Emilia, mengakibatkan beruang mainannya itu terjatuh ke lantai. Bandara itu sedang penuh sesak, jadi ketika beruang malang itu terjatuh, dia ditendang-tendang oleh orang-orang yang sedang berjalan.

"Beruangku!" seru Emilia.

"Emilia, tunggu!" teriak Efendi yang berusaha mencegah adiknya untuk berlari.

Emilia dengan tergesa-gesa mengejar beruangnya, sementara Efendi mengejarnya. Segera setelahnya, beruang mainan itu pun berguling ke kaki seorang pria.

"Akhirnya aku menangkapmu!" Emilia mengambil beruang itu sambil tersenyum, kemudian dia melihat ke atas.

Pria yang sedang berdiri di hadapannya itu tinggi dan tegap. Dia mengenakan setelan serba hitam. Wajahnya sangat enak dipandang dan dia memiliki mata yang dalam. Kehadirannya yang mengintimidasi membuat orang-orang yang lewat menjaga jarak darinya, tetapi dirinya malah memikat Emilia.

Pria itu menundukkan kepalanya dan kemudian menatap mata gadis kecil itu. Mata mereka terlihat sangat mirip. Sorot mata Emilia seketika berbinar dan dengan cepat, dia melingkarkan lengannya di paha pria itu.

"Papa!" serunya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat Tak Henti-Hentinya Sang Taipan Manipulatif
8.1
Irene terpaksa mendekati taipan berkuasa, Braydon, demi menyelamatkan bisnis sang ayah. Di balik ketangguhannya, Braydon menyimpan obsesi mendalam yang hanya ditunjukkan pada Irene. Meski terjebak manipulasi, Irene telanjur jatuh cinta, hingga hatinya hancur saat tahu Braydon bertunangan. Irene pun memilih pergi dan bertemu Dr. Mitchell, musuh bebuyutan Braydon. Kini, kedua pria berpengaruh itu bersaing sengit demi merebut hati Irene.
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire
8.6
Claudya terpaksa menikahi seorang miliarder Eropa demi melunasi biaya pengobatan ibunya. Alih-alih bahagia, kehidupan barunya justru dipenuhi siksaan batin karena sang suami menjadikannya pelampiasan atas luka masa lalu dari sang mantan kekasih. Meski sempat menaruh hati pada pria tersebut, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan pergi jauh demi mengakhiri penderitaan dalam pernikahan kontrak tanpa cinta ini.
Sampul Novel Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu
8.6
Irfan, pria tampan dan taat beragama, masih terluka karena penolakan Iffah yang merasa tidak sepadan dengannya. Padahal, kecerdasan dan kesalehan Irfan membuatnya menjadi sosok dambaan. Di saat alasan penolakan itu masih menyisakan tanya, hadirlah Rayhan, seorang lulusan Malaya University yang berupaya mendekati Iffah. Situasi ini membuat Iffah bimbang. Haruskah ia membuka hati untuk Rayhan, ataukah ia akan kembali merajut asa bersama Irfan, cinta lama yang masih tersimpan di hatinya?
Sampul Novel Pria yang Meninggalkan Cintanya
9.3
Sepuluh tahun pengabdianku pada Baskara Aditama berakhir tragis. Setelah tanganku cacat di salon mantan kekasihnya, Karinina, Bas justru membuangku yang sedang hamil ke hutan terpencil tanpa sinyal. Usai berjuang kembali, aku mendengar dia merendahkanku di depan teman-temannya hanya sebagai pengganti sementara. Kehilangan karier dan tanpa dukungan keluarga, kini aku bertekad memutuskan hubungan dengannya untuk merebut kembali hidupku.
Sampul Novel Terperangkap Cinta Tuan Muda
9.7
Malam Natal Hanako Rin Sudo berubah menjadi mimpi buruk. Setelah diputuskan pacarnya, ia diseret oleh Ryoma Otsuka untuk membayar utang Tomohiro Yamashita Sudo, kakaknya. Ryoma, bos kosmetik Tokyo yang sombong dan misterius, menawarkan sebuah solusi: semua utang tersebut akan dianggap lunas jika Hanako mau menikahinya. Namun, Ryoma tidak pernah menyangka bahwa kesepakatan pernikahan ini justru akan menyeret hidupnya ke dalam bahaya dan masalah yang sangat rumit.
Sampul Novel The Sky of Asia
8.0
Takdir seolah terus mempermainkan hubungan Langit dan Asia lewat perpisahan serta pertemuan yang tak terduga. Namun kini, semesta kembali mendekatkan mereka dalam sebuah perjumpaan yang selama ini dinantikan. Di bawah naungan cakrawala, keduanya perlahan merajut kembali kisah cinta mereka yang sempat terputus, menikmati kebersamaan yang sederhana namun sarat kebahagiaan. Perjalanan mereka membuktikan kekuatan cinta sejati yang dipersatukan kembali oleh waktu.