APKDock Logo
Sampul Novel Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu

Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu

8.6 / 10.0
Irfan, pria tampan dan taat beragama, masih terluka karena penolakan Iffah yang merasa tidak sepadan dengannya. Padahal, kecerdasan dan kesalehan Irfan membuatnya menjadi sosok dambaan. Di saat alasan penolakan itu masih menyisakan tanya, hadirlah Rayhan, seorang lulusan Malaya University yang berupaya mendekati Iffah. Situasi ini membuat Iffah bimbang. Haruskah ia membuka hati untuk Rayhan, ataukah ia akan kembali merajut asa bersama Irfan, cinta lama yang masih tersimpan di hatinya?

Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu Bab 1

“Maaf, sepertinya aku tidak pantas buatmu ….”

Sudah satu bulan lamanya Irfan masih termenung memikirkan jawaban yang diberikan oleh perempuan yang didambakannya.

Kata-kata seperti itu bukannya sering digunakan untuk menolak seseorang dengan cara yang lembut?

Itulah yang dilakukan Iffah kepada Irfan.

Mengapa Iffah menolak niat baik seseorang yang mungkin bagi sebagian perempuan, Irfan adalah laki-laki idaman?

Apakah Irfan jelek?

Tidak! Justru dia memiliki wajah putih bersih dan badan yang tinggi ideal.

Apakah Irfan tidak pintar?

Salah! Bahkan dia jadi salah satu lulusan terbaik di kampusnya.

Agamanya bagaimana?

Tekun! Sering kali dia menjadi imam di mushola dekat rumahnya.

Terus apa lagi? Apa yang menjadi alasan Iffah menolak Irfan?

Mungkinkah, status keluarga Irfan yang sederhana sebab dibuat pertimbangan?

Apabila ini akar permasalahannya, maka benar adanya. Irfan bukanlah golongan dari keluarga kaya.

Pun apabila itu alasannya, Irfan rasa dunia ini tak adil. Mengapa materi dijadikan parameter utama sebuah jawaban. Tak adakah pertimbangan-pertimbangan yang lebih utama daripada itu?

Irfan masih memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Dia masih tak menyangka perempuan itu menolaknya tanpa memberikan alasan.

“Lupakan saja Iffah!”

Apa yang dikatakan Awi kepada Irfan tidak semudah ucapan lisan. Sudah 5 tahun lamanya Irfan menyukai Iffah, bahkan saat itu masih dibangku sekolah. Diam-diam Irfan menyisipkan doa untuk Iffah, berharap Allah mendekatkan dengan perempuan yang disukainya itu.

Irfan mengakui bahwa Iffah sejatinya perempuan yang baik. Tidak suka banyak mengobrol dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Auratnya tertutup dengan balutan jilbab yang sempurna.

Bagaimana Irfan bisa melupakan Iffah?

Bagi Irfan, Iffah adalah dambaan. Teman-temannya pun mengakui bahwa Iffah adalah bidadari yang kesasar di dunia. Wajahnya cantik, putih, senyumnya manis, tutur katanya sopan, walau diberikan anugerah besar seperti itu, dia memilih menjadi perempuan yang asing, tidak suka pamer foto di media sosial.

“Kan dia cantik, mungkin banyak yang suka!”

Awi kembali berbicara kepada Irfan. Irfan masih sulit menerimanya. Irfan yakin bahwa Iffah adalah perempuan yang menjaga dirinya dengan baik. Walau tidak sering bertemu dengannya, tidak sering bisa chat dengannya, Irfan tahu dari teman-teman perempuan Iffah. Iffah enggan dirayu, digombali oleh para buaya-buaya.

Bukankah Irfan dan Iffah memiliki kesamaan?

Apabila Iffah demikian, pun dengan Irfan yang sampai sekarang berusaha menjaga dirinya, tidak mudah mengatakan cinta kepada perempuan, berucap tegas saat mengobrol dengan perempuan. Lalu apa lagi yang salah?

Irfan kembali merenung, mengingat-ingat sebulan yang lalu ketika berada di rumah Iffah. Bu Aisyah, bundanya Iffah terkaget ketika Iffah menolak lamaran Irfan. Bundanya sampai-sampai terus mempertanyakan keputusan yang diambil oleh putrinya seamata wayang itu.

Apakah Iffah tidak mau memikirkan dulu sebelum menolaknya?

Berulang kali Bu Aisyah menyampaikan pandangannya kepada Iffah. Beliau mengatakan bahwa Irfan adalah laki-laki yang baik, bertanggung jawab, tidak plin-plan, artinya memiliki prinsip. Apabila berani datang ke rumah ini, berarti dia sudah serius dengan Iffah.

Tetap saja!

Iffah menggelengkan kepala. Iffah tidak banyak berbicara. Tidak ada alasan penolakan yang keluar dari lisannya, kecuali satu kalimat yang dikatakan itu.

Bu Aisyah kembali mengingatkan putrinya agar berpikir jernih. Lebih baik istikharah terlebih dahulu daripada memutuskan sesuatu dengan gegabah. Beliau tidak mau terjadi sesuatu yang merugikan putrinya.

Irfan itu laki-laki soleh loh, Nak!

Iffah diam mendengarkan penjelasan bundanya. Bu Aisyah masih berharap putrinya kembali menarik perkataannya. Bukankah apabila ada laki-laki soleh yang mendatangi keluarga perempuan untuk niat yang baik, maka tidak ada alasan untuk tidak menerimanya?

Iffah masih diam. Setelah itu meninggalkan perbincangan itu.

Kini, harapan Irfan untuk mempersunting Iffah telah gagal. Hati Irfan menjadi tidak karuan. Irfan sadar sebagai muslim yang baik, harus bisa menerima setiap apa yang menjadi takdir.

Sabar!

Irfan sudah mencoba bersabar. Tetap saja dia tidak bisa bohong kalau hatinya masih sakit. Hatinya bak gelas yang jatuh ke lantai. Pecah! Sulit tuk diperbaiki.

Bagaimana dengan Iffah?

Irfan tidak tahu-menahu bagaimana keadaan Iffah setelah itu. Mungkin Iffah tidak lagi memerdulikan Irfan. Tiada tempat bahkan sedikit pun dihatinya untuk Irfan.

“Mungkin Iffah sudah punya laki yang disukainya!”

Awi kembali berbicara. Apa benar seperti itu? Jika demikian, mengapa Iffah tidak jujur saja kepada Irfan?

Apakah Iffah ragu akan alasannya itu bisa membuat Irfan bertambah sakit?

Justru dengan jawaban tanpa alasan menyebabkan hati Irfan tidak menentu. Perasaannya serasa dipompa, terasa naik turun. Sakit. Sakit sekali!

Bu Aisyah juga tidak tahu banyak tentang masalah itu.

Irfan lelah akan keadaan ini. Begini ya rasanya apabila terlalu suka pada perempuan yang bahkan belum tahu dia jodohnya atau bukan.

Ikhlas … ikhlas … sulit sekali mengikhlaskan sesuatu yang sudah tertanam dihati. Rasa-rasanya hati terasa hampa. Rasa-rasanya hati terasa sesak.

‘Mana imanmu? Mana taqwamu?’

Batin Irfan memberontak! Hanya karena perempuan mengapa engkau menjadi lemah, Irfan. Apa tidak malu pada Allah yang senantiasa paling dekat, paling sayang, paling cinta kepada hambanya. Dan kini lebih memilih memikirkan perempuan yang jelas-jelas sudah menolak niat baikmu, Irfan?

Mengapa engkau menjadi tidak bersemangat seperti dulu? Tidakkah kau tahu bahwasanya di atas ‘arasy sana sedang merindu tahajudmu?

Kini Irfan, kau bukanlah yang dulu. Malammu digunakan sibuk memikirkan perempuan itu, sampai-sampai melupakan waktu qiyamulailmu, Al Quran tak lagi dibuka, Subuh seringkali dibuat tidur, dengan dalih tidak mood, letih, capek.

“Kamu bukan Irfan yang ku kenal!”

Awi lagi-lagi menampar hati Irfan dengan lisannya. Bagaimana Irfan bersikap, sedang hatinya masih menyimpan file bernama Iffah. Irfan tidak tahu bagaimana cara menghapus file itu. Tapi, apakah benar Irfan ingin menghapusnya? Jujur, iya atau enggak?

Kenyataannya tidak! Daripada dihapus, Irfan memilih memberikan password paling rumit untuk file bernama Iffah dalam hatinya. Irfan berdalih itulah satu-satunya cara dia bisa melupakannya. Melupakan tidak harus dihilangkan, tetapi cukup dikunci dengan sangat kuat hingga dia tak mampu lagi melihat isi dari filenya.

Irfan sendiri berharap lupa akan password yang diberikannya sendiri. Biarlah file itu mengendap, lupa, bersama perasaan.

Irfan harus menjadi dirinya seperti yang dulu-dulu. Tentang perempuan? Ahh, dia sementara ini tak ingin membahas itu dulu. Hatinya yang bak gelas yang jatuh ke lantai tadi, serpihan pecahannya perlahan disatukan kembali.

Memang tidak bisa sempurna seperti sediakala. Tetapi setidaknya, serpihan di lantai tadi tidak ikut melukai seseorang yang melewatinya. Yaah, Irfan tidak mau karena sikapnya menjadikan orang terdekatnya ikut tersakiti.

Maafkan emosi Irfan. Maafkan kegaulauan Irfan. Irfan akan bangkit dan menunjukkan kepada tuhan, bahwa dia tetap Irfan yang dulu, yang senantiasa mewarnai kesehariannya dengan sesuatu yang bermanfaat, disetiapnya berisi kebaikan-kebaikan.

Tentang Iffah, Irfan tak lagi peduli!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Sampul Novel Aku Punya Ragamu Tapi Tidak Hatimu
8.4
Silvi dan saudara kembar identiknya, Silva, mencintai pria yang sama bernama Kenzo. Sebelum wafat di usia dua puluh tahun akibat penyakitnya, Silva meminta Silvi untuk menggantikan dirinya menikah dengan Kenzo. Demi rasa cinta yang dipendamnya, Silvi bersedia memenuhi wasiat terakhir tersebut. Namun, kehidupan pernikahan yang dijalani Silvi ternyata penuh liku. Bisakah ia merebut hati Kenzo yang jiwanya masih terbelenggu oleh kenangan mendalam bersama mendiang kakaknya?
Sampul Novel Bayangan Cinta di Kota Tua
9.7
Mencari inspirasi di kota tua bersejarah, fotografer Sofia yang patah hati bertemu Adrian, penulis misteri yang duka akibat kematian istrinya. Meski dibayangi masa lalu masing-masing, ikatan emosional mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kehadiran mantan kekasih Sofia serta rasa bersalah Adrian mengancam hubungan tersebut. Melalui keintiman dan pengorbanan, keduanya belajar menyembuhkan luka lama demi membangun masa depan baru bersama.
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi hampir meregang nyawa akibat syok anafilaksis karena diabaikan oleh suaminya, Bram, yang lebih mementingkan Clara. Penderitaannya kian mendalam saat putra mereka, Leo, tewas tertabrak ketika berusaha mencari pertolongan. Ajaibnya, takdir membawa Nindi kembali ke masa lalu sebelum tragedi itu terjadi. Berbekal memori kelam tentang pengkhianatan suami dan kematian tragis anaknya, ia bertekad melindungi Leo sekaligus membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Demi wasiat keluarga, Vera Dianthe terpaksa menikahi Dorian Ashford, sang CEO kapal pesiar mewah. Merasa terikat tanpa kehendaknya, Dorian pun mengajukan kesepakatan yang menyulitkan Vera. Namun, keteguhan dan keberanian Vera dalam menghadapi Dorian justru mulai memikat hati sang suami. Konflik semakin rumit saat Isabella Moreau, kekasih Dorian, mulai melancarkan serangan demi merusak hubungan mereka. Di tengah intrik kekuasaan ini, mampukah benih cinta sejati tumbuh?
Sampul Novel When We Were In Love
8.2
Alice Reeves didera kepedihan akibat cinta tak berbalas kepada Douglas Handerson, saudara tiri sekaligus sahabatnya yang memutuskan pergi. Di tengah luka hati tersebut, Maximilliam Callyps datang menawarkan kesembuhan dan mencoba merebut hati Alice. Saat Alice mulai mempertanyakan arti kebahagiaan sejatinya, Douglas justru dilingkupi penyesalan atas keras kepalanya dahulu. Akankah babak baru bersama Maximilliam terwujud, ataukah bayang-bayang masa lalu Douglas tetap tak tergantikan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan