APKDock Logo
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire

Istri Kontrak Mr Billionaire

8.6 / 10.0
Claudya terpaksa menikahi seorang miliarder Eropa demi melunasi biaya pengobatan ibunya. Alih-alih bahagia, kehidupan barunya justru dipenuhi siksaan batin karena sang suami menjadikannya pelampiasan atas luka masa lalu dari sang mantan kekasih. Meski sempat menaruh hati pada pria tersebut, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan pergi jauh demi mengakhiri penderitaan dalam pernikahan kontrak tanpa cinta ini.

Istri Kontrak Mr Billionaire Bab 1

“Tandatangani suratnya dan buat rekamannya sekarang!” perintah seorang pria menggunakan kemeja putih, tuksedo hitam, serta dasi kupu-kupu menambah ketampanannya semakin bertambah berkali-kali lipat. Tapi sayang semua hanya cangkang untuk menutupi kekejaman yang dilakukan.

Di atas sofa putih besar seorang wanita menggunakan dress panjang berwarna senada tengah duduk. Memegang berlembar-lembar surat perjanjian serta pena, jangan lupa kamera yang merekam setiap gerak geriknya. Claudya Stewart menelan saliva yang terasa kelat, berulang kali menutup mata dan mengembuskan napas, begitu berat jemarinya menorehkan tinta pada surat perjanjian pranikah.

Poin-poin tercatat di dalamnya sama sekali tidak menguntungkan bagi Clau, terkesan merugikan. Tapi ia bisa apa selain menerima dengan lapang dada, berharap calon suaminya –Arjuna, kelak memperlakukan dirinya sebaik mungkin.

“Baik Tuan, saya tandatangani. Tapi … bisakah uangnya dikirim hari ini? Ibu saya memerlukan secepatnya.” Claudya mendongak, memberanikan diri menatap wajah sangar Arjuna.

“Tugasmu saja belum selesai, sudah meminta bayaran. Benar-benar wanita tidak tahu diri.” Sindir Arjuna mendekati Clau. Lalu menunjuk kening wanita itu dengan jari telunjuk hingga tubuh Clau terdorong ke belakang.

“Kau masih punya mata untuk membaca? Lembar pertama poin 10.” Tukas Arjuna menggeram marah, sebab calon istrinya sangat membuang-buang waktu.

“Baik Tuan, saya tanda tangan. Kita bisa menikah sekarang juga.” Jawab Clau dengan suara gemetaran.

Pada akhirnya ia pun berhasil membubuhkan tanda tangan di atas kertas berisi banyaknya peraturan selama menjadi istri seorang Arjuna Caldwell. “Sudah Tuan.” Cicit Clau, menundukkan kepala, sungguh ia tidak berani menatap amarah pada kedua mata Bosnya.

Pasalnya Clau mengetahui persis alasan Arjuna menikahinya, semua tidak lain karena Clara –kakaknya. Membuat masalah dengan Presiden Direktur Cwell Group itu, hingga Clau yang harus menanggung semua beban.

“Ok, hapus air matamu! Tidak berguna, jangan harap aku iba. Sekarang keluar dan tunggu di ruang pernikahan!” perintah Arjuna, melempar sebungkus tissue kecil ke atas paha Clau.

Kedua tangan Clau mendadak tremor, untuk menyeka air mata saja memerlukan tenaga ekstra. Sedih dan hancur perasaannya, bagaimana tidak? Pagi ini pihak rumah sakit menghubungi, menagih biaya rumah sakit serta biaya terkait transplantasi jantung ibunya.

Uang dalam rekening Clau sama sekali tidak mencukupi, walaupun bekerja di perusahaan besar sekelas Cwell Group. Tetap saja gajinya tidak mampu membiayai seluruh kebutuhan pengobatan, pembayaran hutang atas rumah yang disita dan keperluan hidup sehari-hari. Pernikahan ini sama sekali bukan keinginan Clau, terpaksa menerima pinangan Arjuna adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat.

Semula Clau berniat meminjam uang kepada bagian koperasi dan keuangan pegawai, siapa sangka laporan akibat menumpuknya hutang terdengar ke telinga Presiden Direktur.

Clau yang melamun tersentak ketika ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk bernada ancaman dari seseorang. Siapa lagi kalau bukan Arjuna Caldwell? Pria arogan, telah menunggunya di ruangan pernikahan.

Ya, Clau dan Arjuna melangsungkan pernikahan di badan kependudukan. Jangan harapkan adanya hamparan bunga berwarna warni, iringan musik syahdu, dekorasi mewah bak negeri dongeng atau tamu undangan. Semua hanya dalam mimpi, Clau mengubur pernikahan impian. Saat ini lebih penting ibunya dibanding diri sendiri.

Sebelum melangkahkan kaki keluar, Clau mengoleskan perona bibir serta memperbaiki riasan tipis agar wajah sembabnya tidak terlihat oleh semua orang. Dia mencoba mengukir senyum pada bibir, menyembunyikan seluruh asa. Menghela napas berulang kali, meneguhkan hati bahwa semua ini akan baik-baik saja.

Clau membuka pintu, berjalan perlahan menemui calon suaminya di ruangan. Wajah pria itu tampak santai, tidak menyeramkan seperti beberapa belas menit yang lalu. Bahkan Arjuna mengulurkan tangan kepada Clau

Sontak kepala Clau terangkat, sebab calon suaminya berdeham cukup keras. Manik abu-abu Arjuna menatap tajam dan mengintimidasi Clau, seolah mengatakan bahwa ia harus menerima uluran tangan itu. Pelan-pelan tangan Clau terangkat menggapai milik Arjuna. Seketika tubuhnya ditarik hingga merapat padu dengan sosok bertubuh tinggi nan atletis.

Keduanya mengucap janji pernikahan kemudian menandatangani sejumlah berkas penting penunjang. Data Arjuna Caldwell dan Claudya Stewart langsung tersimpan rapi serta dirahasiakan atas permintaan mempelai pria.

“Mulai sekarang lakukan tugasmu!” nada dingin Arjuna kian menusuk relung hati Claudya.

Meskipun sudah menjadi istri sah dari Arjuna, tak sekalipun Clau berani bertatap muka secara langsung. Memilih menyadari posisinya sedini mungkin, kemudian Clau menjawab, “Baik Tuan, saya akan melayani anda dengan segenap hati.”

“Bagus. Memang itu yang aku perlukan. Jaga penampilanmu! Aku tidak menyukai perempuan lusuh.” Ekor mata Arjuna melirik ke samping. Memindai penampilan Clau dari ujung kepala hingga kaki. Tentu saja karena wanita itu hanya menggunakan dress seadanya, bukan rancangan designer ternama yang memiliki harga selangit.

“Lalu Tuan, bagaimana dengan uangnya? Aku membutuhkannya.” Berani Clau mempertanyakan mengenai hak yang tertuang dalam perjanjian.

“Kau ingin uangmu kan?” tanya Arjuna sembari menyeringai.

Secepat kilat Clau mengangguk, ia bernapas lega karena sebentar lagi bisa membayar biaya rumah sakit dan hutangnya. Namun senyum itu mendadak berganti rasa perih pada pergelangan tangan, Arjuna meraihnya dan membawa Clau masuk ke dalam mobil.

“Penthouse.” Perintah Arjuna kepada sopir.

“Tuan … tapi bukankah mau mentransfer uang?” bibir merah delima Clau tak henti melontarkan pertanyaan yang sama, membuat suaminya jengah.

“Tuan?” Clau tersentak karena tangan kekar Arjuna menarik pinggulnya, menjadikan tubuh mereka menempel tak memiliki celah sedikitpun.

“Aku membenci wanita berisik seperti mu. Semakin bawel, jangan harap aku kirim uangnya!” ancam Juna membungkam mulut Clau.

Sepanjang perjalanan menuju penthouse tak banyak kata dan suara diantara keduanya, hanya deru napas serta mesin mobil terdengar mengalun menyambangi telinga.

Setibanya di penthouse, Arjuna menghempas tubuh mungil Claudya ke atas sofa. Tak mengindahkan suara kesakitan wanita itu. Clau mengusap sikut dan bahunya, seraya berkata, “Tuan sakit.”

“Ck, sakit? Sekarang laksanakan tugas lembar 1 poin 1.” Arjuna melepas dasi kupu-kupu dan tuksedo, melemparnya ke sembarang arah.

“Hah? Tapi aku sudah menandatangani surat perjanjian, uangnya belum aku terima.” Clau menolak sebab ia pikir Arjuna harus menyelesaikan kesepakatan lebih dulu baru memerintahkan melakukan ini dan itu.

“Masih berani juga! Layani aku malam ini, setelah aku puas, aku kirim uangnya.” Arjuna benar-benar menjerat Claudya ke dalam masalah baru.

Tanpa basa-basi menyambar bibir ranum Clau, tidak ada kelembutan sama sekali. Penuh tuntutan dan gairah. Tidak membiarkan Clau menghirup oksigen. Dominasi Arjuna teramat kuat, membuat Clau melemah. Dengan sisa tenaga yang ada, Claudya berusaha memberontak, namun kedua tangannya diikat menggunakan ikat pinggang.

Malam yang seharusnya istimewa dan hangat berakhir dengan tangis serta rintih kesakitan dari Clau. Akibat perbuatan suaminya yang terus bermain hingga dini hari.

Pagi ini Claudya terbangun dalam keadaan tubuh polos. Ia menyeka air mata yang turun membasahi pipi. Terlalu sakit jiwa dan raganya mendapat perlakuan sewenang-wenang dari Arjuna.

Claudya tersenyum miris, melirik ranjang berantakan. Bayang-bayang kejadian semalam memenuhi isi kepala. Ia meremas selimut yang menutupi diri, marah, kesal, sedih, tak berdaya, bercampur jadi satu. Hatinya tersayat sembilu manakala Arjuna menyebutkan nama wanita lain ketika melakukan dengannya.

Clau terperanjat ketika mendengar suara pintu diketuk dari luar, perlahan terbuka. Dia pikir Arjuna, tetapi dua orang asisten rumah tangga tampak tersenyum membawa satu nampak makanan.

“Nyonya, ini sarapannya. Tolong dihabiskan, perintah dari Tuan.”

“Terima kasih, tapi aku tidak lapar. Silakan dibawa lagi saja.” Clau menolak halus.

“Tapi Nyonya, Tuan bilang, kalau tidak dimakan, maka kami berdua menerima hukuman.” Kedua pelayan itu keluar dari kamar setelah selesai menyimpan sarapan.

Lagi-lagi Clau teringat ibunya yang terbaring di ruang ICU, ia harus kuat dan sehat demi orang tersayang dan tercinta. Lantas meraih ponsel lalu memeriksa M-Banking. Clau menggelengkan kepala, betapa terkejutnya melihat deret angka di akun bank. Nominal fantastis, bahkan ia tidak perlu repot bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Arjuna adalah pria berjuta pesona, statusnya sebagai Presiden Direktur Cwell Group membuatnya dipuja banyak wanita, ya kecuali Claudya.

Secepatnya Clau membersihkan diri dari peluh yang menempel, menggosok tubuhnya dengan banyak sabun hingga kulit kenyal mulus berwarna merah. Di bawah guyuran rintik shower, tubuhnya gemetaran ketika pintu kamar mandi terbuka lebar. Seorang pria berdiri menyandar sembari memerhatikan dirinya.

“Arjuna?” lirih Clau.

“Lama sekali mandinya. Cepat! Jangan sampai kamu sakit dan menyusahkan.” Tangan kekar itu menyambar handuk yang tergantung, melekatkannya kepada Clau.

Arjuna pun menggendong tubuh istrinya, menghirup harum aroma tubuh Clau yang membuatnya candu setelah aktifitas semalam.

Seketika Clau tersentak, lantaran tangan Arjuna merengkuh pinggangnya. Sungguh saat ini Clau tak ingin disentuh secara kasar. Meskipun Arjuna suaminya secara sah, tetap saja Clau bukan budak apalagi hewan diperlakukan tanpa kelembutan sama sekali.

“Mulai hari ini kau harus melayani segala keperluanku!” Arjuna menjepit dagu Clau, menariknya ke atas hingga kedua pasang mata mereka beradu pandang.

“Termasuk kebutuhan biologis.” Bisik Arjuna sembari menyeringai.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Kontrak Mr Billionaire

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bos Setan Idaman
9.0
Hidup Dita jungkir balik sejak bertemu Raga, pria misterius yang sebenarnya adalah titisan setan. Walau Raga sangat irit bicara dan dingin, ia sering memperlihatkan kebaikan yang tidak terduga pada Dita. Situasi makin menegangkan ketika sang bos mendadak menyatakan cinta secara blak-blakan. Dita yang kaget mengira itu cuma gurauan, padahal kini seluruh garis hidup dan takdirnya telah terikat erat pada sosok pria misterius tersebut.
Sampul Novel Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua
8.1
Keputusan menampung ipar dan mertua tiri yang baru kembali dari luar negeri membawa petaka besar bagi rumah tanggaku. Alih-alih sekadar menambah beban finansial, kehadiran mereka justru memicu konflik baru saat mereka menuntut jatah yang seharusnya menjadi hak mutlak istriku. Di tengah kekacauan itu, batasan antara kepercayaan dan kecurigaan kian buram ketika sebuah pesan misterius masuk ke ponselku, menampilkan foto sosok mirip istriku yang sedang bersama pria lain.
Sampul Novel Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku
8.6
Setelah tersiksa hingga kehilangan bayinya akibat obsesi Marvin menebus dosa atas kematian sahabatnya, Yoona, sang istri mendapat kesempatan kedua. Kembali ke hari pernikahan mereka, ia tidak lagi mempertahankan hubungan toksik ini. Kali ini, ia memilih mendorong Marvin kembali ke pelukan Yoona. Dengan mengubah takdirnya, ia bertekad menjadi mantan kekasih yang akan membuat Marvin benar-benar pergi meninggalkan dunia fana selamanya tanpa pernah bisa mengusik hidupnya lagi.
Sampul Novel Random Wife
9.7
Fabian Gabrilio, seorang bos sukses yang terkenal sangat pelit, mulai merasa bosan hidup melajang. Ia pun menuntut sekretaris pribadinya untuk segera mencarikannya seorang istri. Fabian bahkan memberikan ancaman yang tidak main-main: jika sang sekretaris gagal menemukan calon pasangan untuknya, maka ia sendiri yang akan dijadikan istri. Kini, sekretarisnya berada dalam situasi sulit demi memenuhi perintah ekstrem dari atasannya tersebut.
Sampul Novel The Deadly Wish
8.1
Adonis Draven sempat merasa sangat diberkati saat memperoleh kesempatan hidup kedua hingga berhasil bangkit dari keterpurukan menjadi miliarder raya. Namun, di balik keberhasilan dan doa-doa yang terwujud itu, tersimpan rahasia besar yang mengerikan. Adonis segera menyadari bahwa permohonan tersebut menuntut konsekuensi fatal yang sangat mengerikan, hingga membuatnya sangat menyesal telah memanjatkan permintaan itu.
Sampul Novel The Jerk Billioanire
9.6
Kehidupan kampus Naara mendadak gempar saat Aderaldo, seorang miliarder angkuh, menciumnya secara paksa. Tindakan lancang tersebut memicu kemarahan Xion yang langsung melayangkan pukulan ke perut Aderaldo untuk melindungi Naara. Bukannya gentar, pria kaya itu justru membalas dengan ancaman kehancuran bagi Xion. Aderaldo kemudian pergi begitu saja tanpa penyesalan, meninggalkan Naara yang syok, sementara ia sendiri malah menikmati sisa rasa manis dari kecupan sepihak tadi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan