APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam Jahanam

Malam Jahanam

Kehancuran rumah tangga orang tuanya menyisakan kepedihan mendalam bagi sang anak. Di tengah badai emosi tersebut, sebuah peristiwa tak terduga yang dijuluki malam jahanam mendadak terjadi. Tanpa pernah direncanakan, momen yang kerap jadi fantasi ini memutarbalikkan takdir hidupnya. Kini, ia terjebak dalam realitas getir yang anehnya terasa begitu indah. Inilah kisah cinta modern penuh rahasia dan takdir kelam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku tidak menyangka kalau semuanya ini bakal terjadi. Aku memang sering mengkhayalkannya. Tapi tidak pernah merencanakannya. Dan begitulah, kehidupanku jadi banyak liku - likunya. Liku - liku yang indah mau pun yang jahanam. Tapi aku harus mengakuinya, bahwa semua itu jahanam tapi indah… indah sekali.

Perkenalkan dulu namaku Chepi

Aku hanya mendengar ceritanya saja, bahwa Papa menikah dengan Mama pada saat Mama berusia 22 tahun dan Papa sudah berusia 41 tahun. Lalu Mama hamil dan melahirkanku ketika usia Mama sudah 23 tahun.

Kemudian pada saat aku baru berumur 9 tahun, Papa bercerai dengan Mama.

Pada saat itu aku masih kecil. Sehingga aku tidak punya inisiatif untuk bertanya kenapa mereka harus bercerai. Aku hanya menurut saja. Bahwa aku harus ikut pada Papa, meski pun Mama berusaha untuk membawaku ke rumah orang tuanya.

Dan yang sangat menyedihkan (tapi aku tak berani melawan), aku dilarang mengunjungi rumah Mama di kampung yang lumayan jauh dari kotaku. Aku menurut saja, meski hatiku berontak, karena merasa masih membutuhkan pelukan kasih sayang Mama.

Setelah aku besar, barulah aku tahu bahwa Mama minta diceraikan, karena Papa menikah lagi dengan seorang gadis yang usianya hanya 10 tahun lebih tua dariku. Gadis yang dinikahi oleh Papa itu adalah anak buah Papa sendiri di kantor.

Hanya beberapa hari setelah Mama pulang ke rumah orang tua di kampungnya, seorang wanita yang masih sangat muda dibawa ke rumah Papa. Wanita yang baru berusia 19 tahun itu Papa perkenalkan padaku sebagai ibu tiriku. Dan sejak saat itu aku harus memanggilnya Mamie.

Aku yang merasa sangat disayangi oleh Papa, tidak pernah complain dengan kenyataan ini.

Memang aku sering mendengar tentang kejamnya ibu tiri. Tapi ternyata aku mendapatkan ibu tiri yang sangat lembut dan baik sekali padaku. Karena itu aku tak punya alasan untuk tidak menghormati ibu tiri yang sudah dibiasakan kupanggil Mamie itu, sebagai pengganti Mama kandungku.

Aku pun lalu tahu bahwa aku ini anak bungsu Papa. Karena sebelum menikah dengan Mama, Papa sudah menikah dua kali. Dari perkawinan sebelumnya itu Papa mendapatkan dua orang anak perempuan. Tapi kedua - duanya sudah pada punya suami. Aku hanya pernah berjumpa dua kali dengan kedua kakak seayah berlainan ibu itu, pada saat aku baru duduk di TK dan ketika Papa sudah membawa Mamie ke dalam rumah ini.

Kakak seayahku yang pertama bernama Susie. Sedangkan kakak seayah yang kedua bernama Nindie. Karena aku orang Jabar, aku memanggil mereka Teh Susie dan Teh Nindie.

Aku masih ingat benar, pada kedatangan yang kedua itu, kakak - kakak seayahku menasehatiku agar jangan nakal, karena aku tidak tinggal bersama ibu kandung lagi. Mudah - mudahan aja Mamie menyayangimu, kata Teh Susie saat itu.

Dalam kenyataannya Mamie memang sangat baik padaku. Memarahiku pun tidak pernah. Bahkan aku merasa dimanjakan olehnya, baik dalam membelikan pakaian mau pun membelikan coklat atau permen buatku. Ketika Mamie tahu aku ini senang baca komik, dia pun membelikanku beberapa buah buku komik yang sangat kusukai.

“Iya Mam,” sahutku saat itu.

Tadinya kupikir kebaikan Mamie hanya bermuka - muka, agar Papa makin sayang padanya. Tapi ternyata tidak seperti itu. Setiap kali Papa bertugas ke luar kota dan terkadang menginap sampai 3 - 4 malam di luar kota, Mamie malah semakin baik padaku. Bahkan boleh dibilang Mamie itu sangat memanjakanku pada saat Papa di luar kota.

“Tetap baik Pap,” sahutku.

“Makanya kamu harus bisa menyesuaikan diri padanya ya Chep. Jangan nakal dan turuti apa pun yang Mamie minta dan suruh.”

“Iya Pap.”

Mamie memang sangat baik padaku. Jadi, tidak ada hal yang harus kulaporkan kepada Papa.

Yang paling menyenangkan, setiap aku berulang tahun, Mamie selalu memberikan kado ulang tahun yang bagus - bagus. Bahkan pada saat aku berulang tahun yang ketujuhbelas, Mamie menghadiahkan sebuah motor bebek baru. Dengan pesan cepat bikin SIM A dan C, jangan dipakai ngebut - ngebutan, karena Mamie tidak ingin melihatku mengalami kecelakaan.

“Iya Mam,” sahutku, “Aku kan gak suka kebut - kebutan. Ohya… SIM A untuk apa Mam?”

“Kalau kamu sedang nyantai bisa kan nyetirin mobil mamie?”

“Owh… siap Mam. Aku kan udah bisa nyetirin mobil Papa. Tapi belum punya SIM, karena belum tujuhbelas tahun.”

“Iya, makanya nanti sekalian bikin SIM A. untuk biayanya sih nanti mamie transfer ke rekening tabunganmu.”

“Siap Mam.”

Sebelum menikah dengan Papa, Mamie harus resign dari perusahaan. Karena di dalam perusahaan itu tidak boleh ada dua orang atau lebih yang ada pertalian darah. Tidak boleh pula ada suami - istri yang sama - sama bekerja di perusahaan itu.

Itulah sebabnya harus ada yang resign salah seorang, Papa atau Mamie. Maka Mamielah yang resign, karena kedudukannya lebih rendah daripada Papa. Gajinya juga jauh lebih kecil daripada gaji dan penghasilan sampingan Papa.

Tapi Mamie sangat rajin berbisnis. Setelah resign dari perusahaan dan menikah dengan Papa, Mamie mencari uang sendiri di rumah. Sehingga banyak ibu - ibu berdatangan ke rumah sebagai rekan bisnis Mamie. Aku tidak tahu persis apa saja yang diolah oleh Mamie untuk bisnisnya. Kelihatannya Mamie menjual kebutuhan wanita semua.

Dan tampaknya Mamie sukses dalam bisnisnya. Sehingga ruang tamu dijadikan kantornya. Ada dua orang cewek yang bekerja di ruang tamu yang sudah dijadikan kantor itu.

Sukses Mamie memang mengagumkan. Sehingga dalam tempo singkat Mamie bisa membeli sebuah sedan yang harganya lebih mahal daripada mobil SUV Papa.

Ya… aku kagum pada gesit dan lincahnya Mamie dalam berbisnis.

Tapi… ada kekaguman lain yang kurahasiakan di dalam hati. Kagum pada kecantikan Mamie yang luar biasa pengaruhnya ke dalam batinku ini.

Yang membuatku heran adalah, sudah sekian lamanya Mamie jadi istri Papa, tapi tidak hamil - hamil juga. Apakah Mamie wanita mandul atau bagaimana? Entahlah. Aku tak berani menanyakannya.

Yang jelas, setiap kali aku berdekatan dengan Mamie, sudut mataku selalu “rajin” mencuri - curi pandang pada keelokannya. Bahwa Mamie berperawakan tinggi langsing, namun sepertinya padat berisi dan tidak kurus.

Kulitnya putih kekuningan. Sepasang matanya bundar bening. Hidungnya mancung meruncing. Bibirnya tipis merekah. Dan yang paling kukagumi adalah giginya itu. Putih dan rapi sekali, seolah sudah diatur semuanya. Maka kalau Mamie sedang tertawa, aku suka terlongong memperhatikan dua baris gigi yang rapi dan “tertib” itu.

Namun kekagumanku tentang daya pesona Mamie itu tetap kurahasiakan di dalam hati. Karena aku pun sadar bahwa Mamie itu milik Papa yang paling berharga.

Hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan berputar terus dengan cepatnya. Tanpa terasa nanti tengah malam jam nol-nol, umurku akan menjadi 18 tahun.

Aku malah teringat Papa yang sedang di luar kota. Kalau usiaku 18 tahun, usia Papa pun akan genap 60 tahun, karena Pazpa menikah dengan Mama waktu berusia 41 tahuyn dan katika aku lahir usianya sudah menjadi 42 tahun. Sedangkan Mama waktu melahikan aku usianya baru 20 tahun. Berarti sekarang usia Mama sudah 38 tahun.

Yang membuatku bersemangat di usia 18 tahun ini, karena Papa sudah berjanji bahwa kalau usiaku sudah 18 tahun, aku boleh menemui Mama di kampungnya yang masih kuingat jalannya. Bahkan bentuk rumahnya pun masih kuingat (kalau belum dirombak). Pokoknya rumah Mama itu hanya terhalang 1 rumah di samping Puskesmas.

Memang jam 00.00 nanti usiaku genap 18 tahun. Tapi kegiatanku di kampus tadi sangat meletihkan. Sehingga aku hanya kuat melek sampai jam 22.00, kemudian mengganti pakaianku dengan kaus oblong dan celana pendek serba putih, lalu terlelap tidur setelah mematikan lampu utama, tinggal lampu LED biru yang cuma 2 watt kubiarkan tetap menyala seperti biasanya.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Demi sang ibu yang sakit, Kim Liu, pengacara muda yang berbakti, bersedia dijodohkan dengan Jung Jisung. CEO TJ Group yang kaya raya ini memiliki trauma masa lalu akibat penculikan saat kecil. Walau awalnya bersikap dingin, ketulusan Liu perlahan meluluhkan hati Jisung. Sayangnya, pernikahan rahasia mereka menghadapi cobaan berat dari kebencian ibu mertua, usikan mantan kekasih Liu, hingga intrik licik Song Minseo. Mampukah cinta mereka bertahan di tengah tekanan harta?
Sampul Novel Ditinggal Kekasih Mafia
9.0
Dante Alvarado, bos mafia berdarah dingin, menutup rapat hatinya setelah dikhianati mantan kekasih yang memilih pria lain. Namun, kebenciannya pada wanita diuji saat seorang gadis misterius tiba-tiba mengaku sebagai calon istrinya di hadapan publik. Keadaan kian kacau ketika sang mantan kembali hadir membawa pernyataan cinta. Amarah Dante pun meledak. Akankah momen ini meruntuhkan prinsip teguhnya, atau justru menyeretnya ke dalam pusaran permainan maut yang jauh lebih berbahaya?
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi
8.4
Dikhianati hingga berpisah dari Bisma membuat Kayla bertekad membalas dendam pada Miranda. Guna melancarkan aksinya, ia melamar menjadi sekretaris pribadi Jason. Pria tampan itu pun langsung terpikat oleh pesona dan kecantikan Kayla. Demi menuntaskan ambisi pribadinya, Kayla berjanji akan memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya, dalam sebuah hubungan kerja yang provokatif.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly, gadis tomboy yang tidak tahan dengan diskriminasi di rumahnya, harus menikah demi mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Pada saat yang sama, CEO muda bernama Hugo Chavez terpaksa mencari istri untuk mengatasi rasa sakit hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Akankah mereka berhasil menghadapi berbagai rintangan dan dinamika baru dalam kehidupan rumah tangga ini?
Sampul Novel Nasib Dikelilingi Tetangga Julid
9.6
Dalam kisah romansa modern ini, ketenangan hidup sang protagonis terusik oleh kehadiran para tetangga yang gemar mencampuri urusan pribadi. Hari-harinya kini dipenuhi keresahan akibat gunjingan serta komentar pedas yang tersebar luas tanpa kendali. Menghadapi lingkungan yang sarat provokasi dan gemar bergosip menjadi ujian kesabaran yang berat. Di tengah dinamika tersebut, ia harus bertahan menghadapi sikap usil orang-orang di sekitarnya.
Sampul Novel Tujuh Tahun Kebohongan, Aku Kembali dengan Dendam
9.3
Demi mengobati putranya, Alya Diani rela menderita sebagai pembersih TKP selama tujuh tahun. Tragisnya, pengorbanan itu hanyalah eksperimen sosial kejam dari kekasihnya, Bima. Setelah dihina dan ditolak anaknya sendiri demi wanita lain, mereka mengira Alya hanyalah rakyat miskin biasa. Padahal, ia adalah putri kandung dari keluarga kaya Darmawan. Begitu kebenaran terungkap, Alya pun pulang ke keluarganya untuk menuntut balas atas segala rasa sakitnya.