APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam Jahanam

Malam Jahanam

Kehancuran rumah tangga orang tuanya menyisakan kepedihan mendalam bagi sang anak. Di tengah badai emosi tersebut, sebuah peristiwa tak terduga yang dijuluki malam jahanam mendadak terjadi. Tanpa pernah direncanakan, momen yang kerap jadi fantasi ini memutarbalikkan takdir hidupnya. Kini, ia terjebak dalam realitas getir yang anehnya terasa begitu indah. Inilah kisah cinta modern penuh rahasia dan takdir kelam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Namun rasanya baru sebentar aku tidur (sebenarnya sudah 2 jam aku tidur), tiba - tiba aku merasa bahuku digoyang - goyang disertai suara wanita memanggil - manggil namaku, “Chep… Chepi… Chep… bangun dulu sebentar…”

Dengan malas - malasan aku membuka mataku. Dan alangkah kagetnya ketika di dalam keremangan cahaya lampu biru 2 watt, kulihat wajah… Mamie!

“Oooh… Ma… Mamie…!” ucapku tergagap, “Ada apa Mam?”

Aku spontan terduduk. Spontan juga Mamie mengecup sepasang pipiku disusul dengan ucapan, “Selamat ulang tahun yang ke delapan belas ya Chepi Sayang. Semoga panjang umur dan sukses di masa depan.”

Aku terperangah. Karena harum parfum yang Mamie kenakan, tersiar ke penciumanku. Membuat suasana jadi berbeda dengan biasanya. “Terima kasih Mam. Aku malah lupa kalau hari ini ulang tahunku,” ucapku berbohong. Padahal dari tadi sore aku sudah mengingat - ingat hari yang sangat penting bagiku ini. Lalu aku turun dari bed untuk menyalakan lampu utama.

Keadaan di dalam kamarku pun menjadi terang. Mamie pun berdiri dan mengusap - usap rambutku sambil bertanya, “Kamu mau hadiah apa di ulang tahunmu kali ini? Mau tukar motor bebekmu dengan moge?”

“Nggak Mam, “aku menggeleng, “Kalau punya moge, nanti malah jadi seneng main jauh - jauh. Motor yang ada sudah sangat menolong buat kuliah Mam.”

“Terus mau apa dong? Ngomong aja terus terang. Apakah kamu mau dibeliin jam tangan yang seharga dengan moge?”

“Nggak Mam. Di zaman sekarang anak muda sudah gak suka jam tangan lagi. Karena untuk melihat jam kan tinggal lihat di hape aja.”

“Terus… mau hape yang harganya sama dengan moge?”

“Gak juga. Hape mahal - mahal sekalinya hilang pasti nyeselnya berbulan - bulan.”

“Terus mau apa dong? Masa gak punya request sama sekali?”

“Mmm… ada sih yang aku inginkan. Tapi bukan dalam bentuk barang.”

“Mau apa? Mau tour ke Bali atau ke Singapura atau ke Australia atau…”

“Aku pengen ngerasain tidur sama Mamie, “potongku.

“Haaa? Kok pengen tidur sama mamie? Kenapa?”

Aku berpikir sesaat, untuk mencari alasan. Lalu berkata, “Waktu Mama belum pisah sama Papa, aku sering tidur dalam pelukannya. Terasa nyaman sekali. Tapi setelah Mama meninggalkan rumah ini, aku selalu tidur sendirian. Tidak pernah lagi me…”

Mamie memotong ucapanku, “Ya sudah sudah… mamie mau bobo sama kamu sekarang. Mumpung Papa masih lama di luar kota. Mau tidur di mana? Di kamar mamie atau di sini aja?”

“Di sini aja. Hehehe… beneran Mamie mau tidur di sini?“tanyaku sambil memegang kedua tangan Mamie.

“Iya. Tapi mamie mau ganti baju dulu ya. Ini kan gaun yang sengaja mamie pakai untuk mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Apa kamu gak mau makan di luar untuk merayakan ulang tahunmu?”

“Besok lagi aja Mam. Sekarang udah tengah malam gini, mendingan juga bobo.”

“Oke,“ Mamie mengangguk sambil tersenyum. “Mamie mau pakai kimono dulu ya.”

“Iya Mam.”

Kemudian Mamie meninggalkan kamarku. Aku pun mematikan lampu utama lagi dan menyalakan lampu tidur 2 watt itu. Lalu menunggu Mamie datang lagi dengan merebahkan diri di atas bed, dengan terawangan bermacam - macam dan berkacau balau di benakku.

Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku berterus terang bahwa aku sering digoda oleh mimpi - mimpi jahanam yang selalu membuat celanaku basah itu? Haruskah aku berterus terang bahwa sebenarnya aku sudah lama tergila - gila oleh Mamie?

Ah, entahlah. Aku harus menunggu sampai tiba saat yang tepat untuk membuka isi hatiku selama ini. Tapi apakah Mamie takkan marah lalu bereubah sikap menjadi jutek padaku kelak?

Sesaat kemudian Mamie sudah masuk lagi ke dalam kamarku, dengan mengenakan kimono putihnya. Entah kenapa, aku jadi degdegan dibuatnya. Karena ini untuk pertama kalinya Mamie akan tidur bersamaku.

“Kamu romantis juga ya. Lampu tidur juga berwarna biru,” kata Mamie sambil naik ke atas bedku. Lalu merebahkan diri di samping kiriku. “Ohya… selama ini mamie gak pernah lihat kamu pacaran Chep.”

“Aku memang belum pernah punya pacar Mam.”

“Kenapa? “tanya Mamie sambil menyelinapkan tangannya ke balik kaus oblongku. Dan mengusap - usap dadaku dengan lembut. “Tapi kamu normal kan?”

“Maksud Mamie normal apanya?” tanyaku semakin degdegan. Karena baru sekali ini Mamie mengusap - usap dadaku seperti ini.

“Normal dalam hal yang satu itu… mmm… kamu bukan penyuka sesama jenis kan?”

“Iiih… amit - amit. Aku normal Mam.”

“Lalu kenapa gak pernah pacaran? Belum nemu yang sesuai dengan kriteriamu?”

“Iya Mam. Belum nemu cewek yang persis seperti Mamie dalam segalanya,” sahutku nekad.

“Haaa?” Mamie spontan bangkit. Duduk sambil menatapku dengan sorot heran, “Kamu nyari cewek yang seperti Mamie? Memangnya bagaimana perasaanmu selama ini sama Mamie?”

Aku tetap celentang dan menyahut sambil memejamkan mataku, “Sejak kecil sampai sekarang aku sayang sama Mamie. Aku juga kagum sama Mamie. Kagum sekali. Sampai sering terbawa - bawa ke dalam mimpi.”

“Ohya?! Kamu kagum sama mamie dalam hal apanya?”

“Dalam segalanya Mam… tapi Mamie jangan marah ya. Aku hanya ingin membuka isi hati yang sebenarnya.”

“Ya. Ngomong deh terus terang. Mamie paling suka orang yang jujur, yang selalu berterus terang dalam segala hal.”

“Sejak kecil aku mengagumi kecantikan Mamie dan gerak - gerik Mamie yang… aaaah… begitulah Mam.”

“Lalu kamu sering mimpiin mamie?”

“Iya Mam.”

“Mimpinya seperti apa?”

“Jauh… jauh dari kenyataan Mam.”

“Pernah mimpi dicium sama mamie?”

“Sering. Lebih jauh lagi juga sering.”

“Haaa… lebih jauh lagi itu seperti apa?”

“Malu mengatakannya Mam.”

“Jangan malu - malu dong. Jujur aja bilang, apa yang pernah kamu mimpikan tentang mamie?”

“Pokoknya… mmm… pagi harinya celanaku jadi basah Mam…”

“Hihihi… “Mamie mencubit pipiku, “Kamu mimpi begituan sama mamie?”

“Iii… iya Mam.”

“Kok bisa?!”

“Nggak tau kenapa Mam. Yang jelas mimpi - mimpi itu tidak diundang. Berdatangan sendiri dalam tidurku.”

“Kamu tentu sadar mamie ini punya papamu yang begitu menyayangimu kan?”

“Sadar kalau Mamie ini punya Papa. Aku salah ya Mam? Maaf kalau aku salah.”

Mamie merebahkan diri lagi di sampingku. Harum parfum Mamie tersiar lagi ke penciumnanku. Lalu Mamie melingkarkan lengannya di atas perutku sambil berkata lembut, “Kamu tidak salah Sayang. Kan mimpi itu tidak bisa diminta. Suka datang sendiri tanpa diundang. Hanya saja… ah… entahlah. Kamu ini bikin mamie bingung Chep.

Aku terdiam. Suasana pun jadi hening. Hanya elahan nafas Mamie dan nafasku yang terdengar.

Lalu Mamie mendekap pinggangku sambil bertanya, “Terus mamie harus gimana supaya kamu senang?”

“Nggak tau Mam. Aku juga bingung,” sahutku dalam kebingungan. Tapi diam diam… ada yang menegang di balik celana pendek putihku…!

“Kamu pengen merasakan ciuman bibir sama mamie?”

“Ma… mau Mam… ka… kalau Ma… Mamie gak keberatan“sahutku gagap.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Hilman memilih mengkhianati janji sucinya. Ia diam-diam menikahi putri dari keluarga kaya raya demi meraih takhta materi dan kemewahan. Keputusan egois ini seketika menghancurkan hati sang istri pertama, meninggalkan luka batin yang teramat dalam akibat pengkhianatan pria yang sangat ia sayangi. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya lebih memilih harta dibanding kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel MENGEJAR CINTA ANAK KYAI
9.8
Andre, putra konglomerat yang putus asa akibat paksaan nikah orang tuanya, batal mengakhiri hidup setelah diselamatkan oleh Amira, seorang anak kyai. Peristiwa itu mendorong Andre untuk hijrah dan memperdalam agama demi memikat hati Amira. Sayangnya, impiannya runtuh seketika saat melihat Amira bertunangan dengan Adam. Andre kini dihadapkan pada pilihan sulit: bangkit berjuang mendapatkan cintanya atau menyerah dan kembali terpuruk dalam depresi.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Mafia Berdarah Dingin
8.7
Demi harta, Dominic Toretto tega menjanjikan pernikahan kepada keluarga De Luca yang kejam. Demi melindungi adiknya, Alessia Toretto mengambil keputusan nekat untuk maju sebagai pengantin pengganti bagi bos mafia pembunuh berdarah dingin itu. Langkah berani ini justru menyeret Alessia ke dalam pusaran konflik hidup dan mati yang berbahaya. Kini, ia harus berjuang mengumpulkan keberanian untuk melawan takdir kelam yang dipaksakan padanya.
Sampul Novel TANGISAN CINTA
9.0
Dikhianati Cruz, Laura berpaling ke Siddharth, kakak tiri sang mantan. Siddharth awalnya mendekat demi balas dendam, namun cinta tulus malah tumbuh di antara mereka. Cobaan berat pun datang menerpa, mulai dari penolakan keluarga, pengacau hubungan, hingga amnesia yang memisahkan mereka. Di tengah lara, Laura mengungkap asal-usulnya yang kaya raya, lalu bergegas ke Italia demi menghentikan pernikahan Siddharth.
Sampul Novel Terbelenggu Cinta Kakak Ipar
9.2
Yuan dihantui rasa bersalah setelah melewati malam terlarang bersama kakak iparnya, Rafan. Walau sepakat merahasiakannya, ia tak bisa lupa. Di tengah situasi itu, perlakuan kejam dan perselingkuhan suaminya justru membuat Yuan kembali mencari perlindungan pada Rafan. Ketika rahasia gelap ini mulai terancam terbongkar, mampukah Yuan menemukan cinta sejati di tengah lingkaran pengkhianatan dan konflik keluarga yang rumit?
Sampul Novel Tunanganku Menikah dengan Sainganku
8.4
Akibat alkohol oplosan, Julia pingsan dan terancam lumpuh akibat kerusakan saraf. Saat menguji kesetiaan Cayden Hewitt, sang tunangan justru bersikap dingin dan menyebut rivalnya, Liam, sebagai calon suaminya. Kecewa melihat Cayden bermesraan dengan Vivian, Julia pun memutuskan untuk menikahi Liam. Namun, ketika Julia hendak melangkah pergi, Cayden yang didera penyesalan mendalam memohon agar ia bertahan dan mengakui tidak bisa hidup tanpanya.