APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Batin Istriku

Luka Batin Istriku

Seorang suami terkejut saat mendapati Tari menyuguhkan minuman mencurigakan kepada bayi mereka, Adel. Ketakutan menyergap Tari hingga ia hanya bisa menangis membisu tanpa sanggup membela diri. Kemarahan sang suami kian memuncak begitu tahu stok susu anak mereka telah habis. Ia pun nekat membanting botol susu yang tersisa setengah demi memaksa sang istri bicara jujur. Di balik tangisan histeris yang pecah, sebuah rahasia yang menyayat hati akhirnya mulai terkuak.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tangis bayi berusia empat bulan membangunkanku dari tidur nyenyak malam ini.

"Ada apa, Dek?" Tanyaku pada wanita yang dengan sigap membawa Adel, anak perempuanku kedalam dekapannya.

"Adel panas, Mas." Lirihnya menatapku khawatir.

"Apa kita bawa ke dokter saja, Dek?" Tanyaku ikut khawatir memandang bayi mungil yang terlihat berbeda dengan bayi lainnya. Lengan kecilnya keriput menandakan betapa kurusnya anakku.

Lengkingan tangis anakku menggema di seluruh ruang kamar. Tari, istriku mencoba untuk mengASIhi Adel meski Adel terus menolak.

"Nanti saja, Mas. Sekarang minum obat yang ada dulu nanti ku bikinkan susu mungkin Adel akan diam." Jawab Tari dengan gelagapan. Terlihat wajahnya menyiratkan kekhawatiran dan ketakutan berlebih saat aku akan membawa Adel ke rumah sakit.

"Sebentar ya, Mas aku ambilkan susu dulu." Tari bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan Adel susu.

Memang selama ini ASI tari kurang lancar sehingga aku memberikan tambahan sufor untuk memenuhi kebutuhan Adel.

Tidak berselang lama Tari datang dengan membawa sebotol susu di tangannya dan memberikannya pada Adel yang langsung diam menikmati susu yang di buatkan Tari. Dahiku menggernyit melihat susu yang di bawa istriku, terlihat lebih bening dari biasanya.

"Air apa itu, Dek?" Tanyaku dengan memandang heran botol yang sedang di sesap Adel.

"Ini, air Susu, Mas." Jawab Tari dengan sedikit gugup tanpa mau melihatku.

Setelah meminum susu dan meminum obat Adel kembali tertidur. Tari begitu telaten menjaga Adel bahkan kali ini Adel di tidurkan di sampingku, bukan di bok bayi seperti sebelumnya.

"Aku tidurkan Adel di sini ya, Mas takut rewel karena badannya panas." Tutur Tari saat membawa Adel ke tempat tidur kami.

"Iya, Sayang."

Kami kembali tertidur saat Adel telah tertidur tapi tidak berselang lama Adel kembali melengkingkan tangis yang dapat memekakan telinga.

Tari kembali menimang Adel supaya diam, tapi bukannya diam tangis Adel malah semakin melengking dengan kerasnya.

Brak

"Kamu gimana sih, Tari anak nangis bukannya di diamkan malah dibiarkan menangis sekencang itu. Bikin Ibu nggak bisa tidur!" Ibuku datang dan langsung merebut Adel dari gendongan Tari. Di timangnya Adel sebentar hingga tertidur dan di letakannya Adel kedalam bok bayi.

"Anak nangis malah diam aja, tuh tidur anaknya. Kayak gitu saja tidak bisa, dasar ibu tidak becus!" Ucapan pedas terlontar begitu saja dari mulut ibuku. Ku lihat Tari hanya diam mendapatkan makian dari Ibuku.

"Adel panas, Bu. Apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja." Kali ini aku yang bersuara.

"Halah demam begitu ya biasa anak bayi. Nanti juga sembuh. Tidak usah ke rumah sakit segala. Buang-buang biaya. Nanti juga sembuh." Cerocos Ibu menolak mentah-mentah usulku yang akan membawa Adel kerumah sakit.

"Tapi, Bu."

"Tidak usah tapi-tapian. Nurut saja sama Ibu! Kamu itu harus berhemat, Pras uangmu saja sudah habis untuk biaya operasi caesar istrimu sekarang mau untuk biaya rumah sakit anakmu. Bisa habis nanti tabunganmu!" Cerocos Ibu sambil berlalu meninggalkan kamarku.

Ku lihat Tari hanya diam memandang kepergian Ibu. Tidak ada ekspresi apapun yang tergambar dari raut tenang Tari saat ini.

"Dek!" Panggilku lembut seraya menyentuh bahunya.

"Eh, Mas. Kenapa?" Tari terkaget saat aku memanggilnya. Sudah bisa ku tebak bahwa Tari melamun saat menyaksikan kepergian Ibu.

"Kamu kenapa?"

"Aku tidak apa-apa, Mas." Tari tersenyum ke arahku namun terlihat aneh karena tatapan matanya terlihat kosong.

"Maafin Ibu Mas ya, Dek mungkin Ibu ngantuk jadi emosi." Tuturku meminta maaf mewakili Ibu dengan tulus. Terlihat Tari mengangguk bertanda ia mau memaafkan Ibuku.

Tari kembali menaiki ranjang kami dan selanjutnya merebahkan tubuhnya tanpa berkata apapun lagi padaku. Aku merasakan ada keanehan dari sikap Tari. Tidak biasanya Tari tiba-tiba mendiamkanku meskipun terkadang sikap Ibu kurang mengenakan padanya atau bahkan saat aku memiliki salah pada Tari.

Ku perhatikan tubuh kurus istriku, empat bulan setelah melahirkan tubuh Tari benar-benar berubah drastis. Dari yang terlihat berisi saat awal melahirkan hingga yang kian hari kian kurus sampai sekarang.

Ada yang mengganjal dalam benakku. Apa menyusui bisa sampai sekurus itu, padahal ASI Tari tidak begitu banyak dan Adel juga di tambah sufor sehingga tidak akan mungkin mengASI terlalu banyak pada Tari.

Aku memutuskan untuk menyusul Tari ke pembaringan. Ku amati bahu Tari yang terlihat tulangnya semakin menonjol menandakan semakin terkikisnya lapisan daging yang menutupinya. Seperti hanya tulang dan kulit saja.

Ku peluk Tari dari belakang karena memang Tari tertidur membelakangiku. Sungguh aku mencintai Tari dengan bagaimanapun kondisinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARFESO
8.7
Hidup seorang gadis yang haus kasih sayang hancur setelah dikhianati lelaki pujaannya. Hamil di usia muda membuatnya dimurkai keluarga dan dicap murahan. Meski sang lelaki enggan bertanggung jawab dan menuduhnya menjebak, ia tetap melahirkan bayi bermata mirip ayahnya. Kini, saat ia bimbang antara menyimpan rahasia atau mengungkap kebenaran demi melindungi anaknya, sebuah misteri besar lain telah menanti di fase baru kehidupannya.
Sampul Novel Dive In You
9.2
Maryam dan Alaska menghadapi ujian berat saat cinta tulus mereka terbentur perbedaan keyakinan. Jurang iman yang membentang luas ini menjadi rintangan menyakitkan di antara keduanya. Situasi kian rumit ketika mereka terpaksa menerima rencana perjodohan dari keluarga masing-masing. Walau mencoba pasrah pada garis takdir dan simbol agama masing-masing, perasaan mereka tidak begitu saja padam. Akankah ada celah bagi cinta mereka untuk bersatu kembali di tengah tuntutan bakti dan konflik batin?
Sampul Novel Langit dan Evelyn
8.6
Evelyn sangat menginginkan kebebasan tanpa pasangan, sementara Langit bertekad menghindari pernikahan seumur hidupnya. Walau sama-sama menyimpan trauma dan luka masa lalu yang mendalam, takdir justru menjebak mereka dalam situasi pelik. Dua orang yang sangat anti terhadap komitmen ini terpaksa tinggal bersama di bawah satu atap. Di tengah ketakutan akan sebuah ikatan, mampukah keduanya bertahan serumah tanpa membiarkan benih cinta tumbuh?
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters sirna seketika saat mengetahui dirinya hamil. Sang suami, Julian Ryder, sejak awal telah menegaskan keengganannya memiliki anak dalam pernikahan mereka. Berada di posisi sulit antara naluri keibuan dan penolakan keras sang suami, Aurora bertekad bulat untuk tidak menggugurkan kandungannya. Demi menyelamatkan sang buah hati, ia pun mulai menyusun sebuah rencana rahasia untuk pergi dan menyembunyikan kehamilannya dari Julian.
Sampul Novel Mencintai ayah angkat ku
8.6
Adam memendam obsesi kelam pada Hana, anak angkat yang dirawatnya sejak kecil. Ketika Hana berniat menyudahi hubungan tabu ini agar Adam bisa bahagia bersama perempuan lain, kemarahan Adam memuncak hingga berujung kekerasan. Ia berjanji tak akan membiarkan lelaki lain memiliki Hana. Di tengah konflik batin dan penolakan moral, Adam tetap memaksakan perasaan egoisnya. Sanggupkah ikatan penuh derita ini bertahan dari tentangan dunia?
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi membalas dendam, ia menyewa pria yang dikira gigolo di sebuah klub untuk menghabiskan malam bersama. Vanessa pergi begitu saja setelah meninggalkan selembar cek besar, tanpa peduli pada kemarahan pria tersebut. Namun, dunianya seketika terguncang saat ia harus menemui Tuan Fuller, pengusaha sangat berpengaruh yang ternyata adalah miliarder yang pernah ia bayar.