APKDock Logo
Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub

Kupuaskan Nafsuku di Klub

8.2 / 10.0
Pasca putus cinta, hasrat besar yang dimiliki wanita ini tidak pernah lagi terpenuhi. Demi membantunya, sang sahabat mengajak dirinya bergabung ke sebuah klub lari malam yang tidak biasa, lengkap dengan celana khusus yang telah dipesan secara sengaja. Di tengah aktivitas yang sangat menguras tenaga tersebut, ia didera kelelahan hebat hingga kakinya lemas dan berulang kali memohon ampun. Saat mengira penderitaannya telah selesai, situasi mengejutkan terjadi ketika dua orang pria tiba-tiba melangkah masuk ke dalam tendanya.

Kupuaskan Nafsuku di Klub Bab 1

Aku adalah seorang wanita yang memiliki hasrat besar!

Setelah putus cinta, aku tidak pernah merasakan kepuasan. Jadi, sahabatku mengajakku untuk bergabung dengan klub lari malam khusus, serta memesankan celana khusus untukku.

Ketika aku berpartisipasi dalam kegiatan itu, aku disiksa sampai kakiku menjadi lemas. Aku juga memohon ampun berulang kali.

Setelah waktu yang lama, ketika aku pikir semuanya akan berakhir, dua orang pria masuk ke dalam tendaku ….

Aku tidak menyentuh diriku sendiri selama tiga minggu.

Bukannya aku tidak mau, tetapi aku harus menahan diri.

Dokter mengatakan bahwa mudah untuk memiliki ketergantungan secara emosional setelah putus cinta. Aku takut diriku akan jatuh kembali ke dalamnya jika terlalu terbawa perasaan.

Namun, tubuh bukanlah otak. Aku tidak bisa menahannya semudah itu.

Terutama di malam hari. Setelah mematikan lampu, tempat tidur menjadi terlalu kosong, dengan udara yang ambigu. Ini membuat orang tidak bisa menahan diri.

Pada saat ini, Laura mengirimkanku pesan WhatsApp: [Teman, ayo pergi lari malam bersamaku hari ini.]

Aku mengabaikannya, tetapi dia dengan cepat mengirim pesan lainnya: [Ini adalah acara lari malam yang akan membuat kakimu lemas dan basah setelah berlari.]

Aku menatapnya, terdiam selama beberapa detik. Kakiku terasa sangat panas.

Ketika aku membuka foto yang dia kirimkan, aku hampir saja menjatuhkan ponselku.

Foto itu adalah foto dirinya dengan pakaian olahraga yang sangat ketat. Satu kakinya berada di pundak seorang pelatih pria, wajahnya penuh dengan rona merah, sementara mulutnya sedikit terbuka. Ekspresi ini sama sekali tidak terlihat seperti sedang berlari. Sementara itu, pelatih pria mengangkat kaki Laura, dengan bagian bawah tubuhnya mendorong kuat dalam gerakan peregangan yang terasa aneh.

Aku menggertakkan gigi sambil mengetik: [Apa yang sedang kamu mainkan?]

Laura membalas pesanku dengan tanda tanya, lalu diikuti dengan tautan ke sebuah komunitas lari malam. [Klub Lari Malam Sarasa, khusus wanita dengan teman wanitanya. Kamu cukup datang dengan wajah penuh hasrat.]

Aku menatap tautan itu untuk beberapa saat.

Apakah hasratku benar-benar ... sejelas itu?

Ponselku menyala, lalu mati. Aku berguling-guling, tetapi tidak bisa tertidur. Pikiranku penuh dengan mantan pacarku.

Pria itu adalah seorang fanatik kebugaran, garis pinggang dan perutnya sangat indah seperti ukiran. Dia melakukan semuanya dengan keras, akurat, serta tanpa ampun. Terlebih lagi, dia suka berbisik di telingaku sambil terengah, "Bukankah kamu bilang nggak mau? Memohonlah padaku. Kalau kamu memohon, aku akan memberikannya padamu."

Malam itu kami sedang berada di dapur. Dia masuk dari belakang, sementata aku hampir terjatuh di atas kompor, berteriak sampai suaraku pecah.

Namun, sekarang dia sudah pergi, mengatakan bahwa aku tidak tahu diri, penuh nafsu dan tidak pernah puas!

Apa yang tidak dia ketahui adalah bahwa setelah dia pergi meninggalkanku sendirian, aku seperti orang yang kerasukan. Aku berpura-pura tenang di siang hari, lalu melakukan semuanya sendiri di malam hari.

Namun, diriku sendiri tidak bisa melakukannya sebaik pria itu.

Aku berusaha keras untuk berpakaian, menekan tautan, lalu mendaftar untuk bergabung dengan grup itu.

Beberapa menit kemudian, sebuah akun bernama "Manajer Sarasa - Dimas" menyetujuiku untuk masih ke dalam grup.

Foto profilnya menunjukkan foto sebuah punggung yang setengah telanjang. Cahayanya redup, tetapi aku masih bisa melihat lengkungan yang dalam di pinggangnya, serta garis-garis otot yang menonjol di lengannya.

Dia memiliki tipe tubuh seperti mantan pacarku, tetapi terlihat lebih liar.

Laura langsung memasukkanku ke dalam grup, lalu mengirim pesan suara tanpa menungguku menyapa, "Ini adalah sahabatku Mandy. Dia punya tubuh yang bagus, serta bagian bawah yang menawan. Siapa di antara kalian yang akan berlatih dengannya malam ini?"

Grup langsung menjadi ramai.

[Sial, apa ini harta karun milik Kak Laura?]

[Selamat datang teman baru. Malam ini kamu akan menjadi seseorang yang baru.]

[Kak Dimas, apakah kamu akan melakukannya atau aku?]

[Jangan berebut denganku. Bukankah teman baru itu bilang dia ingin kakinya lemas dan basah? Kalau begitu, aku yang harus melakukannya!]

Ketika aku melihat ini, dadaku terasa sesak, ujung jariku mulai mati rasa.

Detik berikutnya, seseorang menyebutkan namaku di grup.

Dimas: [Mandy, besok malam jam tujuh kita akan berkumpul di kaki gunung. Kenakan celana yang ketat, jangan memakai celana dalam.]

Aku menatap kata-kata itu dengan seluruh tubuh yang bergetar.

Aku tahu bahwa aku seharusnya keluar dari grup itu.

Namun, pada saat itu aku sudah terobsesi padanya, seolah terbakar dalam api.

Aku menatap kata-kata "jangan memakai pakaian dalam". Sebuah gambaran muncul di benakku ….

Jalan pegunungan yang berkelok-kelok, dengan suasana malam yang sunyi. Aku berjalan di depannya. Setiap gundukan menghantam bagian tubuhku yang paling sensitif. Dia terengah di telingaku, "Tahan. Jangan berteriak."

Kakiku tertutup rapat, jantungku berdetak kencang hingga hampir meledak.

Aku membalasnya, "Oke."

Aku melihat Dimas mengirimkan pengumuman di grup: [Materi latihan besok malam adalah lari malam dengan intensitas sedang dan peregangan dan traksi. Anggota wanita harus ditemani oleh pelatih pria satu lawan satu selama acara lari.]

Aku menatap ke arah barisan kata-kata itu dengan tubuh yang sedikit memanas.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kupuaskan Nafsuku di Klub

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan