APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Berujung Duka atau Suka

Cinta Berujung Duka atau Suka

7.9 / 10.0
Saat sang putri terbaring lemah karena demam tinggi, Jeffry Aryadi justru sibuk menghadiri pertemuan sekolah untuk anak dari cinta sejati masa lalunya. Ketika sang istri mencoba menghubungi, panggilan tersebut justru dijawab oleh wanita lain yang menangis meminta maaf. Jeffry yang merebut ponsel tersebut malah memarahi istrinya, berdalih hanya menolong seorang janda dan anak yatim. Kecewa dengan sikap suaminya, sang ibu akhirnya menawarkan pilihan kepada putrinya untuk hidup berdua saja dengannya mulai sekarang.

Cinta Berujung Duka atau Suka Bab 1

Pada hari putriku demam tinggi, Jeffry Aryadi sedang menghadiri pertemuan orang tua untuk anak cinta sejatinya.

Aku meneleponnya, tetapi yang mengangkat adalah si cinta sejatinya itu.

Wanita itu menangis sambil meminta maaf padaku. Jeffry merebut ponselnya, lalu berkata dengan nada marah.

"Mereka adalah janda dan anak yatim, apa salahnya kalau aku membantu mereka?"

Aku memahaminya. Kemudian, aku bertanya pada putri kecilku yang sedang menerima suntikan dengan patuh di samping.

"Bagaimana kalau mulai sekarang kamu tinggal berdua saja dengan Ibu?"

Putriku mengangkat wajahnya yang memerah karena demam tinggi, lalu berkata dengan lembut.

"Baiklah."

"Anak pintar." Aku mencium pipinya.

Kemudian, aku menelepon wali kelas putriku untuk membicarakan tentang prosedur pindah sekolah.

Guru itu mengatakan bahwa prosedur pindah sekolah paling cepat akan membutuhkan waktu setidaknya satu bulan.

Tidak masalah. Aku sudah melalui 8 tahun hidup seperti janda.

Menunggu satu bulan bukan masalah.

Nina membuka mata bulatnya, sesekali melirik ke arah pintu ruang perawatan.

Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, aku tahu bahwa dia sedang menunggu Jeffry.

Aku menelepon Jeffry sekali lagi, hanya berharap dia bersedia mengucapkan selamat malam pada Nina.

Telepon berdering lama sebelum akhirnya diangkat. Suara Jeffry yang dingin dan penuh amarah langsung terdengar lebih dulu.

"Linda, aku hanya menemani Adit menghadiri pertemuan orang tua. Apa perlu kamu menelepon terus untuk mengecek?"

"Kamu bahkan berbohong mengatakan kalau Nina sakit. Kamu mengutuk putrimu sendiri. Kamu sungguh kejam."

Suasana di seberang sana terdengar sangat ramai. Dari suara latar belakang, aku tahu bahwa itu adalah restoran keluarga yang paling ingin dikunjungi Nina.

Jeffry mengatakan bahwa dia sibuk bekerja, tidak memiliki waktu.

Namun, sekarang dia tidak hanya memiliki waktu untuk menghadiri pertemuan orang tua, bahkan memiliki waktu untuk mengajak Melissa Wijaya dan anaknya makan.

Tiba-tiba, dari ujung lain terdengar suara yang jernih, "Ayah, kenapa kamu nggak makan?"

Tanganku bergetar, hingga ponsel di genggamanku hampir terjatuh.

Hampir pada saat yang sama, Jeffry memutus panggilan telepon.

Pria itu sudah seminggu ini tidak pulang ke rumah.

Jika ini dulu, aku pasti sudah mencarinya sambil menangis, menanyakan apakah dia menginap di rumah Melissa lagi.

Namun, sekarang aku bahkan tidak memiliki keinginan untuk meneleponnya.

Hanya saja, pada saat itu Jeffry justru pulang ke rumah.

Begitu masuk, dia langsung memarahiku.

"Kamu sudah seminggu nggak membuatkan bekal untuk Adit, ya?"

"Meski sedang marah, kamu nggak boleh melampiaskannya pada anak itu. Melissa nggak bisa masak, hanya kamu yang bisa membuatkannya."

Ketika melihat aku menundukkan kepala tanpa mengatakan apa-apa, wajah Jeffry sedikit melunak. Dia perlahan meremas tanganku beberapa kali.

"Bukankah kamu selalu ingin mengambil foto pernikahan? Kalau kamu bersikap baik …."

Lucu sekali. Aku sudah bersama dengan Jeffry selama 8 tahun. Namun, kami bahkan tidak memiliki satu pun foto pernikahan, jangankan lagi surat nikah.

Tepat ketika kami ingin mengurus surat nikah, suami Melissa meninggal dunia, hanya meninggalkan anak laki-laki berusia satu tahun.

Melissa tidak sanggup menahan pukulan itu hingga dirawat di rumah sakit. Jeffry sibuk merawatnya, tidak memiliki waktu untuk mengurus hal-hal lain selain Melissa.

Akhirnya, kami masih belum mengurus surat nikah.

Pria itu menggodaku dengan menggunakan foto pernikahan. Dia mengira aku akan menyerah, tetapi ekspresiku tetap acuh tak acuh.

Saat suasana menjadi tegang, wali kelas Nina tiba-tiba meneleponku.

Nina berkelahi dengan seseorang di sekolah.

Aku langsung mengambil tas, bergegas pergi ke sekolah. Jeffry juga mengikutiku dengan cemas.

Dia memarkirkan mobil Hummer hitamnya di depanku. Aku naik ke kursi penumpang tanpa ragu.

Namun, saat melihat tulisan di kursi penumpang, aku sedikit tertegun.

Di kursi penumpang terpasang foto Melissa dengan tulisan: [Kursi khusus kekasih]

Ketika Jeffry memasang sabuk pengaman, dia melihatku memperhatikan stiker itu. Jantungnya berdetak kencang.

Jeffry segera merobek stiker itu, takut aku akan menangis dan mengamuk seperti dulu. Kemudian, dia menjelaskan.

"Melissa hanya iseng memasangnya, kamu jangan ...."

Aku memotong perkataannya dengan tenang, "Ayo cepat pergi. Nina masih menunggu kita di sekolah."

Jeffry menatap wajahku cukup lama, lalu akhirnya mengatupkan bibir tanpa mengatakan apa-apa.

Aku diam-diam mengingat bagaimana Jeffry memasukkan stiker itu dengan hati-hati ke dalam saku setelah merobeknya.

Aku makin merasa bahwa 8 tahun ini tak ada artinya.

Sesampainya di kantor guru, aku melihat seorang anak laki-laki yang tampan sedang menangis dengan kencang,

Rambut Nina tampak acak-acakan, sementara bahunya bergerak-gerak. Jelas dia sedang menangis tanpa suara.

Jika aku tidak salah ingat, anak laki-laki itu adalah putra Melissa, Adit Wangsa.

Jeffry bertubuh tinggi dengan kaki jenjang. Dia melangkah masuk ke dalam kantor lebih dulu dariku, bahkan menutupi tubuhku sepenuhnya.

Ketika Nina melihat Jeffry, matanya langsung berbinar, hendak memeluknya,

Namun, Adit lebih dulu melemparkan dirinya ke dalam pelukan Jeffry.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Berujung Duka atau Suka

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cewek kutu buku itu tunanganku
8.8
Di hari ulang tahunnya, Sevilla harus kehilangan sang ayah. Malapetaka tak berhenti di situ—perusahaan keluarga bangkrut gara-gara pamannya, sang ibu mengalami gangguan jiwa, dan seluruh aset mereka lenyap. Di usia 14 tahun, Sevilla banting tulang di sebuah rumah kontrakan sempit untuk bertahan hidup. Hidupnya berubah saat ia menabrak Verrel, siswa populer yang jenius dan tampan. Awalnya mereka bersaing sebagai musuh, namun benih perasaan mulai tumbuh. Mengetahui nasib Sevilla, keluarga Verrel yang ternyata sahabat almarhum ayahnya mengajak mereka tinggal bersama—dan mengungkap perjanjian perjodohan yang tak pernah Sevilla duga. Cinta mereka terhalang Alona dan Yusha yang menculik Sevilla untuk diperjualbelikan. Selamat, namun Verrel kehilangan jejaknya. Kabar mengejutkan datang: Sevilla di Amsterdam, dan di balik itu semua, terkuak rahasia bahwa mereka bersaudara tiri.
Sampul Novel GAIRAH SANG MAFIA.
9.6
Hidup Veronika hancur seketika akibat pengkhianatan sang kekasih dan tindakan orang tuanya yang menjadikannya jaminan hutang. Kini, ia terkurung dalam kuasa seorang bos mafia kejam yang merenggut kemerdekaannya. Terjebak dalam situasi yang menyesakkan bak penjara, Veronika tidak memiliki pilihan lain demi merebut kembali kebebasannya. Ia terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada sang penguasa kegelapan. Inilah kisah penuh intrik, pengkhianatan, dan gairah berbahaya.
Sampul Novel Jangan Ada Dusta di Antara Kita
8.4
Demi menghilang tanpa jejak, Gina mengambil langkah ekstrem dengan mengajukan penghapusan seluruh informasi identitas pribadinya. Meski keputusan ini mengejutkan sang operator, Gina tetap teguh pada pendiriannya agar tidak ada satu orang pun yang dapat melacak keberadaannya di masa depan. Proses penghapusan data ini membutuhkan waktu selama dua minggu, memulai babak baru yang penuh misteri dalam hidup Gina yang bertekad untuk mengubur masa lalunya rapat-rapat.
Sampul Novel Nenek Mertua Yang Culas
9.7
Ambarningsih tidak juga berubah di hari tuanya. Setelah sukses merusak hubungan Ravindra dan Dewi, kini ia bersiap mengacaukan rumah tangga cucunya sendiri, Elang dan Citra. Di tengah kelicikan sang nenek yang terus mengintai, Citra harus berjuang keras mempertahankan pernikahannya. Mampukah ketulusan hati Citra menghadapi kekejaman Ambar dan membuatnya menyesal? Kisah perjuangan menantu melawan mertua yang culas ini penuh dengan ujian emosi yang mendalam.
Sampul Novel Takkan Kembali ke Dekapan Penderitaan
7.8
Delapan tahun membina rumah tangga bersama Rangga hanya menyisakan luka bagi diriku. Suamiku telah membawa pulang sembilan puluh sembilan wanita lain, dan kini gadis keseratus datang untuk menghinaku di hadapannya tanpa pembelaan sedikit pun. Setelah semalaman dipaksa mendengar kemesraan mereka dari ruang tamu, batas kesabaranku akhirnya habis. Saat Rangga kembali menuntut pelayananku di pagi hari, aku memilih untuk menolak. Dia tampaknya lupa bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah kesepakatan kontrak, yang akan resmi berakhir dalam waktu tiga hari lagi.
Sampul Novel Terlahir Kembali: Menyelamatkan Anakku Dari Sahabatku
8.6
Saat sahabatnya mengalami kerontokan rambut parah, sang protagonis menolak meminjamkan ASI miliknya. Sahabatnya kemudian membeli ASI terinfeksi dari internet hingga tertular penyakit. Menyalahkan penolakan tersebut, sang sahabat menyusup ke rumah dan mencekik anak perempuan protagonis hingga tewas menggunakan rambutnya. Setelah membalas dendam secara brutal, sang ibu tiba-tiba terbangun dan kembali ke masa lalu, tepat di hari saat permintaan ASI itu pertama kali diajukan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan