APKDock Logo
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya

Kontrak Eksklusif untuk Kanaya

8.7 / 10.0
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?

Kontrak Eksklusif untuk Kanaya Bab 1

Tepat dua tahun sudah, Kanaya meninggalkan kota kelahirannya. Kota yang meninggalkan banyak kenangan indah dan pahit bagi dirinya. Berparas cantik dan manis itulah yang melekat di diri seorang designer berbakat itu. Demi melunasi hutang ayahnya, ia harus bekerja keras untuk melunasinya seorang diri.

Pagi yang cerah secerah senyum manis Kanaya. Kedua matanya yang berwarna coklat, lentik bulu matanya yang tebal tak berhenti mengerjap menatap pemandangan yang berlari mengikuti laju kendaraan yang ia tumpangi saat ini

"Akhirnya, aku bisa pulang!" kata Naya yang seakan tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Karena pekerjaannya yang menumpuk, kanaya tidak bisa mendapatkan cuti seperti teman-temannya yang lain. Sebuah tanggung jawab yang harus ia pikul seorang diri menjadi seorang designer di tempat kerjanya.

Perlahan, kedua bola mata indah itu mulai terpejam. Sebuah rumah yang merupakan peninggalan terakhir dari ayahnya, mulai melintas dalam pikirannya. Banyak kenangan indah dan manis yang ada di rumahnya tersebut.

"Naya, mama dan Laura akan ke Bogor. Mama juga sudah merenovasi rumah sesuai dengan keinginan kamu!" Perkataan mama Dina yang terucap dua hari sebelum Kanaya mengambil cuti. Kanaya membuka kedua matanya kembali. Ia tersenyum lebar saat dirinya telah tiba tepat di depan rumahnya.

Kedua kakinya yang mulus mulai turun dari taksi yang telah mengantarkannya sampai rumah. Jaket tebal merah yang melekat di dirinya membuat Naya terjaga dari dinginnya udara di kota kembang tersebut.

Naya membuka kacamata hitamnya, manik bola matanya berbinar menatap rumah yang mempunyai banyak kenangan indah bagi dirinya. Tak ada yang berubah. Halaman rumah, tanaman bunga peninggalan mamanya bermekaran begitu indah. Banyak kupu-kupu yang hinggap dan seakan tak mau jauh dari bunga tersebut.

"Kalian begitu indah! Aku tak menyangka, mama Dina dan Laura mau merawat kalian selama aku pergi!" ucap Naya memegang kelopak bunga mawar dan mencium aroma wanginya.

Naya tersenyum. Kedua matanya berputar mencari keberadaan pak Udin yang merupakan satpam di rumahnya tersebut. Ia mulai berjalan ke arah pos jaga yang biasanya menjadi tempat bagi pak udin untuk melakukan pekerjaannya.

Naya mengernyit. Ia sama sekali tak menemukan pak Udin di tempat pos jaga.

"Ke mana pak Udin? Apa beliau ada di dalam?" tebak Naya menoleh ke arah rumahnya."Yach, mungkin pak Udin ada di dalam. Pasti lagi mengecek keadaan rumah!" gegas Naya menuju ke dalam rumah seraya menggeret koper miliknya.

Ceklek

Sepi dan hening.

Sesaat, Naya terkejut ketika ada yang berbeda dengan rumahnya. Kondisi rumahnya yang masih sama seperti dua tahun yang lalu dan tak ada renovasi seperti apa yang ia inginkan.

"Ke mana foto keluargaku? Kenapa nggak ada?" Kedua matanya berputar mencari keberadaan foto keluarganya yang biasa tidak terpajang di dinding.

"Apa mama Dina membuangnya?" tanyanya memicing. Ia mulai melangkah dan melihat isi rumahnya yang benar-benar tak ada yang berubah. Hanya foto keluarga besarnya yang hilang dari rumahnya.

"Kenapa jadi seperti ini? Bukankah mama Dina bilang sudah merenovasinya?" Naya bingung sembari melipat bibirnya. Rasa kecewa mulai menghampiri wanita cantik dan putih itu. Ia tak menyangka jika mama tirinya tega berbohong kepadanya akan hal ini.

"Apa maksud mama Dina membohongiku seperti ini?" gumam Naya seraya memegang kedua tangan di pinggangnya. Tatapan matanya memicing menatap ke arah kaca yang memantulkan barang yang ada di belakangnya. Sosok beberapa orang yang bertubuh besar, mengenakan jas hitam tersenyum ke arahnya.

"Selamat Siang, Nona Inzen!" sapa seseorang yang membuat Naya kaget dengan panggilan itu. Nama yang tak pernah lagi ia dengar sejak ayahnya menikah dengan mama Dina.

Naya menoleh dan terkejut melihatnya. Kedua mata indahnya tak berhenti mengerjap, kedua tangannya seketika gemetar melihat mereka yang terlihat begitu menyeramkan.

"Si-a-pa kalian? Kenapa kalian masuk ke rumah saya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu!" tanya Naya menghentikan langkah mereka.

Mereka hanya tersenyum dan menyodorkan seberkas surat yang ada di dalam map berwarna hitam.

"Apa ini?" tanya Naya mengernyit dan mulai membuka surat tersebut dan membacanya secara perlahan.

Sejenak, Naya terbelalak kaget dengan isi surat yang mencantumkan atas nama Lukman Argantara sebagai pemilik rumahnya yang sah.

"Apa maksud semua ini? Kenapa rumahku menjadi milik pak Lukman Argantara?" tanya Naya dengan mata berkaca-kaca.

"Pak Lukman sudah menunggu Anda, Nona Inzen. Beliau akan menjelaskannya tentang masalah ini," tutur Roy, salah satu kepercayaan pak Lukman Argantara.

Naya menghela nafas panjang. Ia bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Spontan, ia mengusap air mata yang menetes begitu saja. Tenggorokannya kering dan terasa sakit saat salivanya tertegak dengan paksa.

"Mari Nona!"

"Kenapa pak Lukman ingin bertemu dengan saya? Dan kenapa beliau juga tidak datang ke sini untuk menjelaskannya?" tanya Naya penasaran.

"Saya tidak tau, Nona!" jawab Roy.

Alih-alih tidak mau berdebat dengan mereka. Naya memilih untuk diam dan mengikuti perintah mereka yang akan membawanya untuk bertemu dengan rentenir yang sudah meminjamkan uang pada ayahnya dulu.

*****

Semua bertepuk tangan menyambut pimpinan terbaru Hotel De Lena. Tampan, cool dan begitu perfect itulah yang di miliki pewaris tunggal dari keluarga Towsar. Alen Towsar, putra tunggal dari Elena Towsar yang sebelumnya berprofesi sebagai pembalap motor.

Demi keinginan sang ibunda tercinta, Alen terpaksa meninggalkan pekerjaan sekaligus hobinya itu. Memimpin beberapa hotel yang telah di bangun oleh sang bunda.

"Ya ampun, aku tak menyangka kalo Alen Towsar adalah anak dari ibu presdir. Sungguh seperti mimpi!" kata Agnes, salah satu karyawan hotel yang juga mengidolakan Alen Towsar.

"Iya, tapi dengar-dengar ia berhenti menjadi seorang pembalap demi menggantikan ibu presdir!" sahut Nita.

"Benarkah? Oh No! Jadi, sekarang aku tak bisa melihatnya memakai baju balap lagi, dong!" kata Agnes mengernyit menatap ketampanan Alen yang terlihat begitu jauh dari dirinya."Tapi nggak apa, deh! Setiap hari aku 'kan bisa melihatnya secara langsung, tidak di layar televisi lagi," ucap Agnes sumringah sembari memegang kedua pipinya.

Sepanjang perjalanan, Naya menyandarkan kepalanya seraya memejamkan mata.

"Yang saya tau, Ibu dina telah menjual rumah ini untuk membayar hutang ayah nona yang bertumpuk di pak Lukman. Rumah ini juga belum bisa melunasi hutang ayah nona sendiri. Dan, sebagai kurangannya, pak lukman menginginkan nona untuk menjadi istrinya." Perkataan orang suruhan pak Lukman mulai melintas kembali diingatannya.

Naya spontan membuka kedua matanya. Ia melirik ke arah mereka yang duduk di depan dan di samping dirinya. Ia merasa seperti seorang tawanan yang ada di film yang biasa ia tonton. Sangat sulit baginya untuk melarikan diri dari semua ini.

Ya Tuhan, apa maksud mama dina? Bagaimana bisa aku dijadikan jaminan untuk menjadi istrinya pak lukman? Seharusnya, uang yang aku kirim setiap bulan itu sudah bisa membayar sebagian hutang ayah. Tapi, kenapa hutang dan bunga ayah semakin banyak? batin Naya bertanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kontrak Eksklusif untuk Kanaya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
9.6
Setelah hampir setahun menahan kepedihan dalam kehidupan pernikahan, Alika akhirnya memutuskan untuk menyerah. Keputusan bulatnya untuk meminta cerai secara terbuka membuat sang suami, Daffa Ardhana, seketika bungkam dan terpaku. Di tengah kesunyian yang mencekam itu, muncul sebuah tanda tanya besar: akankah Daffa merelakan Alika pergi, atau justru ia akan berupaya menyelamatkan rumah tangga mereka saat hati Alika sudah terlanjur letih bertahan?
Sampul Novel Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
7.9
Selama lima tahun, seorang mahasiswi menjalani pernikahan rahasia dengan miliarder Tritan Wirajaya. Namun, kembalinya cinta pertama Tritan menyadarkannya bahwa hubungan mereka hampa. Ia pun menjebak Tritan untuk menandatangani surat cerai berkedok berkas kuliah. Setelah resmi berpisah dalam keadaan hamil, ia pergi sejauh mungkin demi membangun karier dan kemandiriannya sendiri. Saat Tritan akhirnya menyadari kehilangan besar ini dan memohonnya kembali, ia telah bertransformasi menjadi wanita dewasa yang tangguh.
Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, gadis yatim piatu penyintas kebakaran yang bisa melihat makhluk halus, terus diikuti hantu wanita selama sepekan. Arwah itu memohon agar Erina menghibur suaminya yang tengah berduka. Walau awalnya enggan, Erina akhirnya bersedia menemui Eldrick Damiano. Tak disangka, pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta di diri Erina. Sayangnya, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah setia selamanya kepada sang mendiang istri.
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Demi meloloskan diri dari kejaran sosok misterius, Dihan terpaksa bersembunyi. Di waktu yang sama, keluarga Rahadian tengah pusing mencari guru privat untuk mendidik dua putri mereka yang terkenal sangat nakal dan enggan belajar. Dihan akhirnya mengambil kesempatan itu walau harus menghadapi tantangan berat. Sanggupkah ia mengatasi kebandelan dua nona muda tersebut? Sementara itu, di balik kekacauan ini, misteri masa lalu Dihan perlahan mulai membayangi langkahnya kembali.
Sampul Novel Ternyata Aku yang Membuat Suamiku Selingkuh
9.3
Keinginan tulus Jeni melindungi keponakannya dari kekejaman sang ayah tiri justru berujung petaka bagi dirinya sendiri. Ia sama sekali tidak menduga bahwa keputusan mulia tersebut akan memicu keretakan dalam kehidupan rumah tangganya. Sosok yang semula ia selamatkan dengan penuh rasa kasih sayang kini perlahan berubah menjadi ancaman nyata yang siap menghancurkan hubungan pernikahannya bersama suami tercinta.
Sampul Novel The Fate That Bind Us
9.0
Pengkhianatan sang kekasih merusak rencana liburan romantis Freya ke Venesia. Meski terluka, ia memilih tetap pergi untuk memulihkan diri. Tak disangka, insiden tumpahan kopi mempertemukannya dengan seorang pria asing yang menarik. Lewat percakapan mendalam tentang rasa kehilangan, Freya belajar merelakan masa lalu dan mengobati hatinya. Di tengah keindahan kota kanal tersebut, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: membuka hati untuk cinta yang baru atau fokus menyayangi dirinya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan