APKDock Logo
Sampul Novel Sang Anak Konglomerat

Sang Anak Konglomerat

8.6 / 10.0
Dewi mengemban tugas berat untuk merawat William, seorang putra konglomerat yang kini lumpuh dan depresi. Tragedi kecelakaan yang menewaskan istri serta calon bayinya telah mengubah William menjadi pria yang sangat kasar, arogan, dan sensitif. Akibat perangai buruknya itu, tidak ada satu pun perawat yang sanggup bertahan mendampinginya lebih dari tiga hari. Kini, mampukah kesabaran dan keteguhan hati Dewi melewati batas waktu yang gagal dihadapi para pendahulunya?

Sang Anak Konglomerat Bab 1

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam gerbang sebuah rumah yang sangat besar dan mewah, setelah sebelumnya seorang security membukakan pintu gerbang yang nampak tinggi menjulang itu.

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh halaman rumah yang sangat luas itu, mungkin luasnya 10 kali lipat dari rumahku, tidak, lebih dari 10 kali lipat, bisa jadi 20 kali lipat, karena rumah ini bak istana, begitu besar dan megah.

Ini adalah hari pertama aku bekerja di rumah ini, menjadi seorang perawat untuk Tuan muda, yang katanya lumpuh dan mengalami depresi berat, setelah mengalami sebuah kecelakaan tragis, di mana sang istri meninggal dalam kecelakaan itu, padahal katanya mereka baru satu bulan menikah.

Seorang wanita berseragam rapi datang menghampiriku, Sepertinya dia adalah pelayan di rumah ini, pakaiannya terlihat rapi meskipun Dia seorang pelayan, penghuni rumah ini benar-benar orang kaya, mungkin dia salah satu konglomerat terkaya di negeri ini.

"Suster Dewi ya? Ayo silakan Sus, Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu di dalam!" Sapa pelayan itu, yang aku sendiri belum mengetahui siapa namanya.

"Terima kasih!" ucapku sambil tersenyum. Kemudian aku pun melangkah mengikuti wanita itu masuk ke dalam rumah mewah itu.

Dalam hati Aku berdecak kagum, ketika aku masuk ke dalam rumah itu, benar-benar seperti istana, bahkan lantai rumah itu pun seperti kaca, terlihat pantulan wajahku di lantai rumah itu, dan anehnya, wanita tadi tidak membuka alas kakinya, padahal biasanya kalau masuk rumah selalu membuka alas kaki, tapi berbeda dengan rumah ini, Ah, namanya juga orang kaya, dengan sedikit ragu aku pun melangkah masuk ke dalam sebuah ruang tamu yang maha besar.

Seorang laki-laki dan wanita paruh baya duduk di sofa ruang tamu itu, semua barang-barang yang ada di ruang tamu itu terlihat sangat mahal dan artistik, bahkan lampu hiasnya pun sangat besar seperti kristal yang pantulan cahayanya menyilaukan mata, benar-benar indah dan luar biasa, rumah mewah yang baru pertama kali aku masuki ini.

"Tuan, Nyonya, suster Dewi sudah datang!" ucap pelayan wanita tadi dengan penuh rasa hormat kepada laki-laki dan wanita paruh baya yang duduk di sofa itu.

"Iya Bi Marni, sekarang kau boleh pergi, suster Dewi, Silakan duduk!" kata laki-laki paruh baya itu yang adalah Tuan Bagus Sudrajat, nama yang aku ketahui dari dokter Anton, dokter yang merekomendasikan aku untuk bekerja di sini.

"Aku melihat CV Anda suster, anda adalah suster terbaik di rumah sakit Bunda!" ucap wanita paruh baya itu yang kuketahui bernama Nyonya Rahayu.

"Terima kasih Tuan, Nyonya, saya diperkenankan untuk bekerja di sini, saya akan melaksanakan tugas saya dengan sebaik-baiknya!" ucapku sambil menundukkan wajahku hormat.

"Suster, kamu jangan percaya diri dulu, karena sudah ada beberapa orang perawat yang mengundurkan diri karena tidak tahan mengurus Putraku yang sedang sakit itu, Aku harap kamu berbeda dengan suster-suster yang lain!" lanjut Tuan Bagus.

"Saya akan berusaha bekerja dengan baik Tuan, sesuai dengan kemampuan saya!" ucapku lagi, dalam hati aku penasaran juga, memangnya segarang apa sih Putra mereka, sampai katanya beberapa perawat mengundurkan diri karena tidak tahan.

Selama ini aku bekerja di rumah sakit atau di manapun, tapi tidak pernah ada kasus mengundurkan diri karena kekerasan atau apapun itu, bahkan aku juga pernah mengurus lansia yang lumpuh dan super galak, itu pun tidak masalah bagiku.

"Suster, kami akan memberikan padamu bayaran yang besar asal kamu bisa mengurus Putraku dengan baik, Putraku itu lumpuh, tidak bisa berjalan dan dia masih rutin minum obat, dia depresi atas kecelakaan yang menimpanya, apalagi istrinya yang sedang mengandung meninggal dalam kecelakaan itu!" ungkap Nyonya Rahayu.

"Saya ikut prihatin dengan apa yang menimpa Putra Tuan dan Nyonya, semoga beliau lekas sembuh!" ucapku yang belum tahu siapa nama Tuan Muda putra mereka itu.

"Baik, mulai hari ini kau sudah boleh mulai bekerja di rumah ini, nanti Bi Marni yang akan menunjukkan kamarmu, dan segala tugasmu akan dijelaskan oleh Bi Marni, karena dia yang lebih paham mengenai kebutuhan Putraku, dan dia adalah pelayan senior yang paling lama bekerja di rumah ini!" jelas Nyonya Rahayu.

"Iya nyonya!" jawabku singkat.

Kemudian Nyonya Rahayu menepuk tangannya tiga kali, dan Tak lama kemudian Bi Marni datang tergopoh-gopoh, ternyata begitu cara memanggil Bi Marni, dengan tepukan tangan dia sudah paham, tanpa harus berteriak memanggilnya, bagus juga caranya.

"Tolong kau antarkan suster Dewi ke kamarnya, biarkan dia istirahat sebentar, setelah itu beritahukan dia tugas-tugas apa yang harus dia lakukan untuk merawat William putraku!" titah Nyonya Rahayu.

"Baik nyonya, mari suster saya antarkan untuk istirahat ke kamarnya!" jawab Bi Marni menundukkan kepalanya, kemudian dia berjalan menuju ke belakang, aku pun menundukkan kepalaku dan berjalan mengikuti Bi Marni menuju ke kamar.

Setelah aku mengikuti Bi Marni, wanita itu berhenti di depan sebuah kamar yang terletak tidak jauh dari ruang dapur, ada juga beberapa kamar yang ada di situ, bisa jadi di rumah ini ada beberapa orang pelayan.

"Ini kamarnya Sus, kamar Ini adalah kamar yang paling besar di antara kamar-kamar pelayan yang lain, silakan beristirahat!" kata Bi Marni sambil membuka pintu kamar itu.

Aku mengedarkan pandanganku, kamar itu lumayan luas, di dalamnya juga ada tempat tidur besar dan sebuah lemari dari kayu jati, ada juga televisi besar yang menempel pada dinding kamar itu, tidak cocok sih kalau dijadikan kamar pelayan, aku pun kemudian langsung berjalan masuk dan duduk di tepi tempat tidur itu.

"Bi, di rumah ini ada berapa pelayan?" Tanyaku. Bi Marni nampak sedang mengeluarkan selimut baru dari dalam lemari dan juga menyalakan pendingin ruangan.

"Pelayan utama cuma ada tiga kok sus, aku, Mbak Sri, dan juga Anis, kalau aku biasanya yang mengontrol kerja para pelayan, ada juga beberapa pelayan yang pulang pergi, masing-masing sudah punya tugasnya sendiri!" jelas Bi Marni.

"Ooohh!" Aku manggut-manggut tanda mengerti.

Praaaang!!!

Tiba-tiba terdengar suara benda pecah belah yang jatuh dari arah luar kamar.

Aku sangat terkejut, begitu juga dengan Bi Marni.

Tanpa dikomando Bi Marni dan aku pun segera keluar dari kamar dan melangkah menuju ke arah suara itu.

Di ruang keluarga yang terlihat luas itu, nampak Tuan bagus dan Nyonya Rahayu sedang berdiri bersama dengan seorang laki-laki muda yang duduk di kursi roda, di hadapan laki-laki itu ada guci yang pecah berkeping-keping entah apa yang terjadi.

"Aku sudah bilang pada Mama, tidak usah mencari orang lain untuk mengurusku, aku tidak sudi diurus oleh siapapun!" sengit laki-laki itu yang aku tebak adalah putra mereka.

"William! Sampai kapan kau akan begini terus? Mama dan Papa sudah lelah melihat tingkahmu yang Bahkan tidak pernah berubah! Kau butuh perawatan!" sahut Tuan Bagus.

Aku masih berdiri di sudut ruangan itu bersama dengan Bi Marni, tiba-tiba saja Tuan Muda William menoleh ke arahku, matanya melotot menatap sangat tajam, aku begitu ngeri, dia bukan hanya arogan, sepertinya Dia adalah seorang laki-laki berdarah dingin.

"Oke, aku akan buat kamu hanya Bertahan tidak lebih dari 3 hari, kamu akan tahu bagaimana rasanya neraka di rumah ini!" seru Tuan Muda William sambil menunjuk ke arahku.

Seluruh aliran darahku seolah-olah berhenti mengalir, entah mengapa bulu Kuduk ku juga langsung berdiri mendengar ucapannya itu.

Bersambung....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sang Anak Konglomerat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
9.1
Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Kehidupan seorang wanita hancur ketika ibunya kritis akibat diserang anjing milik Helena. Bara, tunangannya yang kaya raya, justru membela hewan tersebut dan pamit pergi ke luar negeri demi pekerjaan. Namun, kebenaran pahit terungkap setelah sang ibu meninggal. Bara berbohong; ia tidak ke Singapura, melainkan berlibur mewah dengan Helena di Maladewa. Di makam ibunya, wanita ini sadar bahwa cinta sang miliarder palsu belaka. Pengkhianatan keji ini pun mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Dipinang Dosen Tampan
9.6
Demi mencegah Laura membangkang seperti kakak-kakaknya, Jason menjodohkan putri bungsunya itu dengan Jonathan, seorang dosen tampan di kampus Laura. Meski terpaksa menuruti kehendak sang ayah untuk menikah, hati Laura tidak serta-merta luluh pada suaminya. Kini, di tengah ikatan pernikahan yang dipaksakan oleh takdir tersebut, Jonathan harus berjuang keras demi memenangkan cinta dan ketulusan hati Laura.
Sampul Novel Merebutmu Kembali
9.3
Sebagian orang berusaha pulih dari trauma, sedangkan yang lain memilih menghindar. Chandani kini berada di persimpangan jalan ketika kenangan masa lalu yang menyakitkan mendadak kembali membayanginya. Ironisnya, pria yang menjadi penyebab luka batinnya justru datang membawa lamaran pernikahan. Haruskah ia menerima pinangan tersebut atau kabur demi kedamaiannya? Di tengah situasi pelik ini, kegelapan justru tampak menjadi satu-satunya penentu arah takdirnya.
Sampul Novel Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
9.3
Akibat kesalahpahaman di hotel, Almira terpaksa menikah dengan Adrian Elvano karena desakan keluarga besar. Meski Adrian menolak keras dan bersikap dingin akibat trauma masa lalu, pernikahan tetap terjadi. Almira yang bekerja sebagai guru les anak Adrian pun dianggap sebagai beban tak kasat mata. Di tengah kepedihan batin tinggal di rumah asing tersebut, Almira mendapat peluang emas untuk kuliah di luar negeri. Kini ia dilema: bertahan dalam luka atau pergi demi lembaran baru.
Sampul Novel Tugas Tambahan untuk Ibu Susu
8.4
Bekerja sebagai ibu susu di kediaman bosnya, seorang wanita menghadapi situasi memalukan saat air susunya merembes hingga mengotori pakaian. Upaya membersihkan diri justru memperburuk keadaan di bawah tatapan intens sang majikan miliarder. Saat ia mencoba meredakan gejolak hasratnya yang membara di kamar mandi, sang bos tiba-tiba menyusul masuk. Pria itu menyentuh dadanya dan memutuskan untuk mengambil alih sisa ASI yang tidak habis dikonsumsi anaknya, membawa hubungan profesional mereka ke batas yang sangat intim.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan