
Kisah Miris Suamiku dan Kekasihnya
Bab 2
Aku memutar balik rekaman CCTV, melihat rekaman selama satu bulan ini.
Sesuai dugaan, aku menemukan berkali-kali Jovin membawa Selena pergi bermain dan juga mengungkit masalah kamar hotel. Aku bahkan mendengar suara mereka bermesraan di dalam mobil.
“Jov, apa bagus seperti ini?” Suara Selena kedengaran lembut dan merdu.
Dengar-dengar, dulu Jovin bisa bersama Selena karena suaranya sangat enak didengar.
“Apanya yang nggak bagus? Memangnya kamu nggak ingin bersamaku? Kamu sudah meninggalkanku selama bertahun-tahun, apa kamu nggak merindukanku?”
“Tentu saja rindu …. Emm, Jov, aku merasa nyaman sekali dengan jilatanmu.”
“Masih ada yang lebih nyaman lagi. Tunggu saja.”
Saat mendengar sampai di sana, aku tidak sanggup untuk mendengar lagi. Aku menuruni mobil, lalu mulai muntah parah.
Siapa juga yang bisa menyangka pria seperti itu kucintai selama tujuh tahun … tujuh tahun.
Pada saat ini, api dendam di hatiku semakin membara.
Kejadian di kehidupan sebelumnya sepertinya terbayang di hadapanku.
Waktu itu, setelah aku memberi tahu Jovin mengenai penyakit HIV yang diidap Selena, dia memarahiku, lalu meninggalkan tempat.
Sejak saat itu, Jovin tidak pernah pulang ke rumah dan juga tidak menghubungiku lagi.
Aku hanya pernah melihat di status pertemanannya bahwa setiap harinya dia selalu bersama dengan Selena. Dia bahkan membagikan keseharian ibu hamil di platform sosial media.
Mereka berdua kelihatan sangat bahagia.
Namun, kehidupanku tidaklah bagus. Tidak lama kemudian, seorang pasien operasi usus buntu yang aku tangani sendiri tiba-tiba meninggal dunia.
Kejadian ini menimbulkan kehebohan besar di internet.
Semua orang mengatakan bahwa kelalaianku menyebabkan kematian pasien tersebut.
Keluarga pasien juga datang ke rumah sakit untuk beronar. Aku dihentikan dan sedang dalam pemeriksaan.
Saat dokter forensik melakukan autopsi, ditemukan sebuah gunting di dalam perut pasien. Kebetulan pada saat itu, kamera CCTV ruang operasi sedang rusak. Dokter yang membantuku dalam operasi itu, dokter bius, asisten, dan yang lain mengatakan hanya aku saja yang pernah menyentuh pisau tersebut.
Aku berusaha untuk menyangkal, tetapi aku telah dijatuhkan hukuman.
Hanya saja, berhubung aku adalah ibu hamil, aku baru akan ditahan di penjara setelah aku melahirkan.
Pada saat itu, aku merasa duniaku telah runtuh.
Tidak lama kemudian, Jovin mencariku, lalu membawaku pulang.
Waktu itu, Jovin memperlakukanku dengan sangat baik. Dia bukan hanya membelikanku kue tar yang enak, bahkan juga menghangatkan susu untukku sebelum tidur.
Jovin memelukku ke dalam pelukannya. Suaranya terdengar sangat lembut. “Yang patuh, minum susunya, lalu tidur dengan nyenyak. Mengenai yang lain, aku akan membantumu untuk mengatasinya.”
Aku memercayai Jovin, kemudian meminum susu itu.
Namun tidak sampai 20 menit, bagian bawah tubuhku mulai mengalirkan darah.
Aku terkejut hingga wajahku memucat. Aku berusaha untuk meraih tangan Jovin, menyuruhnya untuk mengantarku ke rumah sakit. Hanya saja, dia malah menendang perutku dengan sadisnya, menendangku berkali-kali.
Jovin tersenyum ringan. “Aku yang membayar orang-orang itu untuk memfitnahmu dalam soal kecelakaan medismu. Paulina, apa kamu tahu, ternyata ada yang rela mati demi uang. Demi uang, orang-orang miskin itu bersedia melakukan apa pun. Hahaha.”
Kedua mataku terbelalak lebar.
Jovin pun tertawa sinis. “Mereka sudah disuap olehku. Sekarang, kamu hanya bisa mati saja. Aku sudah memasukkan obat penggugur kandungan di dalam susumu. Hahaha.”
Satu detik kemudian, Jovin kembali menendang kuat diriku. Setiap tendangannya lebih kuat daripada sebelumnya.
Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, darah merah mengalir deras di pahaku.
Pada saat-saat terakhir, aku mendengar ucapannya. “Akhirnya nggak ada yang bisa menghalangiku untuk bersama Selena.”
Selamanya aku tidak bisa melupakan betapa sakit dan putus asanya aku waktu itu. Aku telah menyalin rekaman CCTV mobil di dalam flashdisk. Kemudian, aku pun langsung menghubungi pengacara untuk menggugat Jovin.
Jovin telah berselingkuh dalam pernikahannya. Aku akan menuntutnya agar dia bercerai dengan kehilangan seluruh hartanya.
Anda Mungkin Juga Suka





